NovelToon NovelToon
Cegil Rusuh Dari Dunia Lain

Cegil Rusuh Dari Dunia Lain

Status: sedang berlangsung
Genre:Idola sekolah / Horor / Teen
Popularitas:37.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mommy_Ar

​"Ayo mengaku, Mas Sholeh! Kamu bisa lihat aku, kan?! Jangan bohong, bohong itu dosa, nanti masuk neraka loh!"
​Bagi Arash, menjadi cowok indigo itu melelahkan. Makanya, dia pakai trik keramat: Pura-pura buta huruf soal hal gaib. Mau ada pocong kayang pun, Arash bakal tetap lempeng.
​Strategi itu sukses bertahun-tahun, sampai dia ketempelan sesosok roh cewek misterius yang punya jiwa "cegil" (cewek gila) akut. Bukannya nakutin, roh genit ini malah rusuh mengintil kemana-mana, bahkan nekat narik kerah jaket Arash demi minta perhatian.
​Arash mati-matian bertahan demi menjaga iman dan aktingnya. Tapi saat teror mistis yang mengancam nyawanya datang, si hantu cegil justru pasang badan paling depan dengan cara yang paling bar-bar.
​Gimana jadinya kalau cowok sholeh berkharisma harus menghadapi musuh gaib bersama hantu cegil yang ternyata... belum sepenuhnya mati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

"Massss ganteng kok kejam banget sih?!" jerit Lala dramatis.

Hantu cewek itu menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan, seolah-olah hatinya yang sudah tidak berdetak itu baru saja dihantam berkeping-keping oleh ucapan dingin Arash.

"Bodo amat! Gak peduli!" sahut Arash ketus,

memalingkan wajahnya dan kembali menyendok bubur ayamnya yang mulai mendingin dengan gerakan yang sengaja dibuat kentara sekali kalau dia sedang merajuk tingkat nasional.

Melihat respons Arash yang sedingin es di kutub utara, Lala akhirnya menyerah.

Hantu remaja itu menghentakkan kakinya di udara dengan kesal, membuat pendaran hijau di sekeliling tubuhnya berkerlip tidak stabil.

Wusshhh!

Dalam satu kejapan mata, wujud transparan Lala langsung memudar dan menghilang sepenuhnya dari dalam kamar tidur Arash, menyisakan embusan angin sedingin es yang membuat gorden jendela kamar berayun pelan.

Arash menghentikan kunyahannya.

Suasana kamar mendadak kembali sepi dan sunyi.

Rasa bersalah sekilas melintas di dalam dadanya, apakah ucapannya tadi terlalu kasar untuk ukuran mahluk ghaib yang sebenarnya berniat baik? Merasa tidak tenang, Arash akhirnya meletakkan mangkok buburnya kembali ke atas nakas.

Dengan perlahan dan sisa tenaga yang masih membuat lututnya agak gemetaran, cowok berpiyama biru itu bangkit berdiri dari ranjang.

Langkah kakinya terseret pelan menuju ke arah jendela kamar besar yang menghadap langsung ke arah pekarangan samping rumahnya.

Arash menyibak sedikit kain gorden brokat putih itu, lalu menempelkan keningnya di kaca jendela, mengintip ke luar untuk mencari tahu ke mana perginya si hantu hijau yang baru saja ia semprot habis-habisan.

Ternyata dugaan Arash tidak meleset jauh. Lala tidak pergi ke alam baka atau mengadu pada malaikat penjaga.

Hantu cewek itu melesat pergi ke area pekarangan rumah kosong yang terletak persis di sebelah rumahnya.

Di sana, di bawah keremangan bayang-bayang pohon kenuti yang rimbun dan berdaun lebat, Lala tampak sedang nangkring dengan santai di atas salah satu dahan besar yang melintang.

Namun, yang membuat dahi Arash mengkerut hebat hingga kedua alisnya nyaris menyatu adalah kenyataan bahwa Lala tidak sendirian di pohon itu. Ada sosok lain yang sudah duduk manis menunggunya.

"Gimana, La?" tanya Fira.

Roh remaja perempuan yang baru saja terbebas dari jerat kutukan pesugihan Pak Bakti itu tampak melayang rendah di dekat pangkal batang pohon kenari.

"Mas ganteng lagi pms! Sensitif banget kayak pantat bayi! Jangan ditemuin dulu!" adu Lala berapi-api.

Ia langsung melipat kedua tangan transparannya di depan dada, menggembungkan kedua pipinya dengan wajah cemberut maksimal mengarah ke jendela kamar Arash.

Fira menghela napas berat, senyum tipis yang sarat akan rasa bersalah terukir di wajah sendunya.

"Mungkin Kak Arash memang masih lemas, La. Tenaga spiritualnya kan habis terkuras buat membakar kotak perak itu demi menyelamatkan aku dan Papi. Harusnya kamu jangan bikin dia kaget dulu."

"Ih, bukan kaget yang itu! Dia emang dasarnya hobi marahin aku aja!" bantah Lala tidak mau kalah.

"Kamu apain lagi memangnya dia, La? Jangan bilang kamu muncul di dalam mangkok buburnya?" tanya sebuah suara lain yang tiba-tiba mengalun dari arah atas pohon, memiliki intonasi yang jauh lebih berat, dingin, namun sarat akan nada mengejek yang sangat kentara.

Arash yang mengintip dari balik gorden jendela seketika melebarkan matanya.

Dari sela-sela rimbunnya daun pohon kenari bagian atas, muncul sosok ketiga.

Sosok itu adalah seorang kuntilanak bergaun merah darah yang sangat pekat.

Rambut hitamnya yang panjang terurai hingga menyentuh dahan di bawahnya, dan dia tampak duduk dengan santai sembari mengayun-ayunkan kedua kakinya di udara dari atas ranting yang paling tinggi.

Aura merah ghaib berputar pelan di sekelilingnya, menandakan kalau mahluk satu ini memiliki kasta energi yang jauh lebih tinggi daripada Lala ataupun Fira.

"Gak ku apa-apain padahal! Sumpah demi negerinya para lelembut!" bela Lala membela diri sembari mengangkat dua jarinya membentuk huruf V di udara.

"Memang Mas Sholeh-ku itu aja yang lagi sensitif hari ini. Mungkin dia lapar tapi buburnya kurang garam, makanya aku yang dijadikan samsak pelampiasan emosi."

"Bohong kamu ya, La? Biasanya kan kamu kalau ketemu cowok itu suka langsung glendotan gak jelas kayak ulat keket," timpal si kuntilanak gaun merah dengan suara tawa ghaib melengking yang tertahan jenis tawa 'hihihi' yang biasanya sanggup membuat sekelompok peronda malam lari terbirit-birit meninggalkan pos ronda mereka.

"Ih, mana ada aku bohong! Kak Merah kalau gak percaya tanya aja sendiri sama malaikat maut yang kemarin lewat!" elak Lala dengan wajah tanpa dosa.

‘’Udah Fir, tunggu nanti agak maleman dikit. Kamu temuin sendiri, jangan bawa Lala!’’

Fira langsung mendongak, ‘’Apa gapapa kak Merah ?’’

‘’Kayaknya selama gak sama si Lala, gapapa deh,”

‘’Kok gitu?’’ tanya Lala seolah tak terima.

‘’Karena anak itu bosen sama kamu,’’

‘’Kak Merah jangan adu domba aku sama mas ganteng ya!’’ lala langsung terbang menghampiri kuntilanak merah itu.

‘’Bukan adu domba, hanya bicara fakta. Kamu itu masih belum sempurna, tapi gak mau sadar diri,’’ ucap kuntilanak merah di sertai sorotan mata yang begitu tajam, membuat nyali Lala langsung ciut.

‘’Ah aku pegel berdiri, aku duduk lagi sama Fira,”

Fira hanya terkekeh melihat sikap Lala yang sok berani, padahal aslinya penakut.

‘’Fira, memang nya, kapan rencana kamu pergi?’’ tanya Kuntilanak merah.

‘’Tunggu aku pamitan sama kak Arash dulu, aku gak bisa pergi kalau belum ketemu kak Arash, aku harus ucapin terimakasih ke dia,” kata Fira tersenyum.

‘’Bagus Fir, jangan kaya Lala. Gak tahu terimakasih. Jadilah hantu yang bermartabat!’’

‘Heran, kenapa aku mulu sih yang kena. Gak sama manusia, gak sama setan, tetap aja aku yang selalu kena bully,’ gumam Lala dalam hati.

Sementara itu, di balik kaca jendela kamarnya yang berjarak sekitar sepuluh meter dari pohon tersebut, Arash hanya bisa berdiri mematung dengan mulut yang sedikit terbuka.

Dia menggeleng-gelengkan kepalanya dengan tak habis pikir, merasa seluruh logika kedokteran dan ilmu agama yang dia pelajari mendadak mentok melihat fenomena sosial antar mahluk halus di pekarangan rumahnya sendiri.

"Sejak kapan dia buat grup kunti di sana ckckckc?" gumam Arash berdecak pelan sembari memijat pangkal hidungnya yang terasa pening.

Arash menghela napas panjang, memutuskan untuk menutup kembali gorden jendelanya rapat-rapat.

1
Rosy
gemblengannya di mulai besok saja kyai.. sekarang Arash lagi di tungguin sama hantu cegil yg lagi mau curhat 🤭🤭
Rosy
kenapa pake di perjelas segala sih mom...ngeri banget bayanginnya 😭😭😭😭
Rosy
astaghfirullah ternyata Lala lagi ngobrol sama pocong 😭😭🤣🤣
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
yah Arash mau belajar lagi, Lala pasti merasa dibohongi 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
eh pocongnya kenapa gak bisa bebas ya 🤔
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Wah Lala nangkring sama mas pocong 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
La diajak jadian tuh 🤣
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
kau sedang cemburu kah La 🤔🤣
Halimah
Siapa lg nih pocong...Kyk y perlu disekametin jg.
🌷🌷 Mmh_Ara 🌷🌷
walaupun sama² hantu,,,
si Cegil ini ternyata pilih² pasangan ya,,
😅😅
Vike Kusumaningrum 💜
Siap² Rash, Lala ngambek nanti. pasti katanya kamu menghindar dan ingkar janji 🤭
Vike Kusumaningrum 💜
🤣🤣🤣 siapa nih dulunya 🤣🤔🤭🤭
Vike Kusumaningrum 💜
pocong 🤣🤣🤣🤣🤣😭
Vike Kusumaningrum 💜
Cemburu la ? 🤣🤣🤣🤣
🌷🌷 Mmh_Ara 🌷🌷
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
🌷🌷 Mmh_Ara 🌷🌷
heh Lala,,knp kamu ngagetin Arash🫵🫵🫵

bisa kan,,,sapa,,

Assalamualaikum dlu😅😅😅
🌷🌷 Mmh_Ara 🌷🌷
ayooohh Arash,,,banguuunnnn
suci nurfarida
cerita yang menarik dan unik dengan latar belakang spritual, menegangkan, lucu
HR_junior
eee alah JD PD di jadiin tumbal ya..Fira juga ya
HR_junior
knp LG Lo..apa si Fira juga korban ibunya..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!