NovelToon NovelToon
TERPAKSA MENIKAH

TERPAKSA MENIKAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Misteri / Nikahmuda / CEO / Mengubah Takdir / Keluarga
Popularitas:325k
Nilai: 5
Nama Author: AioraAghfi

(Baca Ulang, Sudah aku edit)

Harap Bijak karena beberapa episode mengandung adegan dua puluh satu plus. Thankyou 😘😘

***

Nasta Ayruma

Gadis itu sedang duduk bersimpuh diatas tempat tidurnya. Bahu nya bergetar hebat merasakan sakit yang menusuk dalam kerelung hatinya. Kedua tangannya mencengkram kuat sprei yang terlihat mulai lusuh.
Tangis yang seharusnya terdengar keras, kini hanya tercekat didalam tenggorokan.
Tak mampu dia bagikan.

Langkah nya tidak bisa mundur. Tak ada pilihan dalam situasi yang sulit ini untuk mengatakan Tidak ataupun Menolak.

Dia tidak punya kuasa saat harus terpaksa menikah dengan laki-laki penguasa yang arogan itu.

Pandu Bragistandara.!

Nasta : Bagaimana bisa aku egois memilih masa depanku sedangkan ibu sedang membutuhkan bantuan ku?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AioraAghfi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lelaki Penuh Misteri

"Ini kamar kita."

Sebuah kalimat singkat yang penuh makna, lolos begitu saja keluar dari mulut Pandu meskipun disuarakan dingin dan datar tanpa nada.

Nasta membulatkan mata. Sempat terharu dengan ucapan Pandu yang tetap menghargai keberadaan dirinya sebagai seorang istri. Namun, nada datar Pandu yang dinilai tanpa ada perasaan apapun membuat Nasta tersenyum smirk.

Genggaman tangan Pandu tadi, membawa Nasta masuk ke dalam sebuah kamar utama di lantai dua yang tidak lain adalah kamar lelaki itu sendiri.

Sebuah kamar mewah yang sudah dirancang senyaman mungkin tanpa meninggalkan kesan estetika. Jauh lebih mewah dari kamar hotel tempat menginapnya kemaren. Berisi ranjang tidur king size, yang tentunya berbeda ukuran dan kualitas dengan ranjang dirumah Nasta sendiri.

Kamar Pandu selaras dengan sikap lelaki itu. Temboknya yang berwarna abu-abu, dipadukan desain monocrom menyiratkan suasana dingin di kamar ini.

Tidak. Ini bukan hanya temboknya. Tapi hampir semua barang di kamar ini memiliki warna yang serupa. Sprei, gorden, dan juga semua furniturnya tak jauh dari tiga warna netral hitam, putih, dan abu-abu.

Juga tidak ada hiasan dinding apapun, kecuali satu. Yaitu figura besar berisi foto pernikahan mereka.

"Jangan kepede-an itu mama yang pasang."

Entah kenapa, Nasta merasa kamar ini memang cocok di tempati laki-laki dingin dan datar seperti Pandu.

Gadis itu hanya membalas ucapan si lelaki arogannya dengan anggukan kepala, sebelum dia kembali membuang muka saat Pandu mulai mencoba lagi menatap netranya.

"Aku ingin ke kamar mandi sebentar, boleh?"

"Disana."

Tepat, disaat tubuh Nasta hilang di balik pintu kamar mandi, Pandu mengerang frustasi.

Demi apapun, Pandu tidak menyukai wajah Nasta yang nampak sayu tanpa rona bahagia. Pandu lebih menyukai Nasta yang cerewet, galak dan berani membantahnya.

Pandu memilih menenangkan diri dengan keluar kamar dan beranjak kedapur mengambil air dingin. Sementara dikamar mandi, Nasta sedang menangis tersedu. Kepergian sang ayah dan ibu sungguh membuat hatinya takut dan dirundung pilu.

"Hikss.. Nasta harus bagaimana ayah?"

Datang ke rumah orang asing sebagai seorang menantu cukup membuat rasa percaya dirinya tertelan. Terlebih lagi, Nasta tahu diri mereka berbeda kasta dan tidak sepadan.

Bagi Nasta, Pandu dan Maria masih dianggap orang asing yang baru dia kenali kurang dari dua bulan yang lalu. Karena itulah, dia harus tetap waspada.

Bagaimana pun, Nasta hanyalah gadis biasa dan dia belum mendapatkan sisi aman di rumah ini. Fitrah seorang wanita yang butuh di lindungi itu tetap ada pada diri Nasta. Seorang perempuan manapun juga ingin menggantung kan diri pada sesuatu yang menurutnya lebih kuat dan sanggup memberi rasa aman.

Kalau dulu, Ayah-lah yang menjadi sumber kekuatan-nya, sekarang jauh dari seorang ayah membuat Nasta merasa tidak memiliki siapa-siapa.

Pandu?

Oh tentu tidak!

Nasta tidak mungkin dengan mudah menggantungkan dirinya pada seorang lelaki yang bahkan sampul hatinya saja tidak mampu dia baca.

Bagi Nasta, Pandu adalah lelaki yang penuh misteri. Yang pesonanya dengan gampang bisa membawa Nasta terbang tinggi ke nirwana, namun sikap dinginnya juga dengan mudah pula membanting tubuh Nasta jatuh ke jurang durjana.

Sangat berbahaya!

Tidak ! Nasta tidak mau hal itu terjadi. Maka sekarang, Nasta akan tetap berhati-hati.

Pandu kembali kedalam kamar ketika Nasta sudah merebahkan diri di atas ranjang. Menutup semua tubuhnya dengan selimut hanya menyisakan bagian kepalanya saja. Gadis itu berpura-pura memejamkan mata, demi menghindari perdebatan yang mungkin bisa terjadi antara dia dan Pandu seperti biasanya.

Begitupun Pandu yang seolah paham tidak berminat mengganggu wanita itu meski sekedar bertanya tentang keadaanya. Rasa gengsinya yang tinggi memaksa Pandu mengabaikan banyak kode-kode yang sebenarnya dia pahami.

Biarlah begini, sampai semua membaik sendiri.

"Iya, ham." Getar ponsel dari sekretasis pribadi membuat Pandu mau tidak mau harus mengangkatnya. Abraham tidak akan sembarangan mengganggu waktu cuty sang tuan muda jika tidak dalam kondisi yang benar-benar mendesak. "Datanglah kerumah. Aku tunggu di ruang kerja."

Dan setelah itu, Nasta yang mendengar langkah kaki Pandu keluar kamar dan menutup pintu dengan hati-hati seketika membuka mata lebar. Kepalanya yang sedikit pusing membuat gadis itu memijit ujung kening. Sampai tanpa direncanakan, Nasta akhirnya benar-benar tertidur masuk kedalam alam mimpi yang menakutkan.

Kakakkk... tolong.

***

Di dalam sebuah ruangan yang memiliki nuansa tampak lebih terang dari pada kamar tidurnya, Pandu tampak sibuk menandatangani beberapa berkas penting.

Disamping mejanya, berdiri Abraham yang sejak tadi banyak memberi penjelasan tentang perkembangan kantornya.

"Beberapa hari yang lalu, tim koordinasi devisi ITE Peru Andara berhasil memenangkan proyek SKK Migas. Sesuai kesepakatan awal, mereka akan bekerja sama mengamankan semua data terkait SKK Migas yang di perintah langsung oleh perwakilan dari Badan Minyak Bumi Negara."

"Kemaren, tim koordinasi devisi lapangan berhasil memenangkan proyek Pembangunan Gedung Kantor Inspektorat yang di awasi langsung oleh Menteri Pembangunan Infrastuktur."

"Hari ini, tim koordinasi devisi arsitektur juga berhasil masuk menjadi tim gabungan Architect Engineering dalam proyek pembangunan Jembatan Kota Pahlawan."

Pandu tersenyum bangga dengan hasil kerja Abraham yang sangat memuaskan. Meskipun tanpa di dampingi Pandu, nyatanya semakin hari Abraham semakin berhasil membuat sang tuan muda salut dengan jerih payahnya.

Meski Pandu seoalah acuh dan sama sekali tak menanggapi, tapi sesungguhnya daya tampung kepintaran Pandu mampu merekam dan mengingat segala perkataan Abraham dengan detail tanpa terkecuali.

"Saya mohon maaf Tuan, harus merepotkan anda di saat sedang ambil cuty pernikahan. Namun, terkait pembangunan hotel di daerah Wisata Kota Telaga Air, pihak Management Pengelola Pariwisata secara khusus meminta anda terjun langsung dalam memimpin meeting besok pada jam 10 pagi."

Pandu hanya mengkerutkan dahinya. Penjelasan Abraham yang terakhir membuat lelaki itu merasa sedikit aneh. Pasalnya, apa yang di sampaikan sang sekretaris sudah melanggar kesepakatan awal kerja sama di antara mereka.

"Ini tidak benar." Pandu yang merasa tidak suka hanya menyeringai. Seringaian yang cukup membuat Abraham merinding.

"Pihak kita sudah mengajukan banding dan pelayangan protes melalui surat resmi mengingat meeting besok seharusnya bisa di wakilkan. Sayangnya tidak disetujui.

Setelah saya selidiki, ternyata ini berkaitan dengan permintaan Tuan Indraguna selaku direksi Pt Label Group. Dan sebagai kompensasinya, pihak kita diberi wewenang mengajukan pemberian nama serta saham sebesar sepuluh persen secara cuma-cuma."

Pandu memijit keningnya sendiri setelah menutup berkas penting terakhirnya. "Mau apa lagi dia? Merepotkan saja"

"Sepertinya niat Tuan Indraguna ingin mendekatkan anda dengan putrinya Nona Sheizas benar-benar serius Tuan. Saya mendapat kabar bahwa Nona Sheizas juga di minta ikut terjun langsung mewakili PT Label Group di meeting besok pagi bersama anda"

"Oke. Besok aku yang akan turun langsung memimpin meeting."

"Baik Tuan, saya akan menyiapkan berkasnya." Abraham mengangguk hormat pada Pandu atasannya.

"Ham, satu lagi, Undangan makan malam dari Tuan Indraguna satu bulan yang lalu, tolong kau atur jadwalnya. Setelah meeting ini, kabari pihak sana aku berniat menghadirinya. Sekarang pergilah, kembali ke kantor."

"Baik tuan. Akan saya laksanakan." Sekali lagi saya mohon maaf, telah mengganggu cuty libur Anda. Saya permisi..."

Pandu hanya mengangguk, sambil mengibaskan tangan mempersilahkan Abraham pergi. Namun, saat tangan sang sekretaris memegang handle pintu seketika itu tuannya berubah pikiran.

"Ham. Tunggu."

"Iya Tuan, ada yang bisa saya bantu?"

"Malam ini aku ingin pergi ke Whisky and Words."

1
Tovix Zoda
dari awal uda nggak menarik bacanya
Khoiruddin Febriansyah
bagus
Yanti Ana
lanjut thor
Ceöl Cuìlcuil Cowek
kok gag up lg thor,,, ditunggu lanjutannya😊
Yanti Ana
karyanya bagus dan menarik
Sheninna Shen
Semangat kakak! Aku kasih vote biar makin semangat
maredni Jiba
kasian pandunya,nasta juga sudah mencintai suaminya , semoga ibu Winda merestui
Tri Unhie
semoga pandu dan nasta tidak jadi di pisahkan..
Tri Unhie
jangan egois lahh Bu,aku tau perasaanmu, meninggalnya putramu mungkin itu takdir ,tapi memisahkan suami istri bukankah juga sebuah dosa?
iNDy💞
baiqlaahhh..sedikit demi sedikit benang merah mulai terurai😊
buat mas ato kak Arya,ntar sama Rista aja ya,dia ga kalah cantik n baik ko ma nasta🤭
MamaSaskia
mumet aku 😁
MamaSaskia
aku kok tmbh bingung to😁🤔
MamaSaskia
Kaciaann 😁😁🤭
MamaSaskia
hadeehhh... nasta dibelain suami mlh marah
MamaSaskia
polos bgt nasta 😄😄
maredni Jiba
lanjut Thor semangat 💪
MamaSaskia
mampir aahhh ...
maredni Jiba
wah,nastanya hilang ingatan ya sampai begitu takutnya pandu
maredni Jiba
wah, hati''Arya jngna sampai si pandu bikin kamu jadi perkedel🤣🤣
iNDy💞
dan sepertinya tujuan pandu pun seperti itu indah🤭😂
please..Jan lama² ya ndah resign nya🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!