NovelToon NovelToon
Dicintai Sang Berandal Tampan

Dicintai Sang Berandal Tampan

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Bad Boy / Tamat
Popularitas:51.8k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Rachel adalah definisi dari kesempurna, masa depannya begitu cerah, hidupnya sudah diatur sedemikian rupa oleh Ibunya, hingga banyak yang merasa iri pada Rachel. Namun, tanpa mereka tahu, Rachel merasa hidupnya seperti boneka, terutama setelah perceraian Ayah dan Ibunya.

Hingga akhirnya, Rachel sudah muak dengan hidupnya yang selalu diatur oleh Ibunya dan memutuskan untuk pergi menemui Ayahnya dan memilih tinggal bersamanya, Rachel yang terbiasa dengan kemewahan, begitu tersiksa ketika berada di tempat Ayahnya yang jauh berbeda dengan kehidupan mewahnya bersama Ibunya.

Tanpa Rachel sadari, kedatangannya untuk menemui Ayahnya membawa sebuah takdir yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya, di mana ia dipertemukan dengan seorang pria dengan seribu macam permasalahan dalam hidupnya.

Bagaimana kelanjutannya? Apakah Rachel mampu bertahan tanpa kemewahan dari Ibunya? Siapakah pria dengan seribu macam permasalahan tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Minggir!

​"Rachel! Rachel!" teriak Daddy Brian parau, suaranya tenggelam oleh bisingnya musik dari bar-bar di pinggiran dermaga.

​Tepat di persimpangan jalan menuju area pergudangan yang gelap, sebuah jeep tua berhenti mendadak di depan Daddy Brian. Debu jalanan beterbangan dan seorang pria keluar dari jeep tua itu, dia adalah Daniel.

​"Om Brian? Sedang apa lari-lari seperti dikejar setan?" tanya Daniel heran dan matanya menangkap raut wajah Daddy Brian yang hancur.

​"El... Rachel, El! Dia belum pulang sejak tadi siang dari kedai. Om takut dia kenapa-napa, dia tidak tahu jalan di sini, ponselnya juga mati," ucap Daddy Brian dengan suara tersengal, kedua tangannya memegang lutut untuk menopang tubuhnya yang lemas.

​Daniel terdiam sejenak, rahangnya mengeras dan teringat tatapan terluka Rachel di kedai tadi pagi. "Sudah Daniel bilang, tempat ini bukan untuknya. Dia itu masalah," gumam Daniel ketus.

"Gimana ini Daniel? Om takut Rachel kenapa-napa," gumam Daddy Brian.

"Naik, Om. Kita cari di sekitar pasar lama, kalau dia punya otak, dia pasti cari tempat penginapan," ucap Daniel.

Daddy Brian segera masuk kedalam mobil Daniel lalu mobil itu melesat membelah kegelapan distrik dan melewati barisan truk kontainer yang terparkir kaku seperti raksasa tidur. Daniel mengemudi dengan lincah, matanya yang tajam menyisir setiap sudut penginapan kelas teri dan kedai kopi yang masih buka.

​Sementara itu, di dalam kamar penginapan yang pengap, Rachel meringkuk di atas kasur apek. Suara deru mesin kapal di kejauhan dan teriakan orang mabuk dari lantai bawah membuatnya tidak bisa memejamkan mata, setiap kali ada langkah kaki melewati depan kamarnya, Rachel menahan napas dan tangannya mencengkeram erat lampu tidur kecil yang ia jadikan senjata darurat.

Ditengah, ketakutannya. Tiba-tiba, pintu kamarnya digedor dengan keras. ​"Buka! Razia!" teriak sebuah suara parau dalam bahasa lokal yang tidak Rachel mengerti, namun nada bicaranya penuh intimidasi.

​Rachel gemetar hebat, ia tidak tahu harus berbuat apa. Gedoran itu semakin menjadi, hingga engsel pintu kayu yang rapuh itu mulai berderit. Tepat saat pintu itu hampir terbuka, terdengar suara keributan dari lorong, bahkan bunyi pukulan dan suara orang terjatuh menghantam lantai semen terdengar jelas.

"Minggir!" Sebuah suara berat yang Rachel kenali berteriak.

​Pintu kamar Rachel terbuka dengan satu tendangan kuat, Rachel memekik dan menutupi wajahnya dengan bantal.

​"Rachel!" panggil Daddy Brian.

​Rachel menurunkan bantalnya pelan-pelan dan melihat Daniel yang berdiri dengan napas menderu lalu di belakangnya ada Ayahnya muncul dengan wajah pucat pasi.

​"Daddy?" panggil Rachel parau.

Daddy ​Brian langsung berlari memeluk putrinya, "Maafkan Daddy, Rachel. Maafkan Daddy... Daddy tidak bermaksud mengusirmu, Daddy hanya takut kamu terluka di sini," isak Daddy Brian.

Rachel menangis di pelukan Ayahnya, melepaskan seluruh ketakutan yang sejak tadi ia pendam.

​Daniel berdiri di depan pintu, matanya menatap tajam ke arah dua orang pria yang tadi mencoba mendobrak kamar Rachel kini tergeletak di lorong sambil memegangi perut mereka, ia mendengus lalu menoleh ke dalam kamar.

​"Drama ini bisa dilanjutkan di rumah, tempat ini akan segera digerebek polisi karena masalah izin, ayo pergi," ucap Daniel ketus, meski ada kilat kelegaan yang tersembunyi di balik matanya.

Mereka pun keluar dari penginapan kumuh itu, dengan udara malam yang terasa sedikit lebih segar. Rachel berjalan di antara Daddy Brian dan Daniel, ia merasa aman di tengah lingkungan yang keras ini.

​"El, terima kasih. Om tidak tahu harus bagaimana kalau tidak ada kamu," ucap Daddy Brian tulus saat mereka sampai di depan jeep tua milik Daniel.

Daniel hanya mengangguk singkat dan menatap Rachel yang rambutnya sudah berantakan, floral dress-nya sudah kotor terkena debu dinding penginapan.

"Lain kali, kalau mau kabur, pakai otak. Di sini bukan Jakarta yang punya satpam di setiap sudut jalan," ucap Daniel tajam.

​Rachel ingin membalas, tapi ia terlalu lelah dan hanya menatap Daniel dengan pandangan yang sulit diartikan.

​Sesampainya di rumah, Anna menyambut mereka dengan tangis haru. "Astaga, Rachel. Tante sangat khawatir," ucap Anna.

"Anna, biarkan Rachel membersihkan dirinya dulu lalu istirahat, dia butuh menenangkan dirinya," ucap Daddy Brian dan diangguki Anna.

.

Keesokan harinya, sinar matahari masuk melalui celah jendela kecil di rumah susun itu dan membawa serta hawa lembap yang mulai terasa menyengat sejak pukul tujuh pagi. Rachel terbangun dengan mata sembap dan tubuh yang terasa pegal luar biasa, ia menatap langit-langit kamar dan mencoba mengingat kejadian semalam yang terasa seperti mimpi buruk yang sangat nyata.

​Rachel keluar dari kamar dengan langkah ragu. Di ruang tengah, ia melihat Daddy Brian sedang duduk di meja lipat dan menyesap kopi hitam dari gelas plastik yang sudah kusam. Anna sedang sibuk di dapur menyiapkan bekal untuk Tio sambil menggendong Leo yang baru berusia 2 tahun, sementara suasana ruangan itu terasa sunyi dan hanya ada suara kipas angin yang berputar malas.

​"Pagi, Rachel," sapa Daddy Brian pelan.

​"Pagi, Dad," jawab Rachel singkat.

Rachel menarik kursi kayu dan duduk di seberang Ayahnya, namun matanya terus menatap lantai semen yang dingin. Daddy Brian berulang kali membuka mulut seolah ingin mengatakan sesuatu, namun ia selalu menutupnya kembali. Ada dinding kaca transparan yang sangat tebal di antara mereka, dinding yang terbuat dari rasa bersalah Brian dan harga diri Rachel yang terluka.

​"Rachel... soal kemarin Daddy benar-benar minta maaf, Daddy tidak bermaksud membuatmu merasa tidak diinginkan. Hanya saja, melihatmu di sini, di tengah debu dan kerasnya pelabuhan ini... Daddy merasa gagal, Daddy ingin kamu tetap menjadi putri kecil Daddy yang hidupnya indah dan bahagia," ucap Daddy Brian yang akhirnya memulai dan tangannya menggenggam gelas kopi itu dengan erat.

​Rachel mendongak dan matanya berkaca-kaca, "Indah menurut siapa, Dad? Menurut Mommy? Hidupku di sana seperti pajangan di etalase toko. Semua orang memuji tampilannya, tapi tidak ada yang peduli kalau di dalamnya hampa. Aku ke sini bukan karena ingin hidup mewah, aku ke sini karena aku ingin punya Ayah," ucap Rachel yang mengeluarkan semua keluh kesahnya.

Daddy ​Brian terdiam, ia merasa dadanya seperti dipukul benda tumpul. Kalimat Rachel menyadarkannya bahwa perlindungan yang ia berikan selama 12 tahun, dengan cara menjauh ternyata adalah luka paling dalam bagi putrinya.

​"Lalu sekarang apa? Apa Daddy masih akan memaksaku pulang?" tanya Rachel dengan nada menantang namun penuh harap.

​"Daddy... Daddy tidak akan memaksamu lagi. Tapi Daddy minta satu hal, tolong jangan pergi sendirian lagi, tempat ini bukan Jakarta, Rachel. Di sini, sangat berbahaya dan bisa berakibat fatal," ucap Daddy Brian.

​Rachel mengangguk pelan, sebuah senyum tipis akhirnya muncul di wajahnya. Canggung itu belum sepenuhnya hilang, tapi setidaknya udara di antara mereka tidak lagi terasa sesak.

.

.

.

Bersambung.....

1
Dewi Yanti
kenapa rachel g manfaatin wkt masih sama mama nya ya, kumpulin uang cash yg banyak udh th sifat mamah nya gt pst bakal bekuin semua kartu nya. g pintar nih
Dewi Susanti
cerita bagus,menarik
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
dome🌬️🌀🌀🌀
betul segala perbuatan ada konsekuensi nya. setidaknya ada efek jera untuk ibumu yg selalu menyombonhkan kekuasaan nya dan kekayaan nya. saat terjatuh dr puncak kesuksesan nya, sakitnya tidak bisa tertolong lagi
dome🌬️🌀🌀🌀
keserakahan membawa petaka, kau tanam keburukan karmalah yg kau dapatkan.
dome🌬️🌀🌀🌀
aahhh kalau kata aku mah viona ini sudah rada stress. mungkin hidupnya selalu dituntut untuk sempurna dan selalu dikelilingi orng2 picik dan munafik serta haus akan kekuasaan dan harta. makanya hati dan fikiran nya selalu tentang kekuasaan dan gemilangnya harta😤😤
dome🌬️🌀🌀🌀
uugghhhh.... laki laki, suami dan calon ayah sejati nih bosss😁😁
bangga banget dah bagi ayah2 petarung yg berjuang demi kehidyanak dan istri demi masa depan😁😁😁
💪💪😄semangat para ayah, papa, bapak, Abi, papi, Daddy. kalian hebat😁
dome🌬️🌀🌀🌀
horeeeeee baby junior Daniel akhirnya launching 😁😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
😭😭😭😭 pengorbanan seorang suami loh ini. demi memberikan kehidupan yg layak bagi istri nya😭😭. sebegitu cinta nya Daniel sama Rachel. seribu satu bisa punya suami spek Daniel
dome🌬️🌀🌀🌀
jangan bilang emaknya Rachel bikin ulah demi kebebasan Rachel dan keamanan Rachel. asli sih kalau ternyata benar. emang definisi emak emak laknat sumpah. kalau bener ada hubungan dengan emaknya Rachel yaa. kalau ga ya syukur
dome🌬️🌀🌀🌀
dasaarrrr,,, babon Tia ga punya malu dan ga punya harga diri. sudah membuang darah dagingnya sendiri dan mengusir nya, sekarang datang karna iming2 harta. lantas memaksa kehendak tanpa tau malu. dasar gila harta. anda ini asli konglomerat atau atau orkay abal2 setengah jadi sih. sebegitu nya silau sama harta.
dome🌬️🌀🌀🌀
dihhh,,, ga tau maluuuu...😤😤😤 sudah mengusir, membuang dan tak menganggap anak. tiba2 datang mengaku sebagai ibu, mengklaim segala apa yg pernah diberikan. memangnya Rachel memaksa dan meminta itu semua padamu
dome🌬️🌀🌀🌀
mereka yg romantis aku yg baleran😄😄😄😄
mereka yg manis manis, aku yg cengar cengir 🤭🤭🤭
dome🌬️🌀🌀🌀
ada pawang ini boss😄😄😄
ga akan bisa galak galak si boss sama ibu boss🤭🤭🤭
dome🌬️🌀🌀🌀
baru ini baca novel yg ga tersentuh dengan bau2 kekayaan, ga ada istilah anak yg hilang ternyata keturunan dr orng terkaya. atau orng kaya yg nyamar. atau tiba2 punya harta warisan dr mending orng tuanya 🤣🤣. asli sederhana banget kehidupan 😁😁
top laahhh pokoknya
mangaattt thorrr💪💪💪😁
dome🌬️🌀🌀🌀
akhirnya penantian selama 2th tak sia sia yaa Daniel 😁😁😁
sekarang Rachel sudah menjadi milikmu seutuhnya 😁😁😁
semangat membuat Daniel junior🤭🤭🤭
dome🌬️🌀🌀🌀
apakah ada adegan plus plus nya🤣🤣🤣
aku kok berharap yaaakkk🤣🤣🤣🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
apakah yg dilakukan emak durhakanya Rachel. biar lah dia hidup sengsara kesepian dan terus mengejar kekayaan yg tak berkesudahan hanya karna alasan bahagia diatas tumpukan uang da harta
dome🌬️🌀🌀🌀
kapan memulainya Rachel tau tau sudah selesai saja🤣🤣🤣
maksudnya kapan mereka menjalin hubungan tapi tiba2 Rachel bilang sudah selesai.
heheheheee.. Rachel berarti menganggap mereka dahulu punya suatu hubungan dong😄😄😄

eeaaaaaaa... kalau Danil skak mati kayak gitu Rachel mau ngomong apa🤭🤭🤭
dome🌬️🌀🌀🌀
" apa yg kau lakukan disini Rachel "?
Rachel: "main petak umpet, kenapa mau ikutan"! 🤣🤣🤣🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
gilaaa,,, ini cerita diluar ekspektasi ku. biasanya tokoh utama aslinya konglomerat yg sedang terbuang diantar berantah karena hukuman atau apapun itu.dan sang cwe bisa meniti karirnya yg memang pada dasarnya memiliki kemampuan bisnis. tapi ga sesuai 🤣🤣🤣 kembali ketempat kumuh lagi 🤣🤣..
tapi tetap semangat laahh yaa Rachel kehidupan sejatimu baru dimulai😁😁💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!