NovelToon NovelToon
System Pohon Ajaib Warisan Kakek

System Pohon Ajaib Warisan Kakek

Status: tamat
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Dikelilingi wanita cantik / Tamat
Popularitas:175.3k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Lelah dengan kehidupan keras sebagai budak korporat di kota besar dan duka setelah kehilangan kedua orang tuanya, Lin Ye memutuskan untuk pulang ke Desa Qingshui, tempat kakeknya dulu tinggal.

Di sana, ia menemukan ladang dan rumah kakeknya yang sudah terbengkalai, kecuali sebatang pohon raksasa misterius di belakang rumah yang anehnya tetap subur dan hijau.

Saat tangan Lin Ye yang terluka menyentuh pohon tersebut, Sistem Warisan Alam yang terkunci sejak kematian kakeknya mendadak aktif, mengenali garis keturunannya sebagai pewaris sah.

Kini, dengan bantuan sistem yang memudahkan pekerjaan bertani dan kehadiran roh-roh alam fantasi, Lin Ye memulai kehidupan barunya yang santai namun penuh keajaiban untuk membangun kembali kejayaan ladang kakeknya, melawan intrik tetangga yang rakus, dan perlahan menjadi kaya raya di tengah kedamaian pedesaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Tatapan Tang Wanjin turun ke perban di lengan Lin Ye. Wajahnya yang tegang sedikit melunak melihat luka itu.

"Kamu bekerja sendirian dengan kondisi terluka seperti itu? Kenapa kamu tidak menyewa buruh tani desa untuk membantu membersihkan tanahmu?" tanya Tang Wanjin penasaran.

"Saya punya alasan sendiri untuk bekerja sendirian. Rahasia kualitas sayuran saya ada pada perawatan khusus yang hanya bisa saya lakukan sendiri," jawab Lin Ye penuh teka-teki, tidak ingin membahas keberadaan sistem.

"Baiklah. Itu hakmu. Bagaimana kalau begini," Tang Wanjin merapikan kemejanya. "Kita buat kontrak pasokan untuk jangka waktu pendek dulu. Tiga bulan. Saya akan mengambil berapapun jumlah sayuran kualitas premium yang bisa kamu panen setiap minggunya, dengan harga minimal lima ratus yuan per buah atau menyesuaikan jenis sayurannya. Supir saya akan datang setiap hari Senin dan Kamis pagi untuk mengambil barang."

"Dan apa yang saya dapatkan dari ikatan eksklusif itu selain harga beli yang tinggi? Anda harus ingat, saya kehilangan kebebasan untuk menjual ke penawar tertinggi jika ada pasar lain yang menginginkan barang saya," Lin Ye menawar balik dengan cerdik.

Tang Wanjin tersenyum tipis. Dia menemukan lawan bicara yang seimbang.

"Sebagai bentuk ikatan kerja sama awal dan kompensasi atas keterbatasan alatmu, saya akan memberikan pembayaran di muka sebesar sepuluh ribu yuan hari ini juga. Anggap itu sebagai uang muka untuk pembelian barang di masa depan, sekaligus modal bagimu untuk membeli pompa air atau memperbaiki rumah reyotmu ini agar produksimu tidak terganggu saat hujan."

Sepuluh ribu yuan tunai di muka. Itu tawaran yang tidak mungkin ditolak oleh siapa pun di Desa Qingshui. Dengan uang itu, Lin Ye bisa menyewa tukang dari kota untuk memperbaiki atap rumahnya dan membersihkan sumur tuanya tanpa harus menunggu sayurannya panen lagi.

"Sepuluh ribu yuan tunai, harga beli premium yang disepakati bersama, dan barang diambil langsung ke rumah saya," Lin Ye mengulang poin-poin kesepakatan. "Baik. Saya setuju dengan syarat itu, Direktur Tang. Anda punya kesepakatan eksklusif Anda."

"Keputusan yang cerdas, Lin Ye," kata Tang Wanjin lega. Dia menoleh ke arah pengawalnya. "Paman Chen, tolong ambilkan map kontrak standar dan sepuluh ribu yuan dari koper di dalam mobil."

Pengawal itu mengangguk dan segera mengambil barang yang diminta.

"Sebelum kita menandatangani apa pun, saya ingin melihat ke mana uang saya akan diinvestasikan. Boleh saya melihat lahan tempat kamu menanam sayuran super itu?" pinta Tang Wanjin.

"Tentu saja. Silakan masuk, tapi hati-hati dengan semaknya," Lin Ye membuka gerbang kayunya lebih lebar.

Tang Wanjin berjalan masuk, mengikuti Lin Ye menuju halaman belakang. Dia sangat penasaran melihat tanah seperti apa yang bisa menghasilkan kubis raksasa dengan rasa semanis itu tanpa menggunakan rumah kaca berteknologi tinggi.

Saat mereka tiba di halaman belakang, Tang Wanjin berdiri terpaku.

Di tengah hamparan semak berduri dan tanah kering yang hancur, terdapat satu area petak tanah yang sangat bersih dan rapi. Tanah di sana terlihat sangat gembur dan hitam kelam. Di atasnya, puluhan tunas tanaman tomat dan sayuran hijau tumbuh dengan sangat subur dan lebat. Daun-daunnya memancarkan vitalitas yang belum pernah dia lihat di perkebunan modern mana pun.

Dan yang paling mengejutkannya adalah sebuah pohon raksasa dengan daun zamrud yang menjulang tinggi tepat di samping petak tanah tersebut, memberikan naungan yang teduh.

"Ini... ini luar biasa. Udaranya di sekitar sini terasa sangat berbeda," gumam Tang Wanjin. "Berapa lama usia tanaman tomat ini?"

"Saya baru menanamnya kemarin sore," jawab Lin Ye jujur.

Tang Wanjin menoleh menatap Lin Ye dengan mata terbelalak. "Kemarin sore? Jangan bercanda. Tomat butuh waktu berminggu-minggu untuk mencapai ukuran batang setebal ini."

"Saya sudah bilang, saya punya metode perawatan rahasia saya sendiri," Lin Ye tersenyum simpul, menikmati raut kebingungan wanita kota itu. "Tanah di dekat pohon tua kakek saya ini sangat istimewa."

Tang Wanjin mengamati area itu sejenak. Dia tidak paham urusan pertanian secara teknis, tapi sebagai pebisnis, dia tahu dia sedang melihat sebuah tambang emas berwarna hijau.

"Saya tidak akan banyak bertanya soal metodemu. Selama kamu bisa memberikan hasil akhirnya padaku, itu sudah cukup." Tang Wanjin kembali ke mode profesionalnya.

Pengawal berjas hitam itu datang menyusul ke belakang, membawa sebuah map kulit dan satu tumpuk uang kertas seratus yuan yang masih tersegel pita bank.

Tang Wanjin mengambil map itu, menandatangani bagian bawah kertas perjanjian dengan pena emas dari saku kemejanya, lalu menyerahkan map dan uang itu kepada Lin Ye.

"Baca baik-baik, lalu tanda tangani di bawah nama saya," kata Tang Wanjin.

Lin Ye meletakkan embernya, mengambil map itu dengan tangan kanannya, dan membaca kontrak tersebut dengan cepat. Semuanya sesuai dengan pembicaraan mereka tadi. Tidak ada pasal jebakan yang sering dia temui di dunia korporat dulu. Lin Ye menandatangani kontrak itu dan memasukkan uang sepuluh ribu yuan itu ke dalam saku jaketnya.

Sring.

Layar hijau sistem seketika muncul di hadapan Lin Ye, tidak terlihat oleh Tang Wanjin.

"Pencapaian Terbuka: Kontrak Jangka Panjang Pertama."

"Mendeteksi suntikan dana investasi yang terikat pada produk Sistem. Mengonversi potensi bisnis ke dalam Koin Alam."

"Anda mendapatkan tambahan 100 Koin Alam."

Hati Lin Ye bersorak. Seratus Koin Alam sekaligus. Ini adalah suntikan modal terbesar yang pernah dia dapatkan dari sistem. Dia bisa membeli banyak benih langka atau alat baru dari Toko Sistem malam ini.

"Kerja sama yang menyenangkan, Lin Ye," Tang Wanjin mengulurkan tangannya.

"Sama-sama, Direktur Tang. Saya jamin, Anda tidak akan menyesal menginvestasikan uang Anda di ladang ini," Lin Ye menjabat tangan wanita itu. Telapak tangan Tang Wanjin terasa sangat halus dan dingin, kontras dengan tangan Lin Ye yang kasar dan berdebu.

"Saya harap begitu. Supir saya akan datang hari Kamis pagi untuk melihat apakah ada yang bisa dipanen. Saya permisi dulu," Tang Wanjin menarik tangannya dengan sopan.

Dia berbalik dan berjalan kembali menuju halaman depan bersama pengawalnya. Sebelum masuk ke dalam mobil, dia menoleh sekali lagi ke arah rumah kayu Lin Ye.

"Gunakan uang muka itu untuk memperbaiki atapmu. Saya tidak ingin pasokan sayuran saya terhenti karena kamu sakit demam akibat kehujanan," pesan Tang Wanjin dengan nada datar, namun tersirat sedikit kepedulian yang canggung.

"Akan saya laksanakan. Hati-hati di jalan pulang," balas Lin Ye.

Mobil SUV hitam itu menyalakan mesinnya dan perlahan meninggalkan perbatasan Desa Qingshui, meninggalkan kepulan debu di jalan tanah.

Lin Ye berdiri di depan gerbangnya, memegang ember berisi ikan energi dan segepok uang tunai di sakunya. Hari yang dimulai dengan kecelakaan di gudang tua, kini berakhir dengan keberuntungan bertubi-tubi.

"Satu masalah selesai. Mulai besok, aku bisa menyewa orang kota untuk memperbaiki atap rumah dan sumur ini tanpa harus bekerja keras menggunakan lengan yang terluka. Kehidupan di desa ini ternyata cukup sibuk juga," ucap Lin Ye sambil tertawa pelan.

Dia masuk ke dalam rumah, mengunci pintu, dan bersiap untuk memasak sup ikan energi yang berharga itu. Malam ini, dia akan membuka Toko Sistem dan merencanakan langkah besarnya yang baru.

1
SENJA
hadeeeh bulshit semua 🤮
Jeffie Firmansyah
keren semangat suka cerita nya
Jeffie Firmansyah
terimakasih Thor saya sdh baca hingga selesai, ceritanya bagus , dengan genre yg berbeda, pada novel 2 , yg lain... sehat selalu Thor 💪💪💪💪
Yui: terimakasih banyak kak sudah membaca sampai selesai, maaf klo banyak kesalahan dalam penulisannya, dan mungkin bisa baca juga novel author yang lain😊😊😊
total 1 replies
Endro Budi Raharjo
tanamannya gak jelas.... cm panen sekali bubar ganti lg...
Memyr 67
𝗉𝖺𝗅𝗂𝗇𝗀 𝗆𝖾𝗅𝗈𝗇 𝗓𝖺𝗆𝗋𝗎𝖽𝗇𝗒𝖺 𝖼𝗎𝗆𝖺 𝗌𝖺𝗍𝗎 𝗂𝗍𝗎 𝖺𝗃𝖺. 𝗅𝗂𝗇 𝗒𝖾 𝗄𝖺𝗇 𝗌𝗂𝗌𝗍𝖾𝗆 𝖻𝖾𝗋𝖼𝗈𝖼𝗈𝗄 𝗍𝖺𝗇𝖺𝗆𝗇𝗒𝖺, 𝗌𝖾𝖽𝗂𝗄𝗂𝗍 𝗌𝖾𝖽𝗂𝗄𝗂𝗍, 𝖽𝗂𝖼𝗈𝖻𝖺 𝗌𝖾𝗆𝗎𝖺.
Memyr 67
𝖽𝗂 𝗍𝖾𝗇𝗀𝖺𝗁 𝖽𝖺𝗇𝖺𝗎 𝖺𝖽𝖺 𝗉𝗎𝗅𝖺𝗎? 𝗈𝗐 𝗂𝗍𝗎 𝖽𝖺𝗁 𝗇𝗒𝖺𝗆𝗉𝖾 𝖽𝖺𝗇𝖺𝗎 𝗍𝗈𝖻𝖺 𝖻𝖾𝗋𝖺𝗋𝗍𝗂 🤣🤣🤣
Memyr 67
𝖽𝗂 𝖼𝗁𝗂𝗇𝖺, 𝗌𝖺𝗒𝗎𝗋 𝖻𝖾𝗇𝗂𝗇𝗀 𝖽𝗂𝗇𝖺𝗆𝖺𝗄𝖺𝗇 𝖽𝗎𝗉 𝗃𝗎𝗀𝖺 𝗒𝖺? 𝗄𝖺𝗅𝖺𝗎 𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀 𝗂𝗇𝖽𝗈𝗇𝖾𝗌𝗂𝖺, 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝖺𝖽𝖺 𝖽𝖺𝗀𝗂𝗇𝗀𝗇𝗒𝖺 𝗂𝗍𝗎 𝗌𝖺𝗒𝗎𝗋 𝖻𝖾𝗇𝗂𝗇𝗀, 𝖻𝗎𝗄𝖺𝗇 𝗌𝗎𝗉.
Memyr 67
𝗌𝖺𝗐𝗂 𝖼𝖺𝗆𝗉𝗎𝗋 𝗆𝖾𝗅𝗈𝗇? 𝖺𝗉𝖺 𝗋𝖺𝗌𝖺 𝖽𝖺𝗎𝗇 𝗌𝖺𝗐𝗂𝗇𝗒𝖺 𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗌𝖾𝗉𝖾𝗋𝗍𝗂 𝗆𝖾𝗅𝗈𝗇?
Reyzz: melonnya yang rasa sawi kak😭
tergantung genetik sih, kalo dominan melonnya ya sawi rasanya melon, kalo dominan sawi ya melon rasa sawi
total 1 replies
Memyr 67
𝗌𝖾𝗎𝗉𝗎 𝗐𝖺𝗇 𝗃𝗂𝗇 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝗉𝖺𝖽𝖺 𝗌𝖺𝖽𝖺𝗋 𝖽𝗂𝗋𝗂, 𝗆𝖾𝗇𝗀𝗀𝗎𝗇𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀 𝗍𝗎𝖺𝗇𝗒𝖺 𝗎𝗇𝗍𝗎𝗄 𝗆𝖾𝗇𝖾𝗄𝖺𝗇 𝗐𝖺𝗇𝗃𝗂𝗇 𝖽𝖺𝗇 𝖺𝗒𝖺𝗁𝗇𝗒𝖺, 𝗉𝖺𝖽𝖺𝗁𝖺𝗅 𝗉𝖺𝗋𝖺 𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀𝗍𝗎𝖺 𝗆𝖾𝗋𝖾𝗄𝖺 𝖽𝗂𝗍𝖾𝗄𝖺𝗇 𝖻𝖺𝗅𝗂𝗄, 𝗀𝖾𝗅𝖺𝗀𝖺𝗉𝖺𝗇, 𝖻𝖾𝗇𝖺𝗋 𝖻𝖾𝗇𝖺𝗋 𝗌𝖾𝗄𝖾𝗅𝗂𝗆𝗉𝗈𝗄 𝗆𝖺𝗇𝗎𝗌𝗂𝖺 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁. 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝗆𝗂𝗄𝗂𝗋
Memyr 67
𝗍𝖾𝗋𝗇𝗒𝖺𝗍𝖺, 𝗉𝖺𝗋𝖺 𝗉𝖾𝗍𝗂𝗇𝗀𝗀𝗂 𝗁𝗈𝗍𝖾𝗅 𝗀𝗋𝖺𝗇𝖽 𝗒𝗎𝗌𝗁𝖺𝗇 𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀 𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁 𝗒𝗀 𝖻𝖾𝗋𝗉𝗂𝗄𝗂𝗋𝖺𝗇 𝗌𝖾𝗆𝗉𝗂𝗍. 𝗉𝖺𝗇𝗍𝖺𝗌 𝖺𝗃𝖺 𝖽𝗂𝗋𝖾𝗆𝖾𝗁𝗄𝖺𝗇 𝗈𝗅𝖾𝗁 𝗀𝗋𝗎𝗉 𝗄𝗎𝗅𝗂𝗇𝖾𝗋 𝗅𝖺𝗇𝗀𝗂𝗍
Memyr 67
𝖻𝖺𝗋𝗎 𝗌𝖾𝗇𝖾𝗇𝗀 𝗌𝖾𝗇𝖾𝗇𝗀 𝖽𝖺𝗉𝖺𝗍 𝖽𝗎𝗂𝗍 𝗋𝖺𝗍𝗎𝗌𝖺𝗇 𝗋𝗂𝖻𝗎 𝗒𝗎𝖺𝗇, 𝖽𝖺𝗁 𝗍𝖾𝗀𝖺𝗇𝗀 𝗅𝖺𝗀𝗂.
Memyr 67
𝗉𝖺𝗋𝖺 𝗌𝖾𝗉𝗎𝗉𝗎 𝗐𝖺𝗇𝗃𝗂𝗇 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁. 𝖺𝗉𝖺 𝗒𝗀 𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗆𝖾𝗋𝖾𝗄𝖺 𝖽𝖺𝗉𝖺𝗍 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝗀𝗋𝗎𝗉 𝗄𝗎𝗅𝗂𝗇𝖾𝗋 𝗅𝖺𝗇𝗀𝗂𝗍, 𝗍𝗂𝖽𝖺𝗄 𝖺𝖽𝖺 𝖺𝗉𝖺 𝖺𝗉𝖺𝗇𝗒𝖺 𝖽𝗂𝖻𝖺𝗇𝖽𝗂𝗇𝗀𝗄𝖺𝗇 𝖺𝗉𝖺 𝗒𝗀 𝖺𝗄𝖺𝗇 𝖽𝗂𝖽𝖺𝗉𝖺𝗍 𝗀𝗋𝗎𝗉 𝗄𝗎𝗅𝗂𝗇𝖾𝗋 𝗅𝖺𝗇𝗀𝗂𝗍. 𝗄𝖾𝗁𝖺𝗇𝖼𝗎𝗋𝖺𝗇 𝗀𝗋𝖺𝗇𝖽 𝗒𝗎𝗌𝗁𝖺𝗇, 𝗒𝗀 𝖻𝖾𝗋𝖺𝗋𝗍𝗂 𝗄𝖾𝗁𝖺𝗇𝖼𝗎𝗋𝖺𝗇 𝗆𝖾𝗋𝖾𝗄𝖺 𝗌𝖾𝗆𝗎𝖺. 𝗍𝖺𝗉𝗂 𝗉𝖺𝗋𝖺 𝖺𝗇𝗀𝗀𝗈𝗍𝖺 𝖽𝖾𝗐𝖺𝗇 𝗅𝖾𝖻𝗂𝗁 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁. 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝖽𝗂𝗍𝖾𝗄𝖺𝗇 𝗈𝗅𝖾𝗁 𝗉𝖺𝗋𝖺 𝗌𝖾𝗉𝗎𝗉𝗎 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁 𝗐𝖺𝗇𝗃𝗂𝗇.
Memyr 67
𝗍𝖾𝗀𝖺𝗇𝗀 𝗅𝖺𝗀𝗂
Memyr 67
𝗉𝖾𝗍𝖺𝗇𝗂 𝗎𝖽𝗂𝗄 𝗒𝖺? 𝗅𝗈𝗇𝗀 𝗐𝖾𝗂 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁 𝖽𝖺𝗇 𝖼𝖾𝗋𝗈𝖻𝗈𝗁 𝗀𝗂𝗍𝗎, 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝗃𝖺𝖽𝗂 𝗉𝖾𝗆𝗂𝗆𝗉𝗂𝗇 𝖽𝗎𝗇𝗂𝖺 𝖻𝖺𝗐𝖺𝗁. 𝗅𝗈𝗅
Memyr 67
𝗉𝖾𝗍𝖺𝗇𝗂 𝗎𝖽𝗂𝗄? 𝗍𝗎𝗇𝗀𝗀𝗎 𝗌𝖺𝗃𝖺, 𝗌𝗂𝖺𝗉𝖺 𝗒𝗀 𝗅𝖾𝖻𝗂𝗁 𝗎𝖽𝗂𝗄. 𝗅𝗈𝗇𝗀 𝗐𝖾𝗂 𝗉𝗎𝗇𝗒𝖺 𝖺𝗇𝖺𝗄 𝖻𝗎𝖺𝗁, 𝖼𝗎𝗆𝖺 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝗆𝖾𝗇𝗀𝖺𝗇𝖽𝖺𝗅𝗄𝖺𝗇 𝗈𝗍𝗈𝗍, 𝗍𝖺𝗉𝗂 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝖺𝖽𝖺 𝗈𝗍𝖺𝗄𝗇𝗒𝖺.
Memyr 67
𝖺𝗄𝗎 𝖼𝗎𝗆𝖺 𝖻𝖺𝖼𝖺 𝖺𝗃𝖺, 𝗍𝖺𝗉𝗂 𝗂𝗄𝗎𝗍 𝗌𝖾𝗌𝖾𝗄 𝗇𝖺𝗉𝖺𝗌
Memyr 67
𝖾𝗉𝗂𝗌𝗈𝖽𝖾 𝗆𝖾𝗇𝖾𝗀𝖺𝗇𝗀𝗄𝖺𝗇
Memyr 67
𝖻𝗎𝖺𝗒𝖺 𝖻𝗎𝗇𝗍𝗎𝗇𝗀 𝗆𝖾𝗇𝖽𝖾𝗄𝖺𝗍𝗂 𝗍𝖺𝗋𝗀𝖾𝗍
Memyr 67
𝗍𝖾𝗀𝖺𝗇𝗀
Memyr 67
𝗆𝖺𝗍𝖺 𝖺𝗂𝗋 𝗄𝗈𝗄 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝖽𝗂 𝖽𝖺𝗅𝖺𝗆 𝖻𝗈𝗍𝗈𝗅?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!