NovelToon NovelToon
Aku Pembawa Sial, Tapi Waktu Tunduk Padaku

Aku Pembawa Sial, Tapi Waktu Tunduk Padaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: lizzy Bae

Sepanjang hidupnya, Bayu Rahaja selalu dijuluki si pembawa sial hingga puncaknya kedua orang tuanya meninggal dunia dalam sebuah tragedi yang memaksanya pulang ke rumah tua keluarganya. Di tengah keputusasaan saat ditagih hutang dan membereskan barang-barang usang peninggalan kakeknya, darahnya tanpa sengaja menetes ke sebuah batu hitam kehijauan yang diam-diam mengaktifkan sebuah pusaka kuno. Waktu di sekitarnya mendadak berhenti, dan Bayu menyadari bahwa kesialannya selama ini adalah harga yang harus dibayar untuk membangkitkan Batu Waktu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lizzy Bae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Klik.

Clara mematikan sambungan penyadapan radio itu dan menatap Bayu serta Anya secara bergantian.

"Anjing Geladak, itu adalah julukan untuk pasukan pembunuh elit yang bekerja langsung di bawah perintah Dewa Danuartha," jelas Clara dengan nada suara yang bergetar.

"Mereka pasti menyadari bahwa Herman gagal menjalankan tugasnya dan Batu Waktu itu masih ada di kota ini."

Anya menelan ludah dengan susah payah merasakan ancaman kematian yang semakin mendekat ke arah mereka.

"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang? Kita tidak mungkin bisa melawan pasukan elit militer dari ibu kota," ucap Anya panik.

Bayu menyandarkan punggungnya ke sofa sambil memejamkan mata untuk berpikir jernih.

[Sistem Waktu merespons tekad pengguna.]

[Energi Waktu: 25/25.]

[Syarat untuk membuka skill Percepat Waktu: Pengguna harus menyerap sisa energi dimensi dari medan pertempuran ruang.]

Layar biru itu tiba tiba muncul di balik kelopak mata Bayu memberikan petunjuk yang sangat penting.

Bayu membuka matanya dan menatap lurus ke arah Anya serta Clara.

"Aku punya rencana, tapi ini akan terdengar sangat gila dan berbahaya," ucap Bayu memecah keheningan ruangan.

"Kapan rencana rencanamu tidak pernah gila dan berbahaya cowok udik?" balas Clara tersenyum sinis.

"Aku harus kembali ke reruntuhan helipad di bukit perbatasan itu malam ini juga," kata Bayu dengan nada yang sangat serius.

Anya langsung membelalakkan matanya dan berdiri dari tempat duduknya karena terkejut.

"Kamu sudah gila ya? Tempat itu sedang dijaga ketat oleh ratusan polisi dan sebentar lagi pasukan elit ibu kota akan datang!" omel Anya tidak habis pikir.

"Aku butuh sisa energi ruang dari tempat itu untuk meningkatkan kekuatan Batu Waktu," jelas Bayu mempertahankan argumennya.

"Sistem mengatakan bahwa aku bisa membuka skill Percepat Waktu jika berhasil menyerap sisa distorsi di sana."

Clara mengetuk ngetukkan jarinya ke atas meja merenungkan peluang keberhasilan dari rencana nekat tersebut.

"Jika kamu tidak meningkatkan kekuatanmu, kita semua memang hanya akan menjadi mayat saat pasukan Anjing Geladak itu menemukan kita," gumam Clara menganalisis situasi dengan rasional.

"Tapi menyusup masuk ke tempat yang sudah digaris polisi adalah tindakan bunuh diri tingkat tinggi."

Bayu mencondongkan tubuhnya ke depan dan menatap mata Clara dalam dalam.

"Aku bisa menggunakan skill Jeda Waktu untuk melewati penjagaan mereka tanpa terlihat," usul Bayu meyakinkan sang informan.

"Durasi jeda waktumu cuma beberapa detik, itu tidak akan cukup untuk berlari menembus ratusan polisi," bantah Anya dengan argumen logika fisikanya.

"Kecuali kita bisa menciptakan pengalihan yang cukup besar di sisi lain bukit untuk memecah konsentrasi penjagaan," tambah Clara menemukan celah dari rencana tersebut.

Anya memijat pelipisnya yang mulai terasa pusing memikirkan taktik perang dadakan ini.

"Bagaimana cara kita membuat pengalihan sebesar itu di tengah hutan bukit perbatasan?" keluh Anya menatap layar laptop Clara.

Clara menyeringai lebar menampilkan senyuman liciknya yang sangat khas.

"Herman meninggalkan beberapa mobil van operasional milik Kobra Mandiri di garasi bawah tanah Kobra Tower," ungkap Clara mulai mengetik cepat di laptopnya.

"Aku bisa meretas sistem kemudi otomatis mobil mobil itu dan mengirimkannya melaju kencang menabrak barikade polisi di sisi timur bukit."

Bayu tersenyum puas mendengar ide cemerlang dari partner kriminalnya tersebut.

"Itu rencana yang sangat sempurna Clara, kamu memang yang terbaik dalam urusan merusak fasilitas umum," puji Bayu mengacungkan jempolnya.

"Jangan puji aku dulu cowok udik, peretasan jarak jauh ini butuh waktu sekitar dua jam untuk persiapan sinkronisasi GPS," balas Clara tanpa mengalihkan pandangannya dari layar.

"Dua jam adalah waktu yang cukup bagiku untuk mengistirahatkan otot ototku yang kram ini," kata Bayu kembali menyandarkan tubuhnya.

Anya mengumpulkan kembali lembaran dokumen rahasia itu dan memasukkannya ke dalam amplop cokelat.

"Aku akan mencoba memecahkan algoritma kunci di halaman terakhir dokumen ini, siapa tahu ada kelemahan dari Relik Ruang yang dicatat oleh orang tuamu," ucap Anya menawarkan bantuan dari sisi akademis.

"Terima kasih Anya, tanpa otak pintarmu aku pasti cuma menganggap kertas ini sebagai bungkus gorengan," canda Bayu mencoba mencairkan suasana tegang.

"Diamlah dan tidur saja, aku tidak butuh rayuan murah dari pria yang suka mencari mati sepertimu," ketus Anya menyembunyikan senyum tipis di bibirnya.

Bayu menutup matanya dan membiarkan suara ketikan keyboard Clara serta suara gemerisik kertas dari tangan Anya menjadi melodi pengantar tidurnya.

Di dalam benaknya, Bayu membayangkan wajah Dewa Danuartha yang harus segera ia hadapi.

"Tunggu aku di ibu kota bajingan tua, aku akan datang menagih hutang darah keluargaku," batin Bayu dengan tekad yang membaja.

Waktu dua jam berlalu dengan sangat cepat di dalam apartemen persembunyian yang hening tersebut.

Biiiip.

Suara alarm dari laptop Clara berbunyi nyaring membangunkan Bayu dari tidur singkatnya.

"Persiapan mobil hantu sudah selesai, mereka sudah bergerak menuju sisi timur bukit sekarang," lapor Clara meregangkan otot tangannya yang kaku.

Bayu langsung melompat bangun dari sofa dan melakukan peregangan ringan pada kaki dan tangannya.

"Bagaimana dengan hasil analisismu Nona Kacamata?" tanya Bayu menoleh ke arah Anya yang sedang menggosok matanya.

"Ada kabar baik dan kabar buruk," jawab Anya sambil merapikan tumpukan catatannya.

"Kabar baiknya, Relik Ruang memiliki kelemahan fatal saat berbenturan dengan energi waktu yang dipercepat."

"Lalu apa kabar buruknya?" tanya Bayu mengerutkan keningnya.

"Kabar buruknya, untuk memicu ledakan benturan itu kamu harus berada dalam jarak kurang dari satu meter dari penggunanya," jelas Anya dengan nada khawatir.

"Itu artinya kamu harus bertarung dalam jarak sangat dekat dengan Dewa Danuartha nantinya."

Bayu menyeringai lebar menunjukkan rasa percaya dirinya yang tidak pernah luntur.

"Pertarungan jarak dekat adalah keahlian utamaku sejak melawan preman pasar malam," balas Bayu dengan santai.

"Baiklah jagoan, simpan kesombonganmu itu untuk nanti, sekarang kita harus segera berangkat sebelum polisi menambah pasukan jaga," sela Clara menutup laptopnya.

Mereka bertiga kembali memakai jaket mereka dan bersiap untuk melakukan penyusupan paling nekat malam ini.

Ceklek.

Bayu membuka pintu apartemen dan menatap lorong gelap di depannya dengan pandangan tajam.

"Ayo kita jemput kekuatan baruku di bukit perbatasan," ucap Bayu melangkah maju memimpin jalan.

1
lizzy Bae
Bagus banget ceritanya lanjutkan!!!!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!