Kaila Chalondra Adara Nelson mempunya hobi yang unik bagi kalangan perempuan sebayanya.
karna Hobi nya yang unik itu yang membuat Kaila menerima tantangan dari sang Ayah untuk hidup mandiri dan bersekolah di Kota A .Tentu saja tantangan Ayahnya bukan cuman itu, Kaila juga di tantang untuk membuka Bisnis sendiri di kota A tanpa indentitas Nelson tentunya...
Arion Melviano Walsh Tuan muda tampan yang dingin , berjalan di koridor sekolah bersama kedua Temannya Wilasa Putra dan Naresh Steven menuju lantai paling atas sekolah itu, saat sedang melihat ke arah pintu masuk Arion memandang perempuan cantik yang baru memasuki pintu sekolah tak lain adalah Kaila Chalondra Adara....
.
.
Karya ini diterbitkan atas izin MangaToon, Isi konten adalah pendapat pribadi pembuatan nya. Tidak mewakili MangaToon.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahmida Yuliyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24
"Ada apa?" jawab Arion
"Kau berbicara lah dulu aku mau memilih cemilan" ucap Kaila
Kaila meninggalkan Arion dan Andrea di ikuti oleh Feli juga Wilasa.
"Ada apa?" tanya Arion
"Ah, Begini aku tak terbiasa naik bus bisa aku ikut dengan mu" Andrea
"Nanti akan aku beritahu setelah melihat kondisi mobilku" jawab Arion
"Aku sedikit pusing naik bus semoga aku bisa menumpang di mobil mu" Andrea
"Ya" cuek Arion langsung meninggalkan Andrea.
Arion menghampiri Kaila untuk mengambil keranjang belanjaan yang d pegang Kaila.
"Sayang" berbisik di telinga Kaila
"Hmmm" gumam Kaila sambil memilih
"Andrea ingin ikut dengan kita di mobil bagaimana?" Arion
"Kenapa kau bertanya padaku" ucap Kaila berbalik menatap Arion
"Ucapan mu adalah titah yang harus di laksanakan" ucap Arion
"Vian itu terserah mu aku tak berhak mengatur urusan mu" berbalik kembali sambil memilih cemilan
"Andreaa, Terlalu dini untuk memberikan pelajaran" batin Kaila
Arion bingung harus bagaimana dia menatap ke arah. Arion mengetahui kalau Andrea menyukainya maka itu dia tak ingin memberikan harapan untuk Andrea .
Setelah berbelanja mereka berempat kembali ke mobil , sebelum kembali Arion menghampiri Andrea
"Maaf Andrea aku tak bisa memberimu tumpangan"
"Ah ternyata begitu"
"Aku kembali dulu"
Arion berjalan menuju mobilnya. Di dalam mobil Kaila memperhatikan mimik wajah dan gerak gerik Andrea sambil memakan cemilan.
"Ada apa" tanya Arion ke Kaila
"Tak apa hanya sedikit bosan" jawab kaila
"Kalau begitu kita berangkat" ajak Arion
"Bagaimana kabar Naresh " tanya Wilasa
"aku akan menghubungi om Arya saat di perjalanan nanti" Arion menyalakan mesin mobil dan meninggalkan bus sekolah.
Di perjalanan Arion menghubungi Ayah Naresh .
"Halo om,ini Arion" ucapnya
" ...... "
"Bagaimana keadaan Ares?"
"....."
"Syukurlah lah bilng pada Ares Arion tak bisa menjenguk beberapa hari"
"......"
"Baik om, Terimakasih"
mematikan telpon.
"Ares sudah sadar , operasi nya berjalan lancar. Ah aku lupa menanyakan pada om Arya tentang Cindy" ucap Arion
"Cindy Sepertinya orang baik" gumam Wilasa.
"Kita tak tau asal usulnya jangan menilai orang dari sikap luarnya" gerutu Arion
Perjalanan yang damai hanya terdengar suara musik. Mereka tiba di bukit tujuan mereka di susul beberapa bus sekolah.
Semua siswa siswi dan guru berkumpul untuk memberikan arahan dan menerima pendapat.
Setelah brifing mereka mulai mendirikan tenda-tenda untuk mereka tidur ini sudah siang dan sebentar lagi jam makan siang.
Arion Dan Wilasa mendirikan tenda mereka juga tenda Kaila dan Feli . Kaila dan Feli sedang menyiapkan makan siang untuk mereka berempat.
"Bisa bantu aku mendirikan tenda ku?aku sedikit kesusahan mengencangkan nya" Andrea menghampiri Arion dan Wilasa untuk meminta bantuan di ikuti kedua teman Andrea.
"Ya tentu tunggu lah sebentar" ucap Wilasa
Arion seperti tak mendengarkan ucapan Andrea .
"Terimakasih aku akan ke sana membantu mereka memasak" menunjuk ke arah kaila dan Feli
Kaila sedang merebus air untuk memasak ramen. Sesekali Arion memperhatikan kaila yang sedang memasak.
tenda-tenda milik Kaila Feli, Arion Wilasa , Andrea dan kedua temannya sudah didirikan
sekarang waktunya makan siang, Andrea dna kedua temannya juga ikut bergabung degan mereka . tenda mereka berdekatan karna itu mereka ikut bergabung.
"Apa kami boleh bergabung" tanya Kirana teman Andrea
"Tentu silahkan" jawab Kaila dan Feli bersamaan .
Sesudah makan siang mereka memiliki aktivitas masing-masing. Arion mengajak Kaila berjalan di pinggiran sungai yang ada di bukit itu.
"Aku Sangat senang kau menerimaku kai" sambil menggenggam tangan Kaila.
"Benarkah? Kalau kau bertemu dengan kedua abangku Sepertinya kau akan di buatnya menyerah untuk bersama ku" ucap Kaila
"Apapun yang terjadi aku akan selalu berjuang untuk mu dan menjaga mu demi kebahagiaan ku dan kau"
"Aku mempercayai mu" ucap Kaila
Kaila dan Arion sedang duduk di pinggiran sungai tak terasa hari mulai gelap.
"Ayo kembali sebelum gelap" ajak Arion
Tiba di tenda hari sudah gelap. Semua murid d perintah kan untuk berkumpul.
"Kita akan membagi kelompok. setiap kelompok lima orang paling sedikit dan paling banyak tujuh orang . Itu terserah kalian memilih asal kalian merasa nyaman" ucap guru pembimbing
"1 2 3 4 " Feli menghitung sambil menunjuk ke arah kaila Arion dan Wilasa.
"kita berempat paling sedikit lima orang" ucap Feli
"Bolehkah kami bergabung dengan kelompok kalian?" ajak Andrea
Kaila dan Feli nampak saling pandang untuk bertukar pikiran.
"Tentu kenapa tidak" ucap kaila "Bolehkan?" tanya kaila ke Arion dan Wilasa
"Apapun katamu kai" ucap Arion lembut
"Mohon kerja samanya" ucap Kirana
Setelah menentukan kelompok mereka kembali ke tenda untuk beristirahat agar malam besok mereka tidak kelelahan untuk menjelajahi bukit itu.
Andrea tampak kesal melihat kebersamaan Kaila dengan Arion.
"Liat saja nanti apa yang akan aku lakukan untuk menyingkirkan mu" batin Andrea
Feli dan Kaila sudah tertidur setelah makan malam . sedangkan Arion dan Wilasa sedang duduk di depan tenda dan menghubungi Naresh .
"Bagaimana keadaan mu sekarang res?" tanya Arion dan Wilasa
" ..... "
"Syukurlah, Dimana wanita itu" Arion
Naresh mengarahkan kamera ke samping nya terlihat seorang gadis cantik yang tertidur.
" ..... "
"Ingat res kita masih belum mengetahui identitas nya kau harus berwaspada tunggu kau sembuh dulu baru kita akan mengintrogasi nya" Arion
" Apa yang akan kita lakukan setelah mengetahui identitas nya" Wilasa
" ...... "
"Ck. Sepertinya kau tak bercanda dengan kata-kata itu" ejek Wilasa.
" ..... "
"Hahaha terserah kau saja res kau pemiliknya" Wilasa
"......"
"Informasi laki-laki itu belum aku dapatkan, anak buahku sedang mencari informasi nya kau tenang lah. Darah di balas darah begitu juga nyawa." Arion
"....."
"Ya beristirahat lah" ucap Arion mengakhiri panggilan dengan Ares
Arion dan Wilasa pun tertidur.
Pukul 05.00 Pagi
Kaila nampak terbangun dia pun keluar tenda untuk menyiapkan sarapan untuk nya dan juga ketiga temannya.
Wilasa terbangun lalu membangun kan Arion
"Bangun Ri" dengan suara khas bangun tidur
"Sebentar lagi" jawab Arion pelan
"Yasudah aku juga akan tidur lagi" ucap Wilasa kembali memejamkan matanya
Feli masih nampak tertidur di dalam tenda Kaila sedang menyiapkan api untuk merebus air untuk memasak nasi.
Andrea dan ketiga temannya terbangun dan menghampiri Kaila.
"Kau anak baru ya?Masak buat kami juga" ucap Andrea sambil berduduk di kursi
"Masak sendiri" ucap Kaila
"Ck. Ada kau yang memasak kenapa harus aku?Kau terlihat seperti pembantu jadi masak juga buat kami" tegas Andrea lagi.
"Untuk apa aku repot-repot memasak untuk mu." Kaila
Wilasa tertidur pulas menggunakan earphone di telinganya . Arion yang terbangun mendengar kan perdebatan Andrea dan Kaila .
Feli juga terbangun karna keributan di depan tenda nya
"Tinggal masak saja apa susahnya. Di sini yang kaya yang berkuasa" ucap Andrea
"Wahh ada apa ini pagi² berdebat tentang kekuasaan" ucap Feli nada bangun tidur
Andrea pun berdiri dan menuju kedepannya tendanya juga memerintahkan Kirana untuk memasak sarapan pagi mereka.
"Ada apa kai?Apa mereka mengganggumu?" tanya Feli sambil keluar dari tenda .
"Tak ada apa-apa fel, Tolong jaga air ini untukku aku akan mencuci beras ke sungai sebentar" ucap Kaila
Arion yang mendengar Kaila akan ke sungai langsung keluar tenda.
"Mau kemana sayang?" tanya Arion
"Arion Melviano" tegur Kaila sambil memberikan tatapan tajam
"Ck. Janga marah begitu,itu hal wajar" gerutu Arion.
"Mau ke sungai mencuci beras untuk sarapan" ucap Kaila Cuek dan berjalan meninggalkan Arion
"Akan aku temani" berlari kecil mengejar Kaila "Sini aku yang bawa" ucap Arion
Mereka berjalan menuju sungai. setelah mencuci beras mereka kembali.
Feli bersamaan Wilasa duduk bersampingan tanpa berbicara asik dengan gadget masing²
Kaila dan Feli berbagi tugas untuk menyiapkan sarapan mereka , Wilasa menyiapkan alas untuk mereka duduki saat makan. Arion menyiapkan minuman kaleng yang mereka bawa.
Makanan siap di sajikan saat mereka hendak makan Andrea kembali menghampiri mereka dan membawa makanan yang mereka masak untuk makan bersama. seperti tidak ada yang terjadi sebelum nya.
Kaila duduk disamping Arion.
"Cobalah makanan yang aku buat" ucap Andrea
Kaila memakan makanannya yang dibuatnya bersama Feli tanpa berbicara atau menatap Andrea yang banyak bicara.
"Cobalah" Andrea memberikan daging buatan nya ke mangkuk Arion .
Arion menatap Andrea dengan tatapan tak suka.
"Aku tak makan daging saat pagi" bohong Arion
Kaila memperhatikan wajah masam Andrea pun menyeringai.
"Vian" Panggil Kaila
"Ada apa kai" jawab Arion
"Makan ini" menyuapi daging sapi yang di buat kaila
"Hahaha hey bro kau bilang tak bisa makan daging di pagi hari" ejek Wilasa
"Aku bisa kalau itu buatan Kaila atau orang rumah, Kalau orang lain aku tak bisa" seru Arion dan melanjutkan makan nya
"Brengs*k lihat saja akan ku balas " batin Andrea mengutuk Kaila
Setelah menyelesaikan sarapan pagi Wilasa dan Arion mencuci piring di sungai perintah Kaila.
"Ah kenyang nya" gumam Feli sambil duduk di kursi yang ada di depan tenda.
Halo Kakak-kakak ❤️🙏
Maaf kalau ada salah kata🙏 semoga Kakak-kakak suka dengan karya pertama aku maaf juga kadang sering telat upload 🙏🙏😭.
Mohon dukungan nya dengan cara apapun mau itu vote poin/like 🙏
jangan lupa di favorit kan ka agar tau kalau kita update 🙏🙏🙏🙏❤️❤️
Terimakasih ❤️🙏