NovelToon NovelToon
Su Yu Memberontak Takdir

Su Yu Memberontak Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Action / Epik Petualangan
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: YUKARO

Dia bukan siapa-siapa di keluarganya sendiri. Dihina, dipukul, dan dianggap sampah oleh adik kandungnya sendiri, Su Yu hanya punya satu harga diri tersisa: kepatuhan. Ketika ia diperintahkan masuk ke Hutan Kelabu yang mematikan untuk mencari Tanduk Rusa Malam, ia tidak punya pilihan selain menurut.

Namun di dalam hutan, ia menyaksikan pertarungan antara dua makhluk dahsyat yang seharusnya tidak pernah ia lihat. Ketika seorang peri cantik terjatuh tak berdaya di hadapannya, Su Yu dihadapkan pada pilihan sederhana: pergi menyelamatkan diri, atau mempertaruhkan nyawanya untuk orang asing.

Ia memilih yang kedua.

Tanpa disadarinya, satu tindakan kecil itu akan mengubah takdirnya selamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YUKARO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3: Goa Kristal dan Kolam Yin Yang

Setelah berjalan cukup lama sambil menggendong Peri Cangle, Su Yu akhirnya melihat sebuah mulut goa di antara tebing batu yang menjulang di hadapannya. Ia berhenti sejenak mengamati sekeliling dengan teliti.

Setelah merasa keadaan cukup aman, Su Yu segera membawa wanita itu masuk tanpa banyak berpikir. Setibanya di dalam Lorong goa langsung menyambutnya. Lorong itu ternyata jauh lebih luas daripada yang tampak dari luar, sedangkan dindingnya dipenuhi kristal yang memancarkan cahaya sendiri.

Su Yu menoleh ke kanan dan kiri beberapa kali, lalu tanpa sadar mempererat pelukannya terhadap wanita tersebut.

"Tempat macam apa ini...?" gumamnya. Tetapi ia segera menggeleng karena sadar bahwa rasa ingin tahu tidak akan membantu keadaan mereka.

Ia terus berjalan mengikuti lorong yang memanjang ke dalam.

Semakin jauh mereka masuk, semakin sedikit suara dari luar yang terdengar. Hawa hutan pun perlahan menghilang, digantikan udara dingin yang keluar dari celah-celah batu.

Tidak lama kemudian, Su Yu melihat lorong itu berakhir pada sebuah ruangan yang sangat luas. Ruangan tersebut terbentuk secara alami dari batu, dengan langit-langit tinggi dan beberapa pilar batu yang mencuat dari lantai hingga ke atas.

Su Yu berhenti sejenak, mencari tempat yang cukup aman untuk membaringkan Peri Cangle. Namun dia tidak menemukannya. Mungkin di bagian lain ada, dan dia mulai berjalan lagi.

"Tempat ini seharusnya cukup aman..." katanya pelan sambil menarik tangannya perlahan. "Setidaknya, tidak ada suara binatang buas di sekitar sini."

Namun, tepat ketika Su Yu hendak menuju kebagian terdalam goa, wanita itu bergerak.

Kelopak matanya bergetar beberapa kali.

Kemudian, matanya terbuka perlahan.

Pandangan Peri Cangle pada awalnya masih kabur. Setelah kesadarannya kembali, pandangannya bergerak dan akhirnya berhenti pada seorang pemuda yang sedang merengkuh tubuhnya.

Wajahnya seketika berubah.

"Kau..."

Tangannya terangkat dengan susah payah, sementara tatapannya menjadi tajam.

"Bajingan fana. Berani sekali kau menyentuh tubuhku dengan tangan kotormu itu!"

Su Yu langsung membeku.

Ia buru-buru menundukkan kepala, kemudian menjawab dengan suara rendah, "Nona, mohon jangan salah paham. Saya sama sekali tidak berniat melakukan sesuatu yang tidak pantas kepada anda. Saya membawa anda kemari agar luka anda bisa memulihkan diri dengan aman."

"Kau pikir aku mempercayai alasan seperti itu?"

"Saya memang tidak memiliki bukti untuk meyakinkan anda," jawab Su Yu sambil menahan napas, "tetapi saya sungguh hanya berniat menolong. Jika saya memiliki niat buruk, saya tidak akan membawa anda ke tempat yang aman setelah melihat anda terluka."

Peri Cangle mendengus. "Kalau memang niatmu hanya menolong, maka turunkan aku sekarang juga. Aku tidak memerlukan belas kasihan dari manusia fana."

Su Yu mengangguk cepat.

"Baik, Nona, jika itu yang anda kehendaki..."

Ia segera melepaskan kedua tangannya.

Bruk!

Tubuh Peri Cangle langsung jatuh ke lantai batu.

Wajah wanita itu seketika berubah karena rasa sakit menjalar dari tubuhnya yang terluka.

"Aduh..."

Ia menarik napas tajam, lalu menatap Su Yu dengan mata membesar.

"Kurang ajar! Kau benar-benar menjatuhkanku begitu saja?"

Su Yu terdiam. Ia baru menyadari bahwa dirinya telah melepaskan tubuh wanita itu terlalu cepat.

Namun, Peri Cangle sudah lebih dahulu mengangkat tangannya.

"Pergilah sekarang! Jangan sampai aku berubah pikiran lalu menghabisimu."

Su Yu segera mundur dua langkah.

"Baik, Nona. Kalau memang demikian keinginan anda... saya akan pergi."

Ia menundukkan kepala dengan sopan, kemudian berbalik menuju lorong.

Peri Cangle mendengus pelan, kemudian menekan kedua telapak tangannya ke lantai untuk mencoba bangkit. Namun, baru tubuhnya terangkat sedikit, lengannya langsung gemetar dan kekuatannya lenyap.

Ia jatuh kembali.

Wanita itu menarik napas panjang.

"Benar-benar..."

Ia memejamkan mata sejenak, kemudian membuka kembali matanya dengan kesal.

Setelah pertarungan sebelumnya, tenaga spiritual dalam tubuhnya hampir terkuras seluruhnya. Selain itu, ia juga telah membakar sebagian esensi darah demi meningkatkan kekuatan serangan, sehingga keadaan tubuhnya kini jauh lebih buruk daripada luka yang tampak di permukaan.

Ia membutuhkan waktu untuk memulihkan tenaga. Namun, bahkan untuk duduk dengan tegak pun saat ini terasa sulit baginya.

Sementara itu, Su Yu sudah hampir mencapai lorong keluar. Tiba-tiba suara wanita itu kembali terdengar dari belakang.

"Tunggu!"

Langkah Su Yu segera berhenti.

Ia menoleh dan melihat wanita itu masih berada di lantai.

"Nona?" tanyanya. "Apakah ada sesuatu yang anda perlukan lagi?"

Peri Cangle tidak langsung menjawab. Ia justru memalingkan wajah ke arah sebuah pilar batu alami yang berdiri di salah satu sisi ruangan. Setelah beberapa saat, ia kembali berbicara dengan nada yang lebih tenang.

"Kalau begitu... sekarang tidak masalah jika kau mengangkatku seperti tadi. Aku tidak keberatan."

Mendengar itu, Su Yu menggeleng perlahan.

"Tidak perlu, Nona. Saya sudah membuat anda terjatuh sekali, jadi saya tidak akan melakukan tindakan lancang itu untuk kedua kalinya."

Ia kembali memutar tubuh, dan mulai melangkah.

Namun, baru beberapa langkah ia berjalan, terdengar suara pukulan lemah dari belakang.

Duk!

Peri Cangle memukul lantai batu dengan telapak tangannya.

"Dasar pria tidak peka..."

Su Yu berhenti lagi. Kemudian, ia menoleh dengan wajah bingung.

"Nona?"

"Jangan banyak bicara!"

Peri Cangle menatapnya dengan tajam.

"Jika kau sudah mendengar keluhanku, maka cepatlah kembali dan bawa aku bersamu. Aku tidak memiliki tenaga untuk berjalan sendiri."

Su Yu tertegun selama beberapa saat. Ia tidak menyangka wanita yang sebelumnya mengusirnya justru memanggilnya kembali.

Namun, setelah mempertimbangkan keadaan Peri Cangle, Su Yu akhirnya menghela napas kecil.

"Baiklah, Nona."

Kemudian, ia mendekat kembali.

Setelah tiba, Su Yu berlutut di samping wanita itu, lalu memasukkan satu tangan ke bawah punggungnya dan tangan lainnya menyangga bagian bawah tubuhnya. Setelah memastikan posisi Peri Cangle cukup aman, ia mengangkat tubuh wanita tersebut secara perlahan, hingga akhirnya berhasil berdiri.

"Hmp..." Peri Cangle mendengus pelan. "Begini jauh lebih baik."

Su Yu tidak menjawab. Ia hanya memperbaiki posisi kedua tangannya agar tubuh Peri Cangle tetap stabil, kemudian mulai berjalan menyusuri lorong goa.

Beberapa saat mereka berjalan dalam diam.

Cahaya dari kristal di dinding membuat jalan di depan mereka terlihat jelas, sedangkan langkah Su Yu terdengar berulang kali di antara dinding batu.

Akhirnya, rasa ingin tahu menguasai dirinya.

Ia melirik Peri Cangle yang berada dalam pelukannya, lalu bertanya dengan hati-hati.

"Nona, bolehkah saya bertanya sesuatu?"

Peri Cangle membuka matanya sedikit. "Jika pertanyaanmu tidak terlalu bodoh, aku mungkin akan menjawabnya."

Su Yu tersenyum canggung. "Saya ingin tahu apa yang anda cari di Hutan Kelabu. Tadi saya melihat anda bertarung dengan burung itu, dan kekuatan kalian sangat mengerikan."

Peri Cangle mengangkat alis. "Kau hanya manusia fana. Bahkan jika aku jelaskan seluruhnya, aku khawatir kau tidak akan memahami apa yang aku katakan."

Su Yu tidak tersinggung. Ia justru bertanya lagi.

"Kalau begitu, bisakah Nona menjelaskannya dengan cara yang sederhana?"

Peri Cangle terdiam sejenak. Kemudian, ia berkata, "Baiklah. Intinya, saya datang ke tempat ini untuk mencari Esensi Darah Phoenix dan Esensi Kunpeng."

Langkah Su Yu sempat melambat, matanya melebar.

"Esensi Darah Phoenix... dan Kunpeng?" Ia mengulang nama tersebut perlahan. "Namanya saja sudah terdengar sangat megah. Namun, selama hidup di Kota Yunwu, saya tidak pernah mendengar orang-orang membicarakan sesuatu semacam itu."

"Tentu saja," balas Peri Cangle. "Kalian hanya manusia fana. Kalaupun mampu menelusuri tempat ini, kalian tidak akan bisa menemukannya."

Mendengar itu, Su Yu mengerutkan kening. Wanita ini selalu menyebutnya fana, dan ia mengira sampai di situ. Tetapi Wanita itu juga menganggap seluruh makhluk di benua ini fana. Itu membuatnya sangat penasaran.

"Nona sejak tadi mengucapkan kata fana berulang kali... Sebenarnya siapa nona ini? Dari mana nona berasal?"

"Hmp, dasar tidak tahu diri," Peri Cangle mendengus. "Siapa aku, kau tidak perlu tahu. Tapi tentang tempat asalku... Benua Langit. Jangan tanya lagi, kau tidak layak tahu."

"Benua Langit..."

Su Yu menggumamkan nama tersebut dalam hati, tetapi rasa penasarannya justru semakin besar.

Sejak kecil, ia hanya mengenal Benua Ming dan wilayah di sekitar Kota Yunwu. Pengetahuan tentang dunia di luar tempat itu bahkan sangat terbatas, sehingga benua yang sama sekali asing baginya tentu membuat pikirannya dipenuhi pertanyaan.

Akhirnya, rasa ingin tahu itu kembali mendorongnya berbicara.

"Nona, kalau di Benua Langit..."

Kalimatnya terhenti. Tiba-tiba, kakinya menginjak bagian lantai batu yang tidak rata. Hal tersebut membuat tubuh Su Yu kehilangan keseimbangan dan langsung terhuyung.

"Ah!"

"Bocah sialan!" Peri Cangle berusaha mencengkeram pakaian Su Yu erat. "Apakah kau tidak melihat jalan ketika melangkah? Aku sedang terluka, tetapi sekarang kau malah ceroboh."

Su Yu tidak mampu menanggapi, karena sedang berusaha keras menahan tubuhnya tetap seimbang. Sialnya, lantai batu di bawah kakinya ternyata menurun tajam, membuatnya berlari lebih cepat ke depan tanpa bisa dihentikan.

Tidak sampai di situ. Kini, di hadapan mereka terbuka sebuah kolam yang sebelumnya tertutup oleh susunan batu dan bayangan pilar alami.

Su Yu sempat melihat permukaan air yang jernih di depannya, matanya langsung melebar.

"Tidak..."

Sialnya tidak ada waktu untuk berhenti.

Tanpa bisa dihindari, keduanya jatuh ke dalam kolam tersebut dengan kasar.

BYUR!

Air jernih itu langsung menelan tubuh Su Yu dan Peri Cangle.

Dengan tergesa, Su Yu berusaha mengangkat kepalanya, sementara tangannya masih berusaha menjaga tubuh wanita itu agar tidak terpisah darinya. Setelah berdiri tegak ia melihat air itu hanya sepinggangnya, dan tubuh mereka berdua kini basah oleh air. Namun belum sempat bereaksi lebih lanjut, sesuatu yang aneh terjadi.

Dari permukaan air, aura yang sebelumnya tersembunyi mulai bergerak. Air kolam itu yang awalnya jernih dan murni, terkontaminasi oleh Aura Yin dan Yang dari pria dan wanita tersebut, membuat aura merah muda menyeruak secara tidak terkendali dari permukaan air.

Dalam sekejap, aura merah muda itu membumbung tinggi dan menutupi seluruh pemandangan di sekitar kolam tersebut, membuat Su Yu dan Peri Cangle tidak terlihat lagi.

Hening.

Beberapa saat kemudian terdengar lirih suara mereka yang panik dari balik kabut merah muda yang semakin tebal.

"Lepaskan tanganmu dari tubuhku, bocah mesum!"

"Saya tidak menyentuh nona! Tapi... Nona terlalu kasar menyentuh saya!"

"Jangan berteriak seperti anak kecil! Ini hanya... aura... apa ini?!"

Suara-suara itu kemudian memudar, ditelan oleh aura merah muda yang semakin pekat. Goa itu kembali sunyi, hanya menyisakan gemerlap kristal di dinding yang terus memancarkan cahaya keperakannya tanpa peduli pada apa yang baru saja terjadi.

1
iwakali
berenang dalam tanah
septian arista
👍👍👍👍👍
septian arista
malu nggak tuh😀😀😀
septian arista
👍👍👍
septian arista
untuk mengelabuhi musuhnya Kenapa nggak lompat ke sungai terlebih dahulu baru masuk ke dalam tanah
septian arista
semoga novel ini benar-benar tamat sampai episode terakhir enggak kaya novel-novel yang sebelumnya
AAAAAA: Ya semoga aja/Grievance/
total 1 replies
septian arista
semakin bagus ceritanya
AAAAAA: Terimakasih/Determined/
total 1 replies
Aisyah Suyuti
good
septian arista
benar-benar menarik
Fajar Fathur rizky
bikin jika su yu sudah kuat bantai klan su sampai ke akar akarnya thor bantai tetua keempat yang menendang suyu itu dengan cara paling kejam pajang tubuhnya yang tidak bernyawa itu
Fajar Fathur rizky: thor bikin su yu tubuhnya yang baru tubuh lamanya hancur jiwanya masuk ke dalam tubuh baru yang menyimpan rahasia seperti novel sebelumnya thor tolong di jawab
total 2 replies
septian arista
apa novel yang satunya lagi nggak dilanjutin
AAAAAA: Enggak. Nanti mau di pindahkan ke tempat lain.
total 1 replies
septian arista
mau seperti apapun dia harus ingat istrinya yang sudah berjanji menunggu dia di benua Tengah
AAAAAA: Santay aja, aman/Smile/
total 1 replies
Agus Rose
Hmmm selalu ada aj perempuan muda yang belom apa2 sudah mengarah ke su yu ,semoga tidak ada kata "merah merona,menggigit bibir" karena kalo ada itu tanda2 😍❤️
AAAAAA: Enggak lah/Facepalm/
total 1 replies
septian arista
ini para pembaca yang lain ke mana ya
biasanya novel karyamu selalu mendapatkan atensi yang banyak🤔🤔🤔
septian arista
Ayo Terus lanjut👍👍👍
Fajar Fathur rizky
thor bikin su yu mendapatkan teknik untuk membuat klon thor bikin nanti yang ketemu istri peri cangle ketemu tubuh klone su yu
septian arista
semakin seru dan menarik Sayang kalau novel ini nggak sampai tamat
AAAAAA: Kita lihat nanti/Sweat//Cry/
total 1 replies
septian arista
ini berarti burung biru itu akan menjadi mentor bagi dia
AAAAAA: Aman itu. Nanti dapat teknik dia/Determined/
total 3 replies
septian arista
Kenapa istrinya tidak memberikan teknik beladiri kepada suaminya walaupun sedikit saja sebagai bekal
AAAAAA: Si Peri Cangle dari keluarga kelas SSS. Jadi dia gak punya teknik dasar yang normalnya manusia dana di benua Ming. Kalau author buat Cangle kasih teknik, cerita jadi gak menarik akibat Su Yu terlalu mudah nantinya. Jadi ini keputusan author aja sih. Nanti juga si Xiaotian sedikit banyaknya yang bimbing. Jadi santuy/Determined//Determined/
total 1 replies
septian arista
semoga dua novel yang baru ini nggak berhenti di tengah jalan atau dihapus lagi🥺🥺🥺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!