NovelToon NovelToon
Merawat Majikan Lumpuh

Merawat Majikan Lumpuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Nikahmuda / Mafia
Popularitas:14.2k
Nilai: 5
Nama Author: Las Manalu Rumaijuk Lily

Indira termangu mendengar permintaan nyonya Hamidah,mengenai permintaan putra dari majikannya tersebut.
"Indira,,mungkin kekurangan mu ini bisa menjadi suatu manfaat bagi putraku,, mulai sekarang kamu harus menyerahkan asimu buat diminum putraku,kami tahu sendiri kan? putraku punya kelainan penyakit ." ujar nyonya Hamidah panjang lebar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Las Manalu Rumaijuk Lily, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

manipulasi Arjuna..

Malam itu, setelah rutinitas "asupan" selesai, suasana di kamar paviliun terasa sedikit berbeda. Indira tidak langsung kembali ke meja belajarnya. Dengan jemari yang gemetar, ia merapikan pakaiannya dan memberanikan diri menatap punggung Arjuna yang sedang mengenakan kemejanya kembali.

​"Tuan..." panggil Indira lirih.

​Arjuna menoleh, alisnya terangkat sebelah. "Ya?"

​"Hasil seleksi awal sudah keluar. Saya... saya diterima di Universitas negeri di Yogyakarta. Jurusan kedokteran, sesuai impian saya," ucap Indira dengan binar harapan yang sangat jarang terlihat di matanya selama enam bulan terakhir.

"Jika Tuan mengizinkan, setelah ujian akhir bulan depan, saya ingin mengurus kepindahan ke sana."

​Seketika, atmosfer di ruangan itu berubah drastis. Suhu udara seolah turun beberapa derajat. Arjuna yang tadinya tampak rileks, kini mematung. Ia membalikkan tubuhnya sepenuhnya, menatap Indira dengan tatapan yang sangat gelap dan mengintimidasi.

​"Ulangi lagi," perintah Arjuna dengan suara rendah yang bergetar karena amarah yang ditahan.

​"Saya... saya ingin kuliah di luar kota, Tuan. Di Yogyakarta. Jaraknya tidak terlalu jauh, tapi saya harus tinggal di asrama sana agar fokus belajar—"

​BRAK!

​Arjuna memukul meja belajar Indira hingga tumpukan buku di atasnya berserakan ke lantai. Indira terlonjak kaget, tubuhnya gemetar hebat saat Arjuna melangkah maju dan mencengkeram kedua bahunya dengan sangat keras.

​"Luar kota?! Asrama?!" Arjuna membentak tepat di depan wajah Indira. "Siapa yang memberimu izin untuk bermimpi sejauh itu, hah?!"

​"T-tuan, ini masa depan saya... Saya ingin menjadi dokter—"

​"Masa depanmu adalah di sini! Di bawah pengawasanku!" Amarah Arjuna meledak. Ia mencengkeram rahang Indira, memaksanya menatap matanya yang memerah. "Apa kau pikir aku memberimu kemewahan, menyekolahkanmu di yayasan terbaik, dan memberimu berlian hanya agar kau bisa lari dariku?!"

​"Tapi Tuan... saya tidak lari. Saya hanya ingin kuliah..." isak Indira mulai pecah.

​"Tidak ada kuliah di luar kota! Kau akan tetap di Jakarta. Aku sudah mendaftarkanmu di universitas swasta paling mahal di kota ini, dan jaraknya hanya 15 menit dari kantorku!" Arjuna melepaskan cengkeramannya dengan sentakan kasar hingga Indira jatuh terduduk di ranjang.

​"Kau adalah milikku, Indira. Tubuhmu, asupanku, setiap inci dari dirimu adalah hak milikku. Kau pikir aku bisa membiarkanmu pergi ke kota lain dan membiarkan pria lain menatapmu di kampus?!" Arjuna menunjuk wajah Indira dengan telunjuknya. "Jangan pernah sebut soal Yogyakarta atau kota manapun lagi, atau aku akan memastikan ibumu kehilangan pekerjaannya dan kau kehilangan hakmu untuk sekolah selamanya!"

​Arjuna keluar dari kamar dengan membanting pintu hingga suaranya menggema ke seluruh paviliun.

​Di luar pintu, Darsih berdiri mematung dengan air mata yang mengalir deras. Ia mendengar semuanya. Harapannya untuk melihat Indira bebas kini hancur berkeping-keping oleh obsesi gila sang majikan.

​Indira merosot ke lantai, memeluk lututnya di tengah buku-buku yang berantakan. Ia baru sadar bahwa pendidikan dan prestasinya selama ini bukanlah tiket menuju kebebasan, melainkan hanya cara Arjuna untuk memperindah "burung peliharaan" di dalam sangkar emasnya.

​Indira hanya bisa menangis sesenggukan di bawah kuasa Arjuna yang tak terbendung. Amarah pria itu benar-benar murni karena rasa posesif yang gila. Bagi Arjuna, ide tentang asupan yang dikirim via kurir adalah sebuah penghinaan. Ia tidak hanya menginginkan "cairannya", ia menginginkan raga dan jiwa Indira tetap berada dalam jangkauan tangannya.

​"Tuan... tolong... ini cita-cita saya..." isak Indira di sela-sela ciuman paksa Arjuna.

​"Cita-citamu adalah melayaniku!" bentak Arjuna. Ia menarik tubuh Indira ke atas ranjang dengan kasar. "Kau pikir aku akan membiarkanmu tinggal di asrama, bertemu dengan mahasiswa laki-laki lain, dan membiarkan mereka melihat apa yang selama ini hanya menjadi konsumsiku? Jangan harap, Indira!"

​Malam itu, Arjuna benar-benar "menghukum" Indira. Ia tidak memberikan celah sedikit pun bagi Indira untuk bernapas lega. Setiap sentuhannya terasa seperti klaim kepemilikan yang mutlak. Ia sengaja meninggalkan jejak-jejak merah yang lebih banyak dan lebih terlihat di area leher dan bahu Indira, seolah menandai bahwa gadis ini adalah miliknya.

​Keesokan paginya, sebelum Indira sempat menemui Tuan Pratama lagi, Arjuna sudah lebih dulu mendatangi ayahnya di ruang kerja rumah utama.

​"Ayah, soal izin kuliah Indira di Yogyakarta... sepertinya kita harus meninjau ulang," ucap Arjuna sambil menyesap kopi dengan tenang, seolah tidak terjadi badai besar semalam.

​Pratama mengerutkan kening. "Kenapa? Bukankah itu bagus untuk reputasi yayasan kita?"

​"Indira masih labil, Pa. Kemarin malam dia menangis padaku, katanya dia sebenarnya takut jauh dari ibunya dan tidak siap tinggal di asrama. Dia hanya merasa tertekan karena ekspektasi Papa," bohong Arjuna dengan wajah yang sangat meyakinkan. "Lebih baik dia kuliah di Jakarta saja. Aku sudah menyiapkan kursi di fakultas kedokteran universitas mitra kita. Dengan begitu, pengobatanku tetap terjamin secara langsung, dan keselamatannya tetap dalam pantauan kita."

​Pratama terdiam sejenak, lalu mengangguk-angguk. "Kalau memang itu kemauan anaknya, ya sudah. Yang penting dia tetap kuliah."

Arjuna tersenyum puas,berbohong sedikit untuk kebaikannya tidak masalah.

​Saat Indira keluar dari paviliun dengan mata sembab untuk berangkat sekolah, ia berpapasan dengan Nyonya Hamidah di taman.

​"Indira, Arjuna bilang kamu ragu ya ke Yogyakarta?" tanya Hamidah lembut. "Sudah, jangan sedih. Kuliah di Jakarta juga bagus kok, nanti kamu bisa tetap tinggal di sini bersama ibumu."

​Indira seolah tersambar petir. Ia menyadari bahwa Arjuna telah menutup semua celah. Pria itu telah memutarbalikkan fakta di depan orang tuanya. Harapannya untuk melihat dunia luar dan menghirup udara kebebasan di Yogyakarta kini benar-benar musnah.

"Tapi nyonya,,"

"Sudah,tidak apa apa,,jangan memaksakan diri sayang,,aku juga paham kok kalau kamu sangat menyayangi ibumu,dan tidak ingin jauh darinya kan?" potong Hamidah lembut.

Indira menggigit bibirnya kuat,menetralisir perasaannya yang kecewa sekaligus kekesalan yang memuncak.

​Saat ia berjalan gontai menuju gerbang, mobil mewah Arjuna berhenti tepat di sampingnya. Kaca mobil turun perlahan, memperlihatkan seringai tipis sang tuan muda.

​"Masuk," perintah Arjuna dingin.

​Di dalam mobil, Arjuna menarik tangan Indira dan mencium telapak tangannya. "Jangan pernah mencoba melawan arusnya, Sayang. Kau hanya akan kelelahan. Tetaplah di sampingku, maka dunia akan ada di genggamanmu."

​Indira hanya bisa menatap jalanan dengan pandangan kosong. Ia merasa hidupnya tidak berarti lagi.

"Aku membenci mu tuan," isaknya pelan.

"Benci lah sepuasmu sayang,,asalkan kau tidak melawan,tidak masalah bagiku,," cup! Arjuna menyesap bibir Indira.

Dengan kasar Indira menyekanya.

hatinya semakin kesal dengan sikap semena-mena Arjuna.

​bersambung...

1
Fitri Ani Silitonga
cerita novel ini sangat menarik, alur cerita nya bagus, tidak pernah bosan untuk baca novelnya karna alurn ceritanya menarik dapat di mengerti alur cerinta
Sila Lahi
lanjut thor ♥️♥️♥️
refinorman norman
up lagi Thor suka dgn cerita kamu ini
Sila Lahi
bakal seru ini ceritanya soalnya bakal kabur indiranya sama bi darsih mengawali hari baru tanpa tekanan♥️♥️♥️
Sila Lahi
semangat thor ♥️☺️
Las Manalu Rumaijuk Lily: terimakasih kk
total 1 replies
Fitri Ani Silitonga
thor kapan Arjuna menyatakan perasaannya pada Indira
semoga aja pernikahan Indira dan Arjuna di warnai cinta
mili
sampai kapan Indira d siksa thor
mili
aku berharap mereka akan saling jatuh cinta dan Arjuna gak egois lagi ke Indira
🇦 🇵 🇷 🇾👎
laki babi... jijik aq
🇦 🇵 🇷 🇾👎
mudh"n.... hd lh wnt yg keras kau
refinorman norman
next
🇦 🇵 🇷 🇾👎
lama jijik aq
🇦 🇵 🇷 🇾👎
kok mkin yak babi kau... lki monyet... gk tau dr...

klo gt gn kn cr pnculik kn hamidh.... tutup semua jalur indi dr ank kau
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next
mili
seru
ria rosiana dewi tyastuti
bawa minggat aja sdh yah.....👍 biar kapok
🇦 🇵 🇷 🇾👎
Aq dkg ayh z lh...
refinorman norman
q mendukung mu ayah,,, 💪
Manis
good ayah.
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next... bikin risa gk jd nkh dong... yg blh nikh indi... ksian dy... hny di aggp pemuas obt bg juna... dmn rs ht mu kk yg nulis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!