NovelToon NovelToon
Antara Nyaman Dan Cinta

Antara Nyaman Dan Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Romansa Fantasi
Popularitas:43
Nilai: 5
Nama Author: Anindia Andin

Olivia seorang penyanyi, karirnya semakin bersinar setelah mendapat warisan bros dari sang nenek yang dulunya juga seorang sinden terkenal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anindia Andin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

menikah dengan jin

sepulang dari hotel, Olivia kembali ke kontrakannya.

"kamu baru pulang mau berangkat lagi vi?" tanya Siska

"sayang aku pulang, Hati-hati di jalan kabari kalau sudah sampai" ucap dimas sambil mencium kening Olivia

"iya mas.. iya sis. aku harus ke rumah nenekku" ucap Olivia bersiap untuk pergi

Dimas mengantar Olivia sampai dia bersiap untuk pulang ke kampung.

Kali itu Olivia melakukan perjalanan yang cukup jauh seorang diri. sesekali dia berhenti untuk beristirahat dari rasa kantuk yang melanda, malam itu Olivia tidak mendapat istirahat yang cukup

****

Dirumah dimas

Sepulangnya di rumah dimas. bu Ratna sudah mempersiapkan berbagai macam kue. hari itu hari yang sibuk untuk keluarga pak haikal

"kenapa baru pulang mas?" tegur bu ratna melihat dimas masuk kedalam rumah

"maaf ma ketiduran di cafe. mau ada acara apa ma?" dimas melihat kesibukan di rumahnya

"nanti malam kita akan melamar dinda"

"nanti malam? melamar?" dimas shock

"itu permintaan mereka mas. mungkin pernikahanmu juga secepatnya"

"ma... kenapa mendadak seperti ini sih ma. aku belum siap" protes dimas

"iklas ya nak. demi keluarga. dinda juga cantik kan? dia cintai sama kamu. mau cari yang seperti apa lagi?"

"masalahnya aku ndak cinta dengan dia ma"

"Lama-lama kan juga cinta"

Dimas hanya bisa terduduk lemas di meja makan

"nanti sore kamu jangan ke cafe dulu mas" ucap pak haikal yang akan bersiap untuk pergi ke kantor

"ya pa" dimas pasrah dengan nasibnya. ingin memberontak tapi tak bisa

Dimas : sayang... kalau sudah sampai kabari aku

Olivia : iya mas. aku masih istirahat, ngantuk banget

Dimas : malam ini pertunangan ku dengan dinda. aku harus memberi tahumu sayang. aku tidak mau menghianatimu

Olivia : iya mas, semoga aku masih di beri kesabaran lebih menerima semua ini

dimas : maaf sayang. bukan pernikahan seperti ini yang aku harapkan

Olivia menatap nanar jauh ke ujung Pegunungan yang terbentang didepannya. lamunannya bukan sedang menikmati pemandangan pagi itu, tapi menatap kosong nasib percintaannya.

Olivia melanjutkan perjalanannya sampai di tempat tujuan

"nek... " Olivia masuk kedalam rumah nek Marni, rumah yang selalu sepi kini berbeda, diruang tamu nek Marni dihiasi bunga-bunga mawar segar.

"nek... " Olivia mencari keberadaan neneknya itu.

"vi... " sapa tejo dari dalam kamar nek Marni

"mas tejo, nenek mana?"

tejo menggandeng tangan Olivia masuk kedalam kamar nek Marni. di atas ranjang nek Marni tidur dengan pulas.

"nek Marni kenapa mas?" bisik Olivia mendekati nek Marni.

"sudah hampir satu bulan nek Marni sakit vi"

"kenapa kamu ndak ngabari aku mas?"

"nek marni melarang aku untuk mengabarimu"

"ya ampun nek... " Olivia menyentuh tubuh renta itu. tak lama kemudian nek Marni terjaga dari tidurnya.

"Olivia... " nek Marni menyuruh Olivia untuk mendekat. Olivia mendekatkan telinganya kepada Mek Marni

"penuhi permintaan ku untuk terakhir kali via... "

"permintaan apa nek?"

"sebagai syarat kesempurnaan bros itu, kamu harus menikah"

"menikah? menikah dengan siapa nek?" ucap Olivia langsung menatap ke arah tejo. Olivia ndak mau jika harus menikah dengan tejo.

"menikah bukan dari kaummu via"

"maksud nenek?" Olivia semakin tidak tau apa yang di maksud nek Marni.

"menikah dengan kaum jin"

Olivia membuka mulutnya terkejut dengan ucapan nek Marni.

"ndak mungkin nek"

"harus via... itu harus"

"tapi nek... bagaimana ceritanya manusia menikah dengan kaum jin?"

"kamu akan tau via... jangan tolak permintaan nenek"

"vi... itu sudah menjadi syarat dari ritual yang telah kita lakukan" tejo membantu nek Marni untuk menjelaskan kepada Olivia.

"ini di luar akal sehat mas tejo" Olivia terlihat kacau dengan persyaratan yang harus di jalani

Tejo menarik tangan Olivia keluar dari kamar nek Marni.

"ini tak seseram yang kamu bayangkan vi"

"aku masih shock mas tejo... "

Olivia tidak pernah membayangkan jika ritual yang dia lakukan akan sejauh ini, menikah bukan dari kaumnya.

"apa aku bisa mundur dari semua ini mas?"

"ndak bisa vi... semua sudah terlanjur. ini harus kamu jalani"

Olivia menangis bagaimana nasibnya kelak.

"aku dan pak de yang akan membimbingmu nanti. kamu jangan takut" tejo memenangkan Olivia.

"bagaimana aku ndak takut, sama orang juling aja aku takut nah ini malah dengan jin" ucap Olivia bergidik.

"sudah jangan di pikirkan terlalu dalam. sekarang bantu aku nyiapkan semua ini" ucap tejo sambil menunjuk bunga yang belum selesai di tata.

"mas.. apa nek Marni juga melakukan hal yang sama seperti ini?" tanya Olivia.

"iya vi... makannya sampai sekarang nek Marni ndak nikah lagi kan? setelah suaminya meninggal"

"aku takut mas"

"jangan takut. ini ndak seseram yang kamu bayangkan"

Olivia masih belum bisa mencerna dengan akal sehatnya.

Lelaki tua masuk kedalam rumah nek Marni.

"siapa dia mas?" tanya Olivia melihat mbah sukir masuk.

"namanya mbah sukir vi... mbah sukir ini nanti yang akan membantu"

"ini to anaknya? cantik" ucap mbah sukir menatap Olivia.

Olivia menganggukan kepalanya

"cah ayu... sebentar lagi magrib. kamu apa datang bulan?"

"ndak mbah"

"bagus... sekarang ganti baju mu dengan baju yang sudah disiapkan"

Tejo menyodorkan selembar kain jarik, bukan baju seperti yang dikatakan mbah sukir.

Selama Olivia mengganti bajunya, nek Marni keluar dari kamar di bantu tejo. dan duduk di kursi goyang.

Nek Marni tersenyum melihat Olivia keluar dari kamarnya mengenakan kain jarik yang dulu pernah dia pakai juga. kain jarik turun temurun.

Olivia menghampiri nek marni "aku takut nek" ucap Olivia.

"jangan takut via... ini tidak seseram yang kamu bayangkan" ucap nek Marni membelai wajah cantik Olivia.

Olivia di tuntun tejo untuk duduk di kursi yang di sebelahnya terdapat gentong air berisi air dan bunga. nek Marni berdiri dan berjalan pelan menghampiri Olivia, mengambil air dari dalam gentong itu dan mengucapkan kata-kata yang tidak terlalu jelas di telinga Olivia. nek Marni menyelesaikan siraman malam itu.

Setelah siraman selesai, Olivia kembali mengganti bajunya dengan baju pengantin adat Jawa. nek Marni mendandani Olivia secantik mungkin.

Setelah selesai mengganti baju, Olivia kembali keluar duduk di kursi sebelah kursi goyang nek Marni. di samping kanan Olivia tersedia kursi kosong. layaknya acara pernikahan. tadi lampu rumah nek Marni yang remang-remang kini berubah menjadi gelap gulita. dengan berbagai macam sesajen dan bunga tujuh rupa di tambah lagi dengan bau dupa yang menyengat membuat bulu kuduk berdiri.

dengan komat kamit mbah sukir membaca mantra. setelah membaca mantra, angin berhembus kencang entah dari mana datangnya. rumah nek mari yang tertutup rapat mendadak gemuruh seperti di terjang angin puting beliung. Olivia tak berani membuka matanya, dia takut apa yang akan muncul di hadapannya.

setelah angin itu reda. mbah sukir kembali membaca mantra dan berkata "aku nikahkan kamu ammar dari kaum jin dengan seorang anak manusia yang bernama Olivia"

"ya saya mau" suara berat serak muncul dari kursi kosong disamping Olivia.

"apakah kamu bersedia memenuhi semua syarat yang di minta oleh istrimu?" tanya mbah sukri lagi

"ya... saya bersedia" suara jin itu lagi membuat bulu kuduk Olivia semakin merinding

"apakah kamu bersedia membantu ekonomi istrimu?"

"ya saya bersedia... "

setelah itu angin kembali datang dengan kencang lalu menghilang.

Setelah hilangnya angin itu, tejo menyalakan lagi lampu di dalam rumah nek Marni.

Olivia menangis sejadi-jadinya, kini dia istri dari jin yang bernama ammar.

Olivia tertunduk lemas di tempat duduknya

"kenapa nenek pilih aku?" tanya Olivia kepada nek Marni di sampingnya.

"bukan aku yang memilih via... tapi jin itu yang memilih kamu"

Olivia semakin merinding, jadi selama ini dia sudah di incar dari kaum jin

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!