NovelToon NovelToon
Istri Seksi Milik Pengacara Tampan 2

Istri Seksi Milik Pengacara Tampan 2

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Duda / Tamat
Popularitas:739.4k
Nilai: 5
Nama Author: Marina Monalisa

Kehidupan seorang pengacara tampan yang sukses dan termuda begitu banyaknya rintangan untuk menghadirkan buah hatinya. Setelah sang istri mengalami keguguran dan hampir meninggal, membuat pria itu trauma untuk memiliki anak lagi.

Dan setelah banyaknya rintangan yang kedua pasangan itu lewati akhirnya Tuhan memberikan buah hati yang tidak terduga. Keluarga Syein begitu lengkap dengan hadirnya penerus keluarga Syein Biglous yang kembar tiga.

Bagaimanakah nasib Jeerewat ketika ia melewati masa-masa kehamilan yang di kelilingi dengan keluarga yang sangat posesif padanya ?

Apakah kehidupan mereka akan tetap bahagia kedepannya atau sebaliknya, silahkan simak cerita ini yah.

Cerita ini adalah lanjutan dari cerita "Istri Seksi Milik Pengacara Tampan".

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marina Monalisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Impian Terwujud

Fiky yang baru saja tiba di apartemennya segera mengetuk-ngetik pintu itu. Tak lama setelahnya, Dara pun membuka tanpa menyambut kedatangan suaminya.

“Astaga...” Suara Fiky berdecak kaget saat matanya menatap ke ruangan yang kini sudah tampak berserakan barang-barang pecah.

“Dara, kau baik-baik saja?” tanyanya khawatir.

Dara yang tak bergeming hanya duduk di sofa kamarnya seraya mengusap beberapa kali air mata yang berjatuhan di wajahnya.

Fiky pun melangkah menghampiri istrinya, perlahan ia memeluk tubuh Dara. Wanita itu tidak bergerak sama sekali. Ia hanya membalas pelukan dari Fiky.

Tentu sebagai suami Fiky sudah sangat mengerti jika istrinya sedang tidak bisa mengendalikan emosi karena ia lambat pulang.

Sejak kehamilan Dara, Fiky semakin kesulitan bekerja karena selalu saja Dara tiba-tiba memintanya pulang.

“Sudah jangan menangis, ruangan ini hancur sekali pun aku tidak apa-apa. Yang penting kau baik-baik saja dengan anak kita.” tutur Fiky yang mengusap lembut kepala istrinya.

“Aku lapar.” Suara Dara terdengar lemas di iringi isak tangisnya.

“Baiklah, tunggu sebentar yah!” seru Fiky kemudian berlalu ke meja makan mengambilkan makanan untuk sang istri.

Kini Fiky pun menyuapi Dara dengan penuh kesabarannya. Setelah makan selesai kini Fiky mulai membantu istrinya merapikan ruangan itu.

“Sudah kau istirahatlah! Biar aku yang membereskan ini semua.” pintah Dara yang terdengar mulai membaik emosinya.

Fiky hanya tersenyum menatapnya lalu menggelengkan kepala. Ia terus membantu Dara hingga ruangan benar-benar selesai dengan sempurna.

Keduanya merasa gerah dan memutuskan untuk membersihkan tubuh mereka bersama-sama. Fiky yang membantu Dara menggosok daerah tubuhnya membuat Dara sesekali menepis tangan suaminya.

“Sudah biar aku sendiri saja.” ucap Dara menunduk karena malu.

“Apa yang masih kau sembunyikan dariku? Semuanya sudah ku lihat jelas Dara.” seru Fiky seraya terus melancarkan aksi tangannya.

Keduanya cukup lama berada di dalam kamar mandi hingga akhirnya hal itu kembali memancing hasrat Fiky untuk melakukan lebih jauh lagi.

Dara yang masih tampak basah segera di gendong suaminya ke atas kasur dengan pelan. Perlahan Fiky mulai menelusuri setiap lekukan tubuh Dara dengan bibir merahnya.

Dara yang tak bisa menahan suaminya sudah ikut terbawa suasana dingin itu. Suara desahan kecil mulai terdengar di bibir Dara.

Tubuhnya yang beberapa kali menggeliat di atas kasur seakan memberi isyarat pada Fiky untuk segera melanjutkan lebih jauh lagi.

Fiky yang sudah merasa mendapat persetujuan kini mulai mengarahkan kepemilikannya dengan pelan pada kepemilikan Dara.

Seketika pada hentakan pertama ia pun berhasil membenamkan keseluruhannya. Hingga Fiky melihat tubuh Dara yang sempat merespon dengan berdiam menikmatinya.

Keduanya saling melepaskan hasrat hingga suara keduanya terdengar terus mendesah. Sesekali Dara merintih pajang dengan tubuh yang bergemetar hingga Fiky semakin melajukan aksinya.

Setelah merasa tubuh Dara mengerang panjang Fiky akhirnya ikut menumpahkan seluruh cairan dari kepemilikannya. Keduanya merasa begitu puas dengan permainan singkat itu.

Yah, Fiky yang mengingat masa kehamilan istrinya yang masih rentan tentu sangat takut jika karena kepuasan hasratnya ia membuat calon anaknya mengalami bahaya.

***

Di tempat yang berbeda Alfy dan Jee juga memulai permainan mereka di sebuah kamar. Alfy kini mulai menindih tubuh sang istri hingga Jee tak bisa bergerak kemana pun.

Kedua bibir mereka sudah saling berpagutan dengan sempurna. Cukup lama adegan itu berlangsung sampai akhirnya Alfy sudah tak lagi bisa menahan diri.

Kini tangan kekarnya membuka lebar kedua kaki mulus Jee san mulai mengarahkannya dengan tampilan yang begitu menantang.

Dua kali hentakan Alfy pun sukses membenamkan keseluruhan juniornya hingga membuat Jee merintih panjang menikmatinya.

Permainan kali ini mereka begitu menikmatinya seakan tengah mengulang masa bulan madu keduanya.

Setelah puas, Alfy pun mengajak Jee untuk beristirahat sejenak sebelum mereka kembali ke rumah lagi.

“Ayo pulang.” ajak Jee pada suaminya.

“Nanti dulu, aku masih sangat lelah.” ucap Alfy yang masih menutup kedua matanya karena kelelahan.

“Aku sangat rindu dengan anak-anak.” seru Jee yang beranjak dari tempat tidur dan berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.

Setelah selesai ia pun merapikan pakaiannya dan menikmati suasana pantai dari jendela yang terbuka di ruangan mereka. Alfy masih sangat nyenyak tanpa sadar jika ia tak lagi memeluk tubuh istrinya.

Hari yang sudah semakin sore membuat Jee terus gelisah.

“Sayang, ayo bangunlah kita pulang.” ucap Jee yang menggugah tubuh Alfy.

“Iya...iya aku bangun.” jawab Alfy yang mulai bergerak namun enggan membuka matanya.

Jee segera menuntunnya ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh. Setelah itu keduanya bergegas menghampiri Pak Deni yang sudah duduk di depan mobil itu.

Mereka pun menuju ke rumah kembali, di perjalanan Alfy tampak melanjutkan tidurnya lagi dalam pangkuan istrinya ia membenamkan wajahnya di perut sang istri.

“Astaga, sejak kapan kau jadi penidur seperti ini?” gumam Jee yang mengusap lembut kepala suaminya.

Sedangkan di kediaman Syein Biglous, Tuan Reindra yang sudah menggendong cucunya bersama Tuan Indrawan tampak menikmati suasana sore itu di taman.

“Kini impian kita berdua sudah terwujud yah.” tutur Tuan Indrawan.

“Iya, sungguh membahagiakan momen yang kita tunggu akhirnya saat ini sudah kita rasakan. Sungguh ini seperti mimpi.” ucap Tuan Reindra yang memangku kedua cucunya.

Nyonya Syein yang berjalan dengan Nyonya Flora pun ikut menghampiri dua suaminya dan ketiga cucu mereka yang tengah menikmati suasana sejuk di halaman rumah itu.

“Wah...wah tampaknya ada yang sedang menikmati impian yang sudah terwujud yah.” seru Nyonya Flora pada kedua pria paruh baya itu.

Mereka tentu mengingat janji kedua suaminya yang ingin duduk di taman dengan menggendong cucu mereka.

Dan Tuhan memberikan kebahagiaan yang lebih dengan hadirnya cucu kembar itu.

“Mah, ayo duduk. Tapi jangan ambil mereka dulu yah.” tutur Tuan Reindra pada Nyonya Syein.

Mendengar ucapan suaminya Nyonya Syein hanya bisa menarik nafasnya dalam seakan meminta tubuhnya agar lebih sabar.

“Astaga, iya Pah.” jawab Nyonya Syein.

Kedua wanita itu pun mendaratkan bokongnya di kursi taman lalu ikut bermain dengan cucu mereka.

Tiba-tiba saja aroma yang sangat tajam tercium di hidung mereka.

“Aduh Mah, sepertinya Aliza pup nih.” ucap Tuan Reindra.

“Yasudah, Papah bersihkan saja. Kan Mamah belum boleh gendong tadi kata Papah.” ketus Nyonya Syein yang mengingatkan pada suaminya.

“Mah, ayolah. Papah tidak tahu hal beginian.” bujuk Tuan Reindra yang di tertawakan oleh sahabatnya di sebelah.

“Hahaha rasakan itu!” seru Tuan Indrawan yang terkekeh melihat wajah panik Tuan Reindra.

“Aduh Mi, kok celana Papi rasanya hangat sih?” Tuan Indrawan yang begitu terkejut seketika sadar jika cucunya sedang tidak memakai pempers.

Semuanya kini tertawa kembali pada Tuan Indrawan.

“Kan tadi Papi yang segera meminta Bibi untuk memakaikan baju. Padahal belum memakai pempers.” ucap Nyonya Flora.

“Habis Papi terlambat ke kamar jadi Papi di tinggal olehnya makanya Papi jadi gendong satu saja.” jelas Tuan Indrawan yang menyalahkan kembali Tuan Reindra.

1
Sunny Kwok
endingnya ga enakin nih nyesel bacanya ms jee nya meninggal sih
Sunny Kwok
Luar biasa
Ary N
w serong cowok dan pya 2 anak
dengerin novel ini aja bisa nangis anjai
sedih banget menusuk hati kepergian jee
ya ampunn
jee
plis bikin prart ke 3 jee
bikin sakit keritis dan sembuh kembali aja
gak rela jee meningal ya tuhan
Fii
hadeuhhh syanin
Fii
apa gpp hamil bsar naik pswat
i grils
kasih season 4 ny donk
•cell09•
.
Asih
itu kan si alfi nya dah mulai bekerja dikantornya dn si alfi menangani kasus ayah dr si putri cantiknya kn pasti ad kelanjutannya thor kok malh berhenti ceritanya menggantung ayo dong dilanjut thor ceritanya kn mash pngen thu kelanjutan ceritanya
mamah destya
trima kasih cerita up lgi
April Ayuogo
alfiiiiiiiiiiiyyy
novi silvia
kecewa banget..gak happy endiiinggg,,kasian alfy..kenapa ceritanya jee meninggal padahl udh dinyatakn sembuh..knp gk ad cerita jee melakukan pencangkokan sumsum tulang belakang biar.sembuh total dan ttep bahagia sm alfy. episode panjang tapi akhir cerita mengecewakan.
lina 88
lanjut thor jng di gantung ceritany
Christian Langi
Anjing
Dwi Susilawati
ceritax sprti nyata dlm kehidupan bahwa kita manusia hnta bisa berencana smua tergantung di tangan Allah SWT,
N'Dön Jùañ Shakespeare
😭😭😭
Maya Astuti
Bagus mami2😊😊😊😊😊
Maya Astuti
Yah ampun mertua dan bapaknya tega banget ke anaknya mau dikasih Obat tidur 😄😄😄
Maya Astuti
😄😄😄😄😄
Maya Astuti
Jenis kelamin anak2nya apa thor
Maya Astuti
Dara si bukan dengar duku,ini malah marah2😡😡😡😡😡😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!