NovelToon NovelToon
Fy Unig

Fy Unig

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mengubah Takdir
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di mata tetangga apartemennya di Los Angeles, Faelynn Yosephine (26) hanyalah "perawan tua" pengangguran.

Namun, di balik pintu kamar, ia adalah penulis novel romantis papan atas yang memikat jutaan pembaca.

Dunia tenangnya terusik saat Kingsley Emerson (29 tahun), seorang agen elit CIA yang menyamar sebagai diplomat, mulai mengirim pesan misterius dengan nama akun Son_Roger.

Kingsley, yang baru saja kembali dari misi berdarah di luar negeri, terobsesi dengan detail taktik dalam tulisan Faelynn yang terlalu akurat.

Berawal dari debat teknis hingga gombalan tak terduga, Kingsley mulai memasuki hidup Faelynn, membawa bahaya nyata yang selama ini hanya Faelynn tulis di Novelnya.
.
.
Happy reading dear 🌷

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#14

Malam di gedung apartemen itu terasa begitu panjang dan mencekam. Jarum jam dinding di ruang tengah keluarga Yosephine baru saja melewati angka dua belas. Keheningan malam hanya sesekali dipecah oleh suara sirene ambulans di kejauhan atau deru angin yang menghantam kaca jendela. Di dalam unit lantai empat itu, lampu-lampu sudah dipadamkan, kecuali lampu kecil di kamar Faelynn yang masih membiaskan cahaya redup.

Melinda tidak bisa tidur. Pikirannya terus tertuju pada Faelynn yang mengurung diri sejak sore. Sebagai seorang ibu, hatinya hancur melihat putrinya kehilangan harapan untuk kedua kalinya. Ia memutuskan untuk beranjak ke dapur, berniat menyeduh teh hangat untuk menenangkan sarafnya yang tegang.

Namun, saat ia melewati ruang tamu, sebuah ketukan pelan namun tegas terdengar dari pintu utama.

Tok... tok... tok...

Melinda mematung. Siapa yang bertamu tengah malam begini? Apakah itu tetangga yang ingin mengeluh? Atau Anna yang tertinggal barangnya? Dengan tangan gemetar, ia mendekati pintu dan membukanya sedikit.

Seorang pria berdiri di sana. Sosoknya sangat tinggi, hampir memenuhi seluruh bingkai pintu. Ia mengenakan jaket bomber hitam yang menutupi kaus polos di dalamnya. Cahaya lampu koridor yang temaram menyoroti wajahnya—tampan, namun terlihat sangat lelah. Ada goresan luka yang masih kemerahan di pipi kanannya, menambah kesan berbahaya sekaligus misterius pada penampilannya.

"Cari siapa?" tanya Melinda, suaranya sedikit bergetar karena waspada.

Pria itu menarik napas dalam, matanya menyapu wajah Melinda dengan tatapan yang penuh hormat namun intens. "Faelynn, Bu. Saya mencari Faelynn Yosephine."

Melinda menatap pria itu dari ujung kepala hingga ujung kaki. Luka di pipi itu, postur tubuh yang tegak seperti prajurit, dan aura yang tidak biasa. Pikirannya langsung melayang pada kabar duka yang diterima putrinya tadi pagi.

"Kau... teman King yang selamat?" tanya Melinda dengan suara tercekat. "Apa kau datang untuk membawa barang-barangnya yang tersisa?"

Pria itu terdiam sejenak. Rahangnya mengeras. Ia menyadari bahwa surat "perpisahan" itu benar-benar telah menciptakan lubang besar di hati keluarga ini. Ia melihat kesedihan yang mendalam di mata wanita tua di depannya.

"Bukan, Bu," jawabnya dengan suara rendah yang berat namun menenangkan. "Saya Kingsley Emerson. Saya sendiri... yang ingin bertemu Faelynn."

Deg.

Melinda terpaku. Jantungnya seolah berhenti berdetak. Nama itu. Nama yang disebut-sebut Faelynn sebagai kekasihnya. Nama yang tertera di amplop biru pembawa kabar duka.

"K-Kingsley?" Melinda mundur selangkah, tangannya menutup mulut karena tidak percaya. "Kau... kau hidup?"

Tanpa sadar, Melinda berteriak dengan suara yang melengking memecah kesunyian malam. "FAELYNN! NAK! FAELYNN, KELUAR! CEPAT!"

Di dalam kamarnya, Faelynn sedang duduk di sudut tempat tidur, menggenggam kalung kompas pemberian Kingsley hingga telapak tangannya memerah. Matanya sembab, dan wajahnya pucat pasi. Mendengar teriakan ibunya yang terdengar histeris, ia tersentak. Pikirannya langsung dipenuhi skenario buruk—apakah ada perampok? Atau apakah ibunya jatuh?

Dengan langkah serampangan, ia berlari keluar kamar. "Ada apa, Bu? Kenapa berteriak?"

"Kekasihmu, Nak! Dia... dia ada di depan!" Melinda menunjuk ke arah pintu dengan tangan yang masih gemetar hebat.

Langkah Faelynn terhenti seketika di ambang pintu kamarnya. Dunianya seolah berputar. Kekasih? Di depan?

Ia teringat kata-kata Kingsley dua minggu lalu melalui telepon: "Jangan kaget kalau aku tiba-tiba muncul di depan pintu apartemen mu."

Namun, ia juga teringat surat itu. Surat yang mengatakan pria itu mungkin tidak akan pernah pulang. Apa ini mimpi? Apakah otaknya yang terlalu banyak berimajinasi kini menciptakan halusinasi karena rasa sedih yang luar biasa? Atau... apakah ini roh Kingsley yang datang untuk berpamitan?

Faelynn berjalan perlahan menuju ruang tamu. Setiap langkah terasa seperti berjalan di atas hamparan duri. Saat ia mencapai pintu, sosok itu masih di sana. Tinggi, nyata, dan sedang menatapnya dengan tatapan yang tidak bisa digambarkan oleh kata-kata.

Kingsley Emerson berdiri di sana, menatap gadis mungil yang selama ini hanya ia lihat melalui layar ponsel. Faelynn terlihat lebih rapuh dari yang ia bayangkan, namun matanya yang bulat—yang kini bengkak karena tangis—tetap menjadi hal terindah yang pernah ia lihat.

"Ay?" bisik Faelynn hampir tak terdengar. Suaranya pecah.

"Aku pulang, Penulis mungil," sahut Kingsley.

Faelynn masih mematung. Ia tidak berani mendekat. Ia takut jika ia menyentuh pria itu, sosoknya akan menghilang menjadi asap. "Surat itu... mereka bilang kau tidak kembali. Mereka bilang kau..."

"Aku adalah agen yang buruk dalam hal menepati janji untuk mati, Lyn," Kingsley melangkah masuk, mengabaikan protokol kesopanan karena ia tidak bisa lagi menahan diri.

Dalam satu gerakan cepat, Kingsley merengkuh tubuh Faelynn ke dalam pelukannya. Ia memeluk gadis itu dengan sangat erat, menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Faelynn. Aroma vanila dan sisa air mata dari tubuh Faelynn menyerbu indra penciumannya, membuatnya merasa benar-benar telah menginjakkan kaki di rumah.

Faelynn merasakan hangatnya tubuh Kingsley, detak jantung pria itu yang kuat di dadanya, dan aroma maskulin yang bercampur dengan debu perjalanan. Ini bukan roh. Ini bukan halusinasi. Ini nyata. Dada yang bidang ini, tangan yang kokoh ini, dan napas yang memburu ini adalah milik Kingsley Emerson.

Tangis Faelynn pecah seketika. Ia membalas pelukan itu dengan kekuatan yang tidak pernah ia duga ia miliki. Ia meremas jaket hitam Kingsley, menangis histeris di dada pria itu. "Kau jahat! Kau membuatku berpikir kau sudah mati! Aku membencimu, King! Aku sangat membencimu!"

Kingsley tidak melepaskan pelukannya. Ia justru semakin mempererat dekapannya, mengusap punggung Faelynn dengan tangan besarnya. "Maafkan aku, Sayang. Maafkan aku. Aku tidak akan pergi lagi tanpa ijinmu. Aku janji."

Melinda berdiri di sudut ruangan, ikut menangis sambil menutup mulutnya. Ia melihat pemandangan itu dengan rasa syukur yang luar biasa. Doanya terjawab. Sosok yang ia pikir telah hilang, kini berdiri di tengah rumahnya, melindungi putrinya.

Di tengah isak tangisnya, Faelynn mendongak, menatap wajah Kingsley yang kini hanya berjarak beberapa inci darinya. Ia menyentuh luka gores di pipi Kingsley dengan jarinya yang gemetar. "Ini... sakit?"

Kingsley menangkap tangan Faelynn dan mencium telapak tangannya. "Sekarang sudah tidak lagi. Melihatmu adalah obat terbaik yang pernah aku punya."

Malam itu, di apartemen lantai empat yang biasanya penuh dengan gosip dan cibiran, sebuah drama nyata yang lebih indah dari novel mana pun sedang berlangsung. Si "perawan tua" yang selama ini diremehkan, kini berada di pelukan seorang pria yang baru saja kembali dari ambang kematian hanya untuk menemuinya.

Kingsley Emerson telah kembali, dan kali ini, ia tidak akan membiarkan siapa pun—termasuk takdir—memisahkan mereka lagi. Di luar sana, angin malam mungkin masih dingin, namun di dalam ruangan itu, api cinta yang nyata baru saja berkobar, menghanguskan semua keraguan dan air mata yang sempat jatuh.

1
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto: sama2👌👍
total 2 replies
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
ren_iren
kembalikan king dan faelynn😂
Ros 🍂: maafkan author Buntu 😭🤣🙏🏼
total 1 replies
Ridwani
👍👍👍
ren_iren
dan tetiba king and faelyn berubah jd gadis angkat jemuran... dirimu kak, ada2 aja.... 😂😂😂
Ros 🍂: Nanti saya revisi kak, biar masuk cerita nya, Makasih Kak 🫶🙏🥰
total 3 replies
winpar
lnjut thorrr
Ros 🍂: siap kak🫶
total 1 replies
Ridwani
👍👍👍👍
Ros 🍂: ma'aciww kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!