(REVISI)
Cerita ini mengisahkan seorang Wanita pintar,cantik dan sexy yang bernama Hara Pramaswari
Hara memiliki teman baru yaitu pria terpopuler dikampusnya,laki-laki ini menyukai Hara tapi kedekatan mereka membuat sahabat Hara membencinya,karena sahabat Hara juga menyukai laki-laki ini.
Pengusaha tampan dan kaya yang digandrungi banyak wanita,ialah Alexander Pranata pewaris pranata grup,pertemuannya dengan Hara sangat singkat,sampai akhirnya Alex memutuskan untuk menikahinya,akan ada banyak ujian yang akan dilalui mereka berdua,akankah mereka sanggup bertahan atau memilih untuk berpisah..?
Ingin tahu cerita selengkapnya silahkan dibaca😁mari kumpul dulu jangan jaga jarak di antara kita😆
JANGAN LUPA LIKE,VOTE DAN KOMEN ===
😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wulandari05, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penolakan
Vera tersenyum mengganguk dirinya mengerti apa yang diminta oleh Alex, Alex pun bersiap dan mereka pergi.
Hara sudah sampai dirumah dengan membawa belanjaan dan menaruhnya dilemari es, dia hanya membeli beberapa sayuran, ayam, udang dan beberapa jenis ikan, Hara duduk termenung diruang tamu, yang ada difikirannya saat ini hanya Alex, kenapa Alex bisa setega itu dengannya.
"Aku harus meminta kejelasan soal hubungan ini, mungkin berpisah adalah jalan terbaik.." ucapnya lesu tak terasa airmatanya menetes.
"Ibu maafkan Hara jika memilih untuk berpisah dengan Kak Alex." monolog Hara.
Hara mengambil ponselnya, dia ingin menghubungi Alex memintanya untuk bertemu.
'Tuuuuuuutttt satu dua kali belum diangkat, setelah panggilan ketiga akhirnya tersambung juga.
"Hallo sayang." ucap Alex, saat ini dia sedang berada di mall, Alex menepati janjinya kepada Vera setelah Vera memberikan apa yang dia minta.
"Kak aku ingin bertemu sore nanti pukul 15.00, aku tunggu diresto biasa." pinta Hara langsung menutup teleponnya.
Alex bahagia dia mengira bahwa Hara sudah memaafkannya.
"Telpon dari siapa bee..?" tanya Vera menghampiri Alex.
"Dari kantor, apa sudah selesai..?" tanya Alex balik.
"Sudah, sekarang aku laper ayo kita cari makan." pinta Vera manja.
Alex tersenyum mereka berdua mencari tempat makan dengan bergandengan tangan, jangan tanya kemana Reno, kenapa dia mendukung perbuatan Alex, tidak itu tidak benar saat ini Reno ditugaskan Alex keluar kota untuk mengurus proyek baru yang kemarin sempat dia tinggal.
Tak terasa sudah hampir pukul tiga sore, Hara bergegas mandi dia akan menemui Alex ditempat yang sudah mereka sepakati.
Hara sudah berada di resto, dia hanya memesan minum menunggu Alex datang, tidak lama yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga.
"Maaf sayang Kakak sedikit terlambat tadi ada urusan." ucap Alex ingin mencium pipi Hara tapi Hara menghindar, karena mendapat penolakan dari istrinya Alex pun duduk mencoba menetralkan amarahnya.
"Tak apa Kak, aku juga baru sampai." ucap Hara malas.
"Kak aku mau ngomong sesuatu." ucap Hara menunduk.
"Mau ngomong apa sayang." tanya Alex seperti tidak memiliki kesalahan.
"Mau di bawah kemana hubungan ini Kak, jika kamu hanya ingin mempermainkan aku, lebih baik kita berpisah saja." ucap Hara mantap.
Alex kaget dia berdiri lalu bersimpuh didepan kaki Hara.
"Sayang jangan seperti ini, tolong maafin Kakak, Kakak janji akan beritahu ini ke orang tua Kakak." ucap Alex memohon.
"Maaf Kak sikapmu berbeda 180⁰ terhadapku, kamu lebih mementingkan urusanmu dibanding aku, aku ini istrimu Kak.." ucap Hara meneteskan airmatanya, untung saja keadaan restoran saat ini lumayan sepi.
"Iya sayang maafin Kakak, kamu tahu kan kerjaan kakak dikantor sangat banyak, tak cukup jika harus mengerjakannya dikantor saja.." ucap Alex beralasan.
"Aku mengerti Kak, tapi sudah dua minggu lebih hubungan kita seperti ini, Kakak tidak pernah menggangap Hara ada." ucap Hara.
"Tidak seperti itu maafkan Kakak, beri Kakak kesempatan sekali lagi, jangan meminta untuk berpisah Kakak tidak ingin kehilangan kamu, besok kita kerumah utama menemui orang tua Kakak, apa kamu siap." ucap Alex.
"Itu lebih baik Kak, dari pada aku berstatus istri tapi di rahasiakan, aku akan beri Kakak kesempatan, tapi Kakak harus berjanji padaku batalkan pertunangan Kakak dengan wanita itu." ucap Hara.
Alex terdiam dia sebenarnya ragu ingin jujur pada orang tuanya, tapi apalah daya dia tidak ingin Hara meninggalkannya.
Tanpa kamu sadari Lex sikap plin plan mu ini akan membuat dirimu hancur.
"Kenapa kamu diam saja, apa kamu masih mencintai mantanmu itu?" tanya Hara.
"Tidak sayang, Kakak sudah tidak mencintainya, Kakak hanya mencintai kamu." jawab Alex berdusta, dia bangun dari duduknya memeluk Hara.
"Sudah Kak, nanti dilihat orang." ucap Hara mendorong Alex, sebenarnya hati Hara sangat sakit menginggat video saat Alex bercumbu dengan wanita lain, dia menjadi risih saat Alex memeluknya.
Alex mengantar Hara pulang, malam ini dia menginap dirumah Hara, Alex beralasan pada Mamanya untuk menginap dirumah Dion, Mama Dewi tidak curiga karena dirinya juga mengenal Dion dengan baik.
Saat ini Alex berada dikamar Hara, dia baru saja selesai mandi dan sekarang giliran Hara, Hara keluar dengan hanya memakai hotpan dan tangtop saja.
Alex dibuat kelimpungan saat melihat Hara berpenampilan seperti itu, tiba-tiba hawa panas menyelimuti tubuhnya.
"Sayang.." ucap Alex menghampiri Hara, Alex memeluknya dari belakang, dia mengendus leher Hara saat itu Hara menguncir asal rambutnya, tapi malah terlihat mempesona bagi Alex.
"Kak lepasin.." ucap Hara melepas tangan Alex diperutnya.
"Sayang Kakak pengen, apa boleh?" tanya Alex sudah tidak sabar.
"Maaf Kak Hara lagi ada tamu." ucap Hara yang memang baru saja kedatangan tamu bulanan.
"Maksudnya..?" tanya Alex tidak mengerti.
"Aku lagi PMS." jawab Hara, dia keluar menuju dapur untuk memasak makan malam.
Alex mendenggus, hasrat yang sudah berada diubun-ubun terpatahkan sudah setelah mendengar ucapan Hara tadi, dia pun berbaring dikamar Hara hingga tertidur.
Hara memasak banyak malam ini, dia memasak ayam goreng, udang asam manis, capjay dan beberapa menu lainnya, dia tidak tahu makanan apa yang disukai Alex, Hara memanggil Alex dikamar yang ternyata sedang tertidur pulas.
"Kak bangun makan malamnya udah siap.." ucap Hara membangunkan Alex.
Alex bangun dan keluar menyusul Hara menuju meja makan.
"Waaah ini semua kamu yang masak?" tanya Alex dia duduk di kursi plastik itu.
"Iya siapa lagi, mau ikan apa?" tanya Hara balik, dia mengambilkan nasi dan lauk untuk suaminya.
"Semuanya boleh, kelihatannya enak." ucap Alex menelan ludah.
Hara mengambilkan satu persatu lauknya, sehingga piring Alex hanya terlihat tumpukan ikan, Hara kembali duduk dan mengambil nasi untuk dirinya sendiri.
"Emmmm enak banget sayang masakan kamu." ucap Alex makan dengan lahap.
"Pelan-pelan Kak." ucap Hara.
Alex tersenyum mereka melanjutkan makan tanpa obrolan lagi.
*Rumah Rangga
Dirumah mewah bak istana ini, Rangga dan orang tuanya juga bersiap untuk makan malam, mereka semua sudah berkumpul dimeja makan.
"Ngga tau ngak, tadi Mama hampir saja kerampokan.." ucap Mama Eva.
"Serius Ma, terus Mama ngak kenapa-kenapa kan?" tanya Rangga panik.
"Mama ngak apa-apa, tadi ada wanita cantik banget yang nolongin Mama." ucap Mama Eva.
"Oh ya, hebat banget itu cewek Ma bisa ngalahin perampok." ucap Rangga.
"Iya, udah cantik baik jago bela diri lagi, Ngga Mama berharap Mama bisa punya menantu seperti dia." ucap Mama Eva berhayal sambil senyum-senyum sendiri.
Rangga dan papanya hanya mengelengkan kepalanya, ada-ada saja pikirnya mereka pun memulai makan malamnya yang tertunda karena obrolan tadi.
****
'Hiks hiks tangis Hara sesenggukan didalam mobil Alex.
"Sudah sayang jangan menangis, Kakak minta maaf belum bisa meyakinkan Mama buat nerima kamu, Kakak janji akan berusaha membujuk Mama agar mau menerima kamu." ucap Alex satu tangannya mengenggam tangan Hara.
*flashback on
Malam berganti pagi Hara dan Alex bersiap untuk ke kantor, hari ini mereka berangkat berdua, Reno masih berada diluar kota jadi selama Reno tidak ada Alex memilih untuk menyetir sendiri dari pada harus memakai sopir lain.
"Kak nanti aku turunin di seberang jalan aja ya." ucap Hara.
"Iya sayang." ucap Alex tak menolak, saat ini mereka sudah berada diperjalanan menuju kantor.
Mobil berhenti disebrang jalan cukup jauh dengan kantor, Hara segera turun dari sana takut ada yang melihatnya, sebelum Hara turun Alex menahan tangan Hara.
"Ada apa kak..? "tanya Hara.
Alex tak menjawab dia menunjuk bibirnya dengan jari.
"Cium dulu.." ucap Alex manja.
Hara tersenyum dia mencoba memaafkan Alex dan melupakan apa yang Alex lakukan padanya, Hara mendekat dia mencium bibir Alex sekilas, tapi saat Hara ingin menjauh Alex menahan leher Hara dan memperdalam ciumannya.
Selesai dengan aktifitas yang mereka lakukan Hara bergegas turun, Alex mulai melajukan mobilnya meninggalkan Hara, Hara harus berjalan lumayan cukup jauh, tiba-tiba ada sebuah mobil yang berhenti disampingnya.
Kaca mobil terbuka, laki-laki yang mengemudi mobil tersenyum pada Hara.
"Ayo masuk!" suruh laki-laki itu.
"Rangga, astaga kirain siapa." ucap Hara terkejut.
Ya itu mobil Rangga yang tidak sengaja melewati jalan itu.
"Kok ngak bawah motor, kamu jalan dari rumah..?" tanya Rangga mengernyit.
"Hehe bisa putus ini kaki kalau jalan dari rumah, tadi aku berangkat sama Alex, aku minta turun disini." jawab Hara mobil pun melaju.
"Kamu udah baikan sama dia..?" tanya Rangga lagi.
"Iya Ngga dia janji mau batalin pertunangannya dan mengenalkan aku sebagai istrinya pada orang tuanya." ucap Hara optimis.
Rangga menghembuskan nafas beratnya.
"Kamu yakin Alex mau berubah ..?" tanya Rangga kemudian.
"Hanya kepercayaan yang saat ini aku punya Ngga, aku juga sudah maafin Kak Alex, semoga dia bisa menepati janjinya ya Ngga." ucap Hara tersenyum.
Rangga merasa sedih Hara memilih bertahan bersama Alex, tapi dia berusaha tersenyum dan akan tetap menjaga Hara dari jauh.
Akhirnya sampai juga didepan kantor Pranata Grup, Hara segera turun dan bergegas masuk karena jam sudah menunjukkan pukul 06.30, pekerjaan berjalan seperti biasa Alex dan Hara bersikap layaknya bos dan sekertaris dikantor.
Tak terasa sudah sore waktunya untuk pulang, semua karyawan bergantian memasuki lift ,Hara dan Alex sedang berada diruangan CEO menunggu semua karyawan pulang, saat situasi sudah memungkinkan Alex dan Hara turun dari lift bersama.
Mereka berjalan ke parkiran dan memasuki mobil, Alex melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumah Hara, saat Alex fokus mengemudi ada chat wa masuk dengan nomor tanpa nama dia mengirim beberapa foto, Alex pun membukanya.
Seketika wajah Alex berubah, dia menatap Hara dengan tajam.
"Siapa yang nganterin kamu kekantor tadi?" tanya Alex nada bicaranya tidak enak untuk didengar.
"Oh tadi aku ketemu Rangga, trus dia nawarin aku jadi aku numpang aja kak dari pada jalan." jawab Hara jujur.
"Kamu punya nomor ponsel Rangga Kakak minta dong." ucap Alex.
"Untuk apa Kak?" tanya Hara.
"Mau tanya-tanya soal bisnis." jawab Alex berbohong.
"Oke nanti aku kirimin ya Kak." ucap Hara tersenyum.
"Terima kasih sayang." ucap Alex.
Alex menamba kecepatan mobilnya agar cepat sampai, dia menurunkan Hara didepan rumahnya dan pamit pulang.
"Kakak mau pulang dulu, mau masti'in kalau Mama ngak kemana-kemana, nanti Malam Kakak jemput jangan lupa dandan yang cantik biar tamba cantik, oh ya jangan lupa kirim nomor ponsel Rangga Kakak tunggu." ucap Alex tersenyum mengoda.
Hara membalasnya dengan mengganguk dan tersenyum, dia pun masuk kerumahnya.
Dimobil Alex mengumpat, dia tidak suka jika istrinya berdekatan dengan Rangga, terdengar bunyi pesan masuk yang ternyata dari Hara, Alex segera menyimpan nomor Rangga dan menghubunginya.
'Tuuuuuuut tuuuuut panggilan tersambung
"Hallo siapa ini?" tanya Rangga disebrang sana.
"Alex, gue tunggu loe ditaman kota sekarang." jawab Alex menutup telpon secara sepihak.
"Brengsek ini cowok bau kencur, awas aja loe nanti." monolog Alex memukul setir mobilnya karena geram.
Disisi lain Rangga yang masih berada di kantor, langsung bergegas menuju ke taman kota dia memilih memakai motor sportnya.
*Di taman
Rangga lebih dulu sampai disusul Alex setelahnya, saat itu taman sangat sepi Alex yang melihat Rangga langsung memberinya bogem mentah, dia menarik kerah Rangga memaksanya untuk berdiri.
"Brengsek loe, gue pringatkan jauh-jauh dari istri gue." bentak Alex marah.
Rangga yang mendengar itu tertawa.
"Hahaha ngaca dong loe, kenapa loe ngak mau lepasin dia kalau memang cinta sama Hara loe gak akan terus sakitin dia kayak gini." ucap Rangga emosi dia mendorong Alex.
"Brengsek tau apa loe baru anak kemarin sore jangan sok-sok'an lawan gue, loe tau kan siapa gue, kalau sampai loe ikut campur masalah rumah tangga gue sama Hara, gue masti'in masa depan loe hancur, gue tau kerjaan loe apa, loe cuma bawahan kan diperusahaan Global Jaya, gue tau itu." ucap Alex tersenyum menyeringgai.
Bukannya takut Rangga malah menantang Alex.
"Oke gue nantangin loe, mending gue hancur dari pada harus ngejauhin Hara." ucap Rangga.
"Brengsek." umpat Alex.
Mereka pun berkelahi keduanya tidak ada yang mau mengalah, tiba-tiba terdengar sirine polisi yang kebetulan melewati taman kota, Alex mendorong Rangga dan berlari menuju mobilnya, wajah mereka sama-sama lebam, Rangga juga menaiki motornya bergegas pulang.
Alex yang turun dari mobil langsung masuk kerumahnya tanpa memencet bell, diruang keluarga ada Mama dan Papanya yang sedang menonton tv, saat Alex melewati ruang keluarga Mama Dewi memanggilnya.
"Alex kamu kenapa nak?" tanya Mama Dewi panik saat melihat penampilan anaknya yang kacau.
"Tadi ada kendala dijalan Ma, Alex nolongin orang yang kecopetan.." bohong Alex.
"Astaga anak Mama baik sekali, tapi wajah kamu jadi kayak gini nak bonyok semua." ucap Mama Dewi.
"Tak apa Ma Alex mandi dulu, ingat Mama jangan kemana-mana, nanti ada tamu spesial yang mau kesini." ucap Alex.
"Iya-iya Mama jadi ngak sabar lihat siapa tamunya, jangan lupa mengobati lukamu sayang." ucap Mama Dewi kembali ke ruang keluarga.
Alex berlalu kekamarnya, dia mandi terlebih dulu kemudian mengobati lukanya, Alex meringgis merasakan perih.
***
Hara sudah siap dia memakai gaun longdres panjang, dengan memakai make up tipis dan menyanggul rambutnya ia sisakan sedikit rambutnya buatnya sedikit cerly.
Alex sudah sampai dirumah Hara, Alex begitu kagum saat melihat istrinya malam ini.
"Sayang kamu cantik sekali." ucap Alex memuji.
"Kak wajah kamu kenapa..?" tanya Hara memegang kedua pipi Alex.
'SSsssshhhh' desah Alex.
"Sakit ya Kak maaf." ucap Hara ikut meringgis.
"Ngak apa-apa sayang, Kakak nolongin orang kecopetan saat pulang tadi." bohongnya.
"Emm syukur Kakak cuma bonyok." ucap Hara.
"Kamu doain kakak mati hah." ucap Alex mentoel hidung Hara.
"Hehehe ngak gitu juga kak." cenggir Hara.
"Ya udah kita berangkat, mana tangan kamu." ucap Alex menarik tangan Hara.
Mereka berangkat mobil pun melaju kerumah utama, tak terasa mereka pun sampai Alex membukakan pintu untuk Hara, sebelum masuk Alex memencet bell terlebih dulu.
Pintu pun terbuka, kebetulan yang membuka pintu Mama Dewi, sesaat Mama Dewi terdiam melihat Hara kemudian menatap tajam kearah Alex.
"Silahkan masuk." ucap Mama Dewi tidak suka.
Alex mengenggam tangan Hara dan tersenyum, mereka berdua masuk menyusul Mama Dewi.
"Apa maksud kamu membawa dia kemari Lex, ingat kamu sudah bertunangan dengan Vera." ucap Mama Dewi geram.
"Ma Alex ingin bicara sesuatu sama Mama, Alex harap Mama bisa menerima keputusan Alex." ucap Alex.
Mereka bertiga masih berdiri karena Mama Dewi tidak mempersilahkan Hara untuk duduk.
"Ma Alex sudah menikah tiga minggu yang lalu dengan Hara." ucap Alex.
"APA.." teriak Mama Dewi kaget, seketika mata tajamnya menatap Hara seperti singga yang ingin menerkam mangsanya.
"Kamu apakan anak saya hah, sehingga Alex mau menikahimu, dasar wanita murahan." ucap Mama Dewi, dirinya berontak memukul dan menjambak Hara.
Alex memegang Mamanya dan berteriak memanggil sang Papa, Papanya datang mengantikan Alex memegangi istrinya, jangan ditanya penampilan Hara saat ini seperti apa, rambutnya acak-acakan dia menunduk dan menangis tersedu.
"Ada apa ini Lex, apa yang terjadi?" tanya Papa Adi.
"Wanita murahan itu Pa merebut Alex dari kita, dasar jalang." teriak Mama Dewi.
"Ma jangan seperti ini, apa sebenarnya yang terjadi Lex?" tanya Papa Adi lagi.
"Sebenarnya Alex sudah menikah dengan Hara Pa." jawab Alex menunduk.
"Astaga Lex, kenapa kamu baru bilang sekarang, kamu mau bikin Papa malu, undangan perayaan pertunanganmu dengan Vera sudah disebarkan, kita tidak mungkin membatalkannya." ucap Papa Adi geram.
Badan Hara luruh seketika tubuhnya melemah, dia menangis sejadi-jadinya meminta maaf pada orang tua Alex, sementara Alex menjambak rambutnya frustasi.
"Maafkan saya om tante maafkan saya." ucap Hara sesenggukan.
"Pergi kamu dari sini wanita jalang pergi, Lex urus surat perceraian kamu dengannya, Mama tidak ingin punya mantu seperti dia." ucap Mama melepas tangan suaminya lalu pergi.
"Nak maafkan om, om tau kamu anak baik tapi om tidak bisa berbuat apa-apa, om mohon tinggalkan Alex." ucap Papa Adi pergi menyusul istrinya.
Hara berdiri dia berlari keluar dengan airmata deras, Alex berlari menyusul Hara, dia memaksa Hara meminta izin mengantarkannya pulang.
*flashback off
lgian sii vera udh d bilang udh slesai masih ajj ngejar",,