NovelToon NovelToon
Su Yu Memberontak Takdir

Su Yu Memberontak Takdir

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Action / Epik Petualangan / Tamat
Popularitas:21.6k
Nilai: 5
Nama Author: YUKARO

Dia bukan siapa-siapa di keluarganya sendiri. Dihina, dipukul, dan dianggap sampah oleh adik kandungnya sendiri, Su Yu hanya punya satu harga diri tersisa: kepatuhan. Ketika ia diperintahkan masuk ke Hutan Kelabu yang mematikan untuk mencari Tanduk Rusa Malam, ia tidak punya pilihan selain menurut.

Namun di dalam hutan, ia menyaksikan pertarungan antara dua makhluk dahsyat yang seharusnya tidak pernah ia lihat. Ketika seorang peri cantik terjatuh tak berdaya di hadapannya, Su Yu dihadapkan pada pilihan sederhana: pergi menyelamatkan diri, atau mempertaruhkan nyawanya untuk orang asing.

Ia memilih yang kedua.

Tanpa disadarinya, satu tindakan kecil itu akan mengubah takdirnya selamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YUKARO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28: Ujian Kedua Dimulai

Waktu berlalu. Setelah energi spiritual di dalam dantiannya pulih sepenuhnya dan kondisi tubuhnya kembali stabil, Su Yu akhirnya membuka kedua matanya.

Xioutian sudah terlebih dahulu terjaga. Burung kecil itu berdiri tidak jauh darinya, menatap dengan sorot mata yang menyimpan kekhawatiran.

"Tuan, apa kau akan melanjutkan?"

Su Yu bangkit dari posisi bersilanya, lalu menoleh ke arah tangga kedua yang menjulang di hadapannya. "Tentu saja."

Xioutian menghela napas panjang. "Kali ini aku tidak ikut berjuang denganmu. Semoga tuan bisa melewati ujiannya dengan selamat."

Su Yu tersenyum tipis. "Terimaksih. Kau tenang saja. Aku pasti bisa melewati ujian kedua ini."

"Aku percaya padamu tuan."

Pemuda itu mengangguk, kemudian melangkah mendekati anak tangga pertama dari seratus undakan berikutnya. Begitu telapak kakinya menyentuh pijakan batu, tekanan langsung menghantam tubuhnya seperti lantai kelima puluh pada ujian sebelumnya.

"Ini sangat berat untuk langkah pertama..." desisnya sambil mengepalkan kedua tangan.

Ia memaksakan diri melangkah lebih cepat. Anak tangga kedua, ketiga, kelima, kesepuluh... Setiap pijakan membawa beban yang semakin menekan tulang dan ototnya. Namun berbeda dari ujian pertama, Su Yu tidak berhenti terlalu lama. Ia bergerak dengan ritme yang telah ia pelajari dari pengalaman sebelumnya, mengatur napas dan aliran energi di setiap langkah.

Delapan puluh anak tangga berhasil ia lewati dalam waktu yang jauh lebih singkat daripada perkiraannya.

Namun begitu kaki kanannya menyentuh undakan kedelapan puluh satu, sesuatu yang tidak terduga terjadi.

BAM!

Kekuatan tak terlihat menghantam tubuhnya dari atas. Su Yu langsung berlutut, kedua lututnya menghantam batu dengan keras. Dadanya terasa sesak, seolah ada raksasa yang menekan punggungnya dengan seluruh berat badannya.

Dan yang lebih buruk... sebilah pedang spiritual terbentuk dari energi emas dan melesat cepat dari atas mengarah lurus ke tubuh Su Yu.

Wush!

Xioutian yang masih memantau dari bawah segera berteriak keras.

"Awas tuan!"

Teriakan itu membuat Su Yu mengangkat pandangannya dengan susah payah. Energi biru langsung menyelimutinya untuk memperkuat diri. Sebelum pedang emas itu mengenainya, ia menggeser badannya ke kiri dengan gerakan lambat dan berat.

Wush!

Pedang emas itu lewat di depan dadanya, nyaris menyayat jubah yang ia kenakan.

Xioutian menghela napas lega dari tempatnya menunggu. "Huh, untung saja."

Su Yu tidak punya waktu untuk merespons. Ia memaksakan dirinya bangkit, lalu melangkah ke anak tangga kedelapan puluh dua. Pedang emas berikutnya muncul tanpa peringatan, menebas dari arah kanan ke kepala.

Ia langsung menunduk dengan lutut menekuk, lalu melangkah lagi ke undakan berikutnya. Serangan-serangan itu datang silih berganti, tidak memberi jeda sedikit pun. Setiap kali ia naik satu tangga, pedang spiritual baru terbentuk dan meluncur ke arahnya dari sudut yang berbeda.

Tangga kedelapan puluh tiga... kedelapan puluh empat... kedelapan puluh lima...

Su Yu harus menahan tekanan yang semakin menggila sambil menghindari serangan yang terus berdatangan. Energi biru di tubuhnya berkedip-kedip, terkuras jauh lebih cepat daripada yang ia perkirakan.

Di tangga kesembilan puluh, tubuhnya sudah setengah berjongkok. Darah mengalir dari sudut bibirnya, begitu pula dari kedua matanya. Pandangannya mulai kabur, tetapi semangatnya belum padam.

"Mati disini bukan pilihan. Aku tidak boleh... mati..."

Serangan-serangan berikutnya terus menghujaninya.

Pedang emas datang dari atas, lalu dari samping, lalu dari bawah, menuntut kewaspadaan penuh di setiap tarikan napas. Su Yu menghindar dengan gerakan-gerakan kecil yang ia hemat, melangkah naik perlahan-lahan, tidak pernah berhenti lebih dari dua puluh tarikan napas di satu tempat.

Tangga kesembilan puluh tujuh...

Tangga kesembilan puluh delapan...

Tangga kesembilan puluh sembilan...

Dan akhirnya...

Tap!

Kaki kanannya menapak lantai altar kedua.

Su Yu langsung terhuyung ke depan, lalu telungkup di atas permukaan batu. Tubuhnya tidak mampu bergerak sama sekali. Matanya masih terbuka, tetapi kepalanya terasa seperti akan pecah, sementara telinganya berdenging begitu kuat hingga ia tidak bisa mendengar apa pun.

Xioutian yang menunggu di altar pertama tidak bisa lagi melihat kondisi tuannya karena posisi altar kedua terlalu tinggi.

"Pak tua, apa yang terjadi pada tuanku?" tanyanya dengan nada cemas.

Pria tua itu muncul di sampingnya, tubuhnya terbentuk dari cahaya putih yang tenang. "Dia berhasil, hanya saja... kondisinya sangat memprihatinkan."

Mata burung itu menyipit. "Pak tua, apa tidak bisa ujian ini berhenti sampai tingkat dua saja? Dia sudah membayar harga yang sangat mahal."

Pria tua itu menggeleng perlahan.

"Tidak bisa."

"Ayolah... jangan egois."

"Tidak bisa."

"Sialan kau pak tua."

Sementara itu, Su Yu masih berbaring di atas altar kedua. Kesadarannya belum sepenuhnya pulih, tetapi ia merasakan energi spiritual di tempat itu sangat padat, jauh lebih pekat daripada di altar pertama. Tanpa ia sadari, tubuhnya mulai menyerap energi tersebut secara naluriah.

Perlahan-lahan, ia berusaha bangkit. Kedua lengannya gemetar, tetapi ia memaksakan diri untuk duduk bersila. Setiap gerakan terasa seperti mengangkat gunung, namun keinginannya untuk hidup tidak memberinya pilihan lain.

Ia menutup mata dan mulai memulihkan diri.

Waktu berlalu begitu saja.

Sehari...

Dua hari...

Seminggu...

Energi spiritual di altar kedua terserap masuk ke dalam tubuhnya tanpa henti. Luka-luka akibat goresan pedang yang terlambat dihindari pulih secara bertahap, sementara dantiannya semakin penuh oleh aliran energi biru yang berputar tenang.

Xioutian tetap menunggu di altar pertama, sesekali mengajukan pertanyaan kepada pria tua itu, tetapi jawaban yang ia terima selalu singkat dan tidak memuaskan.

Satu bulan kemudian...

Su Yu masih bermeditasi di altar kedua. Kondisi tubuhnya telah pulih sepenuhnya, bahkan kultivasinya kini berada di ambang terobosan. Energi biru yang menyelimuti tubuhnya semakin padat, berputar seperti pusaran air yang semakin dalam.

Tiba-tiba, tubuhnya terangkat perlahan ke udara dalam posisi bersila. Ia naik hingga ketinggian satu zhang, lalu berhenti di sana.

Fluktuasi energi meledak dari dalam dirinya.

BUM!

Altar kedua bergetar hebat. Gelombang energi menyebar ke segala arah, membuat dinding-dinding aula bergetar pelan dan cahaya emas di sekelilingnya berkedip-kedip.

Xioutian yang merasakan getaran itu langsung terbang dengan panik.

"Pak tua! Apa yang terjadi di atas sana?!"

Pria tua itu tersenyum tipis. "Pemuda itu sedang menerobos ke tahap berikutnya."

Pada saat yang sama, Su Yu merasakan dinding yang menahan kultivasinya hancur berkeping-keping. Energi spiritual mengalir deras melalui meridian-meridiannya. Dantiannya semakin melebar dan menampung lebih banyak energi daripada sebelumnya.

Pendekar Besi tahap akhir.

Tubuh Su Yu perlahan turun dan mendarat dengan lembut di atas altar. Ia membuka kedua matanya, merasakan perubahan besar dalam dirinya. Kekuatan yang mengalir di tubuhnya kini jauh lebih kuat daripada sebulan yang lalu.

"Berhasil..." bisiknya sambil menatap kedua telapak tangannya sendiri.

Di bawah sana, Xioutian masih mengepakkan sayapnya dengan gelisah. "Tuan! Apa kau baik-baik saja?!"

Su Yu berdiri dan berjalan ke tepi altar kedua. Ia menatap ke bawah, melihat burung kecil itu melompat-lompat dengan cemas.

"Aku lebih baik dari sebelumnya," jawabnya dengan suara yang penuh keyakinan. "Jangan khawatir."

1
Ilham Yono
/Determined//Determined//Determined//Determined/
Ilham Yono
misteri lahar panas/Proud/
septian arista
aduh aku juga bingung Kak Kenapa beberapa karya novelmu yang baru ini seperti kurang peminatnya
padahal Kalau menurut aku secara pribadi sih karya-karya dari Kakak ini sangat menarik dan juga bagus ceritanya🥺🥺🥺
septian arista: nggak apa-apa
tetap semangat dan semoga selalu sehat Kak
ditunggu Karya yang terbaru lagi dan semoga yang baru nanti banyak mendapatkan atensi dan apresiasi dari para pembaca👍👍👍
total 4 replies
septian arista
Apakah ikan itu nantinya akan berevolusi seiring dengan bertambahnya ranah kultivasi dari sang tokoh utama
septian arista
apa yang tersimpan di dalam lahar tersebut
pastinya itu adalah sesuatu yang bisa membantu untuk meningkatkan kekuatan
Marun Ka
Semangat Thor!!
AAAAAA: Ya... terimakasih🙏
total 1 replies
Ilham Yono
nice
Ilham Yono
koki 👻
Ilham Yono
menanam kebaikan👍
Ilham Yono
good
Ilham Yono
good choice
Fajar Fathur rizky
thor tolong di buat nanti suyu punya tubuh klone seperti xuhao thor bikin nanti alur cerita tubuh klone menolong seseorang yang mempunyai hubungan dengan keluarga istrinya suyu
Ilham Yono
sikat/Cleaver//Cleaver//Cleaver//Cleaver//Cleaver/👻☠️
Ilham Yono
bantai
Ilham Yono
👻👻👻👻☠️
Ilham Yono
sikat☠️⚔️👻
septian arista
pasti dia akan mendapatkan apa yang dia mau👍👍👍
septian arista
Apakah dia akan segera membalas dendam kepada klannya ataukah menahan diri dulu sambil meningkatkan kekuatan lalu menghancurkan seluruh Klan yang telah menyiksanya selama bertahun-tahun
septian arista
bagus memiliki perkembangan kultivasi yang cepat dan dengan cara yang berbeda dengan cultivator biasa👍👍👍
AAAAAA: Betul sekali/Angry//Determined/
total 1 replies
Ilham Yono
beuh ..apa yang diliat tidak seperti prasangkaan gaes
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!