"Belum ketemu juga!? Kalian akan mati jika tidak menemukannya!" Bentak Rafanda Airen, mengacaukan acara pertunangannya sendiri.
"Rafa, semua orang---" Kalimat Titania disela.
"Aiyue menghilang. Jadi jangan menggangguku dengan acara konyol ini." Pemuda yang melangkah hendak meninggalkan area ballroom.
"Dia hanya sekretaris! Asisten! Pembantu! Aku calon istri yang setara denganmu!" Teriak Titania, memegang jemari tangan Rafanda, bersamaan dengan beberapa pengawal yang menghalanginya pergi.
"Bukan! Aku yang memberinya nama Aiyue, sedangkan namaku Airen." Rafa tertawa dalam tangisannya mengeluarkan senjata api dari dalam jasnya.
Dor!
*
Bagaimana tentang seorang anak berusia 7 tahun, yang tersenyum dengan sengaja memilih bayi mungil untuk menemani hidupnya. Memberinya nama Giovani Aiyue, serupa dengan namanya Rafanda Airen.
Mengendalikan hidupnya bagaikan boneka, Aiyue adalah boneka kecil dalam kendalinya. Boneka yang pada akhirnya retak meninggalkannya,karena telah memiliki hati.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25. Istri Yang Baik
Pemuda malah tertawa."Sayangnya aku tidak percaya. Sebelumnya perkenalkan, namaku Ryu Kimura," ucapnya mengulurkan tangan.
Pria yang begitu formal, tapi kebudayaan Jepang tidak begitu tercermin darinya. Ini lumayan aneh.
"Giovani Aiyue..." Aiyue membalas jabatan tangannya.
"Sebenarnya aku lebih sering tinggal di Frankfurt, karena itu kepribadianku sedikit berbeda. Aku akan mengantarmu pulang. Setelah ini hasil tes keluar kelas akan dimulai." Pemuda yang begitu aneh, selalu tersenyum padanya. Namun kadang menatap tajam.
"Tentang namamu, mulai sekarang namamu Aya Himawari. Orang tuamu sudah tidak memakai marga, karena hanya ibumu yang berasal dari Jepang. Sedangkan ayahmu berasal dari Tiongkok, anak panti asuhan. Mereka memiliki beberapa bisnis di negara ini." Penjelasan singkat dari Ryu memimpin jalan sepasang kakak beradik yang diikuti seorang pengawal."Kebetulan 23 tahun yang lalu, ibumu mengalami kontraksi dan melahirkan di negara ini. Tidak disangka putrinya ditukar oleh seseorang."
Aiyue memilin jemarinya sendiri. Tidak boleh menangisi kedua orang tuanya yang telah tiada. Jadi Rafa benar-benar menukarnya? Karena itu tidak mengijinkannya menangisi kedua orang tuanya?
"I...ibu dan ayahku masih hidup?" tanya Aiyue.
Pemuda itu mengangguk."Ayahmu bernama Enlai, sedangkan ibumu bernama Emi. Ibumu mengalami guncangan kejiwaan akibat kematian Aya Himawari."
"Aya Himawari?" Aiyue mengernyitkan keningnya.
"Dia gadis yang kemungkinan besar ditukar denganmu. Adik kandung dari pria yang ada di sampingmu." Ryu sedikit melirik ke arah Hidan. Pria yang menghentikan langkahnya.
"Jadi adik kandungku sudah mati. A...apa penyebab kematiannya?" Tanya Hidan menghentikan langkahnya, entah kenapa fikirannya campur aduk saat ini.
"Kanker darah, selama bertahun-tahun Aya Himawari menyembunyikan kenyataan dirinya bukan anak kandung. Hasil tes golongan darah dipalsukan olehnya. Hingga tidak ada yang curiga sama sekali. Tapi siapa yang dapat dibohongi olehnya? Tiga tahun lalu saat dia diagnosis menderita kanker darah dan memerlukan transfusi, segalanya terkuak. Kenyataan yang disembunyikan Aya Himawari, sebagai putri palsu. Tapi tenang saja, dia meninggal dengan bahagia penuh kasih sayang di dari orang-orang sekitarnya 2 tahun lalu." Ryu menjelaskan hal yang diceritakan Yoshida padanya.
Hidan berusaha tersenyum."Adik kandungku bahagia? Itu mungkin sudah cukup."
"Kakak?" Aiyue hampir menangis menatap ke arah satu-satunya anggota keluarganya. Bagaimana jika dirinya tidak dianggap adik lagi oleh Hidan.
"Kamu tetap adikku yang paling manis..." Hidan mencubit pipi Aiyue. Tidak memiliki hubungan darah? Tidak masalah, karena hanya Aiyue satu-satunya anggota keluarganya.
*
Mobil yang mereka tumpangi melaju langsung menuju ke arah bandara. Hasil tes yang langsung dilakukan di negara ini, akan diambil oleh Yoshida.
"Ka...kami pergi saja..." Aiyue terkekeh kala sampai di depan area bandara. Masih curiga ini tidak nyata, mungkin saja orang ini saingan bisnis Rafanda Airen. Dirinya lebih baik pergi bukan?
"Kamu belum mengerti juga? Aku gurumu..." Pemuda itu menarik tangan sang gadis, berbisik di telinganya."Dua pengawal di belakang kalian membawa senjata. Ingin mati? Atau menjalani pelatihan."
"A...aku ingin hidup..." Ucap Aiyue putus asa. Hidan yang kembali ditodongkan senjata api bahkan sampai mengeluarkan cairan dari celana panjangnya. Benar-benar bau pesing yang menyengat.
"Bagus! Salah satu pelajaran untuk menjadi istri yang baik, adalah menuruti apa yang suaminya katakan. Jika itu dimaksudkan untuk kebaikan. Kamu akan menjadi nyonya rumah yang sempurna." Kalimat pemuda itu membuat Aiyue ingin menangis rasanya.
Baru saja kembali pada keluarga kandungnya. Harus dihadapkan pada calon suami tidak dikenal, yang kemungkinan besar bapak-bapak tua. Bahkan diculik, para pengawal bersenjata ada di sekitar mereka. Guru sekaligus asisten aneh yang terkadang bertindak di luar kewajaran.
Angin menerpa rambut mereka kala mengikuti langkah Ryu menuju landasan pacu. Pesawat jet pribadi pribadi terlihat disana. Jujur saja ini bukan pertama kalinya Aiyue menaiki pesawat seperti ini. Terkadang fasilitas dari partner bisnis JH Corporation mencangkup hal ini.
Tapi tidak dengan Hidan yang masih terlihat kebingungan. Telah sempat membersihkan dirinya dari bau pesing di toilet bandara.
"Aiyue...ini aneh. Seperti di film?" Ucapnya tertunduk kebingungan.
"Ini fasilitas dari keluarga majikan asliku. Dalam artian ini fasilitas dari calon suami nona Aiyue. Jika berani menolak untuk naik, dia tidak akan senang." Ucap Ryu penuh senyuman.
Giovani Aiyue, sosok yang bertolak belakang dengan Aya Himawari. Giovani Aiyue, wanita yang lebih mudah membuat seseorang jatuh cinta dan mengaguminya. Sedangkan Aya Himawari, bagaikan putri rapuh yang hanya dapat berkarier sebagai penari latar. Dirinya pernah membaca profil Aya Himawari. Mungkin Ryu sedikit bersyukur, bukan mendiang Aya Himawari. Tapi wanita dengan ego tinggi ini yang akan menjadi nyonya rumah nanti.
"Aku tidak menyukai pernikahan bisnis!" Tegas Aiyue tapi tetap menurut masuk, takut pada senjata yang dibawa pengawal di belakangnya.
"Saya akan mengajari anda etiket, hal-hal mendasar dan yang terpenting bagaimana menjadi istri yang baik." Ryu menahan senyumnya, ini semakin detik, semakin menyenangkan saja.
"Apa yang tidak kamu sukai?" Tanya Ryu lagi, duduk di samping Aiyue.
"Yang tidak aku sukai. Aku tidak menyukai---" Aiyue terdiam sejenak, segala tentang hidupnya hanya tentang Rafa. Apa yang dibenci oleh Rafa dirinya juga harus membencinya. Apa yang disukai Rafa harus disukai olehnya juga. Apa boleh dirinya menyukai dan tidak menyukai hal yang berbeda?
"Aku tidak menyukai selai strawberry, terasa begitu gatal di mulut. Manis aneh yang berlebihan. Tapi aku menyukai selai nanas, dan madu jika dijadikan topping pancake diatasnya." Gadis itu menelan ludahnya membayangkan makanan tersebut.
Rafa tidak menyukai pancake, jadi mereka hanya pernah memakannya sekali. Ketika dirinya ingin membuat pancake, Rafa akan berpendapat makanan itu tidak enak, dan menyuruhnya untuk berhenti membuang bahan makanan. Roti bakar coklat strawberry lebih enak. Itulah sarapan mereka selama bertahun-tahun.
Aiyue, meminum banyak air menetralisir rasa strawberry yang tidak disukainya. Hanya tersenyum seakan menyukai makanan yang disukai Rafa.
"Aku akan meminta pelayan menyiapkannya untukmu. Serta mencoret segala jenis strawberry pada makanan yang akan disajikan untukmu. Aku lebih menyukai sarapan dengan roti dan poch egg jadi kita dapat sarapan bersama mulai besok." Ryu mencatat segalanya.
"Aku tidak harus memakan makanan yang sama dengan yang lain?" Tanya Aiyue padanya.
"Nona muda, hal pertama yang harus anda pelajari, setiap orang memiliki selera yang berbeda. Tidak semua orang menyukai poch egg yang lengket sepertiku. Tidak semua orang juga menyukai pancake nanas sepertimu. Ini hal yang manusiawi." Penjelasan darinya mengusap dahi Aiyue menggunakan jarinya.
Tapi dengan cepat gadis itu menggosok tangannya pada dahi, terlihat kesal.
"Kamu akan menjadi istri yang baik. Karena itu usahakan untuk terbiasa bersentuhan dengan pria. Agar tidak gugup di hadapan suamimu nanti." Senyuman menyungging di wajah sang guru sekaligus asistennya ini.
"I...ini tidak wajar!" Ucap Hidan membela adiknya.
"Jangan-jangan dia guru mesum..." Batin Aiyue, duduk sedikit menjauh dari Ryu.
masa tamat begitu aja🙄😭😭😭
but
aku puas banget,Rafa ketulah sama omongannya sendiri ya ttg bapaknya
nice ending
beautiful story'
love full buat othorrrrr
aku makin padamu
malah jadi takut kita
aku suka keributan ini
kuaci udah abis Ama othor,CK
bentar lagi farell Dateng
makin serruuuu
tapi kalau mang dr sana nya kau setia
ada 1001 alesan buat kau setia
hidup itu pilihan bukan,sekali lagi?
biasa pada celap celup sama bini orang apa
kok kyk gitu di normalisasi kan