NovelToon NovelToon
Tiga Puluh Hari Untuk Arven Jatuh Cinta

Tiga Puluh Hari Untuk Arven Jatuh Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita Karir / CEO
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: @Caramel_Machiato

Alena Rahmawati tidak pernah menyangka bahwa menemukan dompet seorang pria asing di tengah bioskop tengah malam yang akan akan mengubah kehidupannya.

Demi biaya sekolah adiknya Dimas, Alena menerima tawaran aneh dari Arven Alfarizi, seorang CEO muda yang tampak memiliki segalanya. Sebagai imbalan sejumlah uang, Alena harus membuat Arven jatuh cinta kepada dirinya dalam waktu tiga puluh hari.

Awalnya semua hanya kesepakatan. Namun seiring berjalannya waktu, batas antara sandiwara dan perasaan yang sesungguhnya mulai menghilang. Saat Alena benar-benar jatuh cinta, ia baru mengetahui rahasia yang selama ini Arven sembunyikan.

Mampukah Alena membuat Arven jatuh cinta ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25 ( Misi Untuk Mendapatkan Maaf Alena )

Pagi ini Arven bangun dengan perasaan cukup lega..

Walaupun Alena belum memaafkan dirinya, setidaknya Alena masih memberikan dirinya kesempatan.

Arven kembali mencoret satu tanggal di kalendernya, kemudian meraih ponselnya dan mengirim pesan kepada Alena.

[Arven : Selamat pagi]

[Arven : Mulai hari ini gue punya misi buat diri gue sendiri]

Arven menunggu hingga Alena membalas pesannya

[Alena : Misi apa?]

Arven tersenyum saat Alena membalas pesannya

[Arven : Misi mendapatkan Maaf dari Alene ]

[Arven : Dan misi mendapatkan hati seorang Alena]

Arven menunggu kembali jawaban Alena, namun sayangnya Alena tidak membalas pesan Arven

Arven kembali meminta saran kepada teman-temannya pagi itu.

[Arven : Gimana caranya ?]

[Reza : Cara apaan ?]

[Bayu : Cara bertahan hidup ?]

[Arven : Cara mendapatkan maaf Alena]

[Reza : Ohh kirain apa]

[Bayu : Kasih Uang]

[Reza : Kasih Makanan]

[Bayu : Kasih Bunga]

[Reza : Kasih cincin]

[Arven : Gue mau minta maaf, bukan ngajak nikah]

[Reza : Sekalian aja, daripada dilangkahin sama Raka]

[Bayu : Betul. ]

Arven meletakkan ponselnya, dan menghela nafasnya panjang

" Kenapa gue punya sahabat kayak gini sih "

...

Dikampus Alena menatap ponselnya sambil tersenyum.

Nabila pun dengan cepat meraih ponsel milik Alena.

" Udah baikan nih ? "

Alena mengambil kembali ponselnya

" Belum Bil "

" Maafin lah, kasian tau "

" Masih kesel gue "

" Tapi masih cinta kan ? "

Alena diam namun bibirnya menunjukkan jika ia sedang tersenyum.

" Berarti masih "

Disaat sedang asik berbincang, seorang membawakan sebuah tas kepada Alena

" Alena ya ? "

" Iya, betul "

" Ini ada titipan "

" Dari siapa ? "

Namun bukannya menjawab, pria itu pergi meninggalkan Alena

Didalam tas itu berisi makanan, minuman kesukaan Alena.

Dan disana juga Alena menemukan sebuah amplop kecil.

Alena membuka amplop itu, dan melihat catatan didalamnya.

" Dimakan ya, ngambek itu butuh tenaga juga loh "

" Maafin cowo bodoh yang lagi berusaha buat jadi pintar ini ya"

Alena tersenyum membaca surat itu

" Gue baru tau ada CEO kayak gini "

" Sama gue juga "

Alena pun terus tersenyum dengan apa yang Arven berikan kepada dirinya.

....

Dikantor Arven menunggu Bayu dengan cemas, dan tak lama pria yang ditunggu-tunggu pun datang.

" Gimana ? Aman kan ? " tanya Arven begitu Bayu masuk

" Harusnya sih aman "

" Harusnya ? Bukan lo yang ngasih ? "

" Bukan dong, gue nyuruh orang. Gue bayar aja buat ngasih ke Alena "

" Emang dia kenal ? "

" Ya gue tunjuk tuh orangnya yang itu, calon pacar Raka "

Arven yang kesal langsung menimpuk Bayu dengan bantal

" Lagian kenapa ga kasih sendiri sih ? Cemen banget "

" Bukan Cemen, cuma takutnya dia ga mau kalau gue kasih langsung Bay "

Ditengah perdebatan Arven dan Bayu, ponsel milik Arven mendapatkan notifikasi pesan masuk.

Wajah Arven pun langsung berubah, Bayu pun mengintip dari samping.

[Alena : Lo ngirim gue makanan ? ]

[Arven : Iyah, gimana lo suka ga ?]

[Alena : Engga, terlalu murah ]

" Tuh kan kata gue juga apa, mending kasih duit aja " ucap Bayu membuat Arven terkejut

" Lo ngapain ikut baca chat gue ? "

" Penasaran gue Ar "

" Sana keluar "

" Ga mau "

" Gue potong gaji mau ? "

" Engga, yaudah gue keluar "

Bayu pun keluar dari ruangan Arven, dan Arven kembali membalas pesan Alena.

[Arven : Tapi kata Bayu enak ko, dan harganya juga lumayan mahal ]

[Alena : Ini ide Bayu ?]

[Arven : Iyah]

[Alena : Pantesan jomblo]

[Arven : Yaudah lo maunya apa ? ]

Arven menunggu balasan Alena, namun sayangnya perempuan itu tidak membalas pesan dirinya kembali.

" Gara gara Bayu nih "

ucap Arven yang langsung mencari Bayu.

....

Setelah selesai kelas Alena pun memilih untuk lansung pulang kerumah, melihat awan yang mulai gelap menandakan hujan akan segera turun

" Hujannya deres kayaknya nih " kata Alena sendirian

Dan benar saja, baru Alena jalan menuju halte didepan kampus hujan turun dengan deras.

Alena berlari menuju halte, begitu sampai di halte ia melihat bajunya yang sedikit basah.

Untuk mengurangi rasa dingin, Alena menggosok kedua tangannya.

" Nanti sakit "

Alena menoleh saat mendengar suara yang tidak asing.

Arven melepaskan jasnya dan memakaikan kepada Alena.

" Arven.. "

" Ayo pulang "

Arven membuka payungnya...

Keduanya pun berjalan bersama dibawah payung yang Arven bawa..

Jantung Alena terus berdegup dengan kencang saat ini.

" Jangan jauh jauh, nanti basah bajunya "

Arven merangkul pundak Alena, namun Alena masih memilih untuk diam.

Setelah masuk kedalam mobil, Alena mencoba melepaskan jas milik Arven.

" Gausah di lepas, pakai aja "

" Oke "

Mobil Arven pun mulai meninggalkan halaman kampus.

" Lo daritadi ? " tanya Alena

" Lumayan, tadi gue mau samperin lo eeh lo udah keburu lari Al "

" Gue ga liat ada lo "

" Ga apa apa, yang penting sekarang lo udah aman sama gue "

Alena terdiam dan menatap kearah luar dari kaca..

Arven pun mulai berbicara untuk memecahkan keheningan.

" Masih marah sama gue ? "

" Masih "

" Masih kecewa sama gue ? "

" Sedikit "

" Masih sayang sama gue ? "

" Siapa juga yang sayang sama lo "

" Berarti masih "

Alena menoleh dan memukul pelan lengan Arven

" Gue tuh masih kesel, masih marah, masih kecewa, masih benci sama Lo "

" Masih sayang juga ga ? Masih cinta juga ga ? "

" Engga, lo ga inget kalau lo larang gue buat jatuh cinta sama lo ? "

" Inget, makanya gue nyesel sama peraturan itu "

Alena terdiam

Ditengah perjalanan, sebuah panggilan grup masuk dari Bayu dan Reza.

Arven ingin mengabaikan, namun Alena dengan cepat menekan terima di layar ponsel Arven dan me loud speaker panggilan itu.

Alena memberikan kode agar Arven tak bilang ada Alena disana

Bayu : Gimana Ar ? Udah dimaafin belum ?

Reza : Belum ya ?

Bayu : Kayaknya sih Belum Za

Reza : Udah lo harus siap kalau Alena jadian sama Raka

Alena menahan tawanya mendengar obrolan di telpon itu.

Arven : Lo berdua sebenernya ada di pihak siapa sih ?

Reza : Berpihak sama yang berhasil dapat Alena

Bayu : Sama gue juga

Arven : Ga habis pikir sih gue sama lo berdua

Bayu : Kata gue juga apa Arven, mending lo kasih cincin kan katanya lo mau ajak nikah

Reza : Gimana mau nikah, balikan aja belom

Arven yang panik langsung mengakhiri panggilan itu.

Alena berusaha menahan tawanya, namun sayangnya gagal

" Sorry ya, emang temen gue itu pikirannya pada aneh "

" Sama kayak lo "

" Engga dong beda Alena "

" Kalau Lo apa ? Ga ada pikiran ya Ar ? "

" Jahat "

" Lo cerita apa soal Raka ke mereka berdua ? "

" Ohh lo bilang kalau lo cemburu sama Raka ya ? "

" Engga, gue ga cemburu "

" Cemburu ? "

" Engga "

" Yaudah kalau ga cemburu gue sama Raka aja "

" Iya iya gue cemburu "

" Banyak ? "

" Dikit "

" Banyak ? "

" Iyah banyak, banyak banget "

Alena kembali tertawa begitu juga dengan Arven.

..

Sesampainya dihalam rumah, Arven menahan Alena agar tidak turun

" Tunggu " kata Arven dengan cepat

" Kenapa ? "

" Makasih ya Alena, untuk kesempatan yang lo kasih ke gue "

" Jujur aja gue ngerasa bodoh banget sih kemarin, padahal selama ini gue selalu bilang kalau lo jadi alasan gue buat bertahan "

" Gue hancur banget saat lo ga ada Al "

Mata Alena mulai panas, namun ia mencoba untuk tidak menangis kali ini.

" Yaudah gausah di bahas lagi, kecuali lo emang pengen gue pergi beneran "

" Engga gamau "

" Nilai misi gue hari ini berapa Al ? "

" Hmm berapa ya, 6/10 "

" Ko cuma 6 ? "

" Karena harusnya tadi lo yang kasih langsung makanannya "

" Yaudah lo pulang, istirahat. "

" Jangan lupa minum obat, karena gue masih pengen lo tetap hidup "

Ucap Alena sambil mengusap lembut pipi Arven, dan kemudian ia turun dari mobil Arven

Arven memegangi dadanya, jantung nya terus berdebar dengan kencang.

" Gue ga kena penyakit jantung kan ini ? "

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!