NovelToon NovelToon
BERSINAR DI DUNIA BEASTMAN

BERSINAR DI DUNIA BEASTMAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Transmigrasi / Fantasi
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: julieta

Selina, seorang gadis muda yang baru saja lulus tiba-tiba bertransmigrasi ke dunia beastman ketika sedang tertidur. Hidup didunia asing yang mengandalkan kekuatan untuk bertahan hidup, Selina yang tak memiliki chat curang atau mengetahui jalan cerita takdirnya seperti yang selama ini dialami oleh para transmigator lainnya memilih untuk menggunakan ingatan dan kemampuannya di dunia modern demi bertahan hidup yang tanpa sadar upaya dan terobosan yang dibuatnya mempengaruhi kehidupan suku rubah dimana ia tinggal,membuat peradaban di suku rubah mengalami kemajuan dan seiring dengan perkembangan sukunya nama Selina pun semakin terkenal dan dianggap sebagai pelopor dan iapun yang semula hanyalah seorang betina lemah dan sakit-sakitan tanpa kemampuan berubah menjadi wanita kuat dan penuh inovasi yang membawa sukunya menjadi besar dan diperhitungkan di dunia Beastman

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon julieta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEYAKINAN

Dalam perjalanan kembali ke gua, hati Selina tak setenang apa yang terlihat diwajahnya. Keputusan implusif yang baru saja ia ambil sangat besar. Ia harus memikirkan semuanya dengan matang untuk meminimalisir korban selama peperangan.

“Karena kotak obat dan perlengkapan yang ada dalam ruangan penyimpanan bisa terus diperbarui, maka aku harus mulai mengumpulkannya dari sekarang agar ketika nanti di butuhkan, semua sudah siap”, batinnya bermonolog.

Arvello yang merasakan ketegangan hati Selina memilih untuk diam dan terus berjalan sambil mengendong Selina dalam dekapannya.

Ia akan membicarakan masalah ini nanti, ketika Selina selesai makan malam supaya perempuan itu memiliki tenaga untuk memikirkan masalah yang besar ini.

Arvello sebenarnya sangat terkejut akan keputusan Selina yang ingin agar suku rubah mengambil wilayah milik suku beruang hitam dan mendudukinya.

Tapi, setelah ia melihat keseriusan diwajah Selina, keraguan yang sempat muncul perlahan hilang, berganti dengan kepercayaan mutlak pada pasangannya itu.

Begitu tiba di gua, Arvello segera membaringkan Selina diatas ranjang jerami miliknua lalu ia keluar untuk memasak.

Melihat sosok Arvello menghilang dibalik selambu kain yang ia pasang di pintu kamarnya, Selina segera masuk kedalam ruang penyimpanan ajaibnya untuk mempersiapkan semuanya.

Ia tak ingin setengah-setengah. Semua anggota suku sudah mempercayainya dan tanggung jawab ini harus bisa ia selesaikan dengan baik.

Setelah mengumpulkan obat-obatan dan peralatan medis yang ada di kotak P3K miliknya, Selina mulai mengumpulkan semua jarum yang ia miliki.

Rencananya jarum tersebut akan ia rendam dalam cairan obat bius dan akan digunakan sebagai senjata untuk melumpuhkan anggota suku beruang hitam karena Selina sadar jika berkonfrontasi langsung dengan mereka, meski suku rubah ia yakin bisa menang tapi korban jiwa yang jatuh pasti juga besar maka dari itu untuk meminimalkan korban jatuh, Selina berencana untuk membius mereka agar mudah untuk diringkus.

Arvello yang sudah selesai memasak dan melihat jika Selina tak ada di kamar, tak terlalu terkejut karena tahu jika perempuan itu pasti tengah berada di dalam ruang penyimpanannya untuk melakukan sesuatu tak menganggu dan dengan tenang keluar untuk melakukan kesibukan yang lainnya.

Sepuluh menit kemudian, Selina keluar dari dalam kamar dan melihat meja makan telah siap pun segera duduk dan mulai menyantap makan malam bersama Arvello dengan tenang.

Satu hal yang Selina senangi dari Arvello adalah ia tak cerewet dan tak terlalu ingin tahu dengan urusan orang lain meski sebenarnya Selina sadar jika Arvello penasaran akan apa yang ia lakukan. Tapi, selama Selina tak ingin mengatakannya maka iapun tak akan bertanya dan hal ini cukup Selina hargai karena dalam sebuah hubungan, selain kejujuran, sebuah kepercayaan adalah harga mutlak yang harus dimiliki oleh keduanya agar bisa hidup harmonis dalam satu atap.

Keduanya pun makan malam dengan tenang tanpa ada percakapan. Baru setelah Arvello selesai membereskan semuanya, Selina memanggilnya untuk mendiskusikan sesuatu.

"Sebagai beastman pengembara yang sudah bertemu banyak suku, bagaimana menurutmu tentang suku beruang hitam?", tanya Selina meminta pendapat.

"Meski mereka terlihat garang dan sedikit agresif, pada dasarnya beruang hitam itu pengecut. Jika kita tak menunjukkan ketakutan terhadap mereka dan berani mengertak maka nyali mereka akan ciut. Selian itu, beruang hitam sangat sensitif pada indera penciumannya, aroma sedikit tajam saja sudah bisa menghilangkan fokus mereka dan jika ingin menyerang, fokus pada dahi mereka, itu kelemahan mutlaknya",jelas Arvello.

Selina sama sekali tak menyangka jika makhluk besar seperti beruang hitam ternyata tak segarang seperti apa yang terlihat dipermukaan, membuat hatinya merasa sedikit tenang.

"Jadi, suku beruang hitam itu seperti tong kosong nyaring bunyinya ya", ucap Selina sambil tersenyum geli.

Arvello mengkerutkan kening cukup dalam mendengar istilah asing tersebut, membuat Selina yang merasa telah salah ucap hanya bisa tersenyum kikuk.

"Itu, maksudku mereka biasanya terlihat sangat arogan dan mendominasi tapi ternyata semua itu demi menutupi kelemahan yang mereka miliki jadi sepertinya untuk mentargetkan suku beruang hitam sebagai suku yang pertama kali akan kita takklukan tak salah bukan?", ucap Selina mencoba mengalihkan perhatian Arvello atas kata-kata sebelumnya ia ucapkan.

Dalam hati Selina meruntuki kebodohannya yang keceplosan menggunakan kiasan yang ada di dunia modern dimana di dunia primitif ini hal tersebut tak mungkin pernah mereka terdengar sebelumnya.

Meski merasa aneh tapi Arvello yang melihat jika Selina tampaknya tak ingin membahas hal tersebut lebih dalam pun berusaha mengalihkan percakapan mengenai strategi perang yang akan Selina terapkan dalam misi pertamanya ini.

Karena malam semakin larut,Arvello pun menyuruh Selina untuk beristirahat dan membahas masalah ini esok hari bersama anggota suku lainnya yang akan berangkat menjalankan misi bersamanya.

Keesokan harinya, Selina terbangun dengan penuh semangat.

Arvello baru selesai berburu dan ketika masuk ke dalam gua, ia mendapati Selina sudah bangun segera berjalan menghampiri dan segera mengangkat tubuh Selian dan

membawanya ke pintu gua.

Beberapa hari hidup bersama sudah membuat Arvello memahami kebiasaan sehari- hari Selina. Misalnya setelah bangun pagi, ia harus menggunakan ranting kayu

harum untuk membersihkan mulut, lalu mencuci wajah,barulah ia bisa makan.

Sebagian seorang suami, Arvello tentu harus bisa menyesuaikan diri dengan kebiasaan Selina yang suka dengan kebersihan dan kerapihan sehingga ia pun tanpa sadar mulai hidup bersih dan rapi setiap hari agar tak membuat Selina merasa tak nyaman.

Meski kebiasaan Selina yang sudah dengan kerapian dan kebersihan ini sedikit aneh bagi kaum beastman terutama selera makannya yang jauh dari kata normal, tapi selama hal itu disukain oleh pasangannya maka Arvello pun tak keberatan untuk melakukannya semuanya asalkan bisa membuat hati Selina merasa senang.

Setelah selesai sarapan, keduanya segera berjalan menuju rumah kepala suku karena banyak hal yang harus mereka bahas mengenai misi menaklukkan suku beruang hitam.

Begitu Selina dan Arvello datang, semua orang yang memiliki posisi penting dalam misi kali ini sudah datang sehingga Selina yang tak ingin membuang banyak waktu segera membahas rencana besar miliknya.

Semakin Selina berbicara semua orang semakin terkejut dan dibuat kagum oleh strateginya dalam menghadapi misi besar ini.

Dalam kesempatan tersebut, selain membeberkan rencananya ia juga mengeluarkan aneka macam obat-obatan yang akan disimpan oleh para prajurit untuk mengobati para anggota yang terluka nanti.

Dalam misi kali ini, selain obat bius dalam dosis tinggi yang akan dipergunakan untuk melumpuhkan musuh, Selina juga menyediakan aneka obat-obatan untuk luka seperti cairan disinfektan dan juga obat tabur yang bisa mempercepat menghentikan pendarahan dan juga obat luka serta kain kasa yang akan dipergunakan untuk membalut luka agar tak sampai infeksi yang akan membahayakan nyawa anggota suku.

Selina obat luar, Selina juga menyiapkan aneka macam obat telah seperti obat pereda nyeri, obat demam dan obat antibiotik untuk mempercepat penyembuhan luka.

Disini, Qwerty sebagai tabib suku sangat bersemangat dengan obat-obatan aneh yang Selina bawa. Terutama obat penghenti pendarahan dimana obat tersebut langsung dicoba ketika ada dua orang anggota suku yang baru saja selesai berburu dan terluka, dengan sedikit taburan dilukanya, pendarahan langsung berhenti dan luka mengering dengan cepat. Membuat kekhawatiran dan keraguan beberapa orang akan misi besar ini perlahan sirna digantikan oleh kepercayaan terhadap Selina.

1
Wapik
mencoba baca dulu ya
Aie Saragih
kk double up ya kk
Aie Saragih
aku selalu Sukak cerita kk ini
gak bertele tele
semangat y kk buat karya bgus bagus nya
Aie Saragih
kk knpa skit sekali kk bab nya 😍
Yuni Anto
🙄😍waah😍up LG donk Thor 💪💪💪💪💖💖 terus ya Thor
Herli Yani
lanjut thor💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!