NovelToon NovelToon
Langkah Sunyi Arunika

Langkah Sunyi Arunika

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Konflik etika / Penyesalan Suami
Popularitas:18.8k
Nilai: 5
Nama Author: Bunaya

Empat tahun lamanya Arunika mengalah dan hidup sebagai istri pajangan, demi menghormati amanah almarhum ayahnya. Namun, segalanya hancur saat ia mendengar rencana kejam Saka. Pria itu berniat menikah lagi dengan kekasihnya, namun menolak menceraikan Arunika hanya karena butuh statusnya demi warisan keluarga Daniswara. Saka mengira Arunika wanita lemah yang akan pasrah dipoligami.
Kekecewaan mendalam itu justru membangkitkan sisi cerdas yang selama ini Arunika sembunyikan. Tanpa labrakan histeris, Arunika menyusun skenario skakmat dalam senyap. Tepat di hari pernikahan megah Saka, ia melangkah pergi membawa dokumen cerai dan menayangkan video perselingkuhan suaminya di gedung pesta. Sebuah langkah sunyi yang tidak hanya menyelamatkan harga dirinya, tetapi juga menjadi awal runtuhnya seluruh takhta palsu yang Saka banggakan.

Ingin tahu kisah selengkapnya? Yuk ikuti cerita Langkah Sunyi Arunika hanya di NovelToon

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25 Bertemunya Dua Pelindung

Saka masuk ke dalam lift dengan perasaan kalah, meskipun dia masih sangat yakin wanita bermasker itu sangat mirip dengan Arunika. Yang membedakannya hanya bentuk fisik wanita itu yang lebih berisi dari mantan istrinya, terutama bagian perut. Malam kelam itu kembali berputar dalam ingatan Saka, ada penyesalan yang rasanya sangat menyakitkan mengingat dirinya yang begitu bejatnya malam itu. Larut dalam lamunan sampai-sampai Saka tidak menyadari pintu lift telah terbuka. Beruntungnya ada Bram yang berdiri di depan lift yang memang sedang mencari Saka yang tiba-tiba pergi dari Kafe.

"Tuan," panggil Bram yang membuat Saka tersentak dan menariknya dari lamunan.

"Kita pulang ke Jakarta malam ini juga Bram!" perintah Saka yang membuat Bram mengangguk kuat dengan wajah yang terkejut, namun ada rasa lega dengan keputusan tuannya itu.

Di lantai dua, setelah punggung Saka benar-benar menghilang di balik pintu besi lift, keheningan yang sarat akan rasa lega yang luar biasa perlahan menyelimuti koridor klinik spesialis kandungan lantai dua. Arunika menghembuskan napas panjang di balik masker medisnya. Kedua tangannya yang sejak tadi mencengkeram erat gamis Ibu Sandra perlahan melonggar, meskipun debaran di dalam dadanya masih berdegup dengan ritme yang tidak beraturan akibat hantaman trauma masa lalu yang mendadak muncul.

Arunika perlahan mendongak. Pandangan matanya menatap lurus ke arah punggung tegap pria bermasker hitam yang masih berdiri kokoh di hadapannya, laksana sebuah benteng beton tak tertembus yang baru saja menyelamatkan kehormatan diri dan rahasia janin di dalam rahimnya dari amarah Saka.

Mahendra perlahan memutar tubuhnya. Setelah memastikan kondisi koridor aman dari sisa-sisa mata-mata Saka yang mungkin saja masih mengintai mereka. Namun yang Mahendra lihat justru anak buahnya yang berjaga di beberapa titik dan salah satu dari mereka memberikan kode aman, yang artinya bersih. Mahendra menurunkan sedikit masker hitamnya ke bawah dagu, menampilkan rahang tegasnya yang dipenuhi ketegangan terkendali. Ditatapnya Arunika yang terkejut melihat dirinya dengan sorot mata yang teramat teduh melalui bingkai kacamatanya.

"Dia sudah pergi, Arunika. Kamu aman sekarang," ucap Mahendra, suara baritonnya yang rendah terdengar begitu menenangkan, memecah kecemasan yang sempat membekukan atmosfer lorong rumah sakit tersebut.

Arunika melepaskan masker medisnya secara perlahan, menampilkan wajah cantik yang kini dihiasi rona merah tipis akibat syok sekaligus rasa haru yang mendalam. "Kak Mahendra... Terima kasih banyak. Saya... Saya sungguh tidak tahu bagaimana jadinya jika tadi Kakak tidak datang menghalanginya."

Di samping Arunika, Ibu Sandra mengangguk khidmat di balik cadar panjang hitamnya sambil menangkupkan kedua tangannya di depan dada sebagai penghormatan pada Mahendra. Suaranya terdengar bergetar penuh wibawa seorang ibu yang bijaksana. "Matur nuwun sanget, Nak. Langkah berani Nak Mahendra sore ini benar-benar melindungi anak saya. Perkenalkan saya Sandra, ibu susu Arunika. Dan ini putri saya, Anggita."

Mahendra memberikan satu anggukan kecil yang sangat hormat kepada Ibu Sandra. Sore ini resmi menjadi momen pertama kalinya bagi Ibu Sandra dan Anggita untuk mengenal secara langsung sosok dosen pembimbing Arunika yang selama ini hanya mereka dengar namanya.

Mahendra menjawab dengan nada suara yang teramat santun, "Saya hanya membantu dan memastikan tidak ada yang berani bersikap tidak sopan terhadap mahasiswi saya. Dan kebetulan saya sedang berada di sini dan melihatnya. Saya minta maaf kalau saya cukup lancang ikut campur."

"Antrean nomor urut dua belas, Ibu Arunika Wiranata. Silakan menuju ruang pemeriksaan dokter spesialis," suara ramah petugas perawat melalui pengeras suara memotong percakapan mereka.

Mendengar namanya dipanggil, Arunika bergerak perlahan untuk berdiri dari kursi tunggu, padahal di benaknya banyak sekali yang ingin dia tanyakan kepada Mahendra.

Mahendra dengan gestur yang sangat dewasa dan penuh tata krama, melangkah mundur dua langkah. Sebagai seorang pria yang sangat memahami hukum agama dan batas-batasan kesantunan sosial, Mahendra tahu betul bahwa dia tidak memiliki hak hukum apa pun untuk melangkah masuk ke dalam ruang periksa media tersebut. Dia menolak merusak Marwah masaa iddah Arunika yang baru berjalan beberapa minggu usai ketok palu persidangan cerai.

"Masuklah bersama Ibu Sandra dan Anggita, Arunika," ucap Mahendra dengan nada suara yang sangat datar namun meneduhkan. "Saya akan tetap berada di sini, menunggu di balik selasar lorong ini sampai seluruh pemeriksaan medis kandunganmu selesai."

Arunika menatap Mahendra dengan binar mata yang dipenuhi rasa takjub dan kenyamanan yang mendalam. Pria itu tidak butuh banyak bicara untuk membuktikan ketulusannya. Dengan anggukan santun, Arunika melangkah masuk ke dalam ruangan praktik dokter spesialis kandungan bersama Ibu Sandra dan Anggita, meninggalkan Mahendra yang memilih duduk diam berjaga di kursi tunggu koridor yang mulai sepi.

Hampir empat puluh menit berlalu sebelum pintu ruangan dokter kembali terbuka. Arunika melangkah keluar dengan senyuman tulus yang sangat anggun, memegang sebuah map medis tebal berwarna merah muda beserta selembar nota resep obat dan Buku Kesehatan Ibu dan Anak di tangannya.

Mahendra langsung bangkit dari duduknya, melangkah mendekat untuk menyambut rombongan tersebut. Saat Arunika menyerahkan berkas resep dan dokumen administrasi medis kepada Anggita untuk diurus di loket farmasi lantai bawah, lembaran halaman depan Buku KIA tersebut tidak sengaja terbuka, menampakkan deretan tulisan tangan dokter spesialis kandungan yang memeriksa tadi.

Sepasang mata tajam Mahendra di balik kacamatanya mendadak terkunci pada baris keterangan medis yang tertera di sana. Usia kehamilan: lima bulan.

Deg.

Jantung Mahendra berdegup dengan ritme yang ganjil. Fakta medis itu kini terhampar di depan matanya. Janin di dalam rahim Arunika telah tumbuh selama lima bulan secara senyap melintasi badai pelarian yang panjang dari Jakarta. Bayi itu ada bahkan sebelum badai menghantam Arunika atas pernikahan Saka dan Valerie.

Tangan Mahendra terkepal di samping tubuhnya. Rasa marahnya pada Saka semakin kuat. Bisa-bisanya pria itu melukai istri yang tengah mengandung anaknya. Mengingat sikap Saka yang percaya Arunika adalah istrinya karena perutnya yang sudah terlihat buncit, itu artinya Saka benar-benar tidak tahu tentang keberadaan anak tersebut.

Mahendra tidak mengeluarkan kata-kata atau mengajukan pertanyaan yang mendikte perasaan Arunika. Pria irit bicara itu hanya menatap Arunika dengan pandangan mata yang dipenuhi oleh rasa takjub, kelembutan, sekaligus sebuah komitmen perlindungan baru. Mengetahui bahwa usia janin tersebut sudah menginjak fase lima bulan, di mana pertumbuhan organ dan kebutuhan nutrisi janin mencapai puncaknya. Insting Mahendra langsung bekerja secara taktis di balik layar.

Sore itu, Mahendra mengawal kepulangan rombongan Arunika menuju lobi depan. Di sana, Mas Anggoro sudah menunggu di samping mobil SUV hitamnya yang gagah, hasil jerih payahnya sebagai pengusaha lokal yang mapan dengan ekonomi yang cukup baik, lebih dari cukup untuk membiayai keluarganya. Di lobi inilah, Mas Anggoro untuk pertama kalinya diperkenalkan secara formal dengan Mahendra. Kedua pria itu saling menjabat tangan dengan tatapan mata yang saling memancarkan rasa hormat tinggi sesama lelaki pelindung Arunika.

"Terima kasih sudah menjaga adik saya di dalam, Pak Mahendra," ucap Mas Anggoro dengan tulus. "Anggita sudah memberitahu saya apa yang tadi terjadi di dalam."

"Sama-sama, Mas Anggoro. Saya hanya membantu, sebagai orang yang mengenal Arunika," balas Mahendra.

Mas Anggoro tersenyum tipis sambil berpamitan, masuk ke mobil dan melajukan kendaraannya membelah jalanan Yogyakarta menuju rumah. Sebagai sesama pria tentu saja Mas Anggoro bisa menilai sikap Mahendra bukan sekedar orang yang mengenal Arunika. Dan dia sangat menghormati cara Mahendra yang santun dalam menjaga Arunika.

Dan mulai hari itu, sebuah komitmen nyata yang tak bersuara resmi dijalankan oleh Mahendra dari balik sunyi. Berbekal pengetahuan medis murni yang baru ia ketahui bahwa kandungan Arunika telah menginjak lima bulan, Mahendra melipatgandakan perhatian fisiknya tanpa perlu Arunika minta. Setiap dua hari sekali, paket mewah berisi sekeranjang besar buah kiwi emas segar, pasokan susu khusus ibu hamil berprotein tinggi yang diimpor langsung, suplemen vitamin asam folat terbaik, hingga paket sayuran hidroponik yang bersih dari pestisida selalu rutin mendarat di depan pagar rumah Ibu Sandra.

Tindakan nyata Mahendra bergerak mengalir tanpa henti demi menjaga stamina fisik Arunika, membiarkan Saka pulang ke Jakarta untuk bertanggung jawab atas kelalaiannya dalam mengurus perusahaan. Sementara di Yogyakarta, benih kedekatan baru yang mulai tumbuh subur di dalam hening yang meneduhkan.

1
Noey Aprilia
Biar saka tau skitnya d khianati orng yg dia prcya,blm lg kl trungkp spa bpk kndungnya....
laah...ni ga kebalik apa y....mstinya kang mas yg ngajakin dinda,tp ni sbliknya...🤣🤣🤣
Bunaya: cewek ibu kota vs mas-mas Jawa Kak. Yang berani yang perempuan 🤭🤣🤣
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
bayangkan perasaan papa Raditya yang juga dikhianati tapi tetap diam 😡😡 serta Nika yang juga kamu khianati 😡😡😡
Noey Aprilia
Gmna rsanya d khianati???sakit kn???
gtu jg yg arunika rsakan dlu...jd trima nsib aja,hkum krma udh dtang.......
Lucy
nah ketauan juga kan Valeri,ank rian kau blg ank saka untung saka pinter GK mau kejadian dirinya terulang lagi😀😀
Lucy
lanjut Thor,penasaran isi surat keterangan Test DNA nya😃😃
Sri Widiyarti
lanjut kak penasaran..
Noey Aprilia
Kevin sm anknya udh nyman sm gita,tp oma'nya msih ttp mau mnjdohkn dgn kluarga yg setara ktanya....tp tnang aja,ibunya kevin udh ngsih lmpu hjau kyanya....
Sri Widiyarti
lanjut thor ditunggu up-nya...
Lucy
Oma Kevin seharusnya LBH mementingkan Kevin dan Keysha drpd martabat kluarga😡jgn mau di atur Oma mu kevin
Sri Widiyarti
arunika bahagia setelah lepas dari kamu saka....
Sri Widiyarti
saka...saka muak arunika liat mukamu...
Noey Aprilia
Oma'nya kevin mstinya lbh mmentingkn prsaan ccunya drpd skdr gengsi.....ngpn jg pke jdoh2an kl ga bsa bkin nyman,apa lg ada ank kcil yg btuh ssok ibu....udh nmpel gt sm anggita,msa ga ngrti.....
udh msuk rak kk,tp aku glau bcanya....sedih.....😭😭😭
Sri Widiyarti
semoga Abang mahen jodohnya sejatinya arunika ..
Sri Widiyarti
selamat hancur saka penyesalanmu ga guna ..
Noey Aprilia
Mga aja ga ada drama mnyebalkn dr kluarganya mahen,kn kl holang kaya biasanya songong....mskpn ga smua sih.....tkutnya blm apa2 udh kluar kta" tidak merestui krna prbedaan sosial"....🙄🙄🙄
Muft Smoker
lanjuuuuut kak
Noey Aprilia
Jgn usik nika....
skrng pawangnya bnyak,pd galak pula...sklinya ngusik,abis d bntai....😁😁😁
Nurhartiningsih
suka sama novel yg tokoh wanitanya cerdas..kuat .dan tangguh .nggak cengeng nggak menye2
Noey Aprilia
Ngarep bgt pgn ktmu arunika...
sorryyyy yeee.....😛😛😛
Ariany Sudjana
skak mat itulah hukum tabur tuai, kamu sudah membuang berlian mahal demi pelacur murahan seperti Valerie 🤣🤣😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!