NovelToon NovelToon
GEDUNG TUA

GEDUNG TUA

Status: tamat
Genre:Petualangan / Misteri / Contest / Horor / Tamat
Popularitas:42.5k
Nilai: 5
Nama Author: Utiks

Hans seorang pemuda yang giat belajar. Berteman dengan dua orang Andika dan Febri.Mereka seperti saudara saling membantu dan menolong.
Tiba-tiba persahabatan itu sedikit tergoyahkan setelah datang seorang gadis jelmaan.Dia adalah cucu angkat dari nenek yang ditolong oleh Hans dan gadis yang sudah lama hilang.
Bagaimana persahabatan mereka selanjutnya,nantikan karyaku yang kedua ini

Nantikan detik-detik terkuaknya misteri Gedung Tua ini.

Terimakasih sudah membaca novelku yang kedua ini kritik dan saran dangat author harapkan agar menjadi naskah yang sempurna

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Utiks, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Merawat

Hans melihat nenek itu bangun dari tidurnya, matanya kosong.

" Nenek, sudah bangun? " tanya Hans.

Nenek menatap tajam pada Hans dan semua orang yang ada disitu. Matanya nanar seperti mau menerkam mereka. Nenek itu merasa takut akan orang-orang yang ada disekitarnya.

Hans mendekat " Apa yang nenek rasakan " mendengar dari mata batinnya

" Aku ingin minum lapar "

" Oh iya, pak Mardi ada makanan? nenek ini lapar sekali" ucap Hans pada pak Mardi.

" Ada sebentar aku ambilkan "

Pak Mardi masuk ke dapur dan mengambil sepiring nasi lauk dan minuman " Ini makan seadanya bapak tidak pernah masak "

Pak Mardi memang orang yang rajin. Ia tetap memasak untuk dirinya sendiri supaya hemat. Dapurnya juga bersih. Nenek itu makan dengan lahapnya dan melihat sekelilingnya.

"Kamu siapa? aku di mana? "

" Nenek sekarang di rumah pak Mardi itu. Kita bawa nenek dari dalam gua " jelas Hans.

Yang lain hanya mendengarkan ucapan Hans saja, karena tidak bisa mendengar mata hati nenek itu. Hans merasa nenek itu butuh ganti baju karena sudah terlihat lusuh. Tapi mereka semua laki-laki tidak ada yang tahu cara merawat nenek itu.

"Pak Mardi, ada baju buat ganti nenek ?"

" Ada sebentar aku carikan punya ibuku "

Pak Mardi memberikan baju panjang yang longgar kepada Hans. Baju -bajubitu akan menjadi kenangan buatnya setelah ditinggal orang tuanya.

" Nenek, ayo mandi dulu ini bajunya"

" Aku dapat baju? terimakasih nak? "

Hans mengantarkan nenek itu ke kamar mandi. Beberapa saat kemudian keluar kelihatan lebih segar. Membawanya ke kamar dan nenek itu tidur kembali.

" Kelihatan lebih segar ya, oh ya ini hampir sore kita pulang ya? " ucap Andika yang sudah menahan lapar pada perutnya.

" Maaf ya, bapak tidak punya makanan. Bapak sudah tidak kerja makan seadanya. "

" Tidak masalah pak, kita yang repotin bapak disini kita permisi dulu "

Mereka pulang ke rumah masing-masing. Sampai rumah ibu dan ayahnya baru saja datang " Baru datang Yah? "

" Iya gimana hasilnya ? Ada sesuatu? " tanya ayah.

" Kita masuk dulu Yah, Hans sudah lapar sekali "

Hans membersihkan diri dan duduk berkumpul dengan kedua orang tuanya di meja makan. Melihat situasi apakah ayah dan ibunya suasana baik atau tidak.

Mengunggu setelah makan selesai, ayah dapat membaca gelagat anaknya " ada apa yang mau kamu bicarakan? Oh ya dimana kucing itu kita jadi perlu mendatangkan pak ustad? "

" Itu terserah ayah saja, aku mau cerita sama ayah ibu "

Ibu dan ayah Hans mengajak anaknya ke ruang tamu yang lebih longgar. Angin semilir berhembus masuk ke dalam rumahnya.

Hans duduk berhadapan dengan ayah sedangkan ibunya berada di sampingnya. Hans mulai menceritakan kejadian pada saat ia ke air terjun kemudian masuk gua sampai menemukan nenek yang sedang tidur atau pingsan. Dan kemudian membawanya dan sekarang berada di rumah pak Mardi.

" Terus kucing kamu kemana? " tanya ayah setelah Hans setelah mengakhiri ceritanya.

" Itu di rumah pak Mardi juga, kelihatannya ia sangat ingin dekat dengan nenek itu. Selalu tidak jauh dari nenek walaupun sedang tidur"

" Bagaimana apa perlu kita panggil pak ustad Yah? " tanya ibunya.

Ayah menggelengkan kepalanya "kurasa belum perlu nanti kalau sudah waktunya kita ajak ke sana "

" Waktu bagaimana sih Yah ? kalau anak kita ada apa-apa bagaimana? "

" Insyaallah tidak akan, iya kan nak? Hans anak ayah yang cerdas tidak mungkin tindakannya tanpa perhitungan!"

" Nyindir nih ceritanya? " Ucap Hans

" Oo, terasa gitu yah? baguslah semua jadi pengalaman buatmu. Harus lebih berhati-hati semua ada resikonya " ucap ayah.

Merasa disindir sang ayah Hans menundukkan kepala. Merasa bersalah dengan tingkahnya yang membuat orang tuanya cemas.

Hari sudah malam keluarga Hans tidur dengan nyenyak tanpa gangguan seperti malam-malam sebelumnya. Hans juga tidur nyenyak tidak mengigau lagi.

" Nak, siapa yang merawat nenek itu disana? " tanya ibu keesokan harinya.

" Pak mardi bu, tapi kasihan dia tidak bisa masak. Boleh Hans membawa sedikit makan intuk mereka? "

" Boleh bawalah secukupnya dan dengan lauk seadanya. Kasihan juga kalau mendengar ceritamu. Sudah ditinggal keluarga kini harus mengurus nenek tang tidak tahu berasal dari mana "

" Iya bu, segini cukup ya bu? " menunjukkan dua susun nasi satu susun lauk ,dan satu susun sayur.

" Iya cukup, semoga saja mereka tetap di beri kesehatan ya nak, musim virus flu seperti ini."

Hans menggunakan sepedanya dengan mengayuh cepat. Ia akan mampir ke rumah pak Mardi untuk mengantar makanan itu.

Mengetuk pintu rumah kosong milik pak Mardi " Pak! pak Mardi ini aku Hans buka pintunya! "

" Ada apa Hans, pagi sekali kamu datang? " ucap pak Mardi.

" Ini makanan pak, bagaomana dengan nenek itu, apa sudah bicara? "

" Belum terdengar bicara, kamu masuklah lihat dia? "

Hans masuk ke dalam kamar dan melihat nenek itu sedang bangun dari tidurnya. " Aku mau mandi "

" Ooh mandi, ayo aku antar nek?"

Hans mengantar nenek ke kamar mandi, kemudian mendekati pak Mardi " Pak saya pergi sekolah dulu nanti pulang mampir lagi! "

" Iya nak, hati-hati belajar dengan baik ya! "

Pak Mardi melambaikan tangannya. Sejak berteman dengan Hans ia merasa punya keluarga lagi. Anak perempuannya seumuran. dengan Hans dan teman-temannya. Andai saja waktu dapat diulang, ia akan menjaga keluarganya dengan baik.

Pak Mardi kemudian mengahampiri kamar mandi menunggu nenek dari luar . Banyak hal yang ingin ditanyakan, tapi nenek tidak dapat diajaknya bicara.

Setelah mandi nenek masuk lagi ke kamarnya berganti baju yang di sediakan pak Mardi punya ibunya. Bau pakaiannya sudah lama bertahun -tahun tercium lembab.

Pak Mardi menyediakan sarapan yang dibawa Hans tadi pagi. Cukup untuk mereka makan sehari. Rejeki buat pak Mardi yang jarang mendapatkan pekerjaan. Usahanya bangkrut akibat sibuk mencari keluarganya.

" Makan dulu nek! " Masuk ke dalam kamar dan menaruh makanan di mejanya.

Nenek menatap tajam pada pak Mardi seolah menanyakan sesuatu. Pak Mardi bingung hanya menerka " Hans masih sekolah nanti dia mampir lagi "

Kucing yang dari tadi ada di kolong kasur keluar menghampiri nenek yang sedang makan. Nenek itu memberi makan kepada kucing itu dan memberinya minum sama dengan punyanya.

Siang itu Hans pulang sekolah bersama Andi temannya. Ia mampir untuk melihat nenek itu. Andi yang baru saja mendengar cerita kejaian kemarin langsung pergi melihatnya.

" Nenek, ingat saya? " tanya Andi ketika sudah berhadapan dengan nenek.

Nenek menatap tajam kepada Andi, membuatnya ketakutan. Andi sedikit mundurkan badannya menjauh.

" Nek ini Andi yang dulu pernah nenek tolong ketika pingsan "

Mata nenek berbinar mendengar suara Hans yang mendekat. " Ada yang bisa saya bantu nek? "

"Mau pulang " ucap nenek dalam hati.

" Rumah nenek dimana? "Hans menggenggam tangan nenek.

Nenek terdiam dan melamun. Kelikhatan bingung dengan yang diucapkan Hans padanya.

" Meong " Kucing itu mendekati Hans dan mencium tangannya.

" Ada apa? "

🌼🌼🌼

Tunggu Up selanjutnya

like vote rate

terimakasih

1
Almora
bulan puasa keluar liur tiba-tiba melihat tempe dan sambal
Your name
Padahal aku agak tegang lho membayangkan dalam posisi itu, tapi karena Pak Mardi dan Hans seperti mencairkan suasana, jadi naik turun nih. Mereka ini, lebih lucu dari pada pelawak hihi
Your name: Sama-sama Thor
total 2 replies
Indah Nihayati
aku mampir thor semangar
Quora_youtixs🖋️: makasih Kak 🥰
total 1 replies
Your name
Boom like dari sini Thor, semangat selalu ya
Your name: Sama-sama
total 2 replies
Nur kholimah
hans seperti anakku....dia selalu membantu q membersihkan rumah
N@t@ D€ ©o©o: maaf mengganggu klo sempet mampir ya ke novel q judulnya

"Extraordinary Husband (Suami Yang Luar Biasa)"

thanks 🌸🌸🌸🍀🍀🍀🍀
total 1 replies
Nur kholimah
Q baru mampir thor....
Quora_youtixs🖋️: thank you 😍
total 1 replies
Your name
Pokoknya dalam situasi apapun Hans kaya tenang-tenang aja ya, hehehe. salut aku
Your name: Hehehe
total 2 replies
Your name
Tertawa aku pas momen ayah menjitak
Quora_youtixs🖋️: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Your name
kukira siapa?, eh taunya pak mardi
Your name: Sama-sama Thor
total 2 replies
Your name
Hadir...
Your name: sama-sama Thor
total 2 replies
Your name
Ninggalin jejak Thor di bab ini, semangat..
Your name
Semangat Tho
Your name: Sama-sama
total 2 replies
IG: Saya_Muchu
semangat kak, di tunggu karya barunya
Quora_youtixs🖋️: makasih like nya 🌹🌹
total 1 replies
Your name
Lanjut lagi
Budi Saputra
udah aku boom Like, favorit, Rate 5 mendarat.
tetap semangat thorr.💪

Thanks thorr udah mau mampir🙏🤗😁
Quora_youtixs🖋️: thanks U 🌹

sama-sama 😍😍
total 1 replies
Budi Saputra
semangat thorr💪
Quora_youtixs🖋️: mksih
total 1 replies
Budi Saputra
seru thorr
Quora_youtixs🖋️: mksih
total 1 replies
Budi Saputra
Boom Like thorr👍
Quora_youtixs🖋️: terimakasih 🌹
total 1 replies
Budi Saputra
mampir nih thorr
Quora_youtixs🖋️: thanks U 🌹
total 1 replies
Darah Biru (Bangsawan)
😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!