Apa jadinya jika seorang Anak kecil memanggilmu Mommy. Bocah perempuan usia 5 tahun yang imut nan cantik lebih sialnya adalah Anak dari bosnya yang dingin tapi genteng yang membuatnya digandrungi kaum hawam.
Yuk baca kelanjutannya...... 😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon della1, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Remahan Upil
Setelah tadi dari pemakaman Rey dan Cia memilih untuk pulang karena sudah mulai petang. Cia dan Rey pun membersihkan diri. Dan keluar untuk makan bersama. Cia tidur lebih awal karena kelelahan bermain. Sedangkan Rey masih berkutat dengan pekerjaannya.
Dering ponsel mengalihkan perhatian Rey pada laptop yang dipangkunya. Lalu diambilnya ponsel tersebut dengan panggilan telepon dari Cireng Basi. Ia tersenyum membaca nama yang tertera dilayar ponselnya.
Rey pun menjawab panggil telepon itu. Namun bukan salam yang ia dapatkan tetapi omelan dari sebrang sana yang terdengar kesal.
"Reymahan upil !!" teriak diseberang membuat Rey menjauhkan ponsel dari telinganya.
"Lo ya!!, udah jam berapa ini. Kenapa Lo nggak telepon gue buat ngasih kabar bahwa Cia mau di ajak jalan sama gue. Lo tau nggak gue mau prepare barang apa aja yang perlu dibawa dan lo dengan tega tidak memberikan informasi sama gue. Kenapa diem lo. Bisu.Woyy....!" cerocos Cira namun Rey tak perduli ia melanjutkan pekerjaannya bersama Cira yang sudah seperti radio dengan volume keras.
"Reyong Bolong!!!!. Cia mau apa nggak?!!!!" teriak Cira membuat Rey kesal lalu dimatikannya sambungan telepon tersebut.
Rey kembali mengerjakan kerjaan kantor namun tidak lama ada spam chatnya berdering terus membuatnya Rey kesal.
Rey pun membalasnya dengan satu huruf yaitu 'Y'. Setelah membalas pesan tersebut Rey kembali pada pekerjaannya. Beginilah Rey yang kalau sudah memangku laptop maka semua orang akan diabaikan sampai pekerjaan itu benar-benar selesai, entah sampai menjelang pagi.
Namun tak sampai dua jam pekerjaan Rey pun selesai dan ia merebahkan tubuhnya untuk menghilangkan penat sambil meliuk-liuk kan tubuhnya supaya kembali rilex.
Rey tersadar lalu segera mengambil ponselnya yang berada diujung tempat tidur. dan mengecek siapa tadi yang menelponnya. Setelah dilihatnya Rey langsung melotot tak percaya 45 panggilan dari satu orang Cireng Basi.
Aduh, Nyonya Cireng pasti murka, nih penyakit sok miskin gue sih lebih dominan, sampai calon bini gue abaikan hanya demi uang batin Rey
Kemudian Rey menelpon kembali orang dengan panggil 45 "Selamat Malam Sayang" panggil Rey dengan nada merayu.
"Selamat Malam juga Remahan UPIL!" ucapnya dengan nada tersipu dengan penekanan pada kalimat akhirnya.
"Iya upil yang selalu dicari setiap hari kan"ucap Rey tertawa.
"Idih...Dasar Lo kutil kuda!"ucap kesal Cira "Eh..gimana Cia mau nggak besok diajak main ke taman air?" ucap Cira yang mengingat akan permasalahannya tadi tentang persetujuan dari Cia.
"Enggak mau ikut kalau nggak sama gue"ucap Rey dengan nada datar membuat yang disebrang kepanasan karena kesal.
"Bilang aja lo mau ikut. Udah tau gue otak Lo" ucap Cia disela menguapnya karena waktu sudah menunjukkan pukul tepat 00.00.
"Lo udah ngantuk? tidur gihh nggak baik tidur terlalu larut malam" perhatian Rey tapi perhatian itu sudah mental sebelum sampai.
"Ni juga gue mau tidur, Lo sih pakai acara nelpon segala. Iya gue kasih ijin Lo ikut besok. Gue tidur ya...Da...." ucap Cira langsung mematikan panggilan tanpa menunggu balasan dari Rey.
"Lah ni orang nggak sopan banget"gumam Rey lalu ikut tidur bersamaan.
Tanpa terasa mentari sudah bersinar dengan indah. Seseorang masih bergelut dengan selimut tanpa perduli burung yang berkicau. Namun sebuah gedoran dan teriakan menyadarkannya.
"Daddy Bangun sarapan!!" Teriak Cia dibalik pintu dengan terus menggedor ataupun menendang pintu tersebut.
"Iya Daddy bangun" teriak Rey lalu bangkit segera membuka pintu kamarnya.
"Duluan aja Daddy capek mau tidur lagi" ucap Rey dengan muka bantal dan menggaruk pantatnya yang terasa gatal.
Cia yang melihat apa yang dilakukan Rey langsung melotot "Daddy jorok!!!"ucapnya keras.
"Pagi-pagi jangan teriak nanti rejeki nya terbang" ucap Rey lalu melangkah untuk kembali ke tempat tidur.
Rey menghempaskan tubuhnya diatas ranjang dan tengkurap lalu memejamkan matanya. Namun itu hanya sementara, karena Cia segera naik ke tubuh Rey memukul-mukulnya. Membuat Rey terusik.
"Sakit Ya!!" keluh Rey lalu berbalik dan Cia yang tanpa berpegangan lalu nyunseb samping Rey.
"Ish...Daddy" ucap Cia lalu memukul punggung Rey karena kesal "Ayo....katanya mau pergi sama Mommy?!" ucap Cia lagi kembali duduk.
"Kan nanti Cia ini masih pagi!" ucap Rey dengan mata kembali meram.
Berat rasanya mata Rey untuk terbuka, karena hari ini hari Minggu dan libur sehingga sudah biasanya jika hari ini matanya sulit untuk terbuka, apalagi ada Curut Cantik yang mengganggunya di jam setengah 8, karena biasanya Rey bangunnya jam 11.
"Cia nggak percaya. Cia pengen telepon Mommy?!" ucapnya dengan mengguncang-guncang kan tubuh Rey.
"Kan Cia udah punya nomor Mommy, kenapa nggak pakai punya Cia aja" ucap Rey setengah sadar.
"Ponsel Cia baterainya habis jadi masih di charge Dad!" ucapnya sambil mencari ponsel Rey dengan melempar dan memindahkan apapun yang ditangkap matanya. Seperti saat bantal yang sudah berpindah kelantai, selimut sudah berpindah menjadi karpet lantai.
Dengan usaha yang keras Cia menemukan ponsel tersebut di atas nangkas. Cia mengambil ponsel tersebut dengan menginjak tubuh Rey karena terlalu semangatnya ingin nelpon Mommynya.
"Ach!!!" jerit Rey karena tubuhnya terinjak oleh Cia. "Hehehe, Sorry Dad" ucap Cia dengan cengir nya lalu ngebirit pergi meninggal Rey dengan wajah kesal dan ngantuk nya. Namun saat diambang pintu Cia berbalik dan menatap Daddy-nya.
"Daddy. siapa nama kontak Mommy di ponsel Daddy?" tanya Cia dengan mengotak ngatik ponsel Rey.
Cia sudah betul akan seluk beluk ponsel Rey karena Cia sering memeriksa ponsel Rey. alasannya karena takut Daddy-nya termakan oleh tante-tante gerong.
"Cireng Basi"ucap Rey bangkit. Hilang sudah ngantuk nya Rey akibat ulah Cia.
"Ish...Daddy!! itu Mommy Cia kenapa dikasih nama Cireng Basi!!!"marah Cia lalu pergi dengan mulut bebek dan kaki dihentak-hentakkan di lantai.
Brak!
Bunyi pintu yang ditutup dengan keras. Membuat Rey terkejut. "Ini anak sama tingkahnya dengan Si Cireng. Suka banting pintu" gumam Rey dengan gelengan kepala. Lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk menghilangkan bekas aliran air pulaunya.
###
Sementara Cia sedang menelpon Cira. Namun belum diangkat juga, membuat Cia kesal. Namun setelah 2 kali panggil dan yang ketiga baru diangkat membuat Cia langsung nyerocos bertanya tentang kenapa tidak mengangkat telponnya dan masalah dengan tadi dengan Daddy tadi ikut dibicarain ya.
"Cia, maaf ya tadi Mommy mandi jadi nggak dengar ponselnya berbunyi" ucap Cira meminta maaf.
"Baiklah. Mommy katanya kita mau jalan-jalan, jadi kapan kita akan perginya." tanya Cia dengan semangat.
"Nantian sayang. Sorean ya. Soalnya sekarang Mommy harus belanja ke pasar untuk keperluan rumah dulu sama Mama Mommy." ucap Cira.
Cia yang mendengarkan bahwa Mommynya akan berbelanja ke pasar membuat Cia tergiur untuk ikut berbelanja ke pasar karena disana Cia bisa membeli jajanan yang enak-enak.
"Cia boleh ikut nggak Mommy?"tanya Cia dengan harap-harap cemas.
Akhirnya Cira mengiyakannya membuat Cia melompat-lompat di kasur. "Oke sekarang Cia akan kesana bersama Daddy. Tungguin Cia ya Mom, soalnya nanti Cia di pasar mau beli jajanan yang enak-enak.
Cia langsung lompat dari kasurnya lalu berlari menghampiri kamar Daddy-nya. Namun saat sudah dikamar nya tidak ada pemiliknya membuat Cia mencarinya di meja makan.
Dan ternyata Daddy sedang sarapan dengan roti dan teh. "Daddy ayo cepat kita kerumahnya mommy. Cia akan ke pasar dengan Mommy. Ayo....Dad...." ucap Cia dengan menarik-narik lengan baju Rey.
"Sebentar Daddy masih sarapan" ucapnya dengan mengunyah rotinya.
"Ayo...cepat keburu siang Daddy" ucap Cia dengan nada kesal.
"Iya...sekarang" ucap Rey bangkit lalu mengambil kunci mobilnya.
"Papa, Cia dan Daddy mau kerumahnya Mommy ya!!!"teriak Cia keras dari pintu utama.
"Iya! hati-hati!" teriak Papanya lagi dari kolam renang.
Rey yang mendengarnya pun hanya geleng. "Udah Ayo?" ajak Rey yang sudah di dalam mobil.
Cia pun berlari untuk masuk ke mobil dengan membanting keras pintu mobil. "Ayo Dad jalan" ucap Cia disela memasang sabuk pengamannya.
"Pelan-pelan saja Cia" tegur Rey. Membuat Cia hanya menampilkan deretan giginya.
Suasana jalan sedang macet karena orang-orang sedang berlibur untuk menghilangkan penatnya selama bekerja.