"Kita tidak saling mengenal satu sama lain dan aku juga tidak mencintaimu dustin" Ucap Indira.
"Tapi aku mencintaimu saat ini maupun sampai aku menghembuskan nafas terakhirku ,dan aku akan membuat kamu mencintaiku " jawab Dustin.
________________. • .__________________
Menceritakan tentang perjalanan cinta antara Dustin dengan Indira yang penuh cobaan di awal pernikahan mereka karena sebuah perjodohan,Indira yang tidak mencintai dustin,namun Dustin mencintai Indira pada pandangan pertama.
Bagaimana kisah akhir cinta antara Dustin dengan Indira ,apakah pada akhirnya Indira akan mencintai dustin seperti dustin yang mencintai Indira ataukah Dustin menyerah untuk mencintai Indira ......
SELAMAT MEMBACA
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon j. seft, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 25
Sore harinya........
Indira sedang bermain ponsel dengan tersenyum senyum sendiri.Hingga pintu kamar rawatnya terbuka ,Indira mengalihkan perhatiannya pada seseorang yang baru masuk .
"Kakek " ucap Indira sambil tersenyum ,"Kakek kemari pasti kangen Indira kan " goda Indira sambil menaik turunkan alisnya .
Kakek Indira mengelengkan kepalanya melihat kelakuan cucu satu satunya ,"Dimana ibumu Indira?" tanya kakek Indira .
"Ibu sedang pergi keluar mencari makan ,kakek ada apa mencari ibu?" tanya Indira penasaran.
"Sebenarnya kakek tidak mencari ibumu ,tapi kakek ingin berbicara padamu " ucap kakek Indira sambil duduk di samping ranjang Indira.
Indira bingung ,"Kakek ingin berbicara apa denganku?" tanya Indira.
Kakek Indira menatap Indira tajam ,"Apa kamu masih memiliki hubungan dengan anak berandalan itu tanpa sepengetahuan kakek,jawab dengan jujur" ucap kakek Indira tajam.
Indira gelagapan bingung ,"Indira sudah memutus hubungan Indira dengan Danial kek" jawab Indira .
"Jawab dengan jujur Indira ,kamu pasti tahu kakek tidak suka dengan aroma kebohongan " ucap kakek Indira tegas.
Indira menunduk sedih melihat kakeknya yang terlihat sangat marah pada Indira ,"Iya kakek ,tapi Indira sudah meminta putus hubungan dengan Danial ,tapi cinta kami sangat kuat kakek ,kami tidak bisa terpisahkan" jawab Indira tanpa ragu.
Kakek menghembuskan nafasnya kasar mendengar jawaban dari mulut cucunya ,"Indira ,kakek beri peringatan terakhir padamu ,menjauhlah dari berandalan itu ,dan putus hubungan kalian berdua ,jika kamu masih mengeyel kakek tidak segan segan melakukan di luar yang kamu pikirkan "ucap kakek Indira .
"Tapi Indira masih mencintai Danial kakek " ucap Indira sambil menatap mata kakeknya .
"Kakek tidak akan mengulang perkataan kakek lagi Indira ,turuti atau kamu akan menyesal" ucap kakek Indira tegas.
"Kakek tahu tadi pagi berandalan itu datang ke mari kan " ucap kakek Indira sambil menatap Indira .
Indira kaget kenapa kakeknya bisa tahu,"Kakek tahu dari mana?" tanya Indira.
Kakek Indira tersenyum sinis ,"Tidak penting kakek tahu darimana ,jawab jujur Indira" ucap kakek Indira.
Indira mengangguk pelan .
"Kakek tidak mau tahu Indira ,jika kakek mendengar kamu bertemu dengan berandalan itu kakek akan sangat marah padamu dan berbuat hal yang tidak pernah kamu pikirkan" ucap kakek Indira tajam.
Mata Indira berkaca kaca ,"Pasti Dustin mengadu pada kakek ,awas saja jika dia datang kemari nanti ,gara gara dia kakek jadi marah besar padaku" batin Indira.
Tak lama ibu Indira datang dengan membawa beberapa kantong belanja ,ibu Indira melihat putrinya yang sedang menangis. Ibu Indira langsung mendekat ke arah putrinya .
"Ada apa ini ayah ,apakah Indira sakit lagi,nak apa kamu merasa sakit lagi ?" tanya ibu Indira khawatir setelah ibu Indira meletakkan kantong belanjanya ibu Indira langsung memeluk Indira .Tangis Indira langsung pecah di pelukan Indira.
Ibu Indira bingung bercampur khawatir luar biasa ,"Nak ada apa nak ,bicaralah pada ibu" ucap ibu Indira ,namun Indira masih menangis sesenggukan di pelukan ibunya ,ibu Indira lalu menatap ayahnya yang sedang memijit pelipisnya .
"Ayah ada apa?" tanya ibu Indira . Kakek Indira menatap ibu Indira ,"Berandalan tadi datang ke sini menemui putrimu ,aku tidak tahu apa yang berandalan itu katakan pada putrimu hingga putrimu terpengaruh dengan ucapan beracunnya" ucap kakek Indira .
"Danial tidak berbicara apa apa padaku ,Danial bahkan melepaskanku pada Dustin ,tapi Danial terlalu baik Danial bahkan menunggu aku sampai aku bercerai dengan Dustin nanti " jawab Indira sedikit meninggikan suaranya pada kakeknya.
"Indira,ibu tidak mengajarimu untuk berkata tidak sopan pada orang yang lebih tua apalagi kakekmu" ucap tegas ibu Indira , Indira terdiam .
Sedangkan kakek Indira menggelengkan kepalanya ,"Lihat ,putrimu menjadi seperti ini untuk membela berandalan itu ,orang baik mana yang menunggu istri orang bercerai ,bukalah matamu Indira ,kakek hanya takut kamu akan sakit hati nantinya" ucap kakek Indira.
Indira terdiam lalu langsung merebahkan tubuhnya dan menyelimuti tubuhnya hingga tubuhnya tidak terlihat. Ibu Indira menghembuskan nafasnya lelah.
"Ayah lebih baik pulang dulu saja,biar Indira aku nasihati nanti " ucap ibu Indira.
Kakek Indira mengangguk sambil memijat dahinya ,"Baiklah ,kamu baik baik di sini ya nak ,jaga putrimu ,besok pagi ayah datang ke sini lagi" ucap kakek Indira .
Ibu Indira mengantar kakek Indira ke lobi rumah sakit,Saat ibu dan kakek Indira keluar dari ruang perawatan Indira ,ibu dan kakek Indira berpapasan dengan Dustin di depan pintu.
"Nak Dustin " ucap ibu Indira ,kakek Indira ikut menatap Dustin. Dustin tersenyum lalu mencium tangan ibu dan kakek Indira .
"Kamu ingin menjenguk Indira?" tanya kakek Indira dengan raut wajah yang terlihat lelah .
Dustin mengangguk ,"Iya kakek ,apakah Indira tidur ?" tanya Dustin sopan.
Ibu Indira tersenyum ,"Indira tidak sedang tidur ,hanya mood nya sedang tidak bagus saja ,sabar ya menghadapi sikap putri ibu ,maafkan putri ibu jika ucapannya sedikit menyakitimu nanti ,salah ibu dari kecil ibu terlalu memanjakan putri ibu " ucap ibu Indira.
Dustin menggeleng ,"Ibu jangan menyalahkan diri ibu sendiri ,ibu tenang saja aku termasuk orang yang sabar" jawab Dustin sambil tersenyum lebar.
Ibu Indira terkekeh kecil ,"Baiklah nak ,masuklah ,ibu ingin mengantar kakek ke lobi dulu " ucap ibu Indira diangguki Dustin.Ibu Indira pun pergi meninggalkan Dustin.
Saat kakek Indira melewati Dustin ,kakek Indira menepuk bahu Dustin dan tersenyum kecil .Dustin merespon senyuman kakek Indira dengan senyuman juga.
Hingga ibu dan kakek Indira tidak terlihat ,Dustin baru masuk ke dalam ruang rawat Indira.
Dustin melihat Indira yang masih menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.Dustin lalu mengendap endap mendekat pada Indira.
Saat sampai di samping ranjang Indira ,Dustin mengeluarkan paper bag berisi boneka kucing yang sangat lucu.
Dustin tersenyum lalu meletakkan boneka itu di samping Indira ,"Meongg " ucap Dustin meniru suara kucing . Indira mengintip sedikit dan melihat Dustin yang berada di dekatnya.
Indira lalu membuka selimutnya dan menatap Dustin tajam , Dustin yang melihat tatapan Indira gelagapan,"Kenapa kamu menatapku seperti mau memakanku?" tanya Dustin pada Indira.
"Gara gara kamu kakekku marah padaku padahal selama ini kakek tidak pernah marah padaku satu kalipun ,tapi hari ini kakek marah padaku pertama kalinya ,dan itu sangat menyakiti hatiku ,dan itu semua karenamu" teriak Indira marah.
Dustin bingung ,"Tapi aku tidak berbuat apa apa" ucap Dustin pada Indira.
Indira mengeram marah dan mengepalkan tangannya,"Jangan pura pura tidak melakukan apa apa,pasti kamu mengadu pada kakekku jika Danial datang kemari kan tadi pagi" teriak marah Indira.
Dustin kaget ,"Kamu salah paham Indira ,aku sama sekali tidak berkata apa apa pada kakekmu ,aku bahkan tidak keluar dari perusahaan ayahku semenjak aku pergi dari rumah sakit ,bagaimana aku bisa memberitahu kakekmu ,bahkan memegang ponsel saja aku tidak sempat" bela Dustin.
Indira mengepalkan tangannya, hingga.......
Pyarrrrrr (suara benda pecah )
Karena terbawa emosi Indira mengambil gelas di sampingnya dan melemparnya ke dinding dekat Dustin.
Dustin melindungi kepalanya dengan lengannya agar tidak terkena pecahan beling ,namun karena lengan kemeja Dustin ia gulung hingga siku ,lengan Dustin terkena beling itu hingga menancap beberapa dengan parah, wajah Dustin juga tergores beling .
Ibu Indira yang baru datang dan melihat keributan di dalam kamar rawat putrinya langsung membuka pintu ruang rawat putrinya .
"Dustin ,Indira" teriak ibu Indira kaget ,ibu Indira melihat lengan dan wajah Dustin yang berdarah ,"Dustin ,astaga nak ,kenapa bisa begini nak " ucap ibu Indira khawatir ,ibu Indira menarik Dustin menjauh dari pecahan beling .
Sedangkan Indira masih sedikit syok ,karena tadi dia kehilangan kendali .
Ibu Indira yang sedang menuntun Dustin untuk duduk langsung mengalihkan perhatiannya pada putrinya ,"Indira kamu tidak apa apa nak ?" tanya ibu Indira .
Indira masih terdiam dengan mengepalkan kedua tangannya .
Dustin mendesis kesakitan ,ibu Indira melihat ke arah Dustin lagi ,"Ibu panggilkan dokter dulu ya nak " ucap ibu Indira langsung pergi dari ruang itu untuk memanggil dokter.
Dustin menatap ke arah Indira yang terlihat sangat ketakutan dan gugup juga ada rasa bersalah di mata Indira . Dustin berdiri ingin mendekat pada Indira ,namun saat tangan Dustin ingin memegang Indira ,Indira tiba tiba berteriak kencang .
"Jangan mendekat ,jangan mendekat ,aku orang yang jahat ,aku jahat" teriak Indira sambil mencakar cakar tangannya hingga tergores kukunya dan berdarah .
Dustin yang melihatnya kaget dan ingin menghentikan Indira ,namun Indira semakin bergeser menjauh dan belum Dustin menggapai tangan Indira, Indira jatuh di atas beling tadi .
"Indira" teriak Dustin kaget.