NovelToon NovelToon
The Hidden Truth

The Hidden Truth

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam
Popularitas:872
Nilai: 5
Nama Author: Nona Jmn

Di balik hilangnya seorang gadis, tersimpan rahasia yang selama ini disembunyikan. Seorang ibu bertekad mengungkapnya, meski harus melawan kekuasaan yang selama ini tak tersentuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Jmn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kalian siapa sebenarnya?

"Cucuku...."

Lucas menghampiri cucunya, lalu memeluknya erat, tak peduli dengan tongkat yang sempat ia sandarkan sembarangan demi merengkuh gadis itu.

"Opa..." bisik Lyn pelan, memeluk sang kakek balik, air matanya kembali menetes, tetapi kali ini karena kelegaan yang begitu besar.

Lucas melepaskan pelukannya sedikit, menatap wajah cucunya dengan seksama, memeriksa setiap luka dan memar yang terlihat jelas di kulitnya yang pucat.

"Ada yang sakit, Nak? Katakan pada Opa," ucapnya khawatir, tangannya perlahan menyentuh pipi Lyn yang lebam. "Mana yang mereka sakiti?"

"Aku udah agak mendingan, Opa," jawab Lyn lemah, meski tubuhnya masih gemetar menahan lelah. "Cuma kepalaku masih sering sakit."

Lucas mengernyit khawatir, mengusap rambut cucunya perlahan. "Sekarang kita harus periksa ke dokter. Opa nggak mau ambil resiko."

Lyn hanya membalas dengan anggukan pelan.

Lucas menopang tubuhnya perlahan membimbingnya menuju mobil. Namun baru beberapa langkah, kaki Lyn tiba-tiba terhenti, membuat Lucas ikut berhenti.

Mata Lyn menyapu sekeliling, mayat-mayat bergelimpangan di berbagai sudut vila, dan puluhan pria berpakaian serba hitam berdiri rapi mengelilingi kakeknya, siaga.

Lyn mengernyit bingung. Ia menoleh perlahan ke arah ibunya, lalu Vanesa—teringat kembali bagaimana ia bertarung begitu brutal dan terlatih di depan matanya sendiri, dan bagaimana mereka bisa begitu cepat menemukan keberadaannya di tempat seterpencil ini.

"Lyn, ada apa?" tanya Lucas, memperhatikan keraguan yang tiba-tiba muncul di wajah cucunya.

Lyn tak langsung menjawab. Ia menatap mereka bergantian, Lucas yang sedari tadi terlihat begitu berbeda dari sosok kakek yang biasa ia kenal, Elea yang tangannya masih berlumuran darah, dan Vanesa yang tangannya juga tak luput dari noda darah.

"Kalian... sebenarnya siapa?" tanyanya akhirnya.

Elea dan Vanesa saling melirik, seolah tengah menimbang bagaimana harus menjelaskan semuanya.

Hingga, Elea segera mendekati putrinya, meraih tangan Lyn dengan lembut. "Nanti Ibu jelasin semuanya, oke? Sekarang, kita ke rumah sakit dulu. Kamu harus periksa."

Lyn menatap ibunya sejenak, ingin bertanya lebih jauh, tapi melihat wajah Elea yang masih menyimpan kelelahan luar biasa, ia memutuskan untuk menahan rasa penasarannya.

"Baiklah," gumamnya pelan, mengangguk pasrah.

Di dalam mobil, Elea terus memeluk putrinya erat, seolah tak rela melepaskan barang sedikit pun, takut kalau ini semua hanya mimpi yang akan menghilang begitu ia membuka mata.

Lyn menyandarkan kepalanya di bahu ibunya, kelelahan akhirnya mengambil alih, matanya mulai terpejam meski sesekali masih terbuka, memastikan semua ini nyata.

Di kursi depan, Lucas menghela napas panjang, kelegaan yang begitu besar akhirnya bisa ia rasakan sepenuhnya.

Matanya menerawang keluar jendela, menatap langit malam yang mulai dihiasi bintang-bintang.

Vano, batinnya pelan, seolah berbicara pada seseorang yang telah lama tiada, Selama papa masih hidup, anak dan istrimu akan selalu ada di bawah perlindungan Papa, apa pun yang terjadi.

Cup!

Elea mengecup kening putrinya lama, seolah ingin memastikan sekali lagi bahwa Lyn benar-benar ada di sini, hidup dan bernapas dalam pelukannya.

Ia menatap langit dari jendela mobil, matanya berkaca-kaca menembus kegelapan malam.

Mas, anak kita akhirnya kembali, batinnya lirih. Aku tahu aku terlambat menyadari bahayanya. Maafin aku. Tapi, aku janji... tidak akan pernah lagi lengah menjaganya.

••••

Di kediaman Narendra, suasana mencengkam menyelimuti ruang keluarga yang biasanya tenang. Raut wajah Clarisa dan Citra sama-sama tak tenang, saling bertukar pandang penuh kekhawatiran.

"Mommy... gimana? Udah ada kabar dari Daddy?" tanya Clarisa cemas, tangannya saling menggenggam erat, menahan gelisah yang terus menjalar.

Citra menggeleng pelan, wajahnya semakin pucat. "Belum, Cla. Om Bimo juga susah dihubungi dari tadi," jawabnya, suaranya bergetar menahan kepanikan yang mulai menguasai.

Sejak kemarin malam tak ada kabar sama sekali dari Cakra. Biasanya, sesibuk apa pun, ia selalu memberi kabar sekadar mengirim pesan singkat. Tapi kali ini, keheningan itu terasa berbeda—lebih mengkhawatirkan.

Clarisa duduk gelisah di sofa, jarinya terus mengetuk-ngetuk lutut. Pikirannya melayang pada satu kemungkinan yang tak berani ia ucapkan keras-keras.

Apa Daddy lagi ngurusin soal Lyn?

Ia menggigit bibirnya, memilih diam, tak ingin membagikan kecurigaannya pada sang Mommy yang sudah cukup panik.

Tiba-tiba, ponsel Citra bergetar di atas meja. Ia langsung menyambarnya, jantungnya berdegup kencang melihat nama penelepon di layar.

"Halo, bagaimana, apa sudah ada kabar dari suami saya?" ucapnya cepat.

"..."

"APA!"

1
Anne Rukpaida
smngat lyn 💪
Nona Jmn: Terima kasih
total 1 replies
Anne Rukpaida
akhirnya lyn ketemu juga 😇
Nona Jmn: Akhirnya🫰😁...
Ikutin terus yah... masih ada plot twist kebelakangnya🤭
total 1 replies
Anne Rukpaida
critanya luar biasa keren 😎
Nona Jmn: Terima kasih🫰🫰
total 1 replies
Anne Rukpaida
smangat ka, jadi smkin penasaran ma jln ceritanya asal muasal ortunya Lyn bisa punya keahlian bela diri gitu🔥
Nona Jmn: Sabar yah🤭🤭😁😁
total 1 replies
Anne Rukpaida
ceritanya bkin deg²n 🔥 smangat ka
Nona Jmn: Terima kasih kak😊😊🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!