Natasha Bleecker berusia 30 tahun seorang sekretaris CEO tampan bernama Dimas dijodohkan dengan Reza Permadi berusia 26 tahun. Natasha adalah cinta pertama Reza sewaktu kecil dulu. Sedangkan Dimas sangat terobsesi memiliki Natasha membuat jalan perjodohan mereka sedikit rumit. Kerikil kerikil tajam selalu datang dalam hubungan Natasha dan Reza.
Apakah mereka dapat berakhir bahagia seperti cerita pada novel novel romansa lainnya?
Dukung terus Author dengan Like, coment, fav & share. Dengan begitu memberi semangat Author untuk cepat menyelesaikan kisah Natasha dan Reza.
Terimakasih untuk teman teman penyuka noveltoon 🙏😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggraini Gita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 25 : Kegaduhan
Rumah Natasha dan Reza
Masih sepagi ini, ada yang membuat kegaduhan dirumah mereka. Oma Ranti dan Aunty Citra datang dengan membawa barang barang mereka. Pelayanpun kewalahan membawa koper koper itu. Tanpa bertanya dan meminta ijin pada empunya rumah, Oma dan Aunty dengan santainya akan tinggal dirumah Natasha dan Reza entah sampai kapan. Memang rencana mereka untuk mengusik keharmonisan rumah tangga cucu dan keponakannya.
Natasha dan Reza turun kelantai bawah setelah Susi menyampaikan kegaduhan itu. Oma dan Aunty sedang berleha leha diruang keluarga.
"Susi.." teriak Oma, kemudian susi segera datang dengan sedikit berlari karna oma tipe orang yang tidak mau menunggu lama.
"iya nyonya oma, ada perlu apa lagi?" jawab susi, masih mengatur nafasnya. Pasalnya belum ada 5 menit oma menyuruh, sekarang sudah memanggilnya kembali. Bikin semua pelayan kerepotan.
"Jangan lupa kopi untukku jangan kemanisan! aku juga mau sandwich. cepat buatkan, jangan lama lama!" nada khas oma, nada keras dan tegas.
"Susi, aku juga. Buatkan orange juice dan sandwich. Cepat!!" aunty melotot pada Susi.
Natasha dan Reza sudah mendengar dari sejak pintu lift terbuka di lantai dasar.
"Oma sama aunty kamu heboh banget sayang" natasha berbisik pada suaminya sambil berjalan mendekati oma dan aunty citra.
"Oma..aunty" reza dan natasha mencium punggung tangan oma dan aunty bergantian, balasan untuk natasha jelas dengan senyum masam.
"oma kenapa gak bilang kalau mau datang?" reza duduk disebelah oma, merangkulnya.
"apa omamu ini mengganggu kalian? tidak boleh oma datang?" memicingkan matanya tajam ke arah natasha.
"tidak oma, natasha senang kok oma dan aunty datang, makin rame" natasha tersenyum walopun di dalam hatinya tahu tidak akan mudah menghadapi dua orang yang duduk dihadapannya itu.
"Masa sih? nanti kamu terganggu trus ngadu ke suamimu yang enggak enggak" oma menyindir natasha, ingin berusaha membuat cucu menantunya kesal.
"iya bener oma, nat senang ada oma sama aunty" natasha tersenyum pada Reza, memegang tangan suaminya, mengusap lembut.
Cara jitu agar Reza tidak terpancing.
"Ini yang bikin aku makin sayang sama kamu, cup" Reza mengecup pipi kiri natasha. Oma dan Aunty sebal membuang muka.
"Nyonya oma, aunty ini..silahkan" susi meletakkan kopi, orange juice dan sandwich sesuai keinginan.
"Tuan, sarapannya sudah siap" Susi mengatakan pada Reza.
"Iya susi, terimakasih"
"Oma, Aunty kami sarapan dulu ya" pamit Reza, natasha menganggukan kepalanya pada mereka. Natasha sengaja meraih tangan Reza, bergandengan mesra didepan oma dan aunty. Kedua orang itu jelas semakin tidak suka.
******
Ruangan Sekretaris Putra Perkasa Group
Kimi Radika
"Halo oma sayang" suara Kimi dari sebrang sana.
"Kimi cucuku, oma kangen. Kapan ada waktu untuk bertemu oma?" suara oma selalu lembut pada Kimi.
"Siang ini bagaimana oma? kita lunch bareng?"
"ok..kamu atur saja lunch dimana. segera kirim alamatnya ya sayang"
"iya oma sayang, bye"
"bye.."
tut tut tut
Kimi tersenyum licik, dia senang dapat meluluhkan hati oma Ranti. Satu jalan terbuka untuk semakin dekat dengan Reza. Ingin segera menyingkirkan Natasha, sebelum itu terjadi Kimi akan menyakiti temannya itu perlahan.
******
Kembali ke rumah Natasha dan Reza
"Selamat pagi Tuan" Bani membungkukan badannya.
"Pagi Bani" jawab Reza yang telah selesai sarapan bersama Natasha.
"Sesuai perintah Tuan, dia sudah ada disini" Bani berbisik pada Reza.
"Kenapa berbisik? ada yang kamu sembunyikan dariku sayang?" Natasha curiga.
"ikut aku ke ruang kerja! kau juga Bani" Reza menarik Natasha untuk ikut ke lantai 3 ruang kerja suaminya. Diikuti Bani dan satu wanita dengan perawakan tinggi besar, cukup sadis wajahnya. Oma dan Aunty entah menghilang kemana.
"Ada apa sih?" Natasha berkata lirih ditelinga suaminya saat di dalam lift. Bani dan wanita itu berdiri dibelakang. Reza diam tak menjawab, justru semakin mempererat rangkulannya pada pinggang istrinya.
tring
pintu lift terbuka. Mereka berempat masuk ke ruang kerja Reza. Bani dan wanita itu berdiri didepan meja kerja, sedangkan Natasha duduk dipangkuan Reza. Bukan keinginan Natasha, namun Reza yang menariknya untuk duduk dipangkuannya.
"Sayang...ada Bani dan temannya. Aku malu" Natasha bergumam yang masih didengar Reza. Reza tersenyum, menahan pinggang istrinya yang ingin turun dari pangkuan.
"Tuan..ini Raya, bodyguard nona muda" Bani memperkenalkan wanita disebelahnya.
"Pagi Tuan muda, Nona muda. Saya Raya" wanita bertubuh kekar itu membungkukan badannya.
"Bodyguard aku sayang?" Natasha terkejut langsung menatap suaminya.
"iya sayang, kamu suka dengan Raya tidak?" tanya Reza.
"kenapa harus pakai bodyguard? aku baik baik aja sayang"
"Untuk menjagamu sayang. Aku gak mau kejadian yang sudah sudah terjadi lagi" Reza mengusap pipi kanan Natasha tanpa rasa malu didepan kedua bawahannya.
"Baiklah, aku setuju. Demi kebaikanku" Natasha tersenyum, menegakkan tubuhnya mendekati Raya.
"Panggil aku Nata saja. semoga kita bisa menjadi teman baik" Natasha menjabat tangan Raya.
"Nona Nata?" Raya menyebutkan panggilan lain.
"Ok, tidak masalah" Natasha dan Raya tersenyum.
*******
Restaurant D
Kimi sudah berada didalam ruang VIP, menunggu kedatangan oma Ranti. Memilih ruang private agar lebih leluasa membicarakan banyak hal. Salah satunya merencanakan sesuatu yang buruk untuk Natasha. Kimi akan berusaha mempengaruhi oma Ranti. Bagaimanapun caranya, oma harus berpihak padanya. Membalaskan dendam atas kematian Kenzo.
'Rencanaku harus berhasil! aku sudah menunggu cukup lama untuk membalaskan dendammu abang' gumam Kimi sambil memandangi gambar Kenzo di galeri gawainya.
ceklek
pintu ruangan itu terbuka. Masuklah sosok wanita paruh baya dan wanita berumur 45tahunan. Oma Ranti dan Aunty Citra. Dua orang yang sangat cocok dan konsisten membenci Natasha. Melemparkan senyuman ramah lalu duduk dihadapan Kimi. Senyuman yang tidak pernah Natasha dapatkan.
"Kimi sayang.." Oma dan Aunty berjalan menghampiri, memeluknya.
"Oma..Aunty" membalas pelukan bergantian.
"Maaf sayang, lama ya?" Oma mengusap pipi Kimi.
"Enggak kok oma. Kimi baru aja dateng"
"Aunty..kenapa cantik banget sih? Kimi iri deh" Kimi mulai menjilat, mengambil hati.
"Masa sih?" Aunty tersenyum tersipu sambil memegang kedua pipinya.
'Hahaha...berhasil gw. Ngejilat dikit udah pada takluk. Baguslah' batin Kimi dengan senyuman kemenangan.
"iya Aunty, serius deh. Kapan kapan ajakin Kimi perawatan dong. Kayaknya seru"
"ok, nanti kita atur aja kapan. Mamih juga ikutan ya. Biar rileks mih, biar gak stres ngadepin perempuan itu" Perempuan yang dimaksud jelas Natasha.
"Aduh, jangan bahas wanita murahan itu. cih...sampai kapanpun aku tidak akan pernah menyukainya" Oma Ranti kesal jika teringat atau mendengar nama Natasha disebut.
"Sudah oma..kita makan aja yuk? jangan pikirkan wanita itu. Bahas rencana selanjutnya setelah makan saja" Kimi berdiri dan mendekati oma, mengusap punggungnya. Lagi lagi dia pintar mengambil hati.
*******