Rate 21+
Scrol kebawah.
Amanda Rahayu, Seorang Nanny yang di hadapkan akan takdir cinta yang rumit.
Ketulusan cinta dan kasih sayang yang dia berikan untuk Gisela, Nona kecil asuhannya. Membuat dia bukan hanya mendapat balasan cinta dan kasih sayang dari Gisela, Namun juga, dari Tuan Muda Sergio Putra Kaana, Daddy Nona kecil asuhannya.
Pertemuan cerita singkatnya dengan Salman, Hingga terjadinya sebuah kesalahan yang menyisakan benih di dalam rahim Amanda.
Sergio yang mengetahui akan kehamilan Amanda, justru mengikatnya dengan Ikatan suci pernikahan dan membuatnya tetap tinggal sebagai Istri untuknya dan juga Nanny untuk putrinya.
Kemanakah, Takdir cinta akan membawa sang Nanny, Ikatan suci pernikahannya dengan Gio, atau Ikatan darah dagingnya dengan Salman??
Perjalanan cintanya semakin rumit saat Amanda mengetahui bahwa antara Gio dan Salman terjalin Ikatan Persaudaraan yang erat.
Mampukah ketiganya melewati rumitnya cinta di antara mereka,?
Berakhir dengan bahagia kah? Atau Ikatan yang terjalin itu justru akan tercerai berai??.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nasiroh Iroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
sarapan enak
Amanda yang bangun lebih dulu mengerjapkan matanya, kedua mata itu membulat menyadari ada sosok pria tampan tidur disampingnya, pria dengan hidung mancung berkulit putih itu masih menutup matanya rapat menandakan dirinya masih terlelap dalam mimpinya yang indah
Amanda lalu membuka selimutnya dan memeriksa setiap kancing bajunya, masih sama persis seperti sebelum dirinya tidur, piyama bergambar doraemon itu masih melekat rapi menutupi tubuhnya
Amanda menghembuskan nafasnya lega dan kembali memandang wajah tampan yang masih terlelap itu, wajah yang terlihat tenang dalam tidurnya
'Terima kasih Tuan anda masih mau menerima saya dengan segala keburukan saya, anda orang yang sangat baik saya mendoakan kebahagiaan anda bersama wanita yang baik kelak bukan wanita yang tak suci seperti saya' gumam Amanda dengan airmata mengalir membasahi pipi tanpa disadarinya, dia segera menghapus airmatanya dan beranjak dari tempat tidur lalu menuju kamar mandi untuk membersihkan diri
Amanda telah selesai membersihkan diri dan mengganti pakaiannya dilihatnya Tuannya masih memejamkan mata, dia kembali masuk keruang ganti dan menyiapkan pakaian kerja suaminya lengkap dengan dasi serta sepatu dan kaos kaki menatap pakaian yang dia siapkan dengan senyuman yang melengkung dibibirnya lalu kembali melihat wajah suaminya masih sepertinya masih terjaga dalam mimpi panjangnya, Amanda lalu keluar menuju dapur membantu chef menyiapkan makanan untuk sarapan
Amanda yang telah selesai menyiapkan sarapan, lalu menatanya dimeja makan dan saat itu Tuan Kana datang bersama Jack berjalan menuju meja makan
"Kau yang menyiapkan sarapan , bukankah ada chef khusus dimansion ini" ucap Tuan Kana saat sudah berdiri didepan Amanda
"Saya hanya membantu sebisa saya Tuan, dan saya juga sudah berjanji pada Nona Gisela bahwa saya yang akan menyiapkan sendiri sarapan untuknya, Nona sangat susah untuk makan"jelas Amanda berhenti melakukan aktifitasnya dan berdiri tegak menjawab pertanyaan Tuan Kana yang sedikit membuatnya terkejut
"Pantas Gisela sangat menyayangimu,kau begitu perhatian pada cucuku, terbukti pipi cucuku sudah sangat menggemaskan untuk dicubit terus menerus" ucap Tuan Kana sambil senyum senyum membayangkan wajah cucunya yang memang terlihat lebih cubby
"Tidak boleh ada yang memegang pipiku apalagi untuk mencubitnya terus menerus" ucap Gisela yang sedang berjalan kearah meja makan dan berdiri disamping Amanda menutup kedua pipi cubbynya dengan kedua tangannya
Tuan Kana terkekeh melihat cucunya yang begitu menggemaskan dengan mulut yang dimonyongkan dan menatapnya dengan tajam
Amanda mengambil kedua tangan Gisela yang menutupi pipi dan mencium kedua pipi cubby Gisela sambil tersenyum
"Hmmm wangiii kau tidak ngompol dikasurkan,tidak biasanya kau sepagi ini sudah mandi dan sangat harum sekali, cantiknyaa...." ucap Amanda menghirup aroma sabun dan shampoo Gisela lalu mencium pucuk rambut Gisela
"Mommy aku ini sudah besar, dan aku tidak pernah ngompol dikasur, aku tidak mau Daddy lebih menyayangimu karna kau selalu lebih cantik dariku setiap pagi"ucap Gisela memeluk Amanda sambil mendongak dan menciumi perut Amanda yang membuncit
"Mana Daddy juga mau mencium gadis cantik yang sudah wangi dipagi ini" ucap Tuan Gio berjongkok dan merentangkan tangan sambil tersenyum menyambut putri cantiknya
Gisela lalu melepaskan pelukannya pada Amanda dan berlari menuju Daddynya sambil terus tersenyum dan langsung melingkarkan tangan dileher Daddynya saat telah sampai didepan Daddynya
"Daddy ,, siapa yang lebih cantik pagi ini aku atau Mommy, kalau kau menjawab Mommy aku akan sedih" ucap Gisela dengan wajah cemberutnya
"Artinya Daddy tidak punya pilihan, hanya putri Daddy yang paling cantik" ucap Tuan Gio mencium pipi putrinya berkali kali sambil matanya melirik pada Amanda yang berdiri tidak jauh dari keduanya dengan senyum yang disembunyikan
Amanda yang melihat kehangatan pagi ini merasa ikut bahagia , dia menundukan kepala melihat perutnya yang terlihat sudah sedikit membesar dan mengelus perutnya lembut
'Apa kau juga kelak akan bisa merasakan kehangatan pelukan seorang ayah, maafkan ibu nak yang belum mengetahui dimana ayahmu,apa dia mengingat kita sekarang??' batin Amanda dengan airmata yang menggenang diujung matanya dan segera menahannya menyadarkan dirinya kembali dan melihat Gisela yang masih dalam gendongan Daddynya yang berjalan menuju meja makan dengan senyum yang terus melengkung bahagia dan menciumi kedua pipi Daddynya
Semua anggota keluarga telah duduk manis didepan meja makan ditambah dengan Jack dan juga Bimo yang ikut sarapan bersama
Amanda menyendokkan nasi goreng dan telur ceplok kepiring Gisela dan Tuan Kana , lalu mengambil roti dan selai kemudian menaruhnya dipiring Tuan Gio
Gio menatap roti selai dipiringnya dan melihat nasi goreng dengan telor ceplok di piring Gisela, Tuan Kana ,Jack dan juga Bimo secara bergantian dan mengernyitkan dahi menatap Amanda yang sedang menyendokkan nasi goreng dan mengambil telor ceplok lalu menaruhnya dipiringnya sendiri
"Kenapa sarapanku berbeda dengan kalian semua, kalian sarapaan dengan nasi goreng dan juga telor ceplok dan kenapa hanya aku yang sarapan dengan roti dan selai" ucap Gio menatap semua orang dimeja makan secara bergantian
Amanda menghentikan aktifitasnya dan menoleh kearah Tuan Gio yang duduk disebelahnya sambil menunduk
"Maafkan saya Tuan, saya pikir anda tidak biasa sarapan dengan nasi jadi saya membuat sarapan yang biasanya untuk Tuan, maaf Tuan"ucap Amanda pelan sambil masih menunduk
"Bukankah kau memang tidak suka sarapan dengan nasi, apalagi ini nasi goreng kau sangat tidak menyukainya" ucap Tuan Kana menatap putranya dengan terheran
"Iya memang, tapi aku juga iri melihat kalian memakan sarapan yang sama dan hanya aku sendiri yang berbeda, ini seperti terlihat tidak adil kan" ucap Gio menatap piring didepannya dan menggeserkan sedikit kepinggir dengan jari telunjuknya
"Sekali lagi saya minta maaf Tuan, biar saya ganti piring anda" ucap Amanda yang merasa sangat bersalah
"Daddy kau ingin mencoba nasi gorengku"ucap Gisela menyendokkan nasi dipiringnya dan menatap Daddynya
"Biar saya ambilkan untuk anda Tuan nasi goreng yang baru"ucap Amanda hendak mengambil sendok nasi goreng tapi Tuan Gio mencegahnya
"Tidak perlu" ucap Gio mengangkat satu tangannya menghentikan Amanda segera
Amanda menunduk merasa semakin bersalah dalam hati ingin rasanya dia menangis tapi dia tahan dengan sekuatnya
"Daddy aku akan menyuapimu" ucap Gisela mengangkat sendoknya dan mengarahkan kemulut Daddyny dengan mulut yang menganga
Gio tersenyum mendekatkan mulutnya kearah sendok Gisela dan membuka mulutnya, Amanda mengangkat kepalanya dan menoleh kearah Tuan Gio, tepat saat itu Gio yang sedang mendekatkan wajahnya kearah sendok Gisela bibirnya tidak sengaja bertemu dengan bibir mungil Amanda, dalam sepersekian detik bibir keduanya saling bersentuhan dan saling mencium aroma mint dari mulut kedua
Amanda segera menjauhkan tubuhnya kebelakang dengan wajah yang sudah sangat merah menahan malu dan semakin menundukan kepala
Gio yang merasakan sentuhan bibir Amanda terdiam dan menatap bibir Amanda yang baru saja dirasainya walau hanya sekejap tapi rasa manis itu telah melekat dibibir Gio, dengan sudut bibir yang terangkat membentuk senyuman
"Daddy kau curang kau mengambil sarapanku" ucap Gisela tersenyum bahagia menatap Daddy juga Mommynya
"Sarapan yang sangat enak"ucap Gio menatap Amanda yang masih menunduk malu
"Mulai besok kau harus menyiapkan sarapan yang sama untukku,atau sarapan yang berbeda seperti ini lagi lebih enak ternyata" ucap Gio sambil tersenyum bahagia
Amanda semakin malu dibuatnya andai dia mempunyai kantong ajaib doraemon kesukaannya dia akan mengambil pintu kemana saja dari dalam kantong ajaib itu dan pergi menghilang dari meja makan itu secepatnya
tapi yang ngasi Vote kok dikit yaa
semangat Kakak