NovelToon NovelToon
My Best Match

My Best Match

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Eva Yulian

SEASON 1

Bagaimana rasanya ketika tiba tiba kamu di jodohkan dengan seorang lelaki yang ternyata adalah Saudara sepupu Mantan kekasihMu?

Mungkin tidak masalah mereka bersaudara,tapi yang menjadi masalah adalah,kamu belum benar benar bisa melupakannya.

-

SEASON 2

Kebersamaan yang berlangsung lama, dalam atap yang sama. Nyatanya menumbuhkan cinta bagi adik kakak yang tidak memiliki hubungan darah

Daren dengan Syan

Meski usia mereka terpaut empat tahun, nyatanya Daren tidak memperdulikan hal itu, ia jatuh cinta pada kakaknya. Syan.

Dan berusaha keras untuk mendapatkan cinta sang Kakak meski ada pria lain yang dijadikan gadis itu sebagai pilihannya. Bukan Daren, tetapi pria pilihan orang tuanya yang berhasil membuat Syan berpaling dari Daren.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eva Yulian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ujian Cinta

*

*

Begitu puas dengan celotehannya. Juan pun bersiap untuk mandi, membersihkan diri dan juga menjernihkan isi kepalanya. Besok pagi setelah Carra bangun, ia akan meminta maaf padanya

Begitu selesai mandi dan mengenakan piama berwarna hitamnya, lantas Juan berbaring di samping Carra yang tidur terlentang

Ia memperhatikan wajah Carra dalam jarak yang begitu dekat

"Mengapa kau begitu manis Carra?" Lirih Juan dengan tangan yang menyapu lembut permukaan bibir sang istri

Kembali fikiran Juan di hantui kejadian satu jam yang lalu saat di club bersama Abram. Juan tidak henti hentinya mengutuki dirinya sendiri yang sudah dengan kejam menyakiti Carra dengan ucapan pedasnya

"Aku menyesal"

"Aku mencintaimu Carra" Sahut Juan dengan lirih, lagi lagi ia mencium kening Carra dan tidur dengan menggenggam tangan istrinya

Matanya terpejam diiringi denting jarum jam yang terus berputar.

*

*

Di tempat berbeda, Abram masih duduk santai di balkon apartement Alex. Sepulang dari club tadi, ia memang lebih memilih untuk pulang ke apartement saudara sepupunya itu

Besok pagi, ia baru akan pulang ke mansion

Menikmati segelas wine dengan tatapan mata yang damai memandang ke arah kolam renang di lantai bawah

Tak lama, tepukan di bahu memaksanya untuk mengalihkan pandangan. Kemudian tatapannya berpusat dimata bulat berwarna abu abu milik Alex

"Kau belum tidur?" Tanyanya, kemudian meneguk minuman kaleng dingin yang dibawanya dari dalam

"Aku tidak mengantuk" Abram menyahut acuh, kemudian kembali menatap pada kedamaian yang tadi di dapatkannya sebelum Alex datang

"Bagaimana Juan?" Tanya Alex lagi

Pertanyaan yang terlontar dari mulut Alex tiba tiba saja membuat dada Abram ngilu. Ngilu membayangkan Juan yang sekarang sedang tidur dengan Carra. Ahhh Abram tidak ingin jadi egois, sungguh dirinya menolak berontak. Tapi seakan hatinya mendesak agar ia memberontak saja

Abram tidak ingin jadi pengacau!

"Abram," Panggil Alex saat Abram tak kunjung menjawab segala pertanyaannya

"Alex diamlah, kepalaku mau pecah rasanya" Sahut Abram sambil memegang kapalanya dengan satu tangan, tangan yang lainnya masih menggenggam gelas wine

"Abram, apa aku perlu memanggilkan dokter?" Tanya Alex dengan wajah khawatir

Abram menoleh sinis padanya, membuat Alex mengerti jika bukan itu yang dimaksud Abrama

"Tsk, kau tidak ada bedanya dengan Juan" Sahut Alex dengan suara pelan

"Istirahatlah, ini sudah larut. Aku juga akan segera tidur" Sahutnya kemudian, lalu pergi setelah menepuk bahu Abram

Sepertinya pergi meninggalkan sang saudara jauh lebih baik dari pada menjadi pelampiasam amarahnya nanti. Alex yakin, jika Abram sedang dalam suasana hati yang buruk. Maka dia lebih memilih pergi daripada menetap dan di terkam nanti

Lagi, Abram meneguk segelas wine nya hingga tandas, entahlah sudah berapa botol minuman beralkohol yang masuk kedalam perutnya selama tiga jam terakhir. Tapi itu seakan belum mampu menenangkan hati dan fikirannya

Entahlah ada apa dengan hatinya. Padahal sungguh, ia sudah mengikhlaskan Carra untuk Juan. Tapi hatinya seolah menolak kenyataan itu

Abram hanya memejamkan matanya sejenak, kemudian kembali meraih botol wine di meja yang dibelakanginya.

Lalu melegutnya

Menelannya

Kemudian melegutnya lagi, begitu seterusnya

*

*

Carra mengerjap ngerjapkan matanya begitu bangun di pagi hari. Ia sedikit menggeliat dan mendapati Juan yang tidur di sampingnya, dengan tangan kekar yang menindih perut Carra

Carra meraih ponselnya yang berada di samping bantal Juan. Pukul 06.45 a.m

Carra kembali menaruh kepalanya di bantalnya, kemudian memijit pelan pelipisnya. Mengumpulkan sisa sisa nyawanya

Lalu perlahan ia melepaskan tangan Juan yang masih setia melingkar di perutnya. Amat perlahan karena tidak mau mengganggu tidur pulas Juan, dia pasti pulang larut tadi malam

Tapi tiba tiba saja, Juan malah semakin memeluknya. Menarik Carra semakin mendekat padanya. Tapi mata laki laki itu masih terpejam

Dia sedang mengigau? Pikir Carra

Kini, wajah Carra dan Juan menjadi amat dekat. Bahkan Carra mampu merasakan deru nafas dari hidung Juan menerpa permukaan kulit wajahnya.

Carra terkesiap menatap wajah tampan suaminya, tapi ada yang membuatnya cemas. Bekas luka yang membiru di ujung bibir Juan, baru Carra akan memegang ujung bibir Juan. Tapi tiba tiba saja mata laki laki itu terbuka

Carra mengurungkan niatnya yang ingin memeriksa luka di ujung bibir Juan

"Good morning" Sahut Juan dengan suara serak khas bangun tidurnya

Carra hanya mengerjapkan matanya, heran dengan sikap Juan yang tiba tiba saja berubah manis padanya. Bukankah kemarin kemarin di menghindari Carra?

Disaat mana Carra masih berusaha mengumpulkan kesadaran penuhannya, tiba tiba saja Juan sudah menyerangnya. ******* sekilas bibir Carra

Carra terkesiap, ia hanya berusaha menetralkan kesadarannya agar tidak terlihat seperti orang bodoh

"Morning kiss" Sahut Juan setelahnya, Carra tak menyahut. Juan hanya tersenyum dengan santainya, kemudian ia malah menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Carra. Seolah enggan beranjak dari tempat tidur. Ahh tidak! Lebih tepatnya, ia enggan berada jauh dengan sang istri

Carra yang heran dengan sikap sang suami, lantas hanya membiarkannya saja. Membiarkan Juan kembali memejamkan matanya dan menghembuskan nafasnya tepat menerpa kulit leher Carra, sampai membuat Carra berigidik merasakannya

Sialnya, entah mengapa kata kata yang sudah Juan siapkan tadi malam untuk meminta maaf pada Carra, sekarang malah lenyap seketika. Sehingga Juan tidak ada pilihan lain selain kembali menahan Carra di tempat tidur

Bahkan mungkin sejak semalam tangan Juan tidak lepas memeluk Carra

"Carra?" Panggil Juan yang masih berada di posisinya

"Hmm"

"Apa kau sudah lapar?" Tanya Juan

Dalam hati ia mengumpat, padahal tadinya ia ingin meminta maaf pada Carra, atas kesalahpahaman yang terjadi dengannya. Tapi tiba tiba saja yang keluar dari mulutnya malah kata kata tidak berguna

"Tidak" Sahut Carra

Juan diam diam tersenyum, senang. Itu artinya beberapa waktu kedepan, ia masih akan diposisi ini dengan Carra

"Aku hanya ingin segera mandi" Sambung Carra yang membuat harapan Juan seketika membuyar mendengar jawabannya

Perlahan Juan melepaskan pelukannya dan menjauhkan diri dari Carra

Carra segera duduk, menetralkan kinerja jantungnya yang berpacu lebih cepat. Sedangkan Juan, ia kembali memejamkan matanya dengan tubuh terlentang. Satu tangannya ia simpan di atas kepala

Carra bergegas, mengambil handuk dan cepat ke kamar mandi. Meninggalkan Juan yang kesal dengan sikap acuh Carra, bahkan ia tidak menanyakan keadaannya sedikitpun setelah melihat luka di ujung bibir Juan

"Carra"

1
Kim Reyaa
part pertama loh Thor ini ...udah nyesek aja crtnya
Rini Haryati
keren
sukses
semangat
mksh
riby_chan
Typo
Just RR
tinggal di LA namanya ratnah, knp gk d indonesia aja thir
riby_chan
Sering thorr.. Suka gryccia with andreas
Nova Septiarini
lah bodyguard pada cuti emg? drmh dijagain bodyguard, pas pergi masa dewekan 🙈
Nofriyanti Vivi
lbh suka bram sm carra...emang egois ke2 ortunya carra,pdhl abram tulus mncintai anaknya,,hmm
Nofriyanti Vivi
tega thor knpa g sm bram sja,knpa hrs juan yg notabeneny yg mmpnyai ank yg g stts g jls.
Nofriyanti Vivi
alah agk ilfil msa blm nikah udh punya anak..mnding sm abram.
Nova Septiarini
sabar ini ujian Juan😅
Iiq Rahmawaty
yeeee tamattttt👏👏😇😇👍👍
Iiq Rahmawaty
kamu jahat thor.. baby twins nya dibikin mninggal😫😫😫
Iiq Rahmawaty
abram ataupun juan ayo cpet tolong carra
Iiq Rahmawaty
yee carra hamil baby twins💜💜
Iiq Rahmawaty
culik lg aja si jenny dan buang ke aprika..hahah
gtu aja ko repot si juan..kau kn org berkuasa
Iiq Rahmawaty
beruntungnya kau syan..di adopsi sma kluarga juan yg baik hati dan penuh keceriaan🥰🥰
Iiq Rahmawaty
kn juan bilang hampir saja dia tdr dngan jeni " hampir " brarti mreka blm sempet tdr bareng kn??? ya smoga saja..
krna dsni kyanya si jeni yg cinta mati sma juan tp juan ga prnh gubris
Iiq Rahmawaty
kn si jenny itu bukannya tmn ranjangnya juan..ya walaupun hnya sbatas ranjang
Iiq Rahmawaty
jgn buat juan berkhianat dri carra ya thor
Iiq Rahmawaty
yasudhlah abram mungkin si della jodohmu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!