NovelToon NovelToon
POLYGON LOVE

POLYGON LOVE

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Romansa / Idola sekolah / Cintapertama / Tamat
Popularitas:30.8k
Nilai: 5
Nama Author: Dame Dha

Nama saya Yuda, Saya siswa SMA tahun ke 2. Kehidupan sekolah saya tidak ada yang istimewa. Tetapi ada seseorang yang sangat saya sukai dari tahun pertama sekolah, saya mengejar cintanya selama 2 tahun, namun tidak mendapatkan respon dan berujung penolakan yang menyakitkan. Sampai suatu saat saya mulai membuka mata saya, berapa banyak waktu yang saya buang sia-sia hanya untuk wanita yang tidak mencintai saya. Namun ini hanya permulaan dari cerita tahun ke 2 saya di sekolah. Dimana saya akhirnya memilih untuk melangkah maju dan berhenti membuang waktu, saya memutuskan untuk berhenti mengejar cintanya dan menjalin hubungan pertemanan dengan teman-teman lainnya. Berusaha mengupgrade diri dan mencoba membuka hati untuk orang baru walau rasa trauma dari orang lama masih membekas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dame Dha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 25 Bisnis Dimulai

sudut pandang Yuda -

Pagi selasa.

Hari ini adalah hari pertama kami buka. Semuanya sudah siap. Aku berangkat menuju lokasi.

Sesampainya di lokasi sudah ada Raphtalia. Dia datang lebih awal dan Ku lihat meja dan kursi sudah tertada dengan rapi.

Ini seharusnya jadi kerjaanku. Aku merasa tidak enak dengan Raphtalia.

"Raph, maaf aku telat" ucapku pada Raphtalia

"Gapapa. Kamu ga telat, aku yang datang terlalu awal" jawab Raphtalia

"Ini semua kamu yang menata, udah kamu istirahat aja sekarang. Sisanya biar aku yang kerjain" ucapku sambil menyuruh Raphtalia istirahat

"Gini doang ga capek kok" jawab Raphtalia

"Yuki belum datang ya, kita buka sekarang saja gimana" tanyaku pada Raphtalia

"Tapi siapa yang melayani pelanggan" tanya Raphtalia

"Kamu lah" jawabku

"Kok aku, kamu aja, kamu kan sudah ada pengalaman jadi pelayan" jawab Raphtalia

"Aku sih ga masalah, tapi kamu bisa menghandel semua menu ga" tanyaku pada Raphtalia

"Tapi aku....ah ini gara-gara Yuki" ucap Raphtalia sambil menggerutu

"Udah, sekarang gini aja, kamu mau jadi pelayan atau masak, aku ikuti kemauan kamu" tanyaku pada Raphtalia

"Aku masak aja, ini cuma sementara juga kan" jawab Raphtalia

"Yaudah. Kita buka sekarang" ucapku sambil mebuka tirai

- sudut pandang Raphtalia -

Baru hari pertama ada sudah ada masalah. Yuki datang terlambat, harusnya dia yang bertugas melayani pelanggan tapi tugas itu Yuda yang mengerjakan.

Aku tidak pandai berinteraksi dengan orang lain makanya dari pada aku mengacau, lebih baik Yuda yang berpengalaman sebagai pelayan kafe yang melayani pelanggan, sementara aku yang menyiapkan pesanan pelanggan.

Setelah buka pelanggan datang satu persatu. Aku masih bisa menangani nya. Aku sebenarnya bisa memasak tapi kalau dibandingkan dengan Yuda jelas aku tidak sekompeten Yuda.

Makin lama pelanggan makin banyak. Aku mulai kuwalahan. Yuda menanyakan keadaanku.

"Raph, gimana?. Kalau kerepotan biar aku yang menyiapkan menunya" tanya Yuda padaku

"Gapapa. Kamu bisa ngandelin aku kok" jawabku

Pesanan semakin menumpuk. Yuda yang melihatnya semakin kawatir.

- sudut pandang Yuki -

Hari selasa.

Tidak, aku bangun kesiangan, kulihat jam sudah hampir pukul 10. Aku terlambat hampir 2 jam. Aku langsung lari ke kamar mandi, mengganti pakaian dan bergegas lari keluar rumah.

Baru hari pertama aku sudah membuat masalah, Yuda dan Raphtalia pasti sangat marah. Sepanjang jalan saat aku berada di dalam taksi pikiranku sangat kacau.

Setelah sepanjang jalan dengan perasaan gelisah. Aku akhirnya sampai. Pelanggan sudah banyak, Yuda jadi pelayan dan Raphtalia terlihat kerepotan. Aku segera berlari menuju mereka.

"Maaf aku ketiduran maaf" ucapku sambil minta maaf

Yuda tidak memikirkannya.

"Udah ga usah dipikirin. Kamu layani pelanggan sekarang, aku mau membereskan pesanan dulu" jawab Yuda dengan terburu -buru

Yuda bergegas masuk kedalam stand dan mulai menyiapkan pesanan yang sudah menumpuk, sementara Raphtalia mengurus pesanan minuman.

Hari ini seperti berjalan sangat panjang. Akhirnya hari mulai sore. Pelanggan mulai sunyi. Kami kehabisan bahan dan kami pun tutup.

Secara penjualan kami hari ini mendapatkan keuntungan yang besar tapi terlambatnya aku cukup membuat kerepotan.

Aku kembali meminta maaf pada mereka berdua "Yuda, Raphtalia. Sekali lagi maaf sudah merepotkan"

Raphtalia menjawab dengan nada agak sinis "Yah merepotkan sekali"

Tapi Yuda menengahi kami.

"Raph udah, Yuki besok jangan telat lagi ya. Kami butuh kamu soalnya" ucap Yuda dengan tegas

"Iya aku janji ga akan bikin masalah lagi" jawabku pada mereka berdua

Kami menghitung penghasilan hari ini dan membaginya untuk modal besok. Karena aku tidak enak dengan mereka berdua. Aku ingin menyuruh mereka pulang duluan.

"Biar aku sendiri yang belanja bahan untuk besok, kalian istirahat aja" ucapku pada Yuda dan Raphtalia

"Baiklah kalau itu mau mu" jawab Yuda

Raphtalia tidak masalah tapi Yuda sepertinya tidak ingin lepas tanggung jawab.

"Jangan, belanjaannya terlalu banyak, aku akan membantu membawakannya" jawab Yuda

"Yang bener, tapi ga papa kan, makasih Yuda" ucapku pada Yuda

"Yaudah kalau begitu aku pulang duluan" ucap Raphtalia

Raphtalia pulang duluan sementara aku dan Yuda menuju pasar untuk belanja. Walau hari ini tidak berjalan sesuai rencana tapi di akhiri dengan baik.

Sudah lama aku tidak berduaan bersama Yuda, aku akan menikmati ini walau cuma belajan kepasar.

- Sudut pandang Raphtalia -

Dasar Yuki, dia tau betul kelemahan Yuda itu terlalu baik, dia tau kalau Yuda pasti tidak akan membiarkan Yuki sendirian membawa beban belanjaan yang berat.

Padahal Yuki cuma memanfaatkan momen agar bisa berduaan dengan Yuda. Tapi aku disini cukup tau dan melihat Yuda itu orang seperti apa makanya Yuki menyesal dan ingin kembali ke sisi Yuda.

Awalnya ku kira Yuda itu hanya orang payah yang tergila-gila pada seorang wanita. Makanya saat pertama kali dia pindah tempat duduk ke sebelahku aku sama sekali tidak melihat ke arahnya.

Tapi seiring berjalannya waktu aku melihat sisi lain dari Yuda. Terutama setelah dia di tolak Yuki.

Kukira dia akan patah hati dan galau, ternyata dugaanku salah, dia tidak menunjukan reaksi negatif. Bahkan dia selalu bisa mencairkan suasana.

Aku pernah memukulnya beberapa kali tapi dia tidak pernah marah. Aku yang sebelumnya seorang penyendiri sekarang bisa mengobrol normal dengan Mai yang duduk dibelakangku.

Yuda seperti menjembatani aku dan Mai. Aku sempat bingung ketika aku masih duduk dengan Citra dulu.

Kenapa bisa ketua kelas seperti Citra menyukai orang payah seperti Yuda. Sekarang aku mengerti alasan Citra menyukai Yuda dari lama.

Saat pertemuan pertama Jessi dan Yuda pun aku juga bingung. Sebagai sepupu jessi aku tau betul Jessi itu sebelas dua belas denganku.

Tapi dia bisa begitu santai saat disamping Yuda. Bahkan memeluk Yuda di tempat umum. Sesuatu yang tidak pernah ku bayangkan.

Tidak dapat ku sangkal kalau Yuda mulai merubah pandanganku terhadapnya. Mungkin aku akan coba untuk membuka diriku.

Terima kasih sudah membaca cerita saya. Untuk ilustrasi karakter cerita ini bisa di cek Trending akun-

Jika ada kritik dan saran silahkan DM saya dan jangan sungkan-sungkan :D

1
Kak Umi
😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍
Kak Umi
Pingin berlanjut karena ceritanya menara k🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Kak Umi
Lanjutkan, lanjutkan🙏🙏
Kak Umi
Hay, aku datang meramaikan, datang juga meramaikan novel aku🙏🙏
🏡⃟ᵃʸ༺⬙⃟⛅𝘿𝘼𝙈𝙀ᵀᵘʸᵘˡ ᴮᵒᵏᵉᵉʳ
.
♥♨⃟🌼⃤VinaXvina zgb
Lanjutkan
➤⃝💙𝟟ꪊꪶⅈꪊ𝟝
gula gula gula 😍🥰
❀࿐⃤⃝⃤⃟6ꀤꈤꍏ0ꈤꍟ7
wah masih ada kah
❀࿐⃤⃝⃤⃟6ꀤꈤꍏ0ꈤꍟ7
🥰🥰
➤⃝💙𝟟ꪊꪶⅈꪊ𝟝
Andini 😘😘
Ⓡⓤⓢ⑤⑨
dan aku mengira citra yang bakal win 😶‍🌫️
••¤(`×[¤ ѕᕼ𝓲𝔫ค➅➂5 ¤]×´)¤••
tamat happy ending 🤩🥰
Ⓡⓤⓢ⑤⑨
🤣🤣
••¤(`×[¤ ѕᕼ𝓲𝔫ค➅➂5 ¤]×´)¤••
andini ngeri
Ⓡⓤⓢ⑤⑨
😘😘
••¤(`×[¤ ѕᕼ𝓲𝔫ค➅➂5 ¤]×´)¤••
semakin bersinar 🤩🤩
🌟⃤⃝𝒱𝐼𝒜𝟩𝟩𝟤𝐸𝐸
belum tamat sampai disini👀
☕︎⃝❥💕⃝🅐🅩🅘🅩🅘④⑨
wah apa tuh
🌟⃤⃝𝒱𝐼𝒜𝟩𝟩𝟤𝐸𝐸
pemikiran dewasa yuda 🙏
🌟⃤⃝𝒱𝐼𝒜𝟩𝟩𝟤𝐸𝐸
Heroine terbaik dengan segala effortnya 🫡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!