Asyifa adalah seorang gadis yatim piatu yang hidup bertiga dengan kedua adiknya. Sebagai anak sulung, dia bertanggung jawab membesarkan kedua adiknya, setelah ayah dan ibunya meninggal akibat kecelakaan hebat saat pulang dari berjualan.
Suatu hari dia terlibat skandal dengan teman satu kelasnya, teman yang juga dia kagumi dalam diam.
Sebab skandal tersebut, dia harus kehilangan beasiswa dan menuntutnya untuk keluar dari sekolah favorit tersebut.
5 tahun kemudian, dia dipertemukan dengan teman sekelasnya dengan kondisi yang berbeda.
Tetapi cinta yang dulu pernah singgah... ternyata masih tetap menetap tanpa bisa terungkap.
Bagaimana kisah selanjutnya...
selamat membaca guys... semoga kalian terhibur...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi ars, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
HAMPIR HILANG
Matahari menembus lapisan atmosfer pagi ini... Suara burung terdengar bagai irama, yang membangunkan insan di bumi dengan berbagai sketsa kehidupan.
Perlahan... Arka membuka matanya yang silau oleh cahaya mentari. Di sampingnya ada Asyifa yang masih terlelap dalam posisi duduk.
Sedikit demi sedikit memorinya terkumpul... Membawanya pada ingatan semalam yang penuh perjuangan.
Dimana dia berjuang untuk tidak menodai Asyifa, dan Asyifa yang dengan telaten membantu menghilangkan efek dari obat laknat tersebut.
Bahkan... Hingga saat ini juniornya masih berdiri tegak, efek dari obat yang belum sepenuhnya hilang.
"Fa... Asyifa...." Panggil Arka tetapi tidak ada respon.
Arka masih belum bisa bergerak, tangan dan kakinya terikat.
Ya, tadi malam saat Arka tak mampu menahan gejolak hasrat dalam tubuhnya, dia meminta Asyifa mengikat Kedua kaki dan tangan menggunakan tali karet.
Asyifa sempat panik ketika Arka mengerang kesakitan, dia sempat akan melepas ikatan itu tetapi arka melarang dengan tegas.
" Kamu pasti kehilangan kesucianmu jika ikatan ini kamu lepaskan." hardik Arka.
Asyifa ketakutan, tidak ada dalam benaknya keinginan melepaskan kegadisannya dengan status yang tidak jelas, apa lagi pada orang yang jelas jelas tidak mencintainya.
Semalam penuh Asyifa menemani dan merawat Arka. Mengganti waslap setiap tubuh Arka berkeringat dingin.
Bahkan Arka hampir menyerah... Dia pasrah andaikan nyawanya tisak tertolong... Tetapi dia tidak ingin merenggut kehormatan seorang wanita.
Bayangan Nadia, Lala dan almarhumah Vega bersliweran di benaknya, untuk itu dia bertekat tidak akan menyentuh Asyifa apapun yang terjadi.
Hingga tepat dini hari... Suhu badannya berangsur menurun, hasrat yang menggebu gebu perlahan hilang....
Dengan bantuan Asyifa dia mampu melawan hasrat yang hampir membunuhnya.
Meskipun dia malu luar biasa... Karena secara langsung Asyifa telah melihat tubuhnya, bahkan mungkin.... Intinya.
Sekarang.... Tangan kakinya masih terikat, juniornya masih tegak, tetapi dia tidak ingin berlama lama di ranjang.
Setidaknya... Dia ingin menghilangkan rasa gerah dan lengket di tubuhnya.
Tetapi tanpa bantuan Asyifa juga mustahil... Sebab ikatan tersebut sangat kuat.
" Asyifa... Fa... Asyifa..." panggil Arka sedikit berteriak.
Asyifa sedikit tersentak mendengar namanya di panggil.
" Pak Arka... Bagaimana kondisi anda pak... Apa masih membutuhkan kompresan?" tanya Asyifa beruntun.
" Tidak, tolong buka ikatan ini...." kata Arka.
Asyifa bergeming....
" kalau di buka, dia melakukan itu bagaimana??" tanya Asyifa dalam hati.
"Fa... Ayo Fa... Aku sudah tidak kuat." kata Arka.
" Tetapi Pak Arka.... Saya... " Asyifa gugup.
" Aku sudah tidak berhasrat, aku ingin mandi Fa." jawab Arka.
" Tapi pak... Em... Itu..." Asyifa tidak berani berkata, hanya melirik ke bagian bawah Arka.
" Sifaaaaa apa yang kamu lihat ha!!!" teriak Arka.
" Cepat!! Buka ikatannya!!" Arka lanjut memerintahkan Asyifa membuka ikatan tali di tangannya.
Sebenarnya... Arka sudah sangat malu... itu sebabnya dia ingin segera ke kamar mandi, tetapi Asyifa menambah rasa malunya dengan melirik juniornya yang bahkan masih berdiri di balik boxernya.
Asyifa segera melepaskan semua ikatan di tangan dan kaki Arka.
Arka segera melesat masuk ke kamar mandi dengan membawa selimut menutupi bagian bawahnya.
Aroma masakan tercium harum memenuhi ruangan, Asyifa memasak dengan bahan seadanya tanpa ijin dari Arka..
"Kamu masak?" tanya Arka.
" Maaf pak Arka, saya mau pulang tetapi pintu belum bisa di buka, adik adik saya pasti sangat khawatir karena semalaman saya tidak pulang." Asyifa berkata dengan wajah sedih.
Dan belum sempat Arka menjawab, pintu terbuka menunjukkan wajah Evan yang meringis tanpa rasa dosa.
" wah wah tadi malam ada gempa rupanya, cek... Sampe lusuh begini."kata Evan.
Bug!!!! Arka memukul bahu sahabatnya dengan lumayan keras.
" aduh!! sialan, tahu gitu ku biarkan aja kalian lanjut malam pertama." gerutu Evan, dan kembali dapat pukulan hangat dari Arka.
"Harusnya kamu tidak meninggalkan kami, untung aku masih setengah sadar dan tidak menodai Asyifa." kata Arka.
" Apa?? Kalian... Nggak jadi nina ninu nunu?? , alamaaak.... " Evan geleng geleng kepala.
Mereka akhirnya makan bersama tanpa suara, sesekali Evan membuka percakapan, tetapi Asyifa hanya menanggapi dengan senyuman.
" Maaf pak Arka , pak Evan, saya permisi pulang."
Asyita pamit pada kedua pria yang masih berdebat itu.
" Ayo ku antar" ucap Arka tanpa mendengar apakah asyifa.
Asyifa hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju.
Sedangkan Arka memberi kode pada Evan, seolah dia berkata " ayo... Kita juga harus mencari dalang kejadian semalam."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Semoga sehat selalu ya manteman... Maaf terlambat update,... Kalau siang hp di bawa si bocil.
Terimakasih kalian selalu setia dengan dewi ars... Jangan lupa tinggalkan jejak yaaa
syifa sdh mngatakn ber kali".... untuk mnyudahi prnikahan kalian... agr kalian tak saling mnyakiti....
up bnyak"
capek mncintai sendirian... wloupun arka sbg suami sangt bertanggung jawab.....
untuk arka.... yakin km bneran g ada cinta untuk syifa.... yakin cinta sdh g pnting.....
ms iya km bisa mnjalani prnikahan dgn syifa smpe saat ini tnpa km merasakn cintamu untuk syifa🤔🤔🤔