NovelToon NovelToon
Sistem Pembalasan Putri Masa Depan

Sistem Pembalasan Putri Masa Depan

Status: sedang berlangsung
Genre:Ruang Ajaib / Sistem / Time Travel / Fantasi Wanita / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:75.4k
Nilai: 5
Nama Author: Itsme AnH

Sebagai Putri Changle, seharusnya ia menikmati kemewahan dan cinta. Namun, gadis modern ini justru terperangkap dalam tubuh seorang putri kuno dengan masa lalu yang mengerikan: dikhianati oleh kekasihnya sendiri, disiksa tanpa ampun, dan meregang nyawa dalam kesengsaraan. Takdir memberinya kesempatan kedua. Dengan Sistem Poin dan Ruang Ajaib sebagai senjatanya, Putri Changle bangkit dari kematian untuk menuntut balas.



Setiap poin yang dikumpulkan adalah langkah menuju pembalasan. Setiap level yang diraih adalah tameng untuk melindungi diri dari musuh-musuh yang mengintai. Namun, semakin dekat ia dengan tujuannya, semakin dalam ia terjerat dalam labirin rahasia kelam yang mengubur masa lalunya dan asal-usul Sistem itu sendiri.



Mampukah Putri Changle mewujudkan dendamnya, ataukah ia hanya pion dalam permainan yang jauh lebih besar dan berbahaya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itsme AnH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Putri, Gawat!

Di kamar yang dipenuhi aroma dupa cendana, langkah Xiao Lan terdengar terburu-buru saat ia masuk dengan napas sedikit terengah. "Putri, gawat!" Dia memberi hormat, lalu kembali berbicara dengan nada panik. "Xie Zhan masih tidak berubah. Dia masih ingin menikahimu."

Song Zhiwan tetap duduk anggun di depan meja rias, wajahnya tenang tanpa menunjukkan sedikit pun kegelisahan. Cahaya lilin menari di antara jepit rambut emas berukir burung phoenix dan tusuk konde bertatahkan giok yang menghiasi kepalanya. Hanfu sutra merah delima dengan sulaman bunga peony menempel rapi di tubuhnya, menguatkan aura kemuliaan dan keanggunan. Jari-jarinya yang lentik perlahan menyisir rambut hitamnya yang panjang dan berkilau dengan sisir gading, tak tergesa.

"Sekarang dia sudah berdiri di depan pintu, mengatakan tidak mau pergi sebelum bertemu denganmu." Suara Xiao Lan kembali bergema, raut panik masih melekat di wajahnya. Namun Song Zhiwan hanya mengangkat alis tipisnya, seolah ini hanyalah keributan kecil yang tak layak ia hiraukan.

"Dia benar-benar tidak tahu malu." Song Zhiwan mendengus sinis. Dengan gerakan halus, tenang dan tidak tergesa-gesa ia meletakkan sisir kayu cendana di atas meja. "Ayo, pergi. Mari kita temui dia."

Xiao Lan mengangguk patuh, lalu mengikuti langkah Song Zhiwan.

Di aula yang luas dan megah, pilar-pilar merah menjulang tinggi menopang atap yang dihiasi lukisan naga dan phoenix. Aroma bunga plum yang baru dipetik memenuhi udara, bercampur dengan aroma dupa cendana yang berasal dari tubuh Song Zhiwan.

Xie Zhan berdiri di tengah aula, raut wajahnya antara tegang dan penuh harap, menanti kedatangan sang putri.

"Xie Zhan, kenapa kau tidak menemani istrimu di Rumah Changyuan, tapi malah datang menemuiku di sini?" Suara Song Zhiwan memecah kesunyian, dingin dan menusuk seperti es.

Xie Zhan mengenakan jubah biru dongker yang mewah, tetapi justru tampak kusut dan lusuh ketika berada di antara kemegahan aula Kediaman Pangeran Qin. Tangan kirinya menggenggam erat sebuah kotak kayu berukir bunga lotus yang warnanya sudah pudar, seperti membawa beban masa lalu yang tak ingin dia lepaskan.

Ia menghela napas panjang sebelum mencoba menyunggingkan senyum yang dipaksakan, "Akhirnya kamu bersedia menemuiku."

"Wanwan, aku tahu kamu belum melupakanku, kamu menikahi Pangeran Chu hanya untuk membuatku cemburu," imbuhnya penuh percaya diri, seolah keyakinan itu adalah satu-satunya hal yang tersisa untuk menopang egonya yang rapuh.

"Aku bisa menikahimu sekarang juga, bagaimana kalau kita lupakan masalalu?" Xie Zhan berjalan ke arah meja, lalu meletakkan kotak yang di bawanya ke sana dan membukanya.

Dia mengeluarkan jubah putih bulu rubah yang lembut dan indah, memperlihatkannya pada Song Zhiwan. "Ini adalah bulu rubah berkualitas tinggi yang kupilih khusus untukmu." Mata Xie Zhan berbinar penuh harap, seolah jubah itu adalah kunci untuk membuka kembali hati Song Zhiwan.

Song Zhiwan menatapnya dingin. "Apakah menurutmu kediamanku kekurangan benda seperti ini?"

Xie Zhan terdiam, wajah cerahnya hilang seketika, digantikan oleh ekspresi putus asa yang menyayat hati. "Wanwan, jangan marah padaku. Apa kamu benar-benar ingin menikahi Pangeran Chu?"

"Siapa yang dinikahi putri kami bukan urusanmu," kata Xiao Lan kasar. "Jangan katakan benda murahan seperti ini, bahkan jika kau membawa gunung emas dan perak ... Putri kami tidak akan memaafkanmu."

"Aku sedang bicara dengan putri, tidak ada hak bagi pelayan rendahan sepertimu untuk menyela!" Xie Zhan memarahi Xiao Lan, amarahnya meledak karena frustrasi dan penolakan.

Song Zhiwan mengangkat tangan menampar Xie Zhan. Tamparan itu keras dan membungkam semua kata-kata yang ingin diucapkannya.

"Wanwan ...." Xie Zhan memegang wajahnya sambil menatap Song Zhiwan dengan tatapan terluka, seperti anak kecil yang kehilangan mainan kesayangannya.

"Jangan panggil namaku!" seru Song Zhiwan. "Aku merasa jijik. Aku sarankan kau pulang dan periksakan otakmu ke dokter. Dari mana kau mendapatkan kepercayaan diri bahwa aku tidak bisa melupakanmu, dan berpikir pernikahanku dengan Pangeran Chu adalah untuk membuatmu cemburu?"

Xie Zhan mendekat dan menggenggam tangan Song Zhiwan secara paksa. "Wanwan, jangan marah padaku."

Song Zhiwan ingin menarik tangannya, tapi pegangan Xie Zhan terlalu erat. Jadi, dia hanya bisa memejamkan matanya dan menahan rasa jijik di hatinya.

"Selama kamu bersedia menikahiku, aku akan memberikan apa pun yang kamu inginkan," ucap Xie Zhan tulus, namun ada nada putus asa yang kentara dalam suaranya.

Tentu, ini contoh spesifik dari Opsi 2: Fokus pada Reaksi Karakter yang dikembangkan lebih lanjut:

"Kalau begitu, matilah saja!" Ucapan itu bagai cambuk yang menyentak semua orang dalam ruangan.

Xie Zhan membeku di tempatnya, tangannya yang menggenggam pergelangan Song Zhiwan tiba-tiba terasa dingin dan bergetar. Ia menoleh perlahan, wajahnya pucat pasi.

Song Zhiwan, yang tadinya memejamkan mata karena jijik, membuka matanya lebar-lebar. Keterkejutan bercampur harapan terpancar jelas di wajahnya yang biasanya dingin.

Pangeran Chu telah tiba, berdiri di ambang pintu dengan aura mengancam, siap menghadapi siapa pun yang berani menyentuh wanitanya. Tatapan matanya yang tajam langsung tertuju pada Xie Zhan, seolah siap membunuhnya saat itu juga.

Pangeran Chu menghampiri Xie Zhan dengan langkah cepat, amarah terpancar jelas di matanya. Tanpa aba-aba, sebuah tendangan keras mendarat di dada Xie Zhan, membuatnya tersungkur ke tanah dengan erangan kesakitan, dan debu beterbangan di sekitar tubuhnya yang ringkih.

Song Zhiwan tersentak kaget, matanya membulat menyaksikan adegan brutal di depannya. Jantungnya berdegup kencang, tapi bibirnya tanpa sadar tertarik membentuk senyum tipis. Bukan rasa puas karena membuat Xie Zhan cemburu yang ia rasakan, melainkan kepuasan dingin karena berhasil membuatnya terluka.

Dengan senyum miring yang menghiasi wajahnya, Pangeran Chu menoleh ke arah Song Zhiwan. Senyumnya seolah berkata, "Lihatlah, aku melindungimu."

Kemudian, tatapannya beralih tajam pada Xie Zhan yang masih berusaha bangkit.

"Jika sampai aku melihat tangan kotormu menyentuh calon istriku lagi," desis Pangeran Chu dengan suara dingin yang menusuk tulang, "aku tidak akan segan-segan memotong cakar anjingmu itu!" Setiap kata yang diucapkan Pangeran Chu mengandung ancaman nyata, membuat bulu kuduk Xie Zhan meremang.

Xie Zhan berdiri dengan susah payah, menyeka darah yang keluar dari sudut bibirnya. "Pangeran Chu," ucapnya dengan nada keras kepala yang kentara, "Wanwan hanya sedang marah padaku ... dia menerima lamaranmu hanya untuk membuatku cemburu! Apa kau benar-benar percaya dia mencintaimu?" Nada suaranya meremehkan, tapi ada sedikit nada permohonan di sana, seolah berharap Song Zhiwan akan membenarkan kata-katanya.

Pangeran Chu terdiam. Keraguan mulai menghantuinya. Mungkinkah Song Zhiwan hanya memanfaatkannya? Bayangan masa lalu saat Song Zhiwan begitu tergila-gila pada Xie Zhan kembali berputar di benaknya, menghadirkan rasa tidak nyaman yang menusuk.

'Ya, dulu Wanwan sangat mencintai Xie Zhan. Mungkinkah dia hanya ingin membuat Xie Zhan menyesal?' batin Pangeran Chu dengan hati yang mencelos.

Pangeran Chu merasa seperti ada sesuatu yang hilang di dalam dirinya, dia sama sekali tidak yakin dan khawatir Song Zhiwan tidak benar-benar mencintainya.

Namun, sebelum keraguan itu semakin menggerogoti hatinya, Song Zhiwan dengan sigap merangkul lengan Pangeran Chu, menyandarkan tubuhnya dengan manja.

"Tentu saja aku tulus ingin menikah dengan Pangeran Chu," ucapnya dengan suara lembut, tapi penuh keyakinan.

Dia menatap Pangeran Chu dengan tatapan yang dipenuhi kasih sayang, seolah ingin meyakinkan pria itu tentang perasaannya.

Pangeran Chu menatap lengan Song Zhiwan yang melingkar erat di lengannya, lalu beralih menatap mata gadis itu.

Di sana, ia melihat pantulan dirinya, sebuah harapan, dan ... mungkinkah cinta?

"Sekarang dan selamanya, seluruh hatiku, seluruh diriku hanya milik Pangeran Chu," tambah Song Zhiwan dengan nada penuh kasih.

Dia bahkan memberanikan diri memeluk pinggang Pangeran Chu, menyandarkan kepalanya di dada bidang pria itu, merasakan detak jantungnya yang tenang.

Kata-kata dan tindakan Song Zhiwan bagaikan oase di padang pasir, mengembalikan kepercayaan diri Pangeran Chu yang sempat goyah. Dia membalas pelukan Song Zhiwan dengan erat, seolah tak ingin melepaskannya. Aroma rambut Song Zhiwan yang lembut memenuhi indranya, menenangkan kegelisahan yang sempat melandanya.

Dagu Pangeran Chu terangkat tinggi saat menatap Xie Zhan dengan tatapan angkuh, seolah ingin memamerkan betapa beruntungnya dirinya telah mendapatkan hati Song Zhiwan.

Xie Zhan merasakan hatinya hancur berkeping-keping. "Wanwan, jangan keras kepala! Aku tahu kamu tidak benar-benar mencintai Pangeran Chu. Jika kamu tidak suka Guan Shiqing, aku akan menjadikannya selir. Kamu akan tetap menjadi istri utamaku!"

Song Zhiwan melepaskan pelukannya dari Pangeran Chu, menatap Xie Zhan dengan tatapan dingin dan mengejek. "Tuan Muda Xie, apa kau sudah terlalu banyak minum anggur murahan sampai bicara omong kosong seperti ini?" Ia melipat tangannya di depan dada, menantang Xie Zhan dengan tatapannya.

"Dalam hal latar belakang keluarga, Pangeran Chu adalah bangsawan sejati, keponakan Kaisar yang terhormat. Lalu kau?" Song Zhiwan menatap Xie Zhan dari atas hingga bawah dengan tatapan merendahkan. "Kau hanyalah anak haram dari keluarga bangsawan yang jatuh miskin." Setiap kata yang diucapkannya bagaikan cambuk yang mencambuk harga diri Xie Zhan.

Perbandingan yang sangat jelas. Pangeran Chu, bagaikan rembulan yang bersinar terang di langit, sedangkan Xie Zhan hanyalah setitik debu yang tak berarti di bumi.

Mendengar hinaan itu, Xie Zhan hanya bisa menundukkan kepala karena malu. Sementara itu, Pangeran Chu membusungkan dadanya penuh keangkuhan dan kebanggaan. Ia merasa sangat tersanjung dengan pujian yang dilontarkan Song Zhiwan untuknya. Senyumnya semakin lebar, menunjukkan rasa puas yang tak terhingga.

"Dalam hal prestasi, Pangeran Chu sudah pergi berperang dan menaklukkan banyak wilayah sejak usia lima belas tahun. Lalu kau ...?" Saat berbicara tentang Pangeran Chu, tatapan Song Zhiwan melembut, berubah menjadi tatapan penuh kasih dan kebanggaan.

Namun, ketika kembali menatap Xie Zhan, tatapannya kembali sinis dan merendahkan.

"Kau baru saja lulus ujian negara dengan susah payah. Lalu, mengapa aku harus melepaskan Pangeran Chu yang hebat ini demi dirimu? Dan pergi ke Rumah Changyuan untuk bersaing dengan wanita lain demi posisi istri utama? Kau menganggap dirimu penting, atau kau sedang meremehkan aku?" tanya Song Zhiwan dengan nada mengejek. "Terlebih lagi, cintaku dan Mohan sangat kuat, lebih berharga dari emas dan permata. Kami sudah berjanji untuk menghabiskan seluruh hidup bersama. Aku tidak akan pernah mengkhianatinya."

"Aku sudah memberitahu ayahku tentang pernikahan ini, dan dia sudah meminta Paman Kaisar untuk secara pribadi memberkati pernikahan kami," timpal Pangeran Chu dengan nada sombong. "Tuan Muda Xie, aku tidak keberatan memberimu secangkir anggur pernikahan tiga hari lagi. Anggap saja sebagai hadiah perpisahan dariku."

Xie Zhan terdiam membisu. Dia sangat marah, tapi tak mampu membalas satu kata pun. Dia merasa seperti pecundang yang menyedihkan, terhina dan tak berdaya.

Tanpa mempedulikan Xie Zhan yang terdiam, Song Zhiwan dan Pangeran Chu berbalik dan berjalan pergi, meninggalkannya seorang diri. Mereka berjalan berdampingan, bahu mereka bersentuhan, seolah menunjukkan kebersamaan mereka yang tak terpisahkan.

"Wan—" Xie Zhan mencoba memanggil Song Zhiwan, tapi suaranya tercekat di tenggorokan. Panggilannya pun diabaikan, hanya menyisakan rasa sakit dan penyesalan di hatinya.

Dengan gerakan kasar, Xie Zhan menghempaskan jubah bulu sutra yang ada di tangannya ke tanah. Amarahnya memuncak, tapi ia tak bisa berbuat apa-apa. Ia mengepalkan tangannya erat-erat, mencoba menahan gejolak emosi yang membakar dirinya.

1
Henda Wini
bagus pangeran .....
Andira
👍
chataleya
memang kekuasaan adalah segalanya. paling tidak harus bisa menguasai diri sendiri. yang penting tidak tamak dan tidak merasa paling berkuasa. 😄
Julia thaleb
wanita bercadar itu Guan shiqing.
Thor aku stop baca critanya ya..
diawal crita seru, sekarang SDH seperti crita Indosiar yg terus bersambung..
Julia thaleb
Thor..
udah bosan dgn drama guan shiqing..
kok ceritanya ne guan shiqing yg jadi pemeran utama...?
Wulan Sari
wah kayaknya Wan wan hamil ya semoga sj biyar bahagia lanjut Thor semangat 💪👍 salam ❤️🙏
sahabat pena
hamidun ya itu putri agung
sahabat pena
huhuhu akhir yg bahagia 😍😍😍😍ada intrik lagi tdk kak?
sahabat pena: iya hrs bahagia selalu
total 2 replies
Murni Dewita
👣
Itsme AnH: 😍😍😍😍😍
total 1 replies
Ulufi Dewi
pinteran penjahat nya daripada sistem momo
Itsme AnH: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Ulufi Dewi
kemana pergi nya sistem momo❓🤔
Itsme AnH: adaaaa
total 1 replies
Ulufi Dewi
sungguh menyedihkan..... buat apa nangis.....
kmana nih momo....... gunakan sistem dong.....
Itsme AnH: Ada kak hehe😄
total 1 replies
RiNdaNi Poetrie
dah lah Thor jangan di buat plinplan cerita nya. dah menang nanti kalah lagi. dah naik ujung-ujungnya di jatuhin lagi mc nya
Itsme AnH: hehehe maaf yaaa
total 1 replies
sahabat pena
kak, aku kok seperti nonton sinetron sih? ini fungsi nya e
sistem apa? greget bgt.. masalah nya cuma berputar2 di sini aja ga selesai- selesai. trs kelebihan putri cangle apa? masa lemah bgt. mudah di tindas, mau di skip tp penasaran. wkwkwk 🤣🤣🤣🤣
Itsme AnH: 😍😍😍😍😍
total 3 replies
Fitria Arifianto
laaah bwt apa merubah takdir kalo ujung2 nya jatuh juga🤭
bagusan pemeran perempuan pas novel perempuan beracun kesayangan pangeran lebih cerdas & keren😄
Itsme AnH: hehehe kan gak semudah itu bisa merubah takdir, Kak.
total 1 replies
sasa adzka
jangan pesona aja Thor... klo kagak bisa beladiri wahhh dunia persilatan zaman kuno hukum rimba berlaku itu Thor...
semangat nulisnya😍😍😍
Itsme AnH: hehe iya makasih sarannya kak sehat selalu yaaa
total 1 replies
Alan Banghadi
Greget bacanya ada sistem tapi ngak bisa bantu hubungan Chi Mohan dan Song zhiwan
Itsme AnH: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Alan Banghadi
Thorr ngak guna ada sistem kalo tidak bisa membuat Song Zhiwan tau kalo Pangeran Chu sedang dalam tekanan gara2 perang
Itsme AnH: Gak menarik ceritanya kalau semua bisa diselesaikan saman sistem hehe
total 1 replies
Ulufi Dewi
ayo putri gunakan sistem apa yang harus kamu lakukan untuk keluarga jangan bersedih karena dihianati cinta
Itsme AnH: betul, jangan terbuai kesedihan terlalu lamaa
total 1 replies
hahaahaha
Luar biasa
Itsme AnH: 😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!