NovelToon NovelToon
Nigista Dan Dunianya

Nigista Dan Dunianya

Status: sedang berlangsung
Genre:Ketos / Dosen / Lari Saat Hamil / Bad Boy / Diam-Diam Cinta / Cintapertama
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Kak Nya

Nigista, seorang gadis cantik yang terlahir dengan kelebihan yang tak biasa, harus berjuang untuk bertahan hidup di tengah caci maki orang-orang sekitarnya. Dia hanya ingin hidup normal, seperti manusia lainnya, tapi takdir sepertinya tak berpihak padanya.

Nigista Kanaya Putri, nama yang indah, tapi ironisnya, di rumahnya dia lebih sering dipanggil "Si pembawa Sial" oleh ibunya sendiri. Setiap musibah yang menimpa keluarga selalu saja dia yang disalahkan.

Tapi, Nigista memiliki kemampuan unik - dia bisa mendengar bisikan-bisikan dari orang-orang yang butuh pertolongan, sebuah kelebihan yang membuatnya sering merasa terjebak. Di sekolah, dia menjadi target bully-an teman-temannya karena sering menjerit-jerit ketika bisikan itu datang, membuatnya dicap sebagai "gadis aneh"

Yok ikuti kisah Nigista

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak Nya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nigista Dan Dunianya

Gista berdiri tegap di tengah guyuran hujan, angin malam yang kencang membuat rambutnya basah kuyup. Ia merasa perih, bukan hanya karena air hujan yang mengenai kulitnya, tapi juga karena cambukan yang diterimanya sebelumnya.

Hujan semakin deras, tapi Gista tidak bergerak, ia tahu bahwa hukuman itu harus dijalani sampai selesai. Angin kencang membuat Gista menggigil, tapi ia tetap berdiri tegap, menahan rasa sakit dan dingin di tubuhnya

"Sshh.." Gista mendesis saat merasakan perih di punggungnya saat bajunya yang basa menempel di kulit.

Jederr.

Gista menutup telinganya dengan kedua tangannya, mencoba melindungi diri dari suara guntur yang menggema di langit. Ia merasa jantungnya berdetak kencang, dan tubuhnya mulai bergetar. Suara guntur itu membuatnya merasa takut, lebih takut daripada hukuman cambuk yang diterimanya sebelumnya.

Hujan semakin deras, dan angin kencang membuat Gista benar-benar merasa takut. Ia berusaha menahan rasa takut dan sakit.

JEDERR!

Suara itu semakin keras membuat Gista tak bisa menahan diri lagi, dia berlari.

Tok... Tok... Tok...

"Mama buka pintunya ma, Gista takut." Gista mengetuk-ngetuk pintu halaman belakang namun tak ada yang membuka pintunya

Jederrr.

"Aaaa.. Mama buka!"

Di dalam rumah Arabella bersantai, wanita itu tenga mengopi bersama ibunya.

"Ma!" Adara menghampiri mama serta neneknya di ruang tamu

Arabella serta Rita menoleh kesumber suara, "Kenapa?"

Adara menarik napas dalam-dalam sebelum buka suara. "Ma diluar hujannya deras." Adara berhenti sejenak sebelum melanjutkan inti katanya

"Iya, mama tau itu, kenapa?"

"Gista takut suara guntur ma, kasihan Gista nanti dia bisa demam."

"Biarkan saja dia diluar, sukur-sukur dia deman dan cepat mati biar gak nyusahin lagi." bukan Arabella yang bersuara namun Rita

Mendengar ucapan sang nenek membuat mata Adara melebar. "Jaga bicara nenek, Gista itu cucu nenek juga kenapa nenek jahat banget sama Gista? Gista punya salah apa nek."

"Adara!" Arabella menegur putrinya yang meninggikan suara

"Kenapa ma? Mama mau marah hah? Nenek salah ma, kenapa mama gak tegur nenek aja. HARUSNYA NENEK AJA YANG MATI DIA ORANG JAHAT, KEJAM!"

"ADARA."

Plak

Adara memegang pipinya yang terasa panas akibat tamparan dari mamanya, tak terasa air matanya menetes. Baru kali ini Adara merasakan tamparan dari mamanya sunggu benar-benar sakit, bagaimana dengan Gista yang selalu mendapatkan tamparan dan bahkan lebih dari itu.

Arabella memandangi tangannya yang baru saja menyakiti putrinya. "Dara, mama gak sengaja sayang.."

"Jangan deket-deket dara, Mama jahat." Adara melangkah mundur saat mamanya hendak mendekat padanya

"Apa yang kamu lakukan bella, dia anakmu dengan seperti itu dara akan menjauh dari kita dan semakin dekat dengan anak sialan itu." ucap Rita

Arabella melangkah pergi meninggalkan tempat semula, entah pergi kemana dia.

Ceklek.

"M-mama." Gista yang tenga meringkuk dilantai depan pintu luar seketika berdiri saat menyadari kehadiran mamanya

"Siapa yang suruh kamu berteduh, hah?"

"G-gista takut ma, s-suara gunturnya kenceng t-terus Gista udah gak k-kuat dingin." tubuh Gista bergetar karena dingin

"Saya gak perduli, sekarang kamu kembali ketempat semula jangan berani-berani berteduh lagi. Ini hukuman buat kamu yang pulang sekolah bukannya langsung pulang kerumah tapi malah keluyuran."

"Tap-"

"Jangan membantah, cepat lakukan apa yang saya perintahkan tadi Gista?"

Mata Gista memejam saat mendengar suara sentakan mamanya, dengan berat hati ia kembali berdiri di bawa guyuran hujan deras.

Arabella melirik sekilas kearah sang anak sebelum memutuskan pergi kedalam karena memang waktu sudah larut malam.

"Ya Allah, apakah aku gak layak bahagia?"

"Apakah kebahagiaan yang beberapa saat tadi siang harus dibayar begitu mahal sehingga aku harus merasakan hukuman seperti ini?"

Hati Gista kembali merasa sakit saat tiba dirumah disambut dengan cambukan dari mamanya, kebahagian yang hanya beberapa saat itu harus kembali terkubur oleh rasa sakit hati saat mengingat kata-kata sang nenek beberapa saat tadi.

"Dasar anak tak tau diri, masih mending anak saya mau mengurusmu dan sekarang apa balasanmu. Anak sialan gak tau diri."

"Bukannya bantu-bantu dirumah ini malah keluyuran, dasar jal*ng."

"Gista kan juga anak mama kenapa nenek ngomong seperti itu? Bukannya sudah seharusnya mama rawat Gista?" gungam Gista, ia memejamkan matanya membiarkan air matanya mengalir. "Papa bawa Gista pergi bersama papa, Gista gak kuat."

wiissss..

Bulu kudup Gista merinding saat merasakan hembusan angin tepat didaun telinganya bak seseorang yang berbisik

"Jangan menangis..."

Tubuh Gista membeku, ini bukan kali pertamanya ia di tenangkan oleh bisikan itu namun sering kali ketika ia merasa sedih pasti mendengar suara anak kecil yang menenangkannya.

Sejak kecil ketika Gista sedih pasti ua mendengar suara seseorang yang menenangkannya, memintanya berhenti menangis namun ia tak pernah tau siapa pemilik suara itu.

"Siapa lo? Tunjukin wujudmu, jangan gini hiks... jangan ganggu konsentrasiku saat belajar, mama membenciku karena aku bodoh, DAN ITU KARENAMU!"

"Namaku Masha, aku akan selalu bersamamu Gista.."

"Gak, gue gak mau! Lo jangan ikutin gue lagi, jangan ganggu gue lagi."

"Aw, S-sakit."

Bruk.

Gista jatuh tak sadarkan diri, ia sudah tak bisa menahan diri lagi hingga jatuh pingsan

1
Asep Dahiman
bagus banget
Dania Kymberli: Di tunggu ya kelanjutannya
total 1 replies
Asep Dahiman
lanjut kak cerita nya bagus banget👍
Melisa
I LOVE YOU TU RADEN🤭🤭
Dania Kymberli: Hei jangan menggatal ke cowok orang🤣
total 1 replies
Melisa
Rebutan 🤣
Melisa: Kyk gw dulu pas masih SD kls 1 ntah 2 ya itu 🤭 disukai duo cwok inisial
Z&R, tpi skrng mereka dh ga ngejar gw LG 😭
total 2 replies
reva1616
lanjut kaa
falea sezi
males klo emak nya g di tangkep
falea sezi
adara. goblok. laporin emak lo yg penjahat itu Gista jg diem. aja oon
falea sezi
mending Gista pergi g sekolah cari krja aja
falea sezi
kayak nya Gista bukan anak nya mungkin anak angkat atau anak selingkuh an suami nya kali aja makanya emak Gista benci bgt
Dania Kymberli: Bisa jadi/Shhh/
total 1 replies
Melisa
Lanjuttt secepatnya 😭💪💪💪
Melisa
kapan nih di upload?
Melisa
Lanjut secepatnya 💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Naomi Simanjuntak
next double upp dong kakk plliiuusss 🙏
Naomi Simanjuntak
semangat ya bikin povvnnyyaa kakkkk 🥰💪
Naomi Simanjuntak
jngn lama yh kakk uuupppnnnyyyyaaaa 🙏
Naomi Simanjuntak
kakk malam ni povnnyyaa bisa lanjut ga 😢
Naomi Simanjuntak
next kak bisa bikin cerita yang panjang gak soalnya seru banget sama penasaran jalan cerita selanjutnya gmna lagi🥹🙏
Naomi Simanjuntak
next double upp dong kakk plliiuusss 🙏
Naomi Simanjuntak
semangat ya bikin povvnnyyaa kakkkk 🥰💪
Naomi Simanjuntak
jngn lama yh kakk uuupppnnnyyyyaaaa 🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!