Perjodohan membuat Tommie dan Aisyah harus bersama.
Bagaimana jika suamimu adalah orang yang paling sering membullymu dulu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Secarik rindu di senja hari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kau resmi menjadi miliknya, Mas
Suamiku Membenciku?
Author: Linda Mardiana
Pria itu masuk begitu saja ke dalam kamar mandi tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Sontak membuat Aisyah yang tengah mandi tersentak karena kehadiran Tommie.
"Aaa ....mengapa Kak Tommie masuk tanpa mengetuk pintu? Cepat tutup mata!" bentak Aisyah, wajah gadis itu langsung bersemu karena malu.
Gadis itu segera meraih handuknya dan menutupi seluruh tubuhnya. Tommie bahkan tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Aisyah yang sangat lucu.
"Ish, dasar pria menyebalkan!" Aisyah terus menggerutu karena kesal kepada Tommie.
"Aaa .....apa lagi yang Kak Tommie lakukan?" Gadis itu kembali berteriak, ketika Tommie melepas handuknya di hadapan gadis itu.
"Aku sudah melihatmu, sekarang kau melihatku, dan kita impas," ucap Tommie dengan santainya.
Bugh!
Aisyah lagi-lagi memukul dada bidang Tommie, tapi kali ini dengan sangat keras. Tommie bahkan meringis kesakitan.
"Maafkan Aisyah, apakah terlalu keras?" Aisyah merasa bersalah ketika tidak sengaja memukul Tommie sangat keras.
Tommie hanya mengangguk, sambil terus meringis kesakitan. Gadis itu tampak merasa sangat bersalah.
"Dimana yang sakit?" Aisyah meraba dada bidang pria itu dan mengusapnya pelan.
"Di sini," bisik Tommie, sembari menurunkan tangan gadis itu. Aisyah bahkan tersentak karena ulah jahil Tommie.
"Dasar pria mesum!" bentak Aisyah sembari menarik tangannya, Tommie kembali terkekeh melihat wajah gadis itu yang semakin bersemu.
Aisyah mendengus kesal dan segera beranjak dari kamar mandi. Namun, langkahnya terhenti saat Tommie menarik tangannya dan mendekap gadis itu dalam pelukannya.
"Sampai kapan kau akan menghindari aku? Pernikahan kita sudah 9 bulan dan papa terus saja mendesakku untuk segera memberikannya cucu," bisik Tommie sembari menyandarkan dagunya di pundak Aisyah.
Gadis itu hanya tertunduk malu, mendengar permintaan sang suami. Jujur saja, sebenarnya gadis itu merasa belum siap.
"Maaf, Kak Tommie," ucap gadis itu lirih, Tommie hanya mengangguk kemudian melepaskan Aisyah dari dalam dekapannya.
Sebenarnya pria itu merasa sangat kecewa, tetapi ia juga tidak ingin terkesan memaksa kehendak kepada sang istri.
Tommie tersenyum memandangi wajah Aisyah dan mengecup puncak kepala gadis itu, kemudian pria itu membelakangi sang istri.
Aisyah hanya tertunduk melihat tingkah Tommie, bagaimanapun ia tahu betul, jika Tommie pasti merasa sangat kecewa.
20 Menit Kemudian
Tommie keluar dari kamar mandi dengan handuk sepinggang, yang memperlihatkan tubuh seksinya.
Matanya kembali menyusuri seluruh penjuru kamar ketika mendapati sang istri tidak ada di dalam kamar.
"Aish, kemana lagi gadis itu!" batin Tommie, ia merasa cukup kesal karena lagi-lagi gadis itu menjauhi dirinya karena permintaannya tadi.
Tommie segera mengenakkan pakaian tidurnya dan langsung menaiki ranjang sembari memainkan game onlinenya.
Cukup lama ia menunggu, tetapi sang istri belum kunjung masuk ke dalam kamar. Ia bahkan merasa bosan menunggu Aisyah yang belum kunjung datang.
"Assalammualikum." Suara lembut Aisyah dari balik pintu sembari memberi salam.
Tommie hanya melirik ke arah pintu setelah menjawab salam Aisyah.
Matanya seketika membulat sempurna ketika mendapati sang istri yang berpakaian sangat seksi hingga memperlihatkan lekuk tubuh dan belahan dada seksinya.
Gadis itu juga terlihat semakin cantik karena polesan make up tipis di wajahnya. Tommie segera menghampiri gadis itu.
"Kau dari mana gadis bodoh? Mengapa berdandan seperti ini?" tanya Tommie, yang penasaran.
"Aisyah hanya meminta sedikit saran kepada Della, tetapi ia malah memaksa Aisyah untuk mengenakan baju ini dan mendandani Aisyah," ucap gadis lugu itu.
"Saran apa?" tanya Tommie, yang semakin penasaran.
"Mengenai hal yang kak Tommie bicarakan di dalam kamar mandi tadi, Aisyah hanya meminta saran, haruskah segera memberikan papa cucu atau tidak?" jawab gadis itu lugu, Tommie hanya bisa menepuk jidatnya.
"Benar-benar gadis bodohku, apakah kau tidak malu bertanya seperti itu kepada orang lain?" tanya Tommie lagi.
Gadis itu hanya menggelengkan kepalanya kemudian menyunggingkan senyum manisnya kepada sang suami.
Mata Tommie terus menatap lama ke arah dada sang istri yang sedikit terbuka dan hampir memperlihatnya tubuh indahnya.
"Dasar pria mesum, mengapa Kak Tommie terus memperhatikan dada Aisyah?" Gadis itu mendengus kesal dan segera menutupi dadanya dengan kedua tangannya.
"Mengapa kau menutupinya, aku ingin melihatnya lebih lama," goda Tommie dan berjalan semakin mendekat ke arah sang istri.
"Eh? Apa yang Kak Tommie lakukan?" Aisyah tersentak saat Tommie tiba-tiba saja mencumbu mesra dirinya.
Gadis itu secara refleks mendorong tubuh Tommie, karena kaget atas perlakuan Tommie yang tiba-tiba.
"Diamlah! Kau yang menggodaku lebih dulu gadis bodoh dan kau harus bertanggung jawab," ucap Tommie yang tidak mengalihkan pandangannya sedetikpun pada tubuh menawan sang istri.
Tommie dengan segera menggendong tubuh sang istri dan meletakkannya secara perlahan di atas ranjang. Ia dengan segera mencumbu gadis itu dengan lembut.
Malam ini merupakan malam terindah penuh romansa cinta antara Tommie dan Aisyah. Cinta mereka menyatu semakin erat.
Rintihan mesra di malam yang sunyi seakan menambah kekuatan ikatan cinta keduanya.
Mereka berharap, malam ini tidak akan berlalu terlalu cepat.
Sementara itu, di kamar Della
"hiks....hiks...hiks..."Gadis itu menangis sejadi-jadinya di atas ranjangnya, sembari memeluk erat kedua lutunya.
Air matanya terus mengalir tanpa henti dan membasahi kedua pipinya. Matanya sudah tampak sembab karena menangis sedari tadi.
"Sudah berakhir, kau sudah resmi menjadi milik Aisyah sepenuhnya, mas." Gadis itu berbicara kepada dirinya sendiri.
Ia perlahan merebahkan tubuhnya, menyeka kasar air matanya yang terus mengalir tanpa henti, dan terus memegangi dadanya yang terasa begitu sesak.
Keesokan harinya
"Kak Tommie, sudah siang. Kau tidak bekerja hari ini?" Aisyah menepuk lengan kekar sang suami yang masih melingkar di pinggangnya.
Tommie segera tersadar dari tidurnya, perlahan mengucek matanya yang terasa masih enggan untuk terbuka.
"Selamat pagi, sayang." Pria itu mengecup puncak kepala Aisyah dan menyunggingkan senyum lembut ke arah gadis itu.
"Sejak kapan Kak Tommie memanggil Aisyah seperti itu? Aisyah sudah terbiasa dengan panggilan gadis bodoh," ucap Aisyah sembari berbaring di atas dada sang suami.
"Baiklah, sayang. Kau tetap gadis bodohku," balas Tommie dan mencubit pelan hidung gadis itu.
Aisyah segera beranjak dari atas kasur dan hendak mengambil handuknya untuk mandi. Namun, langkahnya terhenti saat ia merasakan perih di sela-sela kakinya.
"Kak Tommie, mengapa kaki Aisyah sakit?" tanya gadis itu sembari menatap sendu sang suami yang masih berbaring di atas kasur. Dengan segera Tommie beranjak dan menghampiri sang istri.
"Apa kau tidak ingat apa yang kita lakukan tadi malam?" bisik Tommie di kuping sang istri, Aisyah hanya menunduk malu karena mengingat kejadian tadi malam.
Gadis itu segera berjalan dengam perlahan dan menjauh dari sang suami. Tommie hanya menyunggingkan senyum menatap punggung gadis itu.
"Ah, syukurlah aku yang pertama. Maaf sayang, karena aku sempat meragukan dirimu," batin Tommie setalah menatap sprei putihnya.
Pria itu tersenyum lega, karena ternyata tuduhan yang di berikan Della sudah terbukti tidak benar.
Pria itu segera mengambil handuknya dan menyusul sang istri di kamar mandi.
Bersambung....
Jangan lupa like, comment and vote
Atas dukungannya author ucapkan terima kasih😘
aku setia nunggu up terbaru
Maylea selalu mendukung Aisyah...
Salam hangat dari MAYLEA SI GADIS MASA DEPAN