Diceraikan saat hamil dan dibiarkan mati, Clarissa bangkit dalam tubuh Elena—gadis bangsawan super kaya.
Kini Clarissa menguasai dunia, membuang status wanita tertindas, dan naik ke puncak tertinggi. Saat sang mantan suami datang merangkak memohon ampun di kakinya, Elena tersenyum sinis:
"Mantan suami, lihatlah aku sekarang! Kamu bahkan tidak pantas menyentuh ujung gaunku!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vyyy ink, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aturan Posesif di Atas Menara Utama
Kabar mengenai kehamilan Elena von Obsidian menyebar bagaikan gelombang kejut yang mengunci seluruh aktivitas di kediaman besar maupun kantor pusat Obsidian Group. Jika sebelumnya Duke Xavier sudah dikenal sebagai pria yang sangat protektif terhadap pasangannya, maka pengumuman medis tentang adanya calon pewaris baru di dalam rahim Elena mengubah sifat protektif itu menjadi sebuah aturan posesif yang sangat ekstrem di seluruh penjuru Secilia City. Pria penguasa bayangan itu tidak lagi memedulikan berapa triliun aset yang berputar di bursa efek; baginya, setiap helai rambut Elena yang bergerak adalah prioritas tertinggi yang mengalahkan hukum dunia bisnis.
Seasik subuh hari, seluruh area lantai teratas gedung pencakar langit Obsidian Tower cabang Ibu Kota telah mengalami perombakan total secara mendadak. Karpet-karpet wol biasa dicabut paksa, diganti dengan lapisan beludru sutra tebal yang paling lembut, demi memastikan Elena tidak akan merasa lelah atau terpeleset seujung kuku pun saat melangkah. Sistem penyaring udara di dalam ruang kerja utama diganti dengan teknologi medis tercanggih yang diimpor langsung dari Eropa, memastikan tidak ada sebutir debu atau partikel kotor pun yang bisa mengganggu pernapasan sang permaisuri perak yang kini sedang mengandung darah dagingnya.
Elena duduk menyilangkan kaki dengan anggun di atas sofa kulit putih gadingnya. Dia mengenakan gaun hamil rajut longgar berwarna lavender muda yang sangat lembut, dipadukan dengan mantel kasmir putih yang menyelimuti pundak indahnya. Jari-jemarinya yang lentik bergerak lincah di atas layar tablet kerja secara perlahan, memeriksa pergerakan indeks saham gabungan di bursa efek global. Meskipun tubuhnya sedang mengalami gejolak fisik awal trimester pertama, kecerdasan finansial jiwa Clarissa di dalam dirinya sama sekali tidak menunjukkan penurunan; dia justru semakin tajam dalam memetakan arah perputaran uang internasional untuk mengunci takhta dinastinya.
"Xavier, aku rasa kamu terlalu berlebihan," ucap Elena, suaranya terdengar merdu namun dihiasi oleh nada desahan napas yang geli. Dia mendongak, menatap suaminya yang sejak satu jam lalu tidak berhenti mondar-mandir di depan meja kerja sembari memeriksa daftar menu makanan organik harian yang diajukan oleh koki bintang lima istana.
Xavier menghentikan langkah kakinya seketika. Pria jangkung itu membalikkan tubuh tegapnya yang malam ini hanya mengenakan kemeja sutra hitam kasual tanpa dasi, memperlihatkan bentuk dada bidang dan bahunya yang kokoh. Sepasang mata abu-abu gelapnya yang biasa memancarkan aura membunuh sedingin es kutub di hadapan para spekulan bursa efek, seketika melembut penuh dengan rasa cinta dan kepemilikan yang sangat mendalam saat menatap wajah cantik Elena.
Xavier melangkah tegak dengan wibawa penguasa yang mutlak, lalu mengambil posisi duduk di samping Elena. Tanpa ragu, lengan kokohnya langsung melingkar di pinggang ramping Elena secara sangat posesif, menarik lembut tubuh istrinya agar bersandar penuh pada dada bidangnya yang hangat. Tangan kanannya yang besar perlahan turun, menangkup dengan sangat hati-hati bagian perut bawah Elena yang masih tampak rata, seolah-olah dia sedang memegang permata paling berharga di seluruh alam semesta yang tidak boleh retak oleh sebutir debu pun.
"Tidak ada kata berlebihan jika itu menyangkut keselamatanmu dan anak kita, Elena," bisik Xavier dengan suara baritonnya yang berat, dalam, dan bergetar rendah tepat di dekat telinga Elena. Dia menundukkan kepalanya sejenak untuk mengecup lembut pelipis Elena, menghirup aroma harum kamomil yang menenangkan dari rambut peraknya. "Aku sudah memerintahkan Kementerian Keamanan untuk menempatkan dua peleton pasukan elite berjas hitam di sepanjang jalur perimeter luar Obsidian Tower. Mulai hari ini, tidak ada satu pun orang luar, pengusaha asing, atau bahkan anggota Dewan Tetua dari Ibu Kota yang diizinkan melangkah masuk ke lantai ini tanpa izin tertulis yang kutandatangani sendiri."
Elena terkekeh hambar, sebuah suara tawa yang begitu indah namun sarat akan kehangatan yang tulus dari lubuk hatinya. Dia membiarkan tangan Xavier menghangatkan jemarinya, memainkan cincin pernikahan berlian hitam berbentuk mahkota kecil yang melingkar indah di jari manis wanita itu. "Xavier, aku ini sedang mengandung seorang bayi yang sehat, bukan sedang menyembunyikan dokumen rahasia negara di dalam tubuhku. Jika kamu mengunci seluruh akses kantorku seperti ini, bagaimana aku bisa memantau ekspansi bursa saham di benua seberang?"
"Semua grafik pasar saham global itu sudah dialihkan ke layar monitor pribadiku, Permaisuriku," jawab Xavier dengan binar mata yang penuh dengan komitmen mutlak yang tak akan pernah bisa digoyahkan oleh apa pun seumur hidupnya. "Kamu hanya perlu duduk manis di atas sofa ini, menikmati teh herbalmu, dan mendiktekan perintahmu kepadaku. Biarkan aku yang menjadi tangan dan kakimu untuk menghancurkan para spekulan asing di luar sana. Aku tidak akan membiarkan sepeser pun energi fisikmu terkuras hanya untuk urusan angka-angka bodoh itu."
Mendengar janji protektif yang begitu luar biasa dari mulut sang Duke, air mata kebahagiaan yang sangat tipis hampir saja menetes di pelupis mata Elena. Di kehidupan masa lalunya sebagai Clarissa, kehamilannya dianggap sebagai sebuah bualan menjijikkan oleh Arsenio demi mengemis harta warisan Kakek. Dia dibiarkan menangis sendirian di atas ranjang rumah sakit yang dingin tanpa ada satu pun orang yang peduli apakah janin di dalam perutnya selamat atau tidak.
Namun di dunia baru ini, di dalam pelukan Xavier, kehamilannya adalah sebuah berkah sakral yang dijaga oleh seluruh kekuatan militer dan finansial tertinggi negara. Jiwa Clarissa kini akhirnya telah sembuh seutuhnya dari trauma masa lalu, digantikan oleh rasa aman yang mutlak di bawah sayap sang penguasa Obsidian.
"Baiklah, aku akan menuruti aturan posesifmu untuk kali ini, Duke Xavier," bisik Elena dengan senyuman paling menawan yang pernah terukir di wajah cantiknya. Dia memutar tubuhnya sedikit, menyandarkan kepala indahnya dengan nyaman di ceruk leher Xavier yang maskulin. "Sore ini, konsorsium perdagangan maritim internasional dari distrik barat akan membuka penawaran tender untuk jalur pelabuhan baru. Aku ingin kamu membeli seluruh hak veto operasional mereka atas nama Aethelgard Holdings."
"Keinginanmu adalah perintah mutlak bagiku, Elena," jawab Xavier sembari mempererat pelukan posesifnya, mengunci bibir merah Elena dengan sebuah kecupan yang sangat dalam, hangat, dan penuh kasih sayang.
Di balik dinding kaca menara Obsidian Tower, angin musim gugur bertiup kencang menyapu kota, membawa awan ekspansi global yang baru di bawah kendali sepasang penguasa sejati tersebut. Jerat kekuasaan mereka kini tidak lagi hanya menggenggam Secilia City atau Ibu Kota, melainkan telah mulai merambah menuju puncak tertinggi takhta finansial internasional, tanpa ada satu pun celah yang bisa menggoyahkan kekuatan dinasti baru mereka seumur hidup.
Kira-kira enakan up brpa per hari? Guys
Slmt buat klian brdua....ga mst nunggu lma,clon pewaris udh hdir....
xavier pst mkin posesif.....
Elena slalu luarrrrr biasa....mreka pnts jd raja dn ratu brkuasa,scra spa pun yg mau mnjtuhkn mreka pst akan kalh...
yg 1 pnya kuasa,yg 1 otaknya emng jenius....
btw...slmt jd gembel buat mreka yg awlnya songong.....😛😛😛
aku udh mmpir...slm knal....
btw,aku ngebut bcanya krna pgn cpt komen.....😁😁😁....
brskap songonglh slagi klian bsa,abs tu siap2 mmhon sm orng yg klian hina....🙄🙄🙄