NovelToon NovelToon
Mahar Rasa Bersalah

Mahar Rasa Bersalah

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:925.9k
Nilai: 5
Nama Author: santi.santi

Sekar, seorang buruh penimbang paku di sebuah toko grosir bahan bangunan. Hidupnya hanya tentang bertahan hidup dari hari ke hari, hingga sebuah malam kelam dia harus terjebak malam kelam bersama atasannya sendiri, Mas Danu.

​Danu bukan CEO dengan jet pribadi. Ia hanyalah pria berusia 32 tahun yang ulet, pemilik toko bangunan warisan orang tuanya yang sukses. Ia tampan dan sangat berwibawa .

​Saat Sekar mengetahui dirinya hamil, ia memilih bungkam. Ia sadar posisi ia hanya orang kecil, sementara Danu sudah memiliki kekasih bernama Lidya, wanita kota yang cantik, berpendidikan tinggi, dan setara secara sosial.
Namun, rahasia tak bisa selamanya disimpan. Saat Danu tahu, ia memutuskan untuk bertanggung jawab dan menikahi Sekar, dan memutuskan hubungannya dengan Lidya.

Lalu apa Sekar bisa hidup bahagia dengan pernikahannya, sedangkan yang ia tau Danu terpaksa memutuskan hubungannya dengan Lidya, karena harus bertanggung jawab kepdanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi.santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dinding yang kembali tercipta

Pagi itu, rumah besar keluarga Subroto kembali ke rutinitasnya yang kaku. Namun, ada yang berbeda di meja makan. Danu, yang biasanya menikmati setiap suapan nasi goreng buatan Sekar, kini berkali-kali meletakkan sendoknya. Ia menatap istrinya yang duduk di hadapannya dengan kepala menunduk sangat dalam, bahkan lebih dalam dari hari-hari biasanya.

​Sekar tidak lagi mencuri pandang ke arahnya. Ia hanya bergerak seperlunya, menuangkan kopi, menyiapkan tisu, atau mengambilkan lauk. Semuanya dilakukan dengan gerakan yang sangat mekanis, persis seperti seorang pelayan yang takut melakukan kesalahan sedikit pun.

​Danu mengamati pergelangan tangannya. Jam tangan kulit cokelat pemberian Sekar masih melingkar di sana, namun ia merasa hubungan mereka justru mundur jauh ke belakang, bahkan lebih jauh dari saat mereka pertama kali menikah.

​"Sekar!" Panggil Danu pelan.

​"Iya, Mas. Ada yang bisa Sekar bantu?" Jawab Sekar seketika. Suaranya sangat lembut, sangat sopan, namun tidak ada nyawa di dalamnya. Ia bahkan tidak berani menatap mata Danu.

​"Kenapa kamu tidak makan? Dari tadi kamu hanya mengaduk nasimu" Danu mencoba mencari celah untuk memulai percakapan.

​"Sekar sudah kenyang, Mas. Maaf kalau membuat Mas Danu tidak nyaman" Jawabnya lagi. Kata maaf dan Mas Danu terus keluar dari bibirnya seolah itu adalah skrip wajib.

​Danu menghela napas. Sebagai seseorang yang terbiasa memimpin ratusan orang di bisnisnya, ia sangat benci dengan ketidakpastian. Ia tahu ada sesuatu yang berubah sejak mereka pulang dari villa semalam, tapi ia tidak tahu di mana letak kesalahannya. Ia merasa sudah memberikan yang terbaik, membela Sekar di depan Rita, menjaganya di kebun bunga, bahkan mengenakan jam tangan ini ke mana pun ia pergi.

​"Ada yang mengganggu pikiranmu? Apa Ibu mengatakan sesuatu lagi padamu saat aku tidak ada?" Tanya Danu dengan nada yang mulai terdengar sedikit frustrasi.

​Sekar langsung menggeleng cepat karena memang bukan itu masalahnya.

"Tidak Mas. Ibu sangat baik. Semuanya baik-baik saja!"

​Bohong, batin Danu. Ia tahu istrinya sedang membangun benteng. Tapi ia tidak menyangka bahwa benteng itu terbuat dari kepatuhan yang luar biasa sehingga ia tidak punya alasan untuk marah, namun merasa sangat jauh.

​Siang harinya, Danu tidak bisa fokus di toko. Bayangan Sekar yang mematung di meja makan terus menghantuinya. Ia memutuskan untuk pulang lebih awal, sebuah hal yang sangat jarang ia lakukan berturut-turut.

​Sesampainya di rumah, ia tidak menemukan Sekar di kamar. Ia mencarinya ke dapur, namun hanya ada Mbok Sum.

​"Sekar di mana Mbok?"

​"Mbak Sekar ada di gudang belakang Mas. Katanya mau membantu merapikan kain-kain lama" Jawab Mbok Sum ragu.

​Danu bergegas ke gudang belakang. Di sana, ia melihat Sekar sedang berjongkok di atas lantai semen yang berdebu, memilah-milah tumpukan kain dengan telaten. Keringat kecil tampak di pelipisnya. Melihat itu, amarah Danu sedikit tersulut. Bukan marah pada Sekar, tapi marah pada keadaan.

​"Sekar! Apa yang kamu lakukan di sini?!" Bentak Danu. Suaranya bergema di ruangan yang sunyi itu.

​Sekar tersentak hebat hingga kain di tangannya terjatuh. Ia langsung berdiri dan menunduk, bahunya bergetar.

"Ma-maaf Mas, Sekar hanya ingin membantu supaya tidak menganggur..."

​Danu mendekat dengan langkah lebar, ia mencengkeram lembut bahu Sekar agar wanita itu menatapnya.

"Aku membawamu ke rumah ini bukan untuk menjadi buruh lagi! Kamu sedang hamil, udara di sini berdebu. Kenapa kamu kembali ke kebiasaan lamamu seperti saat di toko dulu?"

​"Karena memang di situlah tempat Sekar Mas," Bisik Sekar dengan suara yang pecah. Ia akhirnya mendongak, matanya merah menahan tangis.

"Sekar hanya buruh penimbang paku Mas. Sekar tidak pantas duduk di ruang tengah, memakai baju indah, atau... atau berharap lebih dari Mas Danu"

​Danu tertegun. Cengkeramannya di bahu Sekar melonggar.

"Apa maksudmu bicara begitu?"

​"Mas Danu sudah sangat baik. Terima kasih karena sudah bertanggung jawab pada Sekar dan anak ini. Tapi Sekar sadar diri, Mas. Mas Danu punya dunia sendiri, punya... kenangan sendiri yang tidak bisa Sekar masuki. Sekar akan tetap menjadi istri yang patuh, Mas. Sekar akan melayani Mas sampai kapan pun, tapi tolong... biarkan Sekar tetap di posisi Sekar agar Sekar tidak sakit hati saat Mas akhirnya kembali pada dunia Mas yang sebenarnya"

​Hati Danu seperti dihantam godam besar. Ia menatap wajah Sekar yang penuh dengan keputusasaan. Tapi dia tidak tau sama sekali apa penyebab Sekar bicara seperti itu.

​"Masuk ke kamar sekarang!" Perintah Danu, kali ini suaranya merendah, dingin dan sangat berwibawa.

​Sekar tidak membantah. Ia berjalan melewati Danu dengan kepala menunduk. Kepatuhan itu kini terasa seperti pisau bagi Danu. Ia lebih suka Sekar berteriak padanya, mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi atau memakinya sekalian, daripada Sekar yang diam dan menarik diri seperti ini.

​Malam harinya, Danu mencoba memperbaiki suasana. Ia membawakan makan malam ke kamar, tidak ingin Sekar bertemu dengan ibunya di bawah dalam kondisi mental seperti ini.

​Ia meletakkan nampan di meja kecil, lalu duduk di samping Sekar yang sedang duduk di tepi ranjang.

​"Makanlah. Mas sendiri yang mengambilkannya untukmu" Ucap Danu.

​"Terima kasih Mas. Mas Danu jadi repot karena saya" Jawab Sekar. Lagi-lagi, jawaban formal yang membunuh suasana. Bahkan Sekar sudah menggunakan kata saya lagi dihadapan Danu.

​Danu meraih tangan Sekar, mencoba menggenggamnya, namun ia bisa merasakan jemari Sekar yang lemas, tidak lagi membalas genggamannya seperti biasanya.

​"Sekar, Mas tidak tahu apa yang ada di pikiranmu. Tapi Mas ingin kamu tahu, aku memakai jam tangan ini bukan karena aku terpaksa. Mas membawamu ke villa bukan karena Mas wajib melakukannya. Mas melakukannya karena Mas ingin kamu ada di samping Mas" Ucap Danu, mencoba setulus mungkin.

​Sekar tersenyum, tapi itu adalah senyum paling sedih yang pernah Danu lihat.

"Saya mengerti, Mas. Mas Danu adalah pria yang sangat bertanggung jawab. Saya sangat mengagumi sifat Mas itu. Saya akan berusaha tidak mengecewakan Mas lagi"

​Danu mengusap wajahnya dengan kasar. Ia merasa buntu. Kepatuhan Sekar telah menjadi tembok baja yang paling sulit ditembus.

​Sepanjang malam itu, Danu tidak bisa tidur. Ia berbaring di samping Sekar, menatap langit-langit kamar. Di sampingnya, Sekar membelakanginya, napasnya teratur namun Danu tahu istrinya belum tidur. Ada jarak yang tak kasat mata namun terasa berkilo-kilo meter jauhnya di antara mereka.

Sementara itu, Sekar tetap memejamkan mata, memeluk perutnya sendiri, meyakinkan dirinya bahwa selama ia tetap patuh dan tidak berharap, ia tidak akan hancur saat bayang-bayang Lidya benar-benar datang kembali.

1
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
hah? dia juga siapa?
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
alah alah gemes banget sih pasangan mas & dek ini 🤏🏻
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ah masa sih wkwk jangan2 ibas aslinya naksir riana bukan sekar 😂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kayak ninja hatori ya bu, membela kebenaran & kebajikan 😂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
oo gitu, baru tau hehe
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
oh bu broto anggota avenger kah tugas nya melindungi 😆
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
selo banget mas sampe sempet merhatiin jam bos sambil ngerumpi wkwk
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
bercanda itu kalo bikin orang ketawa budhe, kalo bikin orang tersinggung mah jatohnya julid ☺️
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
riana se periang ini sm danu se soft spoken itu kok bisa sih ibu nya se-broto itu 😂
santi.santi: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
bisa ga pindahin bu broto ini ke ujung pulau biar ga berisik wkwk
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ya coba aja ibu bayangin kalo pak broto masih ada trus dia di telp mantan nya malem2 trus pak broto bantuin mantan nya ibu tantrum ga 😒 emang orang kadang kudu ngerasain dulu situasi yg sm biar mulutnya ga asal jeplak
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
bu broto ada masalah hidup apa sih kok kayaknya sirik banget wkwk apa dulu pak broto ke ibu ga semanis danu ke sekar kah? 😂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ini yg ngomong laki? yaalah mulutnya kayak ibu ibu kehabisan bansos ya ya, urusin aja keluarga sendiri repot banget sih ngurusin orang 😒
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
jujur ini salah satu yg bikin aku kadang ga suka ke pasar, kadang mulut orang2 tu suka nyamber kek gledek gini, sodara bukan akrab kagak tp ikut komentar 🙂 kalo belanja di supermarket bener2 tinggal milih liat harga, ga bisa di tawar gapapa tp ga ketemu sm manusia begini, mana jiwa ini ga bisa di ajak basa basi 😌
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ya coba aja ibu hamil lagi siapa tau skrg hamil nya kayak sekar 😂 lagian orang hamil juga beda2, mbak ipar ku lho hamil dia sampe ga bisa cium bau nasi
pipi gemoy
ini Sekar nangis lagi, sdh di bela suami masih saja minder hedeh
lelah yg baca liat si Sekar nga ada mental pejuang 😑😑😑😑😑
Ari Sawitri
Yups betul sekali.. berjuang klu sendiri ya jatuhnya sakit sendiri. klu memang pasangan nya tdk mau diperjuangkan ya sdh ngapain jga berjuang.. betul kamu ibas ..
Ari Sawitri
klu aku pergi jauh dr ibunya dan bisnis keluarga itu
buktikan berjuang de nol dr Sekar ditempat yg jauh dan orang orang yg baru juga. lingkungan toxic kok masih bertahan disitu trs. kok ikut emosi ya aku .. 😅😅😅
Ari Sawitri
lama lama jengkel ama Sekar.. hanya kata cinta yg dipermasalahkan, tp dia sendiri tdk mau membuka diri dan hati. selalu berasumsi sendiri .. kasian Danu berjuang sendiri..ayoo jangan oon terus Sekar jangan menye menye .. lawan orang orang yg menghina kamu
Ari Sawitri
wow salut dg Danu .. gentle itu namanya laki laki sejati. dan harusnya pisah aja jangan hidup ama mertua klu mertua model Bu Subroto gt 🤨😕 ga nyadar klu anaknya jg salah. Sekar disini korban malah diperlakukan spt Sekar menjebak Danu 🤨😔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!