Saat Dewa Turun ke Dunia
"Satu jari... cukup untuk memusnahkan satu kota."
Dalam sekejap, Kota Tai berubah menjadi lautan abu. Jutaan nyawa lenyap tanpa perlawanan. Di antara seluruh penduduk, hanya seorang anak kecil berusia tujuh tahun yang selamat—Li Tianxuan.
Sebelum menghilang, sosok dewa memasuki tubuhnya.
Sepuluh tahun kemudian, Li Tianxuan melangkah keluar dari Kota Tai yang telah tersegel oleh Formasi Kuno. Namun dunia di luar seolah tak pernah mengetahui kehancuran kota itu. Demi mengungkap kebenaran, ia menempuh jalan kultivasi yang dipenuhi darah, pengkhianatan, reruntuhan kuno, dan peperangan melawan para jenius dari sekte-sekte terkuat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chen Xuan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5 — Menerobos
Begitu kata-kata Li Tianxuan terucap... Sudut bibir Long Aotian terangkat membentuk senyum yang dingin.
"Baik! Karena kau memilih mati... Jangan salahkan aku."
Boom!
Tanah di bawah kaki Long Aotian retak. Tubuhnya melesat seperti kilatan cahaya hijau, meninggalkan bayangan samar di tempat semula.
Begitu cepat!
Dalam sekejap, ia telah berada tepat di depan Li Tianxuan. Pedangnya menusuk lurus ke arah tenggorokan.
Swish!
Li Tianxuan memiringkan kepalanya. Ujung pedang hanya melewati beberapa helai rambutnya.
Namun sebelum sempat menarik napas, Long Aotian memutar pergelangan tangannya. Serangan lurus itu berubah menjadi tebasan menyamping.
Clanggg!
Li Tianxuan buru-buru mengangkat pedangnya. Percikan api beterbangan. Benturan keras membuat lengannya bergetar hebat. Tubuhnya terdorong mundur lebih dari sepuluh langkah. Setiap pijakan meninggalkan retakan pada batu jalan.
"Perbedaan kekuatan mereka terlalu besar..."
Seseorang bergumam lirih.
"Itulah Ranah Lautan Spiritual."
"Bocah itu tidak mungkin menang."
Long Aotian tidak memberi kesempatan. Tubuhnya kembali menghilang.
Bang! Bang! Bang!
Suara benturan logam terus menggema, dalam beberapa tarikan napas saja... Keduanya telah bertukar lebih dari tiga puluh jurus.
Namun yang terus mundur hanyalah Li Tianxuan. Lengan kanannya mulai mati rasa.
Napasnya semakin berat. Meski begitu... Tatapannya tetap setenang permukaan danau.
Hal itu membuat Long Aotian semakin kesal.
"Kau masih ingin berpura-pura tenang? Hari ini... Akan kuhancurkan harga dirimu sedikit demi sedikit!"
Boom!
Energi spiritual hijau menyelimuti pedangnya.
Tekanan yang dipancarkan meningkat berkali-kali lipat. Li Tianxuan merasakan dadanya sesak. Inilah pertama kalinya ia menghadapi kultivator Ranah Lautan Spiritual. Setiap serangan Long Aotian mengandung energi spiritual yang jauh melampaui kekuatan fisiknya.
Jika bukan karena tubuhnya telah ditempa selama sepuluh tahun di Kota Tai, ia mungkin sudah tumbang sejak benturan pertama.
Saat itulah...
Li Tianxuan merasakan sesuatu. Di dalam dantiannya... Energi spiritual yang selama ini diam mulai berputar. Semakin lama... Semakin cepat. Sebuah penghalang yang telah mengurung kultivasinya selama lebih dari dua tahun mulai memperlihatkan retakan halus.
Retak...
Li Tianxuan terkejut.
"Akhirnya... Tanda-tanda terobosan..."
Namun retakan itu masih terlalu kecil. Belum cukup. Ia membutuhkan tekanan yang lebih besar.
Di sisi lain, Long Aotian kembali mengangkat pedangnya. Aura di sekelilingnya melonjak drastis.
"Bocah! Aku akan mengakhirinya."
Ia mengayunkan pedangnya ke bawah. Energi spiritual hijau berkumpul membentuk sabit raksasa sepanjang beberapa meter. Udara bergetar hebat. Pepohonan di pinggir jalan bergoyang kencang.
"Wah..."
"Itu Teknik Bela Diri Tingkat Roh!"
"Dia benar-benar menggunakannya!"
Semua orang mundur ketakutan.
Sabit cahaya itu melesat membelah udara. Li Tianxuan tidak bergerak. Ia hanya menatap serangan itu. Dalam dantiannya... Retakan pada penghalang semakin membesar.
"Masih kurang..." Ia menarik napas panjang.
"Kalau begitu... Aku akan bertaruh."
Melihat Li Tianxuan tetap diam... Long Aotian tertawa mengejek. "Akhirnya kau menyerah."
"Matilah!"
Wussshhh!
Sabit cahaya tiba dalam sekejap. Namun...
Li Tianxuan tidak mengangkat pedangnya.
Tidak menghindar, bahkan... Ia membuka kedua lengannya.
Semua orang membelalakkan mata.
"Apa yang dia lakukan?!"
"Dia sudah gila!"
"Kalau terkena serangan itu, tubuhnya pasti terbelah dua!"
Long Aotian sendiri sempat terkejut. Namun ia segera mencibir. "Benar-benar bodoh."
Detik berikutnya...
BOOOOM!!
Sabit cahaya menghantam tubuh Li Tianxuan secara langsung. Ledakan dahsyat mengguncang jalan utama. Debu dan pecahan batu beterbangan ke segala arah.
Gelombang kejut memaksa semua orang mundur puluhan meter. Kabut tebal langsung menutupi lokasi pertarungan.
Long Aotian mengembuskan napas pelan.
"Sudah selesai! Tidak mungkin dia masih hidup."
Kedua bawahannya segera tertawa puas.
"Hahaha! Itulah akibatnya menantang Tuan Muda Long!"
"Benar-benar mencari mati!"
Namun... Di balik kabut yang pekat... Tak seorang pun mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
Di dalam tubuh Li Tianxuan... Energi spiritual berputar seperti badai. Penghalang yang selama ini mengurung kultivasinya dipenuhi retakan.
Retak...
Retak...
Retak...
Suara itu semakin jelas. Li Tianxuan perlahan membuka matanya. Senyuman tipis muncul di sudut bibirnya.
"Terima kasih... Tekanan ini sudah cukup."
KRAAAK!!
Penghalang itu akhirnya pecah.
BOOM!!
Aura yang jauh lebih kuat meledak dari tubuh Li Tianxuan, menghempaskan seluruh debu di sekelilingnya.