NovelToon NovelToon
Lamaran Yang Bukan Untukku

Lamaran Yang Bukan Untukku

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Penyesalan Suami / Konglomerat berpura-pura miskin / Balas Dendam
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Sefin Eka Ramana Putri

Tujuh tahun Cynthia Dewi mencintai YB dengan seluruh hatinya. Namun di hari yang seharusnya menjadi bahagia bagi mereka berdua, YB justru melamar Karen — wanita yang selama ini selalu ia anggap adik. Cynthia melihat semuanya dengan mata kepalanya sendiri, dan hatinya hancur seketika. Di saat ia merasa sudah tak memiliki siapa pun, Aloy datang menolongnya. Ia bukan hanya teman lama, tetapi juga sosok yang menyimpan rahasia besar dari masa lalu Cynthia. Mampukah Cynthia membuktikan jati dirinya, membalaskan dendam, dan menemukan cinta sejatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sefin Eka Ramana Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15: Air Mata di Ujung Jalan Pulang

Cynthia melangkah gontai meninggalkan gerbang megah Keluarga Hutapea. Setiap langkahnya terasa berat seakan kakinya terikat rantai yang tak kasat mata. Punggungnya membungkuk perlahan, seakan tak sanggup lagi memikul beban rasa sakit yang bertumpuk menindih dadanya. Air matanya mengalir deras tanpa henti, membasahi pipi yang kini terasa dingin dan basah kuyup. Di tangannya, foto bayi dan buku harian yang tadi ia genggam erat seakan menjadi bukti kesia-siaan, kini terasa begitu ringkih dan tak berharga di hadapan kilauan berlian yang melingkar indah di leher Karen. Semua yang ia bawa seakan tak berarti apa-apa di mata orang-orang yang seharusnya melindunginya sejak lahir.

Langit yang tadi masih memerah senja, kini mulai berubah kelabu mendung. Angin berhembus lebih kencang, menyapu rambut dan pakaian sederhana yang dikenakan Cynthia, seakan alam pun ikut bersimpati pada nasibnya yang begitu menyedihkan. Ia melangkah tanpa arah, tak tahu harus pergi ke mana. Kembali ke rumah tempat ia dibesarkan? Di sana pula dua orang yang selama ini ia sebut Ibu dan Ayah sedang bersiap merayakan keberhasilan kebohongan besar mereka. Menerima Karen pulang dengan segala kemewahan dan kehormatan, sementara dirinya diusir tanpa belas kasihan sebagai wanita pengganggu yang iri hati.

Cynthia berhenti sejenak di pinggir jalan sepi yang berkelok menuruni bukit. Ia menatap ke belakang, ke arah rumah megah yang kini tampak semakin jauh dan samar tertutup kabut senja. Di dalam sana, orang tua kandungnya sedang memeluk Karen erat, tersenyum bahagia, menangis haru, saling menumpahkan rindu yang seharusnya ditujukan kepadanya. Pelukan itu, senyum itu, air mata rindu itu... semuanya dirampas secara licik oleh kebohongan yang disusun rapi oleh orang yang selama ini ia anggap keluarga sendiri.

"Kenapa..." isaknya lirih, suaranya pecah di tengah desir angin. "Kenapa harus aku yang menderita seperti ini? Apa salahku selama hidup... aku tak pernah meminta kemewahan, tak pernah meminta kedudukan. Aku hanya ingin tahu siapa diriku sebenarnya. Mengapa kebenaran saja begitu sulit untuk kumiliki?"

Cynthia menyandarkan tubuhnya yang lemas tak bertenaga pada sebatang pohon besar di pinggir jalan. Lututnya terasa lemas seketika hingga akhirnya ia terjatuh duduk di atas rumput yang mulai basah oleh embun sore. Tangannya gemetar menutupi wajah, menahan tangis yang tak lagi mampu dibendung. Rasanya seluruh dunia telah berpaling darinya. Di saat yang paling berat ini, tak ada satu pun yang membelanya. Tak ada yang percaya pada ucapannya. Semua seakan bersekongkol menjatuhkannya ke dasar penderitaan yang paling dalam dan gelap.

Namun di tengah keputusasaan yang menyelimuti hatinya sepenuhnya, sepasang sepatu bersolek tua berhenti tepat di hadapannya. Cynthia perlahan mengangkat wajah yang basah berair mata, pandangannya kabur namun perlahan mulai terlihat jelas. Di hadapannya berdiri seorang wanita tua yang tampak sederhana namun bersih pakaiannya, dengan wajah yang teduh dan mata yang seakan menyimpan ribuan kisah masa lalu. Wanita itu menatap Cynthia lekat-lekat, seakan sedang menelusuri jejak wajah yang telah lama hilang dari pandangannya.

"Nak..." suara wanita itu lembut namun tegas, menembus kesedihan yang menyelimuti hati Cynthia. "Mengapa kau menangis tersedu-sedu sendirian di sini? Bukankah kau seharusnya sedang bersukacita di dalam rumah besar yang berdiri di atas bukit itu?"

Cynthia mengusap air matanya dengan punggung tangan yang gemetar hebat, mencoba tersenyum walau terasa begitu perih dan berat. "Saya... saya tidak diterima. Mereka menganggap saya pembohong yang ingin merebut tempat orang lain. Kalung penanda itu... sudah dipakai oleh wanita lain. Ibu yang membesarkan saya diam-diam menyerahkannya kepadanya agar saya tidak dipercaya oleh siapa pun. Saya tak memiliki bukti yang cukup untuk membuktikan kebenaran..."

Wanita tua itu menghela napas panjang yang penuh makna, lalu perlahan berjongkok menyamakan tingginya dengan Cynthia. Matanya menatap lekat tepat ke dalam manik mata Cynthia, seakan menelusuri sesuatu yang sangat berharga di balik wajah yang penuh air mata itu.

"Kalung penanda memang dianggap bukti oleh banyak orang," ucap wanita itu perlahan dan tenang. "Tapi hati seorang ibu... tidak bisa dibohongi oleh batu berlian sekalipun. Kalung bisa dipindahkan dari leher siapa ke leher siapa, bisa dipakai oleh siapa saja. Namun darah yang mengalir di tubuhmu... tak akan pernah bisa digantikan atau dipalsukan oleh siapa pun. Dan matamu... sorot matamu itu persis seperti mata ibumu kandung saat ia masih muda. Kalung bisa diambil alih, tapi ketulusan hatimu dan tatapan matamu... tidak bisa dibuat-buat."

Kata-kata itu seakan menyentuh hati Cynthia yang paling dalam dan terluka. Ia menatap wanita tua itu lekat-lekat, seakan ada secercah harapan yang mulai tumbuh kembali. "Ibu... Ibu mengenal saya sejak kecil?"

Wanita tua itu tersenyum tipis sambil mengangguk pelan. "Saya dulu bekerja di rumah itu. Saya yang membungkusmu dengan kain lembut saat kau baru saja lahir ke dunia. Saya yang melihat wajah mungilmu pertama kali. Dan saya juga yang melihat... bagaimana kau dibawa pergi secara diam-diam dari ruang inkubator oleh seorang wanita yang bekerja di rumah sakit itu. Saya tak bisa berbuat banyak saat itu, karena ancaman membuat saya tak berdaya."

Jantung Cynthia berpacu kencang mendengar pengakuan itu. Selama ini tak ada satu pun yang percaya padanya. Namun di saat ia merasa paling hancur dan tak berharga, datanglah seseorang yang mengetahui kebenaran sesungguhnya sejak awal.

"Kau..." wanita tua itu menyentuh pelan bahu Cynthia dengan tangan keriput namun hangat. "Kau tidak perlu membuktikan apa pun hanya dengan sepotong kalung. Bukti terbesarmu adalah dirimu sendiri. Tunggu waktu yang tepat. Saat hati mereka tenang dan pandangan mereka jernih... kebenaran pasti akan bersinar terang, tak bisa ditutupi oleh kebohongan setebal apa pun."

Cynthia menahan napas, menatap wanita itu dengan harapan yang perlahan tumbuh kembali dari keputusasaan. "Lalu... apa yang harus saya lakukan sekarang?"

"Kembalilah dulu. Istirahatlah. Jangan menyerah pada keadaan. Ingatlah hal ini: kalung yang dipakai wanita itu hanyalah separuh bagian. Sedangkan separuh lainnya... masih tersimpan rapi di tempat yang seharusnya. Saat kedua bagian itu bersatu kembali... barulah semua orang akan tahu siapa pemilik aslinya yang sejati."

Wanita tua itu berdiri perlahan, lalu melangkah pergi meninggalkan Cynthia yang masih terpaku duduk di sana. Sebelum hilang di balik belokan jalan, wanita itu menoleh sekali lagi.

"Jangan pernah menyerah, Nak. Darahmu tidak akan pernah berdusta. Percayalah pada waktunya. Segala sesuatu ada pengaturannya."

Cynthia duduk termenung cukup lama di tempat itu. Air matanya telah berhenti mengalir. Di dadanya kini tumbuh kekuatan baru yang tak terduga. Kalung itu baru separuh? Lalu separuh lainnya tersimpan di mana? Dan kapan waktunya akan tiba untuk menyatukannya kembali?

Sementara itu, di balik pepohonan tak jauh dari sana, sepasang mata yang sedari tadi memantau akhirnya tampak tenang. Pria itu tersenyum tipis melihat Cynthia yang mulai menguat kembali, lalu melangkah mundur perlahan tanpa mengganggu. Ia belum pergi sepenuhnya. Ia hanya menunggu waktu yang tepat untuk kembali berdiri di samping wanita yang dicintainya.

Dan di rumah megah Keluarga Hutapea, Ibu kandung Karen tersenyum puas melihat Karen duduk di samping Tuan dan Nyonya Hutapea, menikmati kemewahan dan kasih sayang yang seharusnya menjadi milik Cynthia. Namun tak ada satu pun yang tahu... bahwa separuh kalung penanda yang sesungguhnya masih tersimpan rapi di tempat yang tak disangka-sangka, dan rahasia besar itu perlahan-lahan mulai membongkar dirinya sendiri.

1
Satria Aldizar Reyndra Anggaru
Wah bab 15 benar‑benar bikin hatiku teriris melihat Cynthia yang menangis begitu! Rasanya ada rahasia besar yang belum terungkap dari keluarga Hutapea. Aku sangat penasaran apa yang akan terjadi selanjutnya. Bagus sekali penulisanmu, Author! Semoga cerita ini terus berjalan dengan seru!
Rokhsi Yanto
bagus ceritanya author. q syukak. q mau ngikutin smpe slesai ya author. tapi request q 1 yaitu setelah cerita ini tamat tolong bikinkan cerita horor percintaan dong author ya..di tunggu gebrakan nya🥰🥰
Dokkan Battle
YB? REZA ARAP?
Sefin Eka Ramana Putri: yabss..betul kak.😊
total 1 replies
Kartini Pertiwi
Kak, Bab 14 bikin hatiku ikut berdebar! 🥺 Momen Cynthia berdiri di depan gerbang rumah Keluarga Hutapea terasa begitu tegang. Aku penasaran siapa pemilik kalung sebenarnya dan apa yang akan terjadi setelah ini! Semangat terus menulisnya, Kak!
Dewi Fortuna
Kak, Bab 13 benar‑benar membuat hatiku bergetar! 🥺 Betapa terkejutnya Cynthia mengetahui bahwa ia putri kandung Keluarga Hutapea. Namun rasa bahagianya bercampur ketakutan. Aku sangat penasaran bagaimana pertemuannya dengan orang tua kandungnya nanti! Semangat terus menulisnya, Kak!
Rio
Kak, Bab 12 bikin hatiku berdebar‑debar! 🥺 Momen Cynthia menyerahkan buku harian dan foto bayi ke Aloy terasa begitu menyentuh. Semoga mereka segera menemukan jawaban tentang asal‑usul Cynthia! Semangat terus menulisnya, Kak!
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak sudah membaca dan memberi komentar di Bab 12, Rio! 🥰 Sangat senang kamu merasakan ketegangan dan harapan di momen itu. Akan ada petunjuk‑petunjuk baru selanjutnya, jangan lupa ikuti terus ceritanya ya! 💛
total 1 replies
yanti
bagus, q syukak dengan cerita nya. terima kasih author udah bikin cerita nya hidup kayak seolah olah q masuk ke dunia mereka. keren👍🥰😍
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih sudah suka ceritanya, Yanti! 🥳 Bahagia sekali mendengar ceritaku terasa hidup bagimu. Aku akan terus semangat berkarya, tunggu petualangan tokoh‑tokoh kita selanjutnya! 👍
total 1 replies
Ruchika Putri Onsu
Luar biasa sekali Bab 11! 🥰 Momen ketika Cynthia menyerahkan buku harian dan foto bayi kepada Aloy adalah langkah besar. Sekarang Aloy sudah tahu rahasia bahwa Cynthia diambil dari Rumah Sakit Pertamina. Apa yang akan mereka lakukan selanjutnya? Jangan lewatkan kelanjutan ceritanya! Semangat terus author! 💖✨
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak atas komentar bagusnya, Ruchika! 🥰 Benar sekali, momen itu menjadi langkah penting bagi Aloy. Tunggu kelanjutan rahasia‑rahasia berikutnya ya! Jangan lupa terus ikuti ceritanya sampai selesai ya.
total 1 replies
Devi Permata Sari
Bacanya ikut terasa berat di hati 😢 Pertanyaan-pertanyaan Cynthia itu sungguh masuk akal — mengapa tidak ada satu pun jejak masa kecilnya? Mengapa dia diperlakukan begitu berbeda? Ada rahasia besar yang ditutupi rapat-rapat di rumah ini, dan Cynthia mulai mendekati kebenarannya! Kakak hebat sekali membangun suasananya, bikin kami ikut deg-degan menanti apa yang akan terungkap di gudang tua itu! Semangat Kak, teruslah menulis! 💖🙏
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak Kak Devi atas komentar yang sangat menyentuh hati! 🥰 Saya senang Kakak bisa ikut merasakan beban di hati Cynthia dan merasakan keraguan‑keraguannya. Benar sekali, ada rahasia besar yang tersembunyi, dan gudang tua itu menjadi awal langkah Cynthia mendekati kebenaran! Terima kasih sudah mendukung, jangan lewatkan kelanjutan kisahnya ya! 💖✨
total 1 replies
Devi Permata Sari
⭐⭐⭐⭐⭐ Sungguh karya yang luar biasa indah dan menyentuh hati! "Lamaran yang Bukan untukku" bukan sekadar cerita biasa, melainkan perjalanan perjuangan, kesetiaan, dan keadilan yang begitu nyata. Kakak menuliskan setiap perasaan tokohnya dengan begitu mendalam, seakan kami ikut merasakannya sendiri — dari luka masa kecil, pengkhianatan, hingga harapan untuk mendapatkan kebenaran. Alurnya rapi, penuh kejutan, dan tidak pernah membosankan! Kepada siapa pun yang mampir ke sini, jangan lewatkan! Bacalah dari bab pertama dan ikuti terus sampai tamat/endingnya, kalian pasti tidak akan menyesal! Terima kasih Kakak sudah menulis kisah seindah ini, semangat terus sampai bab terakhir! ❤️✨
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih sudah memberikan apresiasi yang begitu bagus, Devi! 💖 Betul, aku ingin menghadirkan perasaan‑perasaan nyata dari para tokoh. Masih banyak kejutan yang akan datang, semoga kamu tetap setia mengikuti ceritanya sampai tamat! 💪
total 1 replies
Ridho Yanuar
Luar biasa Kak! 💔 Bab 9 ini bikin benar-benar paham betapa beratnya masa kecil Cynthia. Perlakuan yang berbeda begitu tajam... tidak adil sekali! Tulisan Kakak begitu hidup, seakan aku ikut melihat semuanya. Semangat terus menulisnya Kak, aku tidak sabar menanti saat Cynthia akhirnya membuktikan siapa dirinya yang sebenarnya! 💖🙏
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak Kak Ridho atas komentar yang menyentuh hati! 🥰 Saya senang Kakak bisa merasakan betapa berat masa kecil Cynthia dan ketidakadilan yang ia alami. Benar, perjalanan Cynthia untuk membuktikan jati dirinya masih panjang dan penuh rintangan! Terima kasih sudah mendukung, terus ikuti kelanjutan ceritanya ya! 💖✨
total 1 replies
Mbak Suryati
aku suka sama cerita nya. begitu menyentuh hati. semangat buat Cynthia untuk membalikkan keadaan nya. dan untuk yb gemes aku dengan yb. ada laki laki di dunia nyata kayak begitu ingin rasanya kujambak. buat authornya keren.! 👍
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih dukungannya, Mbak Suryati! 😆 Betul, Reza sering banget bikin pembaca gemes. Aku akan terus semangat menulis perjuangan Cynthia. Jangan lewatkan bab‑bab selanjutnya ya! 👍
total 1 replies
Rio
Karya yang sungguh luar biasa! 💎 'Lamaran yang Bukan untukku' menyentuh hati dari baris pertama. Perjuangan, kesetiaan, cinta yang diabaikan — semua terasa begitu nyata. Setiap bab ditulis dengan sepenuh hati, alurnya mengalir indah, penuh ketegangan sekaligus kehangatan. Kepada siapa pun yang mampir ke sini, jangan lewatkan! Bacalah dari awal dan ikuti terus sampai tamat, ini kisah yang tak akan kalian lupakan! Semangat terus menulisnya Kak! Terima kasih! ❤️✨
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih apresiasinya, Rio! 💖 Senang sekali alur ceritaku bisa terasa mengalir dan penuh ketegangan bagimu. Masih banyak kejutan yang akan datang, semoga kamu tetap setia membaca sampai akhir! 💪
total 1 replies
Aldebaran Putra Alfahri
Sungguh tulisan yang menyentuh hati! ❤️ Bagian ini bikin aku ikut bertanya-tanya bersama Cynthia — mengapa Aloy terasa begitu berbeda saat serius? Ada kekuatan dan keagungan yang tersembunyi di dirinya... Kakak menuliskannya begitu indah, seakan aku ikut berada di sana! Ceritanya makin menarik dan penuh misteri! Semangat terus menulisnya Kak, aku tidak sabar menanti kelanjutannya! 🙏✨
Sefin Eka Ramana Putri: Wah terima kasih banyak Kak Aldebaran atas apresiasinya! 🥰 Saya sangat senang tulisan ini bisa membuat Kakak seolah‑olah ikut berada di dalam cerita. Aloy memang punya sisi tersembunyi yang akan muncul nanti. Jangan lupa ikuti bab‑bab selanjutnya ya! Semangat membaca! 💖✨
total 1 replies
Aldebaran Putra Alfahri
Cerita yang luar biasa! 🌟 Penuh makna, menyentuh hati, dan tidak pernah membosankan! Kisah Cynthia mengajarkan kita untuk tidak menyerah pada keadilan. Alurnya tersusun rapi, setiap bab bikin penasaran! Sangat direkomendasikan untuk semua! Bacalah dari awal dan ikuti terus sampai tamat/endingnya, kalian tidak akan menyesal! Penulisnya hebat sekali! Semangat terus Kak! Terima kasih atas karya yang berharga ini! 💖🙏
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak atas ulasan bintang lima yang sangat indah, Aldebaran! 🥰 Sangat senang kamu merasakan makna di balik kisah Cynthia. Aku akan terus berusaha menyusun alur dengan rapi, semoga bisa tetap membuat penasaran sampai bab akhir! Semangat juga untukmu! 💛🙏
total 1 replies
Renn Anti Hero
Wah, luar biasa Kak! 🥺 Bab 7 ini bikin makin penasaran sekali! Cara Kakak menggambarkan perasaan Cynthia yang mulai menyadari sesuatu tentang Aloy begitu indah dan terasa nyata... Setiap kalimatnya bikin ikut merasakan kebingungan dan rasa ingin tahu Cynthia. Aura yang berbeda itu... ada sesuatu yang tersembunyi ya! Semakin ingin tahu kebenarannya! Semangat terus Kak, ceritamu sungguh luar biasa! ❤️✨
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak atas komentar yang sangat menyentuh hati Kak Renn! 🥰 Saya sangat senang Kakak bisa merasakan kebingungan Cynthia dan merasakan aura rahasia di antara dia dan Aloy. Benar sekali, masih ada banyak hal tersembunyi yang akan terungkap perlahan! Terima kasih sudah mendukung cerita ini, semoga Kakak terus menikmati kelanjutan kisahnya ya! 💖✨
total 1 replies
Renn Anti Hero
Sungguh karya yang luar biasa indah! ⭐⭐⭐⭐⭐ 'Lamaran yang Bukan untukku' bukan sekadar cerita, tapi perjalanan hati yang begitu nyata — tujuh tahun kesetiaan, pengorbanan, dan perjuangan membuktikan kebenaran. Setiap kalimat ditulis dengan tulus, alurnya rapi, penuh kejutan dan emosi yang bikin tidak bisa berhenti membaca! Bagi kalian yang mampir ke sini, wajib baca dari awal sampai tamat, kalian pasti ikut merasakan setiap detik perasaan tokohnya! Terima kasih Kak sudah menulis kisah seindah ini, semangat terus sampai bab terakhir! ❤️✨
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih apresiasinya, Renn! 💖 Betul, aku ingin menyampaikan perasaan‑perasaan nyata dari para tokoh. Masih banyak kejutan dan emosi yang akan datang, semoga kamu tetap setia membaca sampai tamat! 💪
total 1 replies
Ruchika Putri Onsu
Cerita yang luar biasa! 🌟 Penuh makna, penuh emosi, dan tidak pernah membosankan! Kisah Cynthia mengajarkan kita bahwa keadilan akan datang pada waktunya, dan ketulusan tidak akan sia-sia selamanya. Alurnya mengalir indah, setiap bab bikin penasaran! Saya sangat menyarankan kalian semua untuk membaca dan mengikuti cerita ini sampai tamat, kalian tidak akan menyesal! Penulisnya luar biasa hebat! Semangat Kak! Teruslah berkarya! 💖🙏
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih sudah memberikan bintang 5 dan ulasan yang menyentuh hati, Ruchika! ✨ Betul, aku ingin menyampaikan pesan tentang keadilan dan ketulusan lewat kisah Cynthia. Masih banyak bab menarik yang akan datang, jangan lupa terus ikuti ceritanya ya! 💪
total 1 replies
Moreno Fathur rochman
Perih sekali membacanya... 💔 Tujuh tahun mencintai, memberikan segalanya, kesetiaan yang tak tergoyahkan — lalu dikatakan 'tidak pantas'? Dimana letak keadilannya? Cynthia tidak meminta banyak, hanya dihargai dan dilihat. Tapi justru dia yang dipinggirkan demi kebahagiaan orang lain. Tulisan Kakak begitu hidup, bikin ikut merasakan setiap luka di hatinya. Lanjutkan ya Kak, ceritanya luar biasa! 🙏
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak Kak atas perhatian dan perasaannya! 🥺❤️ Memang perih sekali melihat ketulusan bertahun-tahun diabaikan begitu saja... Semoga kisah Cynthia bisa menyentuh hati kalian semua. Tetap ikuti kelanjutannya ya, keadilan sedang menanti! 🙏✨
total 1 replies
Moreno Fathur rochman
"Lamaran yang Bukan untukku" — sungguh kisah yang menyayat hati! 💔
Tujuh tahun kesetiaan, tujuh tahun menunggu, namun pada akhirnya semua pengorbanan seakan tak pernah dilihat. Alurnya begitu menyentuh, setiap kalimat terasa hidup dan menusuk sampai ke hati. Cerita ini bukan sekadar kisah cinta, tapi tentang dihargai atau diabaikan, tentang berjuang lalu terluka. Kalau kalian mampir ke sini, jangan lewatkan untuk membacanya dari awal sampai akhir — kalian pasti akan ikut merasakan setiap perasaan tokohnya. Karya yang luar biasa indah dan berharga! Semangat terus menulisnya Kak! ❤️⭐⭐⭐⭐⭐
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak Kak Moreno! 🥺❤️ Pujian dari Kakak sungguh membuat mataku berkaca-kaca... Tujuh tahun memang bukan waktu yang singkat, dan aku ingin kisah Cynthia dirasakan sepenuh hati oleh kalian semua. Dukungan Kakak adalah semangat terbesarku untuk terus menulis sampai bab terakhir! Terima kasih sudah mampir dan merasakan kisahku! Tetap ikuti perjuangan Cynthia ya! 🙏✨❤️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!