Syara gadis jutek yang cantik dan pintar. Yang banyak masalah dalam hidupnya. Lantaran Ia menolak menikah dan kabur di hari pernikahannya. Yang membuat orang tua malu dan marah. Sehingga Syara terpaksa belajar hidup mandiri. Lalu bagaimana dengan calon suaminya . Penasaran, ikuti kisahnya.......
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hidayati Yuyun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16
Sesampainya di kelas. Syara pun langsung membuka laptopnya untuk mengerjakan tugas kuliah. Untung ia sudah menulis dan mencatat semua jawaban di file khusus.
Jika tidak, pasti suaminya akan menambah kan tugasnya semakin banyak jika ia tidak mengumpulkan tugasnya. Karna ia sudah lalai mengerjakan tugas kuliah. Sebab tugas itu untuk menambah nilai ujian.
" Sudah Sya. ..." tanya Mela yang membantu Syara
" Tinggal dikit," kata Syara sambil mengetik beberapa kalimat yang belum masuk.
" Tinggal 30 menit lagi kelas di mulai," kata Mela sambil melihat ke jam tangannya.
Sedangkan Syara fokus menulis tugas yang terakhir. Namun ketika tinggal satu baris lagi
Tiba tiba.....
" Syara ....." kata sebuah suara mengangetkan keduanya.
" Sya pak Angga...." kata Mela kaget sembari menendang kaki Syara.
" Hah....ya pak" sahut Syara kaget, saat Ken sudah berdiri di depannya.
" Nih tugasmu tadi malam tertinggal," kata Ken memberikan lembaran kertas yang membuat Syara bingung
" Hah ...kapan aku ngerjain nih tugas," kata Syara dalam hati sambil melongo. Namun..." ya pak terimakasih ," kata Syara cepat menerima lembaran kertas itu.
" Ya sudah bapak kekantor dulu," kata Ken pergi meninggalkan Syara dan Mela. Yang membuat Mela juga ikut melongo dengan perhatian pak Angga terhadap Syara
" Sya...aku ngak mimpi kan, kok bisa tuh dosen baik sama lho," kata Mela.
" Mana aku tahu," kata Syara hanya mengidikan bahunya. Padahal dalam hatinya ia cukup senang suaminya itu memberi perhatian lebih.
" Alhamdulilah, rupanya ada orang yang mau membantuku juga akhirnya ," batin Syara. Yang tahu tugas itu di kerjakan Ken sendiri untuknya Karna tadi malam Syara ketiduran saat mengerjakan proposal.
" Lah bukannya tadi kamu bilang belum. Mengerjakan tugas nya Sya..Kok bisa pak Angga antar nih jawaban tugas ketinggalan
" Hehehe....aku lupa, karna tadi malam pas pulang konsultasi tugasku ketinggalan, mungkin beliau sengaja mengantarnya," kata Syara sambil nyengir karena ia sudah berbohong. Sebab Syara memang lupa tidak mengerjakan tugas. Melainkan Suaminya sendiri yang melakukannya.
" Dasar pikun, ingat diri ....pasti lho grogi kan sama pak Angga. maka nya jangan konsultasi sendirian. Kalo kamu ngak ingin tergoda sama tuh dogan" bisik Mela
" Emang kenapa?" kata Syara menatap Mela
" Iya kalo dia mau sama lho ngak masalah. Tapi jika lho .....hanya buat mainan dia doang. Bisa hamidun kaya cerita anak sos tuh. Ingat ngak ?" kata Mela mengingat Syara tentang seorang siswi yang berkencan dengan dosennya sendiri hingga hamil.
" Ih ...amit amit ...aku ngak bakal mau kaya begitu Mel " kata Syara manyun karna Mela menuduhnya sembarangan.
" Kali aja ..." kata Mela
" Lho kali, kan aku sudah......" kata Syara yang hampir saja keceplosan.
" Hayo sudah apa....? " tanya Mela mendelik penasaran dengan kalimat Syara barusan
" Aku sudah punya calon suami, yang dijodohin papi," kata Syara tersenyum
" Yah....terserah....ya sudah" kata Mela langsung lega jika Syara tidak ada hubungan apa pun dengan dosen mereka.
Tak lama kelas pun dimulai. Namun sebelum mata kuliah di mulai Ken menyuruh siswanya untuk mengumpulkan tugas. Yang membuat Syara tersenyum pada Ken saat memberikan tugasnya ke depan.
" Terimakasih pak," kata Syara pelan. Membuat Ken hanya tersenyum tipis pada sang istri. Karna memang keduanya menjaga jarak saat berada di kampus. Lalu Syara pun cepat kembali duduk di kursinya.
" Sudah semuanya, oke...sekarang kita lanjutkan materi yang selanjutnya,'" kata Ken yang berdiri untuk menulis pembahasan pelajaran.
Dan Ken menjelaskan semua mata kuliahnya dengan tenang. Membuat Syara yang memperhatikan suaminya itu kagum dengan sikap Ken yang terlihat berwibawa. Apa lagi suaminya itu terlihat sangat keren.
" Ya ampun Sya.......rupanya pak Angga sangat keren," kata Mela yang tak berkedip menatap ke depan dari sebelah Syara. Begitu juga dengan Syara yang juga menatap suaminya sendiri.
" Mel...." kata Syara manyun. Karna rupanya Sahabatnya itu menyukai pak Angga yang notabene suaminya.
" Kenapa, ngak suka. Kan pak Angga jomblo hehehe ..." bisik Mela
" Barusan 1 jam yang lalu. Lho bilang ke aku. Untuk ngak menyukai tuh dogan," protes Syara
" Hehehe....kan jika dia mau ngak masalah. Ayo kita bersaing secara sehat," bisik Mela
" Ogah.....gue sudah menang duluan dari pada lho," kata Syara berbisik jelas ditelinga Mela
" Hah....mana buktinya?" kata Mela balas berbisik
" Tunggu saja tanggal mainnya ," kata Syara balas berbisik. Membuat keduanya saling tersenyum.
" Tapi ingat ....jangan sampai lho hamidun sebelum lho geret tuh dogan ke KUA," tantang Mela
" Ok...siap ," kata Syara sambil tersenyum. Karna memang dosen mereka suaminya sendiri. Jadi tidak mungkin Syara bermain main dengan pria lain.
Setelah cukup lama membahas materi pelajaran. Akhirnya pelajaran selesai. Ken pun keluar, yang membuat beberapa siswa berbisik
" Gila pak Angga , keren banget apalagi saat sesi tanya jawab. Ya ampun...andai saja aku jadi pacarnya," kata salah seorang siswa yang membuat kuping Syara panas mendengarnya
" Woi ngak usah mimpi ketinggian. Pak Angga itu pasti sudah punya istri. Mana ada dosen sekeren itu tidak punya wanita ," kata yang lain
" Astaga mereka heboh Sya, rupanya kita bakal banyak punya pesaing nih," kata Mela
" Emang gue pikiran, biarin aja mereka. Sekali pun pak Angga milik sejuta umat. Tapi aku bisa bikin tuh orang jatuh cinta padaku," kata Syara dengan pedenya
" Dih..pede amat lho beb, ingat kita ini paling dianggap selingan aja sama pak Angga. Benar tuh kata anak anak. Ngak mungkin orang sekeren itu ngak punya wanita dalam hidupnya.
" Ya sih ...tapi aku.....ups," kata Syara yang lagi lagi hampir keceplosan.
" Aish ..ada apa denganku, padahal kemaren kemaren aku menghindarinya. Tapi.....," kata Syara yang merasa bingung sendiri dengan dirinya. Karna diam diam ia mulai menyukai suaminya itu.
" Apa ...!!" kata Mela
" Hehehe.....itu hanya khayalan ku saja Mel," kata Syara yang tak mungkin memberitahu sahabat nya.
" Sudah yuk pulang, apa Mini ngak kerja hari ini. Kita ngafe yuk di depan kampus ," kata Mela sambil merapikan tas nya.
" Boleh ," kata Syara yang juga merapikan tas dan buku bukunya. Lalu mereka pun keluar dari kelas bersama teman teman mereka yang lain
************
Di ruang dosen Devan duduk menatap Ken dengan serius. Karna baru tadi pagi. Devan mendapat selentingan kabar tentang pernikahan Ken yang di gelar tertutup
" Lho ngak mau cerita Ken, Aku dengar berita sumbang dari Mira," kata Devan menyebut nama sepupu Ken.
" Huh....mau tahu apa dari ku!" kata Ken tersenyum menatap Devan
" Istrimu itu, bagaimana bisa pria setampan dan sekeren dirimu ditinggal begitu saja. Padahal kau berasal dari keluarga terhormat dan kaya-raya," kata Devan
" Kenapa, apa itu masalah buat mu" kata Ken hanya tersenyum dengan pertanyaan Devan
" Ya ...gadis bodoh mana yang sangat berani melakukan itu padamu. Padahal kamu bisa saja menangkapnya kan dengan pengaruh mu itu," kata Devan. Yang tahu Ken memang pria dingin. Namun di luar sana banyak wanita yang bersedia di tiduri kapan saja oleh sahabatnya itu
" Ini bukan masalah uang, harta dan kekuasaan apalagi pengaruh relasi Dev. Tapi ini masalah hati," kata Ken santai
" Aish kau ini, lalu apa istrimu yang kabur itu sudah kau temukan," kata Devan menatap Ken serius
" Hmm..." jawab Ken
" Aku serius Ken, kenapa kamu mau menikahi wanita yang mempermalukan mu. Padahal kau bisa memilih yang lain kan, apalagi kau punya uang segunung," kata Devan.
Ken hanya tersenyum. " Apa tadi kau tidak dengar aku bilang apa, apa aku harus mengulangnya lagi?" kata Ken menatap Devan dengan melipat kedua tangganya di dada
" Masalah hati kan, lalu .....bagaimana?" tanya Devan
" Ya itu C. I. N T A " jelas Ken
" What.......ini semua karna cinta ..!!! ," kata Devan tak percaya. Jika temannya itu akhirnya bisa jatuh cinta dengan seorang wanita
" Ya tuhan ...." kata Devan menepuk jidatnya sendiri
Ingat Syara ,jika kumpul keluarga dijaga sikap dan tata bicara ya nona muda
Biar jadi istri kesayangan dan kebanggaan
Kau cari penyakit saja
Plis Syara ,dengarkan apa kata suamimu ya
Dan jangan kasih celah pihak ke 3 tuk merusak rumah tangga kalian
Pelakor sekarang lebih ngeri dari dedemit
Adikmu jadi tahu kalau kamu ngarep banget sama Ken
Tetap kalem ya Syara cantik baik pintar
Jangan kepancing ocehan orang mabok
Jangan ya dok ,plis urungkan niatmu
Sainganmu berat Tuan Muda Ken
Dasar kadal buntung modus doang
Jangan cemburu pas lihat sepupu suami yang cewek ya
Tunjukkan pesonamu
Siapakah Kak Gee ini ?
Syara Syara ,selamat kesandung cinta suami dosenmu
Dah lah terima nasib jadi istri kesayangan dosenmu ya Syara
Seperti apa reaksimu Syara saat tahu dosenmu adalah suami sahmu ?
Sedang calonmu sudah tahu sudah paham siapa kamu
Dijamin kamu syock saat tahu calonmu dosenmu juga /Grin//Facepalm/
Kenalan dulu ya Syara meski ujungnya macam tom jerry pula
Bagaimana reaksi keduanya saat dipertemukan lagi ya ?