NovelToon NovelToon
GERBANG COSMIC

GERBANG COSMIC

Status: sedang berlangsung
Genre:Kelahiran kembali menjadi kuat / Sistem / Time Travel
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: EsyTamp

akhir zaman tiba, gerbang dimensi terbuka dan monster menghancurkan dunia, Rey kembali ke waktu sebelum gerbang pertama terbuka dan memiliki kekuatan baru untuk menghadapi zaman Akhir. Dia diberi kesempatan kedua untuk hidupnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EsyTamp, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 25 – Tipuan di Dalam Tipuan

Malam menyelimuti fasilitas penelitian pemerintah seperti kain hitam penuh noda.

Bangunan itu berdiri kokoh dengan dinding baja dan menara pengawas di setiap sudut, lampu sorot menyapu halaman depan tanpa henti.

Di kejauhan, Rey mengamati dari salah satu atap gedung yang runtuh bersama timnya.

“Armand dan pasukannya pasti sudah menunggu kita dengan persiapan,” ujar Leoni pelan.

Rey mengangguk.

“Karena itu kita pakai rencana ganda ini.”

Boy mengepalkan tangan. “Kita benar-benar akan bertarung melawan regu Olan?”

“Di mata semua orang… iya, kita harus terlihat profesional,” jawab Rey.

“Tapi di balik itu, diam-diam salah satu tim mereka akan menyusup mencari dan mengeluarkan Deva.”

Leoni tersenyum tipis. “rencananya kita jadi umpan dan membuat mereka sibuk bertarung.”

"Ya, mereka takkan menyadari beberapa anggota yang tidak terlihat"

Di dalam fasilitas, Kolonel Armand berdiri di ruang kontrol.

Di layar besar, terlihat pergerakan Rey dan timnya mendekati gerbang depan.

“Target datang,” lapor operator.

Armand tersenyum dingin.

“Biarkan mereka masuk.”

“Pasukan elit, siapkan diri,” perintahnya.

“Kita tangkap Rey di halaman depan.”

Gerbang utama terbuka dengan suara berat.

Rey melangkah masuk bersama Sila, Leoni, Boy, dan Leo.

Di sisi lain halaman, pasukan elit resmi sudah berbaris… dipimpin oleh regu Olan.

Olan maju satu langkah.

“Rey. Hentikan perlawanan. Serahkan diri kalian.”

Rey mengangkat tangannya.

“Kami hanya ingin mengambil Deva.”

“Perintah negara,” jawab Olan dingin.

“Kami harus menghentikan kalian.”

Di balik kata-kata itu, mata Olan berkedip cepat ke arah Rey…

sebuah isyarat singkat yang hanya mereka pahami.

Nathan, sang ahli strategi regu Olan kemudian berbicara melalui saluran komunikasi rahasia:

Tim Bayangan, mulai menyusup.

Dua anggota regu Olan menghilang dari barisan dan bergerak memutari gedung utama.

“Serang!” teriak komandan pasukan elit.

Pertempuran pecah di halaman fasilitas.

Sila melepaskan kilat ke udara, menciptakan ledakan cahaya yang memaksa pasukan mundur.

Leoni menembak dari sisi bangunan dan segera pelurunya menghantam tanah di depan kaki musuh sebagai peringatan.

Boy membakar jalan masuk, menciptakan dinding api tipis. Namun, regu Olan bergerak rapi.

Danu mengirim semburan api besar ke arah Rey.

Kyky menggunakan telepati untuk mengacaukan konsentrasi Sila.

Tameng Rey menahan serangan tapi terlihat bergetar hebat.

“Rey!” teriak Sila.

“Mereka kuat!”

Rey berlutut seolah terdesak.

“Teruskan!” teriak Olan dengan suara keras.

“Jangan beri mereka celah!”

Di mata kamera pengawas, tim Rey terlihat benar-benar terpojok.

Leo mencoba melindungi Boy yang terkena serangan gelombang suara.

Leoni terpaksa turun dari posisi tinggi.

Rey menahan serangan terakhir dengan tamengnya… lalu jatuh berlutut.

“Kita… kalah?” gumam Boy.

Rey menatap tanah, lalu berkata pelan,

“…mundur.”

Tim Rey berpura-pura terpukul dan bergerak menjauh dari halaman.

Pasukan elit bersorak.

“Target dipukul mundur!” lapor seorang tentara.

Di ruang kontrol, Armand menyeringai.

“Seperti yang kuduga. Rey tidak sehebat rumor.”

Sementara itu, jauh di dalam fasilitas…

Dua anggota regu Olan menyusup melalui lorong bawah tanah.

“Ruang penahanan anak itu ada di depan,” bisik Nathan melalui komunikasi.

Mereka sampai di sebuah pintu baja dengan tulisan:

SUBJEK WAKTU – AKSES TERBATAS

Salah satu dari mereka merusak panel pintu.

Klik

Pintu terbuka. Di dalam terlihat Deva duduk di ranjang besi kecil, gelang penahan cahaya biru di pergelangan tangannya.

Matanya membesar.

“Kalian… siapa?”

“Jangan takut,” jawab salah satu anggota regu Olan. “Kami dari pihak Tim Rey.”

Salah satu dari mereka memanipulasi kamera pengawas.

Deva berdiri ragu.

“Benarkah… Paman Rey ada di luar?”

“Ya dia datang untuk menjemputmu,” jawab yang lain.

“Dia bertarung supaya kami bisa masuk ke sini.”

Mereka mendekati Deva.

Kyky, yang ikut menyusup lewat jalur lain, mengirim gelombang telepati ke gelang penahan itu tak lama setelah itu, cahayanya melemah dan terbuka.

Deva menarik tangannya.

“Rasanya… lebih ringan…”

“Sekarang,” kata Nathan, “kita keluar.”

Di halaman depan, pasukan elit sibuk mengatur formasi ulang setelah “kemenangan”.

Itulah celahnya. Dari lorong samping, Deva muncul bersama regu penyusup.

Rey yang sudah berada di balik gedung melihatnya lebih dulu.

“Deva!”

Anak itu berlari.

“Paman Rey!”

Rey berlutut dan memeluknya erat.

Sila ikut memeluk dari samping.

“Kau aman sekarang.”

Boy menghela napas panjang.

“Syukurlah…”

Leoni memberi isyarat.

“Waktu kita sedikit. Armand pasti segera sadar.”

Di ruang kontrol, alarm berbunyi.

“Apa? Subjek waktu hilang!” bentak Armand.

Ia menatap layar dan melihat Rey menggendong Deva di sudut halaman.

“Kenapa anak itu bisa ada disana bersama tim Rey!” gumam Armand dingin.

“Buka kamera pengawas… dan lihat siapa yang berani menyelundupkan anak itu keluar.”

"Maaf Pak, kamera pengawas rusak" ujar salah satu anak buahnya.

Ia menekan tombol darurat.

“Tutup semua gerbang, jangan biarkan mereka lolos!”

Terlambat.

Rey membuka ruang dimensinya.

Cahaya putih muncul di belakang timnya dan mereka segera masuk kesana.

Olan berdiri di barisan pasukan elit, berpura-pura terkejut.

“Apa yang terjadi?” teriaknya keras.

Rey menatapnya sebentar dan mengangguk kecil.

Satu per satu, tim Rey masuk ke dalam cahaya bersama Deva.

Dalam sekejap…

mereka menghilang.

Armand menghantam meja.

“Rey, mereka semua…” katanya pelan tapi penuh amarah.

“Mulai sekarang… kau dan timmu bukan sekadar pembangkang.”

Ia menatap layar kosong.

“Kau adalah musuh negara.”

1
Marzelmus Girsang
Karyanya sangat bagus. Recomended
Mahlubin Ali
itu itu aja dialognya🤣🤣🤣. Bab lalu sama bab sekarang dialog hampir sama. novel aneh
EsyTamp: thanks bang koreksi ny, akan lebih sy perhatikan
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!