Rachel kembali ke masa lalu dan terjebak dengan sang mantan.
"Kali ini kamu tidak akan bisa kabur dariku," ucap Zen.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25 - Mulai Terpengaruh
"Setelah semua urusan ku di sini selesai, ayo kita pulang ke kota Servo," ucap Zen lirih, dia ucapkan kalimat itu setelah menertawakan bibir Rachel yang kebas.
Sejak dulu keinginannya sangat sederhana, dia hanya kembali pada keluarga kak Ainsley, Zen tak butuh semua kemewahan ini. Kak Ainsley adalah seseorang yang bersedia mengambilnya sebagai adik saat Zen jadi gelandangan.
Zen hanya ingin kembali pada kehidupannya yang dulu, bersama Rachel dan yang lainnya.
Namun terlepas dari kakak Jared bukanlah sesuatu yang mudah, apalagi Zen selalu dibayang-bayangi bahwa dia lah penyebab kematian kedua orang tuanya. Dan fakta bahwa kakek Jared adalah satu-satunya keluarga yang dia punya. Zen jadi selalu berasumsi bahwa hidupnya kini hanya untuk mengabdi pada sang kakek.
Hatinya sungguh bimbang, karena Zen tak punya kendali atas hidupnya sendiri.
"Jika kita pulang ke kota Servo setelah menyingkirkan mama Sonya dan Lucas, lalu bagaimana dengan kakek Jared?" tanya Rachel kemudian.
"Terserah kakek, dia ingin ikut atau tetap tinggal di sini."
"Bagaimana jika kita tidak menemukan apapun kesalahan mama Sonya di perusahaan, sama seperti Lucas kemarin?" tanya Rachel lagi.
"Kita belum menyelidikinya, jadi belum bisa memastikan apapun," jawab Zen pula.
Suara pintu yang di ketuk membuat pelukan mereka terlepas, Rachel kira dokter yang datang, tapi ternyata Reino.
"Pengemudi yang menabrak mobilmu dalam keadaan mabuk, dari hasil penyelidikan dia tak memiliki motif apapun, jadi ini semua murni kecelakaan," lapor Reino, tak ada hubungan formal diantara mereka. Keduanya tetap berlaku layaknya hubungan persahabatan
Reino tidak tahu bahwa mama Sonya telah menutup kasus ini, menjadikannya kartu as untuk menghentikan Amanda.
"Benarkah? Pengemudi itu tidak mengenal mama Sonya?" tanya Zen.
"Tidak, mereka tidak memiliki hubungan apapun. Tak pernah bertemu sekalipun."
Rachel lantas menatap Zen, dari tatapan itu Dia seolah menjelaskan bahwa tuduhan mereka telah salah. Sebelumnya secara terang-terangan Zen menuduh Mama Sonya lah yang telah menyebabkannya kecelakaan, tapi ternyata tak ada satupun bukti yang menjurus ke arah wanita itu.
Bukankah ini tindakan yang salah?
Rachel sungguh merasa terganggu tentang hal ini, sebab hatinya selalu berbisik bahwa Mama Sonya dan Lucas bukanlah orang yang jahat.
Namun Zen pilih tak memberikan tanggapan apapun, dia juga tak ingin menarik kata-katanya yang telah menuduh Mama Sonya dan Lucas.
Seharian ini Zen di rawat di rumah sakit, saat sore mereka pulang, Zen langsung dipanggil kakek Jared untuk menghadap.
Sementara Rachel tanpa sengaja bertemu dengan mama Sonya di ruang tengah lantai 2.
"Bukan Mama yang menyebabkan Zen kecelakaan," ucap mama Sonya langsung hingga berhasil menghentikan langkah Rachel yang hendak menuju ke kamar.
Mau tidak mau Rachel berbalik dan membuat tatapan mereka bertemu.
"Seorang ibu tidak mungkin menyakiti anaknya sendiri," ucap mama Sonya lagi.
"Tapi Zen bukan anak mama Sonya, kalian tidak memiliki ikatan darah," balas Rachel.
"Benar, tapi kasih seorang ibu tak pernah melihat darah yang mengalir di tubuh anaknya. Ketika rasa sayang itu tumbuh, anak tetaplah anak."
Rachel terdiam, sebab dia ingat bagaimana kak Ains begitu menyayangi Zen selama ini.
"Zen sudah diperalat oleh kakek Jared untuk memenuhi ambisinya. Zen tak diizinkan untuk dekat dengan Mama. Andai saja dulu Mama yang lebih dulu menemukan Zen, pasti semuanya tak akan serumit ini," jelas Mama Sonya lagi.
Hati Rachel yang sejatinya begitu lembut akhirnya mulai terpengaruh. Mungkin memang benar, bahwa mama Sonya lah yang tulus, sementara kakek Jared tidak.
#btw ini aku baca yg kesekian kalinya. habis gabut gda bacaan lagi
jahat bener tuh kakek tua