NovelToon NovelToon
BLACK AND WHITE

BLACK AND WHITE

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Chicklit / Enemy to Lovers
Popularitas:421
Nilai: 5
Nama Author: Bubble🫧

Pout for Me, Little Mouse.

Keylana Reinhardt, Putri seorang raja perbankan lokal Jerman, diatur ke dalam pertunangan dengan Julian Donnersmarck -- Seorang Miliarder muda dari Berlin yang arogan, pragmatis dan bergaul dengan bebas.

Setelah disatukan, mereka tinggal bersama di Berlin, Kota kelahiran Julian. Tidak ada satu hari pun tanpa perdebatan. Julian tidak meninggalkan kebiasaan moral yang buruk sedangkan Keylana tak kalah nakal, memanggil Julian dengan nama depannya.

Ini tentang Rasionalitas yang terus dipertanyakan dan Perasaan yang dianggap tidak penting.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bubble🫧, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kesalahanmu

Ferrari Milik Hans, Pacar Brooklyn dibawa oleh mobil derek sementara Lana menceritakan semuanya pada Julian dengan penuh ancaman dari pria itu padahal sebelumnya berniat menyembunyikannya.

"Leon lagi?"

Julian mengacak-acak rambutnya, menyibaknya dengan frustasi dari wajahnya yang penuh amarah dingin, Dia kembali berbalik menghadap dua gadis yang murung itu.

"Jangan khawatirkan mobil itu, Brooklyn. Aku akan mengurusnya karena masalah ini menyangkut Lana."

Katanya sambil memicingkan mata penuh peringatan pada Tunangannya.

"Tunggu disini." Menunjuk kedua gadis itu dengan jarinya.

Julian berbalik ke Jalan raya untuk menyebrang mengambil mobilnya, Mantelnya berkibar terkena angin malam.

Dia berjalan menyebrangi Jalan raya dengan mudah, Postur tingginya sangat mencolok di jalanan gelap yang serasi dengan setelan pakaian bisnisnya.

Julian membawa mereka makan malam walau kedua gadis itu tidak menceritakan bahwa mereka lapar sebelum mengantar Brooklyn sampai ke rumahnya. Sesampainya di penthouse, dia tidak langsung mengomel pada Lana.

Dia membiarkan gadis itu mandi sementara ia menelpon asistennya di balkon yang menghadap lampu kota dengan satu tangan dimasukkan ke dalam saku.

Julian memerintahkannya mengurus denda Brooklyn agar mobil itu kembali lalu beralih ke masalah Leon.

"Aku butuh kau untuk mengirim sesuatu, Pada Leon Gruber. Aku tidak peduli kau mengirim ke kantornya atau alamatnya."

"Gruber, Pak? Ada apa gerangan?" Mark terdengar bingung.

"Lakukan saja. Kirim sebuah hadiah untuknya."

Mark terdiam dan mengiyakannya. Ia tahu apa yang dimaksud dan implikasi sesuatu yang telah terjadi dan yang akan terjadi, Itulah sebabnya Mark menjadi asisten nomor satu dalam urusan pribadi atau urusan kebrutalan.

Julian menutup teleponnya, untuk mencari nomor asisten lain. Sebelumnya ia berniat menyerahkan semua pekerjaan pada Mark termasuk urusan mobil dan keamanan Lana kedepannya.

Namun, beberapa saat lalu ia mengamati bahwa Lana kurang menyukai Mark dan cenderung lebih sering meminta bantuan Asisten Eric untuk urusannya daripada Mark.

Ponsel berdering dua kali saat ia menelpon asisten mudanya itu sebelum pria itu menjawab.

"Pak, ada masalah?" Suaranya lebih santai tapi tak kalah profesional.

"Aku butuh kau untuk mengosongkan sebagian jadwal. Mulai sekarang, kau akan sangat siaga untuk Fraülein Keylana."

Jawabnya langsung, Eric mengiyakannya di seberang telepon dengan penuh hormat.

"Saat dia butuh dijemput, kau harus tiba kurang dari lima belas menit. Jika ada potensi bahaya, kau segera memanggil tim. Dimengerti?"

"Mengerti, Pak."

"Bagus, Kau harus bersungguh-sungguh dalam hal ini. Aku tidak peduli dengan harganya, bahkan jika harus melibatkan Mafioso sekalipun."

Tambahnya dengan dingin mengingat rumor bahwa Leon terhubung dengan jaringan bawah tanah.

Dia akhirnya mematikan sambungan, mendesah jengkel sebelum berjalan masuk dan melemparkan ponsel itu ke meja.

Julian berjalan ke kamar perlahan dan menemukan Lana di ambang pintu kamar mandi, masih mengenakan handuk.

Lana yang barusaja mandi menoleh melihat Julian membuka pintu dengan penampilan yang masih berpakaian lengkap dan tampak muram.

Dua orang itu berdiri kaku tak bergerak selama beberapa saat. Menciptakan suasana tegang dalam ruangan yang hanya menyisakan suara tetesan air di belakang, raut wajah Julian tidak terlihat baik sementara Lana tidak membuka obrolan.

Akhirnya, Lana bergeser dan menyingkir sedikit barangkali pria itu ingin masuk untuk mandi tapi tidak, Julian malah menghampirinya dan memeluk pinggangnya tiba-tiba menariknya mendekat sambil mengangkat dagu Lana ke atas dengan jarinya agar mata birunya bertemu tatapannya.

"Kau tau apa kesalahanmu?"

Suaranya berat dan bergetar keluar dari wajah dinginnya, Tentu saja Lana tidak tau. Memang tidak bersalah dalam kejadian sore ini.

"Kesalahan?"

"Kesalahan mu, adalah menggoda semua pria yang kau temui."

Tangannya menekan dagu Lana, wajahnya berkilat marah sembari memelototinya.

Gila ya? bukankah kau pemeran utama dalam menggoda lawan jenis? Gumaman benak Lana

"Aku tidak menggoda siapapun!"

"Benarkah?" Julian mempererat cengkeramannya

"Seingatku, dalam dua minggu terakhir aku menemukan dua pria tengah tergila-gila padamu."

Julian beralih dari dagu ke leher Lana mendorongnya sampai menempel ke dinding.

"Jika bukan karena kau memberi mereka tempat, mereka tidak akan begitu nyaman mengejarmu, Lana."

Wajahnya sangat muram dengan rasa cemburu yang ia sembunyikan mati-matian dengan topeng angkuh, Lututnya menekan dinding diantara kaki Lana.

Orang ini berpikir seperti ini? tanpa alkohol? Leon itu bahkan mengganggu ku lebih dahulu.

Lana mengerutkan alisnya sambil mencerna pria lain yang dia maksud.

"Aku tidak menggoda siapapun!"

"Omong kosong, Satu adalah Leon dan yang lain teman kecilmu itu. Siapa...... Ah, Ethan yang culun."

"Ethan?"

Lana terbelalak, semuanya masuk akal. Anak itu menghindarinya belakangan ini.

"Apa– Bagaimana kau bisa..."

"Ponselmu, dia menggoda mu di telepon jadi kami.... bertatap muka."

"Bagaimana kau bisa melakukannya, apa yang kau lakukan? katakan!"

Julian menekan Lana lebih erat sehingga gadis itu mustahil melepaskan diri, lalu menyeringai jahat.

"Tahan dulu, Lana. Sebaiknya kau pikirkan dulu keselamatanmu sekarang ini dibanding anak kecil itu."

"H-huh?"

Lana membeku sembari terbelalak lalu mulai memberontak melepaskan diri, Tentu saja sia-sia. Julian mendekatkan bibirnya ke pelipis Lana.

"Mau kemana?"

"Minggirlah, Julian. Kau dilarang melakukan ini, Aku akan mengadu pada ayahmu.

"Mengadu?"

Julian memegang kedua pergelangan tangannya ke atas kepala tanpa aba-aba sambil menekan tubuhnya lebih erat sehingga gadis itu terjepit.

"Silahkan. Biar kulihat bagaimana kau akan mengadu. Menangis dan memohon agar kau diselamatkan dari serigala besar jahat?"

Lana terengah-engah karena terjepit. Dalam krisis seperti ini, bersikaplah manis.

"Kamu marah, Apakah ciuman membantu?"

Lana mencoba berjinjit untuk bibirnya mencapai samping wajah Julian. Dia mengatupkan gigi sehingga rahangnya mengeras melihat upaya lana menghaluskan keadaan dengan ciuman.

Satu tangannya menahan wajah Lana dengan erat sebelum dia mendapatkan kontak.

"Tidak."

Katanya datar sambil mendorongnya menjauh perlahan. Lana segera memasang wajah kecewa yang dibuat-buat.

"Mengapa? Apakah kau sekarang tidak berminat lagi? "

Julian semakin kesal melihat wajahnya yang dipalsukan agar membuatnya luluh. Sialnya, itu hampir berhasil. Tapi,

Julian tetap mempertahankan ketegasannya, menekan lana lebih erat sebagai ancaman agar gadis itu menghentikan sandiwaranya.

"Cukup."

Wajahnya sejajar dengan Lana karena tangannya memegang belakang kepalanya dan menengadahkan kepalanya.

"Setelah semua masalah yang kau lakukan malam ini, yang didapatkan hanya ciuman?"

Jadi ini menjadi salahku?

"Lalu apa yang bisa kuberikan? Dalam perhitungan finansial, Kaulah Miliardernya disini."

Katanya sambil mengerucutkan bibir, tangannya sedikit mengusap-usah dada Julian yang berbalut Pakaian gelap, berusaha merayu nya. Julian tersenyum di sudut bibirnya.

"Uang bukanlah hal yang kuinginkan darimu saat ini."

1
Jordin Yanti
semangat yha kakak othor ❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!