NovelToon NovelToon
Karena Malam

Karena Malam

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintapertama / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:6.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Adalynn

Baru beberapa jam menginjakkan kaki di kota kelahirannya, Sienna sudah harus menerima perlakuan tidak mengenakkan dari orang yang dicintainya.

Malam itu jadi malam yang panjang dan tak terlupakan baginya, juga bagi Akshan yang merupakan kakak dari sahabat baiknya.

Gadis itu pun menghilang bagai ditelan bumi. Hingga suatu malam pula, Akshan menemukannya dalam keadaan sangat berbeda. Dan oh, siapa lelaki dan 2 anak itu?


Mohon dukungannya, ini karya pertamaku. Kritik dan saran yang membangun terbuka lebar di kolom komentar. Selamat membaca!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adalynn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perih

Setelah melewati belasan jam, akhirnya kami pun sampai di Jakarta. Berkat penggunaan pesawat pribadi temannya Pierre, perjalanan jadi sedikit lebih cepat, walau kami sempat transit sebentar untuk mengisi bahan bakar, yang entah di bandara apa, pikiranku saat itu lumayan kacau.

Nampak Pak Tarno, supir Om Ijal, sudah menunggu kedatangan kami dan mobil pun melaju dengan kecapatan kelewat sedang melewati jalanan Kota Jakarta. Ku tengok gedung-gedung yang bergerak cepat di jendela mobil. Tidak, bukan gedungnya yang bergerak, tapi mobilnya.

Aku sedikit panik, bukan karena laju mobil, tapi ingin segera menemui kakek dan nenekku. Semoga mereka tidak kenapa-kenapa, tidak terluka parah dan segera lekas sembuh. Sudah tiga bulan sejak terakhir kali kami bertemu, aku juga sangat merindukan mereka.

"Pak Ano, lebih cepat lagi yah!" titahku karena tak tahu kenapa hatiku semakin merasa tak karuan.

"Baik non" Pak Tarno pun melajukan mobil dengan menambah kecepatannya.

Pierre yang duduk di kursi penumpang sebelah pak Tarno sedikit mengernyit, bukan karena kecepatan ku rasa, melainkan dengan keadaan jalanan Jakarta yang ramai, sebenarnya cukup sulit untuk mengebut di kondisi seperti itu.

Namun, jangan merendahkan supir Om Ijal ini, dia sudah biasa mengebut atau sekedar menyalip kendaraan agar bisa lebih cepat. Secara Om Ijal orangnya memang selalu terburu-buru, sejak ia mengambil alih perusahaan papa yang ada di Jakarta, ia menjadi orang yang sangat sibuk.

Jangan tanyakan si kembar, mereka benar-benar anak baik. Zoey dan Zayn ikut sibuk juga melihat keadaan Kota Jakarta. Mereka memang anakku, walau sudah sering melihat gedung pencakar langit, tapi tak pernah bosan melihat pemandangan ini.

Akhirnya kami pun sampai di rumah sakit, hatiku mulai bergemuruh kembali namun lebih hebat. Berjalan sambil berdoa di sepanjang langkahku, semoga keadaan kedua orang tua itu baik-baik saja.

Sungguh, rasanya tak sanggup, membayangkannya saja sampai membuat kepalaku sakit, aku tidak rela kehilangan mereka, Tuhan. Sembuhkan lah kakek dan nenekku. Mereka orang yang sangat baik.

Aku melangkah cepat, bahkan mungkin sedikit berlari, ku tinggalkan Zoey dan Zayn bersama dengan Pierre. Bagaimana pun, anak-anak itu adalah balita, mungkin akan cukup sulit untuk dapat masuk ke dalam ruang perawatan.

Om Ijal sudah menunggu ku di depan pintu lift. Kami bersalaman dan ku cium punggung tangannya.

"Akhirnya sampai juga"

"Iyah.. di ruangan mana, Om?"

"Kamu naik ke lantai tujuh, kelas VVIP nomor satu. Mereka di satu ruangan yang sama"

"Okay, Om tolong tunggu Pierre dan anak-anak ya Om? Aku naik duluan!"

"Iyah, Om tunggu disini. Naik lah, mereka sudah menunggumu!"

Aku pun bergegas masuk ke dalam lift yang untungnya segera terbuka. Ku tekan nomor tujuh dan segera menutup pintu lift. Tak lama, aku pun sampai di lantai tujuh, aku berlari sekuat tenagaku mencari ruangan yang ku tuju.

Tok.. tok.. tok..

Aku mengetuk pintu dan mengucap salam. Terlihat di dalam sana beberapa orang yang sudah ku kenal, saudara dan beberapa rekan kakek dan nenek. Nampak juga Om Daniel dan Tante Billa di sana. Seketika mereka melihat ke arahku, dan menjawab salamku.

Aku hanya tersenyum tipis sambil mengangkat kedua lenganku yang mengatup tanda salam kepada semuanya, beberapa orang itu tersebar, beberapa ada yang duduk di sofa, dan beberapa orang lainnya sedang berdiri di dekat kakek dan nenek.

Jujur, rasanya tak sanggup untuk menyalami semuanya secara satu per satu. Mungkin kurang lebih ada sepuluh orang di kamar ini. Jadi dengan begini kan sudah mewakili ya, semoga mereka mengerti, pikirku dalam hati. Terlihat di ujung mataku, seseorang keluar dari toilet, namun ku tekankan pikiranku pada kakek dan nenek.

Aku mengalihkan pandangan dan fokus kepada dua orang yang sedang terbaring di bangsal perawatan. Kedua orang itu sudah ringkih, tapi mereka harus melalui semua yang terjadi dengan sekuat tenaga agar bisa bertahan. Sungguh tak tega melihatnya. Selang ada dimana-mana untuk menyangga kehidupan mereka.

Aku menghampiri dan duduk di sisi kakek yang matanya terbuka, mungkin terganggu tidurnya oleh kehadiranku. Dengan suara lemah, kakek mulai menyapaku, terlihat kakek sangat berusaha mengucapkan kata-kata walau dengan nafas yang sering tersengal.

"A..yah.. i...bu... mana?"

Kakek bertanya dengan sering mengambil nafas pendek. Aku tak tahan untuk tidak menangis, karena dengan keadaan seperti itu pun lelaki yang sangat ku sayangi ini tetap menimbulkan senyumannya.

"Mereka sedang dalam perjalanan kek, insyaallah sebentar lagi sampai. Doakan semuanya lancar ya kek" ku genggam tangan kakek dengan erat.

"Kamu, tolong jaga nenekmu dengan baik. Tinggallah di sini dan temani nenekmu" ucap kakek dengan terbata-bata.

(Anggap kalimat ini terbata-bata yah, kakek ucapinnya susah banget, author gak tega bikin kalian ikutan baca dengan nafas ketahan-tahan)

"Iyah kek.. Kakek tenang aja, Sienna bakal jagain kakek dan nenek.. Kakek istirahat lagi yah.. nanti kita bisa ngobrol lagi.. kakek dan nenek pasti segera sehat!"

Kakek tersenyum namun menggelengkan kepalanya dengan gerakan yang sangat pelan. Tak lama kemudian kakek menutup matanya. Keadaan kakek dan nenek saat ini masih belum stabil. Hatiku terus berdenyut, perih rasanya.

1
Haryati Kurniawan
dari sekian banyak novel yang aku baca, cerita ini lain dari pada yg lain 👍 suka banget dan selalu di nanti kelanjutan nya 😍😍 semangat Thor 💪
Widi Nuhgraeni
yeayyyy...akhirnya lanjut Nobel ini....semangat Akhsan
Haryati Kurniawan
Zayn atau zoey yg telpon Daddy ?
rosa lini
Lanjut thor aku suka banget sama kemal ini
Janah Husna Ugy
Biasa
nella juli
next thorrr up
Meria Sari
penggemar film fifty shades of the grey juga author. sama donk
altanum
cerita dari berbagai sisi.dengan ending yg berbeda.terus semangat berkarya thor...
tetehnyaechan
Akhir ceritanya di luar prediksi, tapi justru makin greget sih, gak sabar buat cerita selanjutnya (semoga ada, nunggu banget cerita Akshan)
Soraya
maaf sampai sini aja ya kak
Soraya
pertama numpang duduk dl ya kak
Rosnelli Sihombing S Rosnelli
salut thor siena memilih si bule bukan aksan
Kasmawati S. Smaroni
aku suka pierre yg sangat mencintai ayyara dan anak sambungnya
Kasmawati S. Smaroni: maksud sy sienna
total 1 replies
Kasmawati S. Smaroni
OMG hello,berat buanget ujian sienna
Bundanya Alvhia
tutur katanya jangan ke gitu Thor maap
krisan
lanjut
Bung Srira
sedihny pdhl kn cinta1 itu hrsny thor kmblikn mrka bersatu krns bkn dmuany slh aksan kn
Bung Srira
andaikn xavier memilih aq psti aq tk kn prnh meninggalknnya
Aira Hadera
Lanjut thor
Chanings_: Ashiaaaaappp.. dibaca ya beb
total 1 replies
Endang Kartini
aku klu jd pierre pasti ngamuk kalik ya...wanita yg aku perjuangin ternyata berselingkuh...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!