"Kalian tidak membiarkanku mati tapi juga tidak memberikanku ruang untuk hidup. Maka dari itu aku akan menunjukan kepada kalian apa artinya menjadi sombong _!" Li Xuan menarik pedang dari sarungnya dan membuat langit berubah warna bak lautan darah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rumah Makan
Beberapa hari kemudian, di sebuah rumah makan di sudut kota Xianyang
Seorang pemuda terlihat duduk di samping jendela dengan mata yang menatap ke arah para pejalan kaki dengan tatapan tenang
Pemuda tersebut tidak lain adalah Li Xuan yang telah mendapatkan istirahat langka dari pelatihan kejam pria bertopeng, Zhou Yu
Selama beberapa hari terakhir, selain memasak dan menemani ibunya di malam hari
Li Xuan tidak memiliki kegiatan lain selain berusaha bertahan dari serangan-serangan Zhou Yu yang mengincar dirinya
Dalam beberapa hari terakhir, meskipun ia masih belum bisa menahan satu serangan pun dari pria bertopeng tersebut
Namun bukan tanpa keuntungan, pelatihan kejam beberapa hari terakhir membuat kesadaran bertarung Li Xuan menjadi semakin tajam
Ia bahkan menjadi lebih sering untuk merasakan arah serangan pria bertopeng tersebut
Meskipun reaksi tubuhnya masih belum mampu untuk mengimbangi kecepatan serangan yang datang
Namun dengan hasil seperti itu, Li Xuan cukup bersemangat dan mulai memikirkan cara untuk meningkatkan respon tubuhnya
Dengan meningkatkan respon tubuhnya, Li Xuan yakin bahwa dirinya akan bisa menahan serangan pria bertopeng tersebut dan memaksanya melakukan gerakan lain
Meskipun hal itu kemungkinan besar sangat sulit mengingat kecepatan Zhou Yu dalam menyerang terlalu berlebihan
Namun Li Xuan yakin dirinya akan mampu melakukan hal tersebut
Kemampuan Li Xuan yang mulai mampu merasakan arah serangannya, tentu diketahui langsung oleh Zhou Yu dalam sesi latihan
Oleh karena itu, pria bertopeng tersebut kemudian memberikan istirahat langka kepada Li Xuan sebagai bentuk pengakuannya terhadap kemajuan pesat pemuda tersebut
Perintah istirahat tersebut juga memiliki makna lain selain apresiasi atas kerja keras dan kemajuan Li Xuan
Juga untuk menjaga jiwa pemuda tersebut dari keruntuhan
Meskipun setiap selesai berlatih Zhou Yu selalu merawat luka Li Xuan dan membuat kondisinya kembali seperti sedia kala
Namun perawatan pria bertopeng tersebut hanya sebatas pada tubuh dan tidak mampu menyentuh jiwa Li Xuan
Hal itu membuat jiwa pemuda tersebut sangat kelelahan akibat hantaman rasa sakit yang luar biasa selama pelatihan kejam dalam beberapa hari terakhir
Meskipun Zhou Yu menyebut hal tersebut tidak berbahaya dalam jangka pendek
Namun kelelahan jiwa bisa berakibat fatal dalam jangka panjang
Oleh karenanya, terlepas dari kegigihan Li Xuan, pria bertopeng tersebut meminta Li Xuan untuk beristirahat terlebih dahulu dan mengendurkan saraf-sarafnya
***
"Saudara Li, apakah itu anda ?"
Sebuah suara membangun lamunan Li Xuan, dan membuatnya kesurupan
Pemuda tersebut kemudian mengalihkan perhatiannya ke sumber suara dan melihat Xu Nian yang tersenyum lebar ke arahnya
Sebelum Li Xuan sempat buka suara, Xu Nian mengambil kursi duduk didepannya dan berkata dengan antusias
"Sudah lama sekali anda tidak datang ke sini, aku bahkan sampai berpikir saudara Li telah kembali ke kampung halamanmu tanpa menyapaku terlebih dahulu"
"Bagaimana mungkin ?"
Li Xuan menggelengkan kepalanya dan membalas sambil tersenyum "Jika aku berniat kembali, aku tidak akan lupa untuk menyapa anda terlebih dahulu, saudara Xu"
"Benarkah ? Aku merasa terhormat kalau begitu"
Xu Nian membalas dengan sopan
Keduanya kemudian saling menanyakan kabar satu sama lain sebelum Li Xuan mengalihkan perhatiannya ke arah seluruh ruangan dan bertanya dengan rasa ingin tahu
"Ngomong-ngomong, bisnis hari ini terlihat sangat bagus, apakah terjadi sesuatu yang tidak aku ketahui selama beberapa hari terakhir ?"
Ini bukan kali pertama pemuda tersebut datang ke rumah makan tempat Xu Nian bekerja
Sebelum memutuskan untuk berlatih dan menjadi juru masak untuk Zhou Yu
Li Xuan rutin ke tempat tersebut untuk mengisi perutnya atas rekomendasi dari Xu Nian
Selain karena Xu Nian adalah seorang kenalan, rumah makan tersebut menyediakan makan yang enak dan sangat bersahabat dengan kantongnya
Karena alasan itu, rumah makan tempat Xu Nian bekerja menjadi tempat Li Xuan mengisi perut selama dirinya tinggal di kota Xianyang
Namun seingat Li Xuan, meskipun menyediakan makanan yang enak dan juga murah
Bisnis rumah makan tersebut tidak sepanas seperti sekarang karena lokasinya yang tidak strategis dan terkesan dikhususkan untuk orang-orang kelas bawah
Karena alasan itu, ketika melihat seluruh meja penuh dan beberapa pelanggan terlihat membawa senjata yang menunjukkan identitas mereka sebagai pendekar
Li Xuan tidak bisa menahan diri untuk bertanya
Xu Nian melirik meja yang penuh oleh pelanggan dan berbisik dengan sangat pelan
"Itu benar, sepertinya memang telah terjadi sesuatu"
"Sebenarnya situasi seperti ini terjadi sejak 3 hari yang lalu, untuk beberapa alasan, lebih banyak orang yang masuk ke kota dari pada biasanya dan rata-rata mereka adalah pendekar dan rombongan keluarga bangsawan"
"Karena itu bisnis menjadi sangat panas sehingga membuatku lelah sampai mati"
"Bukankah itu bagus ? bisnis panas, itu artinya kenaikan gaji" Li Xuan berkata dengan santai
Mendengar hal itu, Xu Nian buru-buru menggelengkan kepalanya dan berkata
"Tidak mungkin, tidak peduli seberapa panas bisnisnya, gaji pelayan kecil sepertiku tidak akan berubah, kecuali otak bos ditabrak kereta kuda"
"Apakah anda baru saja menyumpahi bos anda tertabrak kereta kuda saudara Xu?"
Li Xuan menaikkan alisnya dan bertanya dengan suara yang tidak terkontrol
Xu Nian ketakutan dengan suara Li Xuan dan buru-buru membuat gerakan diam sambil melihat sekelilingnya
"Kendalikan suaramu saudara Li, jika bosku mendengarnya, aku yakin gajiku akan langsung di potong lima bulan ke depan"
"Sangat kejam..?" Li Xuan menarik nafas dingin
Sementara Xu Nian mengangguk kusut dan membalas sambil menghela nafas
"Jangan katakan saudara Li, dari timur ke barat, hampir semua orang di kota tahu seberapa kejam bosku itu terhadap karyawannya"
Li Xuan ikut menghela nafas, merasa simpati melihat penampilan pemuda di depannya
Disisi lain, Xu Nian kemudian melambaikan tangannya dan berkata
"Lupakan soal bosku saudara Li, apakah anda tahu alasan kedatangan para pendekar dan rombongan keluarga bangsawan ini ?"
"Bukankah aku baru saja bertanya kepadamu soal itu saudara Xu ?"
Li Xuan balik bertanya dengan ekspresi tidak mengerti
Mendengar hal itu, Xu Nian tersenyum malu dan menjelaskan alasannya
"Meskipun sudah beberapa hari sejak kota Xianyang dimasuki banyak pendatang, tapi sejujurnya sampai hari ini aku masih belum tahu alasan hal itu terjadi"
"Bukankah rumah makan ini juga menyediakan arak ? Apakah tidak ada pendekar yang mabuk selama beberapa terakhir dan membocorkan alasan kedatangan mereka secara tidak sengaja ?" Li Xuan menaikkan alisnya dengan heran
Sudah menjadi rahasia umum bahwa rumah makan ataupun kedai arak adalah tempat terbaik untuk mengumpulkan informasi terkini
Karena alasan itu, ketika mendengar bahwa Xu Nian belum menemukan alasan kedatangan orang-orang tersebut, Li Xuan merasa heran
"Tentu saja ada, bahkan rata-rata dari mereka pulang dalam keadaan mabuk"
Xu Nian menjawab dengan cepat dan menjelaskan alasannya "Tapi meskipun mereka mabuk, orang-orang itu berbicara sangat pelan dan aku tidak berani terlalu dekat dengan mereka"
"Karena itu, aku hanya samar-samar mendengar bahwa mereka sedang membicarakan soal sebuah reruntuhan dan kota Xianyang"
Li Xuan kembali menaikan alisnya setelah mendengar hal tersebut dan berkata dengan nada bercanda
"Aku tidak menduga saudara Xu juga punya rasa takut. Aku ingat saat terjadi konflik beberapa waktu lalu di Aula Obat Yu, saudara Xu bahkan tidak gemetar dihadapan sekelompok pendekar yang menunggangi kuda hitam besar"
"Aku tentu tidak takut"
Xu Nian membusungkan dadanya dengan berani dan berkata "Tapi bosku pasti takut, bukan hanya karena para pendatang itu bisa menghancurkan rumah makannya tanpa membayar"
"Tapi juga karena orang-orang yang datang kali ini sebagian besar membawa panji-panji keluarga bangsawan dan berlatar belakang besar"
"Bos ku khawatir jika dia tanpa sengaja menyinggung salah satu dari mereka, seluruh keluarganya akan ikut terseret dalam masalah"
"Karena itulah, dia memerintahkan kami untuk tidak terlalu dekat dan dengan hati-hati melayani para tamu supaya tidak menyinggung perasaan mereka"
Li Xuan mengangguk setuju, meskipun kota Xianyang merupakan tempat tinggal Keluarga Zhou dan mereka tidak akan membiarkan seseorang membuat kekacauan di dalam kota
Namun ketakutan orang biasa terhadap keluarga bangsawan telah mengakar terlalu dalam sehingga sikap pemilik rumah makan bisa di mengerti
Apalagi dengan situasi khusus seperti sekarang, bahkan Li Xuan juga sedikit ragu apakah Keluarga Zhou akan berani bertindak keras jika ada yang mengacau di dalam kota
Mengingat sebagian besar orang yang mengalir masuk ke kota Xianyang adalah utusan keluarga bangsawan dan kekuatan-kekuatan besar di seluruh Kekaisaran Yan
Saat Li Xuan tengah melamun, Xu Nian kembali buka suara
Menurut pemuda tersebut, sebenarnya ia diperintahkan langsung oleh bosnya untuk mencari tahu alasan kedatangan orang-orang ini
Meskipun bisnisnya menjadi sangat panas karena kedatangan mereka
Pemilik rumah makan tersebut khawatir sesuatu yang besar akan terjadi di kota Xianyang yang bisa membahayakan nyawanya dan seluruh keluarganya
Karena alasan itu, pemilik rumah makan bahkan telah membuat persiapan untuk mengungsi terlebih dahulu dan menghindari pusat perhatian setelah memerintahkan Xu Nian mencari tahu alasan kedatangan orang-orang tersebut
Xu Nian kemudian menekankan bahwa dengan latar belakang orang-orang yang datang ke kota Xianyang, mereka pasti berkunjung ke Aula Obat Yu terlebih dahulu untuk menyapa Tuan Zhou
Karena alasan itulah, ia bertanya kepada Li Xuan, mengingat pemuda tersebut tinggal di Aula Obat Yu
***