NovelToon NovelToon
CINTA BOS MAFIA DAN GADIS DESA TOBRUT

CINTA BOS MAFIA DAN GADIS DESA TOBRUT

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / CEO / Mafia / Roman-Angst Mafia / Cintapertama / Persaingan Mafia
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Aretha_Linsey

Nicholas Alistair adalah definisi dari bahaya yang memikat. Seorang Boss Mafia kelas kakap dengan kerajaan yang dibangun di atas ketakutan dan baja. la dingin, kejam, dan memiliki segalanya-kecuali hati. Hidupnya sempurna di bawah kendali, hingga ia harus melakukan perjalanan ke pelosok desa terpencil untuk menyelesaikan urusan bisnis yang berdarah.
Di sanalah ia bertemu Rania
Rania, si gadis desa dengan pesona alami yang polos dan lugu, memiliki keindahan yang memabukkan. Postur tubuhnya yang ideal bak gitar spanyol adalah magnet yang tak terhindarkan, membuat mata Sang Don tertuju padanya. la adalah bunga liar yang tumbuh di tempat yang salah, dan Nico, Sang Penguasa Kota, memutuskan ia harus memilikinya.
Apa yang dimulai sebagai obsesi, perlahan berubah menjadi hasrat yang membara. Nico menarik Rania dari kehidupan sederhananya, memaksanya
masuk ke dalam sangkar emas yang penuh intrik, kekayaan, dan bahaya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aretha_Linsey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25 Operasi Valetta

Di bawah langit Malta yang gelap dan diguyur hujan, Marco dan timnya bergerak seperti hantu. Mereka adalah veteran yang dilatih untuk operasi senyap, masing masing membawa beban pengetahuan bahwa kegagalan di sini berarti keruntuhan sebagian Kekaisaran Alistair.

Meskipun Marco tahu Vito terlibat, ia masih beroperasi berdasarkan asumsi bahwa ini adalah misi penyelamatan melawan faksi Balkan yang brutal. la belum tahu tentang pengkhianatan Luca.

Di gudang bawah tanah dekat Pelabuhan Valletta, cahaya lampu neon yang berkedip kedip menembus celah celah di dinding baja.

"Tiga target di luar perimeter. Satu di pos jaga utama. Dua lagi sedang merokok di dekat jalur air. Semua bersenjata ringan. " bisik salah satu agen melalui earpiece Marco.

Marco, yang bersembunyi di balik tumpukan peti kemas, memberi isyarat tangan: diam dan cepat.

Mereka menghilangkan target luar dalam hitungan detik. Tidak ada suara, hanya gerakan cepat, efisien, dan mematikan. Tim itu maju ke pintu utama. Marco mengeluarkan alat peretasan minimalis. la tidak mencoba merusak; ia hanya menyentuh panel kunci dengan perangkat kecil, membiarkan Gio di atas jet melakukan sisanya.

Di Dalam Jet Pribadi:

Gio berkeringat di kursinya, meskipun suhu kabin jet dingin. Satu sisi otaknya sibuk mengunduh data Luca, sisi lainnya sibuk membuka pintu gudang untuk Marco.

"Pintu gudang terbuka, Don, " bisik Gio, tanpa mengalihkan pandangan dari feed Marco.

"Hati hati, Marco, Vito ada di dalam. Dia tidak akan menyambutmu dengan kopi".

Nicholas, yang berdiri di belakang kursi pilot, memegang tablet yang menampilkan peta termal gudang, Ia melihat pergerakan Marco dan timnya. Di sampingnya, Rania duduk diam, memegang secangkir teh yang kini dingin, matanya terpaku pada suaminya.

"Sayang, ingat, jika Marco meminta sinyal darurat, jet akan lepas landas tanpa aku, " kata Nicholas, nadanya tenang, tetapi itu adalah perintah mutlak.

"Aku akan kembali, tetapi keselamatanmu adalah prioritas di atas segalanya.

"Aku tahu." balas Rania, menahan desakan untuk memeluknya.

Marco dan dua agennya menyelinap ke dalam gudang utama. Ruangan itu luas, dipenuhi dengan kontainer kosong dan peralatan pelabuhan yang berkarat. Udara berbau minyak, garam, dan ketegangan.

"Armando ada di belakang, Marco. Aku bisa melihatnya". lapor salah satu agen, menunjuk ke sebuah ruang kantor kecil yang terletak di lantai dua gudang.

"Perimeter terlihat kosong. Terlalu kosong, " Marco mendesis.

Tiba tiba, sebuah suara bergema di seluruh gudang, dimainkan melalui sistem public address yang sudah berkarat.

"Selamat datang, Marco. Aku menghargai ketepatan waktu Alistair."

Itu suara Vito. la terdengar santai, hampir geli.

Marco segera memberi sinyal pada timnya untuk mengambil posisi berlindung.

"Kau tahu, aku selalu iri pada Alistair karena memiliki kesetiaanmu Marco. Tapi lihatlah, dia lebih memilih seorang gadis desa lugu daripada logika dan stabilitas."

Vito tertawa. Tawa yang bergema di ruang kosong itu terdengar jahat dan menggema.

"Aku tidak bisa melihat dia di mana pun, Marco, " Gio berbisik cemas dari earpiece.

"Dia pasti berada di ruang kendali tersembunyi."

Marco tahu mereka telah masuk ke dalam jebakan.

"Tim, dengarkan! Prioritas: Armando. Abaikan Vito. Cari Armando, dan keluar!" perintah Marco.

Mereka mulai bergerak menuju kantor di lantai dua. Namun, ketika mereka mencapai tangga besi, tirai tebal terangkat di salah satu sisi gudang. Di dalamnya, berdirilah Dimitri dan sekitar sepuluh pria bersenjata berat, semuanya mengenakan topeng ski.

"Aku minta maaf, Marco, " suara Vito terdengar lagi.

"Tapi ini adalah perpisahanmu. Oh, dan katakan pada Nicholas. . Luca mengirimkan salam terbaiknya."

Kata Luca menghantam Marco seperti peluru. Wajahnya yang tenang langsung berubah menjadi terkejut dan marah. Sebelum ia sempat mencerna implikasi dari pengkhianatan tersebut, rentetan tembakan pertama menghantam gudang

Gio menunjuk ke layar feed Marco yang tiba tiba dipenuhi kilatan tembakan dan ledakan.

"Don, mereka terjebak! Marco.... Marco ditembak! Dia terkena serangan berat! ".

Nicholas mengepalkan tangan, amarahnya yang sempat ia kendalikan kini kembali tak tertahankan. la melihat di peta termal bagaimana Marco dan timnya terdesak, terperangkap di bawah rentetan tembakan yang mematikan.

"Gio, ada rute pelarian?" tanya Nicholas.

"Satu satunya adalah gudang bawah tanah.. dan itu terendam air, Don ". jawab Gio.

Nicholas menoleh ke Rania, matanya memancarkan keputusan yang mengerikan.

"Mereka sudah tahu aku melihat, dan mereka telah melukai Marco. Jika aku membiarkan ini, mereka menang. Dan aku tidak akan pernah memaafkan Luca. Aku tidak akan membiarkan Vito lolos lagi."

Nicholas melepas blazer mahalnya, memperlihatkan rompi anti peluru di balik kemejanya. la mengambil dua pistol dari tasnya.

"Gio, kirimkan koordinat GPS-ku ke Marco. Beri tahu dia, bala bantuan akan tiba. Tapi aku tidak ingin bala bantuan dari The Family. Aku ingin semua orang yang loyal pada kita untuk bersiaga. Peta Valetta."

"Nicholas, apa yang akan kau lakukan?" bisik Rania, kaget melihat suaminya mempersenjatai diri.

"Aku tidak bisa membiarkan Marco mati di sana. Tidak setelah dia mempertaruhkan nyawanya untukku. Dan aku tidak akan membiarkan Vito menculikmu lagi".

Nicholas menatap Rania, pandangannya penuh tekad yang dingin dan mematikan.

"Aku akan pergi ke sana sendiri. Ini adalah urusanku. Dan

aku akan menyelesaikan ini sendiri. Marco membutuhkan aku."

Ia mencium Rania dengan paksa dan penuh gairah, ciuman perpisahan yang terasa seperti janji dan ancaman sekaligus.

"Jaga dirimu, Ratu. Dan jangan biarkan jet ini lepas landas tanpaku."

Sebelum Rania bisa membalas, Nicholas membuka pintu jet pribadi. la melangkah keluar dari cahaya mewah kabin ke dalam kegelapan Malta yang basah, menuju gudang yang kini menjadi medan pertempuran mematikan. Don Alistair kini berada di tengah kekacauan, sendirian

untuk menghadapi pengkhianatan dan perang.

1
partini
👍👍👍👍
partini
lebih mengerikan sang ratu
Aretha_Linsey: Wkwk sang ratu mampu meluluhkan kak😄
total 1 replies
Aretha_Linsey
gara gara kecintaan kak🤣jadi agak geser dan plin plan🤭
partini
aku mau mengumpat ya Thor ,,dasar mafia goblok oon kaya Don Don don Alan Dona 🤣🤣🤣 jirrr esmosi aku mafia ko gini macam teri
partini
waduh trauma
Aretha_Linsey: jadi nikah gak🤣
total 1 replies
partini
dari sinopsisnya Manarik mulai baca bab satu penasaran
Aretha_Linsey: Terimakasih ya kak
bantu like dan komentar ya biar aku semangat nulisnya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!