Setelah di jatuhkan talak 6 tahun lalu dalam keadaan hamil yang ternyata tidak mengubah apapun dalam kehidupan Saffana.
Sakit hati yang dia terima membuat Saffana tetap mengakhiri pernikahan itu dengan laki-laki yang pasti dia cintai.
Semua keputusan itu di ambil dengan melibatkan sang pencipta.
Setelah 6 tahun. Saffana yang akhirnya hidup masing-masing dengan mantan suaminya. Tetapi hubungan mereka tetap baik. Karena mereka masih saudara dan juga masih ada anak yang bernama Alisha buah hati mereka berdua.
Hubungan mantan pasangan suami istri itu tetap baik dan kompak dengan merawat Alisha. Tetapi tetap harus berjarak.
Seiring berjalannya waktu, Saffana dan Aksa sama-sama menemukan pasangan hidup mereka masing-masing untuk memulai kehidupan baru setelah 6 tahun lebih sendiri.
Saffana yang sedang dalam proses perencanaan pernikahan.
Bagaimana kehidupan Aksa dan Saffana saat mereka berdua memutuskan untuk memulai kehidupan baru dengan pasangan masing-masing?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 25 Perceraian.
Kondisi Saffana sudah jauh lebih baik dari pada sebelumnya dengan Saffana yang sekarang berada di rumah Shofia dan David. Saffana yang sekarang sedang membantu Alisha bersiap-siap untuk ke sekolah.
"Ibu. Oma Shofia dan Opa David pulangnya kapan?" tanya Alisha.
"Kenapa bertanya kapan pulang. Oma dan opa baru saja berangkat. Jadi bagaimana mau pulang," jawab Saffana.
"Oh iya," sahut Alisha.
"Tapi bukankah mereka berdua akan pergi cukup lama dan itu artinya kita berdua akan tinggal berdua saja di rumah ini," ucap Aliyah.
"Bukankah kita berdua sudah biasa tinggal hanya berdua saja?" Saffana menjawab sembari menyisir rambut sang putri yang mengikat sangat lucu.
"Iya juga sih," sahut Alisha.
"Ibu dari pada kita berdua tinggal berdua saja. Bagaimana kalau kita tinggal di rumah Ayah saja. Oma Rachel pasti suka," ucap Alisha yang tiba-tiba mendapatkan ide.
Saffana terdiam mendengar permintaan sang putri yang pasti sangat tidak masuk akal. Saffana terdiam yang mungkin tidak tahu harus mengatakan apa.
"Ibu kita tinggal ya di tempat Ayah!" ajak Alisha ingin mendapatkan kepastian.
"Sayang kamu dengarkan Ibu. Ibu sama Ayah tidak bisa untuk tinggal satu rumah lagi. Bukankah Alisha sudah mengerti selama ini. Lalu kenapa belakangan ini Ibu sering mendengar dari Alisha. Alisha begitu rewel, Alisha meminta terlalu banyak yang tidak mungkin dikabulkan," ucap Saffana berbicara dengan sangat lembut.
"Apa itu salah Ibu?" tanya Alisha. Saffana menganggukkan kepalanya.
"Maafkan Alisha Ibu. Jika Alisha membuat ibu marah. Alisha hanya ingin bobo di kamar Ayah saja. Ibu sama sekali belum menepati janji Ibu. Bukankah Ibu mengatakan Alisha akan sama Ayah," ucap Alisha dengan wajah cemberut dan terlihat sangat sedih.
"Baiklah! Alisha akan menginap di rumah Ayah semua Alisha tanpa Ibu. Tetapi dengan satu syarat," ucap Saffana.
"Apa syaratnya Ibu?" tanya Alisha.
"Alisha tidak boleh mengatakan apapun kepada ayah dengan apa yang Alisha lihat. Apalagi harus menceritakan tentang Om Andre dan sama dengan Oma Rachel, opa Adam. Alisha juga tidak boleh mengatakan apapun!" tegas Saffana. Alisha menganggukkan kepala dengan cepat yang menuruti permintaan dari sang ibu.
"Jika Alisha bisa menepati janji, maka Ibu akan berikan izin untuk Alisha tinggal beberapa hari bersama Ayah," ucap Saffana.
"Baik Ibu. Alisha tidak akan mengatakan apa-apa kepada ayah, " ucap Alisha dengan mengajukan hari kelingkingnya.
Saffana tersenyum yang menyambut uluran jari itu dengan mereka berdua yang saling berpelukan dengan erat.
"Aku lebih baik memberikan Alisha untuk sementara pada kak Aksa, aku juga harus menyelesaikan proses perceraian ku dan semua ini demi kebaikan Alisha. Aku tidak bisa menjadi Ibu egois yang merusak pikiran Alisha dan mental Alisha dalam permasalahan rumah tangga yang aku hadapi dengan begini mungkin Alisha tidak akan banyak melihat apa yang terjadi antara aku dan Andre berikutnya. Aku harus melakukan semua ini," batin Saffana dengan keputusannya.
Saffana memang sejak awal harus melakukan hal itu, semua demi kebaikan Alisha. Mungkin Saffana akan bersama Alisha ketika dia dan Andre resmi bercerai.
*********
Alisha yang sekarang bersama dengan Aksa. Aksa yang membacakan dongeng untuk Alisha saat tidur malam.
"Ayah Alisha tidak mau dongengnya di bacakan sampai habis," ucap Alisha yang tiba-tiba menghentikan Aksa berbicara.
"Kenapa begitu sayang, ini sudah malam dan Alisha harus tidur. Karena besok harus sekolah," ucap Aksa.
"Alisha mau cerita sama sama Ayah. Alisha belum mau tidur," ucap Alisha.
"Baiklah! kalau begitu Alisha ingin di ceritakan apa?" tanya Aksa.
"Cerita tentang Ibu," jawab Alisha membuat Aksa mengkerutkan dahi.
"Kenapa tiba-tiba menceritakan tentang Ibu?" tanya Aksa.
"Alisha ingin dengar dari Ayah, bagaimana duku Alisha di dalam perut ibu. Apa Alisha rewel?" tanya Alisha.
Aksa terdiam yang pasti tidak punya jawaban. Karena saat Saffana hamil dia dan Saffana justru ribut dan Aksa menjatuhkan talak. Saffana juga ke Luar Negri dan baru kembali setelah usia kandungan 6 bulan.
Hubungan mereka juga tidak kembali dan dalam proses perceraian sampai Saffana melahirkan. Jadi Aksa tidak ada peran dalam kehamilan Saffana.
"Ayah kenapa diam?" tanya Alisha dengan menggoyang lengan Aksa.
"Alisha bisa tanya sama Ibu saja," jawab Aksa.
"Baiklah. Kalau begitu Alisha ingin tanya 1 hal lagi," ucap Alisha.
"Tanya apa sayang?" tanya Aksa lagi.
"Ayah kenapa Ibu dan Ayah tidak tinggal satu rumah dan. Alisha bertanya pada teman-teman Alisha jika ibu mereka tinggal satu rumah?" tanya Alisha tiba-tiba.
Aksa kembali terdiam. Apapun yang di tanyakan putrinya seolah tidak ada jawaban yang bisa di berikan Aksa.
"Ayah kenapa?" tanya Alisha lagi.
"Kenapa bertanya seperti itu Alisha?" tanya Aksa balik.
"Alisha hanya ingin tahu saja Ayah. Alisha bingung," jawab Alisha dengan wajah yang sangat polos.
Aksa terdiam yang tidak mampu menjawab pertanyaan sang putri. Karena memang tidak ada pertanyaan yang bisa di jawab dan itu akan membutuhkan penjelasan yang sangat panjang dan belum tentu Alisha akan mengerti.
"Ayah!" Alisha yang masih menunggu jawaban Aksa
"Alisha ada alasan besar yang Ibu dan Ayah tidak bisa tinggal 1 rumah dan ketika nanti Alisha sudah dewasa. Alisha akan mengerti semuanya," ucap Aksa dengan lembut.
Alisha hanya terdiam yang memang tidak mengerti apapun. Dia padahal sangat menunggu pertanyaan itu. Tetapi Aksa tidak bisa menjawab pertanyaan itu yang membuat Alisha bingung.
"Ya sudah sekarang Alisha sebaiknya tidur," ucap Aksa yang menyelimuti Alisha dan dia tidak ingin putrinya yang terlalu banyak bertanya.
"Ayo pejamkan matanya!" titah Aksa.
Dengan terpaksa Alisha melakukan hal itu yang membuat Aksa tersenyum dan mencium lembut kening Alisha. Alisha sebenarnya belum mau tidur.
"Maafkan Ayah Alisha. Alisha menjadi bingung dengan semua masalah yang terjadi antara Ibu dan Ayah," Alisha pasti akan mengerti suatu saat nanti," batin Aksa.
Alisha memang sebenarnya sejak dulu tidak pernah rewel dan bahkan tidak pernah mempertanyakan masalah orang tuanya yang berbeda dengan teman-teman. Tetapi belakangan ini Alisha sering mempertanyakan hal itu dan sangat rewel yang bentar-bentar ingin ayah dan ibunya bersama.
*********
Mira dan Tasya yang sekarang mereka berdua yang bersamaan dengan Andre.
"Andre bagaimana jika Saffana tidak takut dengan ancaman kamu. Bagaimana justru dia akan melaporkan mama dan Tasya ke kantor Polisi," ucap Mira dengan panik.
"Benar Andre, aku takut. Jika berurusan dengan Polisi," sahut Tasya yang sejak tadi penuh dengan ketakutan.
"Mama jangan khawatir, aku yakin Saffana akan mendengarkan semua yang aku katakan. Dia akan takut. Karena ini berhubungan dengan Alisha," ucap Andre dengan yakin.
"Lalu bagaimana jika dia tidak peduli?" tanya Mira.
"Tidak mungkin, aku sangat mengetahui apa kelemahan dia dan aku yakin dia tidak akan melakukan apapun," jawab Andre dengan yakin.
"Mama berharap apa yang kamu katakan benar. Mama sudah tidak tahu lagi harus melakukan apa. Mama benar-benar sangat khawatir dan mama tidak ingin di penjara," ucap Tasya.
"Besok kami akan ke pengadilan dan aku sangat yakin Saffana akan menyerahkan apa yang aku mau. Jika dia ingin bercerai dengan ku," sahut Andre.
Dia cukup tenang dan walau sebenarnya tidak terlalu tenang. Karena masih was-was dengan Saffana yang tidak akan menuruti apa yang dia inginkan.
Bersambung
please lah...