NovelToon NovelToon
Tuan Tiada Tanding 2

Tuan Tiada Tanding 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor
Popularitas:9.2k
Nilai: 5
Nama Author: Abdul Rizqi

lanjutan novel Tuan Tiada Tanding

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abdul Rizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pembunuhan di Desa Sumbersekar

Suasana hening Momon dan Bos Hong saling bertatapan.

"Sepertinya harus aku sendiri yang maju!" Ucap Bos Hong yang maju ke depan dan menyingsingkan lengan bajunya yang pendek.

Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki, dan tiba-tiba terdengar suara besi yang di patahkan.

Kletak!

Ya Suwarno datang dan berdiri di samping Momon kemudian mematahkan keris panjang yang berlumuran darah itu.

"Apakah kalian berdua percaya diri setelah mengalahkan anak buahku?"

"Akan aku tunjukan kepada kalian betapa mengerikannya kekuatanku!"

Bos Hong kembali maju satu langkah dan Berucap, "lihatlah baik-baik ini, biasanya aku tidak pernah menunjukan kekuatanku terhadap musuhku, namun kali ini aku akan membuat pengecualian."

"Aku akan memberitahu kepada kalian!"

"Aku memiliki sebuah ajian yang sangat cocok untukku! Sebuah ajian yang sangat hebat bernama ajian butho kunting!"

"Meskipun tubuhku seperti ini namun jangan pernah remehkan kekuatanku!" Bos Hong menekankan matanya siluet matanya berubah menjadi hitam legam.

Wus...

Tiba-tiba bayangan Butho raksasa memegang palu gada berduri terlihat di belakang bos Hong.

Bayangan butho itu kemudian memasuki tubuh Bos Hong.

Merasakan hal ini Bos Hong menyeringai, "matilah kalian bertiga! sudah memberikan kalian kesempatan namun kalian sia-siakan jangan menyesal dengan keputusan kalian."

Bos Hong kemudian menghentikan kaki kecil mungilnya ke arah kakinya Suwarno, "rasakan ini!"

Bang!

Tanah-tanah tempat berpijak Suwarno sampai retak.

"Haha kakinya hanc--"

Jika di sini ada jangkrik mungkin suaranya akan terdengar sangat nyaring, namun sayang sekali tidak ada jangkrik di sini.

"Loh? Mengapa kamu baik-baik saja?" Tanya bos Hong yang kaget melihat Suwarno masih bisa berdiri dan hanya tanah tempat berpijak saja yang retak.

Bos Hong bingung, dia sudah menggunakan ajian butho kunti seharusnya kekuatan dia saat ini sama dengan kekuatan raksasa.

Seharusnya...

Mengapa?

Tiba-tiba Suwarno mencekik bos Hong yang pendek kemudian mengangkatnya hingga kaki bos Hong tidak menyentuh tanah.

Bos Hong langsung menggeliat seperti cacing sambil melototkan matanya tangannya berusaha keras melepaskan cengkraman Suwarno.

"Kamu harus tahu, Cebol. Meskipun kami berdua adalah kuli namun kami bukanlah kuli biasa!"

"Enyah atau kami hajar!" Ucap Suwarno kemudian melemparkan bos Hong begitu saja.

Seketika itu juga bos Hong mundur kebelakang dengan ketakutan, detik berikutnya bos Hong kabur sambil memegangi celananya yang hampir melorot.

Para satpam dan para penjaga yang awalnya meremehkan duo kuli menjadi gugup, mereka sudah meremehkan akankah mereka bernasib sama seperti kelima anak buah Bos Hong?

Siapa sangka saat ini Bianca muncul, "terimakasih sudah membantu untuk mengusir mereka, pak. Maaf tidak menyambut anda tepat waktu." Ucap Bianca.

"Ah, kamu akhirnya muncul juga. Kami butuh bantuan!" Ucap Momon dengan serius.

"Silahkan masuk ke dalam dulu." Ucap Bianca yang mengajak duo kuli masuk ke dalam.

***

Di dalam ruangan khusus 4 orang itu duduk bersama. Bianca bisa melihat ekspresi penuh harap dari mereka. Seolah mereka berharap Bianca bisa menyelesaikan permasalahan mereka.

"Ada apa pak?" Tanya Bianca.

"Kami mendapatkan tugas yang sangat sulit tidak tugas yang mustahil dari Tuan Arjuna!" Jawab Momon.

Bianca menjadi sangat serius ketika mendengar hal ini.

"Tugas apa?" Tanya Bianca.

Kemudian Duo kuli menceritakan tugas yang di berikan Tuan Arjuna untuk mereka.

Mendengar hal ini Bianca langsung menghirup udara dalam-dalam, "jangan-jangan Tuan Arjuna ingin membuang kalian berdua."

Duo kuli hanya dia saja menunduk dengan ekspresi pasrah. Mereka juga berpikir seperti ini. Mereka khawatir ini adalah cara halus dari Tuan Arjuna untuk mengusir mereka dengan memberikan tugas yang mustahil di selesaikan mereka.

Siapa sangka Bianca langsung berlari menuju meja dan mengambil sebuah dokumen, "mungkin kalian bisa menuju ke organisasi yang sangat rahasia bernama north society..." Bianca memberikan dokumen itu.

"Ini adalah sebuah informasi yang sangat mahal, di sebuah tempat terdapat sebuah organisasi dunia bawah tanah yang suka mengkoleksi berbagai-bagai macam barang antik, kelompok itu menamai dirinya North Society..."

"Orientasi mereka hanya barang antik, mereka tidak bertujuan mendapatkan kekuasaan seperti kebanyakan organisasi bawah tanah lainnya."

"Mungkin di sana kalian bisa menemukan petunjuk untuk misi ini." Ucap Bianca.

***

Sementara itu di toko Arjuna.

Arjuna bangun dari tempat duduknya dengan bosan, kemudian dia berjalan menuju ke depan, "pergi kemana kedua orang itu? Mengapa tidak kembali padahal sudah mau petang." Ucap Arjuna sambil memandangi langit yang mulai gelap.

"Ah biarlah, mereka sudah besar. Kalau lapar juga pulang." Imbuhnya.

Tiba-tiba Arjuna melihat kerumunan orang-orang, "lah ada apa rame-rame?" Tanya Arjuna sambil menyipitkan matanya memandangi jalan raya yang terletak di kejauhan.

Kemudian Arjuna berjalan dari tokonya ke bawah hingga menuju ke perempatan Sumbersekar. Sebenarnya bukan perempatan murni karena cabangnya sedikit bengkok.

Arjuna langsung menuju ke toko kelontong yang terletak di sudut, menghampiri seorang bapak-bapak dengan rokok di mulutnya.

"Pak Man ada apa?" Tanya Arjuna kepada Pak Man salah satu kenalannya.

"Eh, Arjuna!" Ucap pak man yang terkejut dengan kehadiran Arjuna.

Keduanya saling berjabat tangan.

"Ada apa pak man? Mengapa warga Sumbersekar pada keluar?" Tanya Arjuna kepada Pak Man.

Pak Man menghembuskan asap rokoknya kemudian berucap, "Ada pembunuhan..." jawab pak man.

Seketika itu juga ekspresi Arjuna langsung menegang.

"Pembunuhan? Di sini? Di dekat SD?" Tanya Arjuna dengan ekspresi serius di wajahnya.

Pak Man menganggukan kepalanya, "Benar, tapi agak jauh dari Sd. Ayo kita cek kesana Jun!" Ajak Pak Man.

Arjuna menganggukan kepalanya dengan cepat dia mengikuti pak man ke lokasi terjadinya pembunuhan.

"Sialan! Ini benar-benar pembunuhan!" Ucap Arjuna yang melihat banyak sekali mobil aparat yang mengelilingi tempat ini.

Di sana kebetulan ada pak Lurah dengan cepat arjuna dan pak man menghampiri pak Lurah.

"Bagaimana pak Lurah?" Tanya Pak Man.

Pak Lurah terlihat lelah dia kemudian menjawab, "suasana Sumbersekar sedang tidak aman, aku akan membuat pengumuman agar melakukan ronda malam!"

Ketika pak Man berbincang dengan pak Lurah arjuna iseng-iseng memepet garis police lane yang ada di sana dan mencoba mengintip ke arah depan.

Ada banyak sekali orang yang sedang melakukan olah tkp.

Tiba-tiba terdengar sebuah suara di samping Arjuna, "sepertinya pelakunya sangat kejam, ya?" Tanya orang itu.

Arjuna menoleh sambil menyipitkan matanya, "Siapa kamu? Mengapa kamu memakai bedak setebal itu?" Tanya Arjuna kemudian memalingkan wajahnya lagi.

1
Pencuri Hati
upppp thorrrr....
Pencuri Hati
Maheswari mau nambah benjol di kepala kali😆
Rere Emon
/Drool/upp lagi kak thor
Jadi Orang
knp mc nya di buat tolol
Pencuri Hati
crazy up Thor....
brajamusti
yg banyak thorrr.. jangan males up nya
Pencuri Hati
lanjuttt
Pencuri Hati
up Thor 🙏
heru Rujak
receh
watno antonio
bagus
Arman Jaya
semangat...../Good/
Aqlul /aqlan
tetep smngt thor...merdeka...
Vinski Ambar01
semoga lekas diberikan kesembuhan dan bisa beraktivitas seperti dulu lagi.. aamiin
Eva Akmal
semoga lekas sembuh aamiin..
Pencuri Hati
Syafakallah semoga cepet sembuh 🤲
brajamusti
wah up nya cuma 1 uyy
Aqlul /aqlan
wah kabuuuurrrr.....lnjut tpi jngan kabur ya thor....
Lilis Khotimah
lg dong ceritanya
Aries Hikmal
💝
Aqlul /aqlan
hhhh...bolo sewu opo srewu tor...lnjut...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!