NovelToon NovelToon
Anakmu Menumpang, Bu

Anakmu Menumpang, Bu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / CEO
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ummu Umar

Rania selalu dihina dan direndahkan oleh mertuanya, dia mendapatkan caci makian itu dan suaminya hanya berdiam diri tanpa membelanya.

Ardi sang suami selalu beralasan jika ibunya sudah tua sehingga ingin melihatnya menjadi orang sukses sehingga dia menggunakan identitas Rania untuk membuat ibunya bahagia.

Cinta yang besar dimiliki Rania tidak mampu membuatnya berharga dan terlihat dimata keluarga suaminya, dia memutuskan untuk berhenti dan mengambil kembali semua miliknya.

Suaminya yang Menumpang tapi dirinya yang selalu dihina, dia membalas semua rasa sakit hatinya membuat suami dan keluarganya panik dan kalang kabut

Akankah, perjuangannya mendapatkan kebahagiaannya kembali

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2

Mereka semua melebarkan matanya, tapi berikutnya mereka langsung tertawa terbahak-bahak seolah mengejek apa yang dikatakan Rania kepada mereka.

"Rumahmu?". Ucap sang mertua dengan mengejek.

Ardi yang jatuh tersungkur kini menatap istrinya dengan tatapan memelas, dia yakin istrinya akan mengamuk dan menghancurkan harga dirinya sampai ke akarnya.

"Jangan bicara omong kosong Rania, kamu cuma dokter relawan sedangkan putra saya itu manager perusahaan besar, kamu sungguh punya muka tebal". Sang ayah Mertua menggelengkan kepalanya sambil memberikan tatapan menghina dan mengejek padanya.

"Benar tuh, kakak Rania itu harusnya bercermin deh, tenaga sukarelawan saja sok banget punya rumah mewah seperti itu, mimpinya jangan terlalu tinggi, apalagi sampai mengusir orang yang punya rumah, tidak tahu diri banget". Ucap sang adik ipar dengan angkuh.

Wajah Ardi memucat sempurna, keringat dingin mengalir diwajahnya melihat tatapan istrinya kini mengarah padanya, dia menatap istrinya sambil menggelengkan kepalanya agar istrinya tidak mengatakan apapun lagi.

"Baik, akan ku buktikan siapa sebenarnya menumpang disini". Tatapannya semakin tajam dan dingin.

"Rania kumohon, sudahlah jangan memperbesar masalah yah, kita bisa bicarakan ini baik-baik".

Dia bergegas berdiri kemudian menghadang sang istri untuk kembali ke kamar mereka, dia yakin istrinya akan memberikan bukti jika rumah ini adalah rumahnya dan semua yang dia banggakan pada keluarganya akan hancur seketika.

"Kenapa Ardi?, kamu takut semua rahasiamu terbongkar kepada keluargamu jika kamu bukan siapa-siapa disini?". Tanyanya semakin dingin.

Dia mengikis jarak mereka menatap tajam suaminya seakan ingin menelannya hidup-hidup.

"Ran, please jangan seperti ini, aku tidak mau membuat semuanya tambah kacau". Cicitnya pelan hingga hanya dirinya dan Rania mendengarnya.

"Kamu apa-apaan sih Ardi, ngapain kamu bicara lembut dengan perempuan tidak tahu adab seperti nya, kamu bahkan bisa mendapatkan perempuan mana saja yang lebih tinggi dan lebih baik darinya". Bentak sang ibu dengan keras.

Dia tidak terima anaknya itu bersikap terlalu lunak pada istrinya yang sangat kurang ajar menurutnya, anaknya adalah manager dengan gaji tinggi, perempuan seperti Rania bahkan dia bisa buang sesuka hati.

Wajah Ardi semakin pucat mendengar perkataan ibunya, dia menatap sang istri dengan memelas agar istrinya tidak percaya pada ibunya itu

"Benar tuh kak, aku bisa carikan temanku yang kaya raya untuk kakak, ngapain juga mempertahankan benalu seperti kak Rania itu, nggak banget". Sungut Adelia dengan sangat kesal.

Rania mengangguk pelan dengan mata berkilat murka, tidak ada lagi rasa kasihan apalagi penghormatan kepada keluarga suaminya itu.

"Rania, jangan, tolong jangan lakukan itu".

Ardi kembali menggeleng pelan, dia sungguh tidak ingin dipermalukan didepan keluarganya.

Selama ini dia mengatakan pada keluarganya dengan bangga jika rumah dan seluruh yang terlihat adalah miliknya hasil usaha dan kerja kerasnya agar dia terlihat hebat, dia meminta istrinya untuk tetap mendukungnya agar harga dirinya tidak runtuh.

Rania menurutinya karena cinta istrinya yang terlalu besar padanya dia seakan lupa jika apa yang dia katakan adalah kebohongan semata dan hal yang paling dia takuti saat ini jika Rania membongkar segalanya .

Rania mendekati Ardi dengan pelan hingga mereka terpaut hanya beberapa cm saja, matanya menyalami mata suaminya berharap ada setitik cahaya cinta dan pembelaan tetapi yang dia temukan hanya pandangan memelas lelaki yang takut akan egonya yang akan runtuh dan tidak peduli pada perasaannya.

"Selama ini, aku begitu menghormati dan menghargai mu Ardi".

Dia mengirup udara sebanyak mungkin agar sesak yang dia rasa bisa berkurang tapi kenyataannya dadanya semakin terhimpit perih.

"Aku menghargai dan merelakan semua yang kumiliki untuk kamu akui tanpa pernah sedikit menyela".

Rania menggelengkan kepalanya, air matanya kini tumpah tapi dia menghapusnya secara kasar dan tidak mau terlihat lemah.

"Tapi pernahkah sekali saja kamu membelaku ketika ibumu dan keluargamu menghinaku?

"Tidak kan?".

Ardi menggeleng lemah, mendekati istrinya tapi Rania mundur kebelakang satu langkah tidak ingin didekati.

"Seharusnya jika kamu tahu semua pengorbananku, harusnya kamu membelaku walau sekali saja, tapi kamu selalu diam saja membiarkan keluargamu menginjak-injak harga diriku dirumah ku sendiri, rumah yang ku bangun dengan keringatku yang kubiarkan kau akui agar kau tidak merasa lebih rendah dariku".

"Kau membiarkan aku menjadi seorang pecundang padahal semua ini milikku Ardi, kau dan keluargamu lah yang menumpang disini". Teriak Rania dengan amarah yang meluap.

Kini dia kembali melangkah dan menatap tajam suaminya seakan ingin memakannya hidup-hidup membuat langkah Ardi mundur kebelakang mulai ketakutan.

"Kau lelaki pecundang yang hanya mau dituruti biar terlihat hebat tapi kau lupa kalau kaulah yang benalu dirumah ku ini". Bentaknya dengan suara menggelegar.

Wajah Ardi semakin pucat melihat puncak kemarahan sang istri yang tidak pernah dia lihat.

"Dan kalian manusia tidak tahu diri".

Pandangan kini mengarah pada keluarga suaminya yang mematung melihat amarahnya, wajah yang semula angkuh berubah heran dan tidak percaya.

"Aku diam saat kalian menghinaku, aku diam saja saat kalian mengatakan aku benalu, tapi kalian tidak tahu lelaki yang kalian banggakan ini hanya staf biasa dikantornya bukan seorang manager seperti yang dia bilang pada kalian , dia penipu dan kalian semua manusia gila tidak tahu diri". Teriaknya melempar vas bunga didepannya didekat kaki sang mertua dengan penuh emosi.

Sang mertua perempuan bernama Ningsih itu mundur karena takut terkena vas bunga itu dan terkejut.

"Rania". Teriak Ardi tidak terima

Dia melayangkan tangannya dan akan menampar istrinya tapi tangan itu ditangkap baik oleh Rania dengan mata menyala berkobar amarah.

Rania menghempaskan tangan itu sehingga Ardi terhuyung tanpa aba-aba Rania kini melayangkan tangannya menampar Ardi dengan keras.

Ardi memegang wajahnya yang memerah dan terasa perih bahkan tergambar jelas cap jari Rania di pipinya.

Matanya membelalak tidak percaya istrinya yang begitu sabar dan mencintainya bisa menamparnya seperti ini.

"Kurang ajar apa yang kamu lakukan pada putraku?". Teriak sang mertua dengan penuh emosi.

Dia ingin mendorong Rania tapi Rania menghindar sehingga dia malah jatuh menimpa anaknya sendiri sedangkan Rania hanya melipat tangannya yang menatap datar kearah mereka semua.

"Lebih baik kamu buka mulutmu Ardi, katakan pada mereka yang sesungguhnya, jika tidak jangan salahkan aku jika aku bertindak nekat dengan mengusir kalian semua dari sini tanpa ampun". Ucapnya dengan dingin.

"Jangan seperti ini Rania, kita ini suami istri semua yang ada disini adalah milik kita bersama, jangan seperti itu". Jawab Ardi memelas.

Sejak tadi dia tidak mau mengatakan apapun pada keluarga nya berharap Rania melunak setelah meluapkan amarahnya dan tidak mengatakannya.

"Baik, jika kamu tidak mau membuka mulutmu dan berterus terang kepada mereka jangan salahkan aku jika aku bertindak dengan caraku".

1
Ayudya
makanya Ardi jadi laki laki jangan banyak tingkah
Ayudya
suami Rania lagi galau tania🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
Uda Rania laporkan aja mereka kepolisi biar tau mereka apa itu sengsara🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
lah ga tau malu banget si keluarga kamu Ardi.
Ayudya
Ardi siapa juga yg mau balik ma laki laki seperti kamu
Ayudya
lah siapa juga kamu Ardi pakai harus menemui Rania lagi🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
itu lebih baik Rania kamu jual rumah lama dan kamu beli yg baru agar suami mokondo mu ga nganggu lagi🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
bagus Rania kamu buang aja tu keluarga benalu biar tau mereka
Ayudya
lah Ardi mang ga tau diri banget.segitu yakin nya Rania Masi mau ma kamu yg mokondo🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
kadang ketulusan itu yg menghancurkan kita
Ayudya
bagus lah kalau kalian sadar diri🤣🤣🤣🤣dan cepat pergi dari rumah rania
Ayudya
persiapkan diri kalian tuk jadi gembel🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
lah manusia ga tau diri semua.bagus Rania ambil dan jangan beri kesempatan pada manusia yg seperti mereka🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
lah benalu banget si keluarga Ardi mana mau. pisik lagi
Ayudya
nah ini yg aku suka peran wanitanya tegas dan badas🥰🥰🥰🥰
Soraya
dh mampir thor lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!