NovelToon NovelToon
ISTRI GILA SANG DUKE

ISTRI GILA SANG DUKE

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Romansa Fantasi / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:71.9k
Nilai: 5
Nama Author: Archiemorarty

Kael Dravenhart, Pahlawan Perang Kerajaan Valdoria, menagih janji pernikahan dari sang Raja. Ia mengira akan menikahi sang putri tercantik, Liana. Namun, takdir berkata lain ketika Raja memberikannya Virelia; sang putri pertama yang terkenal gila, kasar, dan suka melempar vas ke kepala orang.

​Kael mengira rumah tangganya akan menjadi neraka karena harus mengurus istri yang gemar berteriak, menyuruhnya memanjat bulan. Ia tidak tahu bahwa di balik tawa kosong dan lemparan garpunya, sang istri adalah Raven, ketua pembunuh bayaran paling berbahaya sekaligus pemimpin revolusi yang bersumpah untuk menggulingkan sang Raja tiran!

​Ketika komedi pernikahan paksa berpadu dengan aksi pembunuhan berantai dan rahasia istana, sang Serigala Perang harus memilih: melaporkan istrinya ke istana, atau ikut membantu sang ratu bayangan menjungkirbalikkan takhta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Archiemorarty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20. DIUJUNG TANDUK

Cahaya fajar mulai merayap naik di ufuk timur, mengusir sisa-sisa malam yang kelam. Namun, di dalam kamar utama Kediaman Duke Dravenhart, waktu seolah berhenti.

Suasana di dalam ruangan tersebut begitu mencekam, dipenuhi oleh aroma tajam ramuan herbal pahit, bau amis darah, dan kepulan uap air panas dari baskom-baskom tembaga yang terus diganti oleh para pelayan.

Di atas ranjang besar, Virelia terbaring tak berdaya. Wajahnya sepucat pualam, dengan garis-garis hitam tipis akibat racun pelumpuh saraf yang masih merambat samar di bawah kulit lehernya.

Tabib istana yang sudah basah oleh keringat dingin bekerja tanpa jeda. Ia dibantu oleh dua orang asisten tabib muda, sementara Elaine dan dua pelayan senior berdiri di sisi ranjang dengan mata sembab dan tangan bergetar hebat. Mereka bertugas membantu membersihkan tubuh Virelia dari noda darah kering, mengganti gaunnya dengan pakaian tidur katun putih yang longgar agar luka di perut kirinya mudah dijangkau, serta menyiapkan kain-kain bersih untuk menyerap cairan racun yang dikeluarkan dari dalam tubuh sang putri.

"Tahan bagian bahunya! Kita harus segera memasukkan cairan penawar tahap kedua sebelum efek racunnya mencapai jantung!" perintah tabib tua itu dengan suara serak dan mendesak.

Kael berdiri kaku di sisi tempat tidur. Matanya merah, menatap setiap gerakan tangan sang tabib dengan tatapan penuh ketegangan yang menyiksa. Pria yang terkenal sebagai panglima perang tak terkalahkan itu kini merasa tidak berdaya; ia tidak bisa mengangkat pedang untuk melawan racun yang sedang merenggut nyawa istrinya.

Tiba-tiba, tubuh Virelia yang terbaring lemas itu mendadak melengkung ke atas.

"Argh!"

Sebuah lenguhan tertahan lolos dari bibir Virelia yang membiru. Kejang hebat akibat reaksi penawar racun yang berbenturan dengan sarafnya melanda tubuh gadis itu seketika. Otot-otot di sekujur tubuhnya menegang kaku, dan luka jahitan di perut kirinya kembali robek, mengeluarkan darah segar yang langsung membasahi perban putih.

"Yang Mulia Duchess!" pekik Elaine histeris, menutup mulutnya dengan kedua tangan untuk meredam tangisannya.

"Pegang dia! Jangan biarkan gerakannya membuat lukanya semakin parah!" seru tabib panik.

Tanpa membuang waktu sedetik pun, Kael menerjang maju. Ia menjatuhkan diri di sisi ranjang, menggunakan lengan besar dan otot-otot kekarnya untuk menahan tubuh Virelia yang terus kejang dengan hati-hati namun kuat, memastikan istrinya tidak melukai diri sendiri.

"Virelia! Buka mataku dengar suaraku! Aku di sini! Kumohon, bertahanlah!" rintih Kael, suaranya bergetar hebat penuh kepedihan. Ia mendekatkan wajahnya, berucap dengan harapan gadis itu dapat mendengarnya.

Rasa sakit yang teramat sangat akibat penawar racun membuat Virelia, meskipun dalam keadaan tidak sadar, mengerang kesakitan. Alisnya bertaut tajam, napasnya tersengal-sengal pendek dan putus-putus.

"Y-Yang Mulia Duke, racunnya memberikan perlawanan yang sangat keras pada sistem pernapasannya! Jika detak jantungnya turun satu tingkat lagi, kita akan kehilangan Duchess!" lapor asisten tabib dengan napas terengah-engah, menuangkan cairan hijau pekat ke mangkuk perak.

Mendengar kata-kata itu, darah Kael seolah mendidih. Cengkeraman tangannya di sisi ranjang mengetat hingga buku-buku jarinya memutih.

"Tidak akan kubiarkan! Lakukan apa saja! Gunakan seluruh metode terlarang jika perlu! Selamatkan nyawanya, atau pastikan kau ikut mati bersamanya hari ini!" bentak Kael penuh amarah dan keputusasaan. Ia menatap tabib tua itu dengan sorot mata yang mampu membekukan darah.

Tabib tua itu mengangguk kaku, mengusap keringat di dahinya dengan lengan baju.

"Baik, Yang Mulia! Kita lakukan metode ekstrim! Asisten, siapkan jarum akupunktur perak untuk menstimulasi titik nadi jantung!"

Suasana di dalam kamar berubah menjadi semakin tegang. Setiap detik terasa seperti berjalan selama satu jam.

Elaine dan para pelayan wanita di sudut ruangan tidak kuasa lagi menahan tangis. Mereka saling berangkulan, berdoa dalam hati dengan suara bergetar agar keajaiban turun menyelamatkan sang putri yang selama ini mereka sayangi, meskipun putri itu sering bertingkah aneh.

"Tabib! Detak jantungnya melemah!" teriak asisten panik.

"Cepat tusukkan jarumnya di titik Xuanyuan!" perintah tabib tegas.

SYUT!

Jarum perak tipis itu ditancapkan tepat di dada Virelia. Seketika itu juga, tubuh Virelia yang tadinya kejang mendadak menegang keras, lalu perlahan-lahan mengendur.

Napas Virelia yang tadinya terputus-putus kini mulai merata, meskipun masih terdengar sangat lemah. Garis-garis hitam racun di lehernya perlahan memudar menjadi warna abu-abu samar.

Tabib tua itu menarik napas panjang, menjatuhkan pisaunya ke atas nampan, lalu menyeka keringat di wajahnya dengan tangan yang masih sedikit bergetar. Ia menatap Kael dengan senyuman kecil penuh kelegaan.

"Syukurlah krisis utamanya sudah terlewati, Yang Mulia. Racun di dalam darahnya berhasil dinetralkan sebagian besar oleh cairan penawar. Luka di perutnya sudah saya jahit rapat. Beliau hanya membutuhkan waktu istirahat total untuk memulihkan kesadarannya," lapor tabib dengan suara lega.

Mendengar laporan itu, beban maha berat yang seolah menindih dada Kael seketika meluruh. Pria itu menghembuskan napas panjang dengan kasar, menjatuhkan kepalanya bersandar pada tepi tempat tidur di samping tangan Virelia. Tubuhnya terasa lemas seketika, kalah oleh ketegangan mental yang luar biasa sepanjang malam.

"Terima kasih ... terima kasih ...." bisik Kael lirih kepada sang tabib, suaranya serak nyaris tak terdengar.

"Sudah menjadi tugas saya, Yang Mulia. Saya akan meracik obat pemulih lanjutan bersama asisten di luar," ujar tabib membungkuk hormat, lalu berjalan keluar kamar bersama asistennya.

Elaine dan pelayan lainnya melangkah maju dengan langkah pelan. Elaine menghapus air matanya menggunakan ujung lengan baju, lalu menatap Kael dengan penuh rasa iba.

"Yang Mulia Duke, Anda juga terluka dan kelelahan. Biarkan kami yang berjaga di sini. Anda sebaiknya istirahat sebentar," ucap Elaine lembut dengan suara bergetar.

Kael menggelengkan kepalanya perlahan. Ia mengangkat wajahnya, menatap luruh ke arah wajah Virelia yang kini tampak jauh lebih tenang, meskipun masih sangat pucat.

"Tidak. Kalian keluarlah, istirahatlah. Aku akan tetap di sini menemaninya sampai dia membuka matanya," perintah Kael dengan suara berat namun lembut.

Elaine mengangguk patuh. Bersama para pelayan lainnya, gadis itu membungkuk hormat dan berjalan keluar kamar, menutup pintu kayu dengan sangat pelan agar tidak menimbulkan suara sedikit pun.

Kini, kamar itu kembali hening.

Kael bangkit dari duduknya, lalu naik ke ranjang, dengan sangat hati-hati duduk di samping Virelia, menarik selimut lebih rapat ke tubuh sang istri ke, memastikan tidak ada tekanan pada luka di perut kiri gadis itu.

Kael mengecup puncak kepala Virelia lama sekali, menyalurkan seluruh kehangatan dan rasa sayangnya.

"Jangan pernah membuatku ketakutan seperti ini lagi, Bodoh. Aku lebih suka kau berteriak menjadi orang gila seharian dibandingkan seperti ini. Jadi segeralah bangun, Ratu Awanku," bisik Kael parau di dekat telinga istrinya.

1
Dbz Mar
anak haram apanya... orang anak ratu yg pertama, lah.. situ yg jadi PELKAOR yg baru punya anak haram...!!!
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kan pura pura gila nya udah di ambil sama virelia, coba pura pura kesurupan deh liana wkwk
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ternyata pura2 gila emang jalan ninja terbaik buat ngasih pelajaran orang ya 🤣
ayu cantik
suka
Dbz Mar
lha... jadi maunya gimana elain.. apkah maksudmu majikan mu seharusnya gila aja kali ya🤭🤭🤭
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ini kalo di liat sama odgj nya beneran kayaknya dia pun insecure sm pura2 gila nya si ratu awan 🤣
Dbz Mar
ini baru laki2 sejati.. bukan yg tak bisa move on dari masa lalu👍👍👍😘😘😘😍😍😍
Dbz Mar
🤭🤭🤭🤭🤭 kehabisan ide vileria👍👍👍😘😘😘
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
bener2 villain2 fitnahan ni di ceritain nya sejelek ini 🤣
sweet escape
😂😂😂ayah sebelum bertemu ibu, lebih dingin lagi lhooo 😂
Nisa Via
suguhkan hal gila dari yg tergila-gila yaa kalian 😂😂
Nisa Via
gambaran nyata pemerintah kita bukan sih ini 😂😂😂
Archiemorarty: Ehhh 🫵🤣
total 1 replies
Jelita S
Ah terimakasih thor atas ceritamu yg sangat seru ini,,,aku tunggu karya terbarunya lagi
Archiemorarty: asip akak
total 1 replies
Nisa Via
jadi gila semua termasuk readers nya 😂😂😂😂
Archiemorarty: Benarr 🤣
total 1 replies
Nisa Via
ku yakin kalian bakal bisa kerjasama 😂untuk sesuatu yg besar
Tiara Bella
the end and happy ending.....semua bahagia....
Tiara Bella: sama² ka author..... hehehhe
total 2 replies
Septi Wijaya
tengkiyuuu banyak banyakk akak oThor...
love sekebon jagung udah kasih cerita seruuuuu 🥰🥰🥰🥰🥰

like always, ditunggu selalu kisah selanjutnya ♥️♥️♥️♥️♥️
Archiemorarty: Siap akak
total 3 replies
Hary Nengsih
yah dh tamat masi suka m ceritanya
Archiemorarty: Sambung cerita baru nanti yg lebih seru 🤭
total 1 replies
Eli Rahma
ehhh..beneran tamat nih..😌😌😌
Archiemorarty: asiap akak
total 3 replies
mimief
wah....wah
beneran kah?
tamat beneran?
ga ada lagi ini ekstra part nya?
wahhhhh Thor

kacau ini
mesti kudu ottoke ini🥹🥹🥹
Archiemorarty: Othor Pengan buat cerita yang ada bocilnya, butuh asupan gemashhh 🤭
tapi masih bingunh apahh
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!