NovelToon NovelToon
Dinikahi Pak Dokter Tampan

Dinikahi Pak Dokter Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Penyelamat / Romansa Fantasi
Popularitas:149.2k
Nilai: 5
Nama Author: Hanela cantik

Elisa pikir hari ini adalah hari paling bahagia dalam hidupnya, karena laki-laki yang dia idamkan akan menikahinya. setelah mereka melakukan ta'aruf sebelumnya. Tapi bak disambar petir adiknya datang dan mengatakan jika calon suaminya mengatakan pernikahannya dibatalkan dulu. Tanpa alasan yang pasti.

Elisa merasa malu dan dikhianati, sampai seorang dokter datang dan mengatakan siap menikah dengannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanela cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 1

Waktu terus bergulir hingga tibalah hari yang paling

dinanti. Arka akhirnya resmi menyandang gelar dokter. Kebahagiaan keluarga itu makin lengkap karena Arka mendapatkan penempatan tugas di salah satu rumah sakit besar yang berada di kota yang sama dengan rumah orang tuanya.

Arka sudah memiliki rumah sendiri. Rumah minimalis namun elegan itu adalah hasil tabungannya selama ini, yang juga dibantu oleh Yuda sebagai hadiah atas kelulusannya. Sore itu, Kirana dan Yuda berkunjung untuk melihat rumah baru putra sulung mereka.

Namun, alih-alih memberikan pujian, Kirana justru sibuk berkeliling sambil mengomel.

"Ibu benar-benar nggak habis pikir sama kamu, Bang. Kenapa sih harus bangun rumah sendiri segala? Rumah kita itu masih luas, masih bisa nampung kamu. Jarak ke rumah sakit juga nggak jauh-jauh amat," ujar Kirana sambil mengecek kebersihan sudut ruangan.

Yuda hanya duduk tenang di sofa ruang tamu yang masih baru, memperhatikan istri dan putranya dengan senyum tipis.

"Bu, Arka kan sudah dewasa. Arka ingin belajar mandiri dan punya aset sendiri. Apalagi kalau nanti Arka harus pulang larut malam habis jaga, Arka nggak enak kalau harus berisik di rumah Ibu," Arka mencoba memberi penjelasan dengan sabar.

"Alasan saja kamu. Pokoknya Ibu pesankan satu hal ya, Bang. Jangan sesekali kamu bawa perempuan ke rumahmu ini. Ibu nggak akan maafkan kamu kalau sampai Ibu dengar macam-macam!" seru Kirana tegas.

Arka terbelalak, merasa sedikit terpojok dengan peringatan ibunya yang mendadak itu.

"Emang Arka laki-laki apaan, Bu? Arka di sini mau istirahat dan fokus kerja, bukan mau main-main."

Kirana mendengus pelan sambil merapikan letak pajangan di atas meja. "Ibu mana tau isi kepalamu. Laki-laki kalau sudah punya rumah sendiri dan jauh dari pengawasan orang tua itu suka aneh-aneh. Ingat, kamu itu dokter, jaga martabatmu."

Yuda akhirnya bangkit dari duduknya dan menghampiri mereka, merangkul bahu Kirana agar lebih tenang.

"Sudah, Sayang. Arka sudah jadi dokter, dia sudah mengerti tanggung jawab. Membangun rumah ini saja sudah bukti kalau dia punya pemikiran masa depan yang baik. Jangan diomeli terus, ini kan rumah barunya."

Arka menghela napas lega melihat ayahnya membela. "Tuh, dengar kata Ayah, Bu. Arka janji bakal jaga kepercayaan Ibu."

"Ibu begini karena sayang, Bang. Ibu mau rumah ini jadi berkah, bukan malah jadi tempat yang nggak benar," ucap Kirana akhirnya.

Meski rumah itu sudah berdiri kokoh, suasananya masih terasa kosong. Belum ada gorden yang terpasang sempurna, dan aroma cat baru masih tercium cukup kuat di beberapa sudut ruangan.

"Ya sudah, Mas, ayo kita pulang sekarang. Udah mau maghrib," ajak Kirana sambil menoleh ke arah Yuda.

Yuda berdiri dari sofa, menepuk-nepuk debu imajiner di celananya. "Loh, nggak jadi menginap di sini, Bu?" goda Yuda.

"Menginap apanya, Mas? Gorden saja belum ada, nanti orang lewat bisa lihat anak kamu tidur mangap," sahut Kirana cepat.

"Lagipula, kasur di kamar utama juga belum datang kan, Bang? Kamu mau tidur di lantai?"

Arka terkekeh sambil mengunci pintu balkon. "Iya, Bu. Lagian perlengkapan yang lain belum datang juga."

"Makanya, malam ini kamu pulang dulu ke rumah. Tidur di kamarmu yang lama. Ibu sudah masak enak tadi sebelum ke sini," titah Kirana.

Yuda merangkul bahu Arka saat mereka berjalan menuju pintu depan. "Nikmati dulu masa-masa terakhir tidur di rumah Ayah, Bang. Nanti kalau rumah ini sudah siap seratus persen, kamu bakal rindu suasana berisik di rumah sana."

Arka mengangguk mantap. Ia mengunci pintu rumah barunya dengan perasaan bangga yang membuncah.

"Siap, Yah. Arka juga masih kangen masakan Ibu kok."

"Nah, gitu dong. Ayo cepat, nanti adik-adikmu di rumah sudah kelaparan nungguin kita," ucap Kirana yang sudah lebih dulu sampai di mobil.

Pagi itu, suasana dapur terasa lebih hidup dari biasanya. Aroma bumbu ungkep dan sambal goreng memenuhi seisi ruangan. Tiara, yang kini sudah menyandang gelar sarjana, tampak cekatan membantu ibunya. Rambutnya diikat asal, persis seperti gaya Kirana dulu.

Semenjak Bi Sari memutuskan untuk pulang ke kampung halaman karena faktor usia, Tiara memang menjadi asisten setia Kirana. Keluarga Yuda pun sepakat untuk tidak mencari ART baru karena mereka ingin lebih banyak menghabiskan waktu bersama di rumah.

"Nanti rendangnya dicek lagi ya, Kak. Pastikan dagingnya sudah empuk banget."

"Iya, Bu," jawab Tiara.

Kirana kemudian menyodorkan sebuah sendok kecil berisi kuah rendang yang kental ke arah putrinya. "Coba kamu koreksi rasanya, Kak. Kurang garam atau sudah pas? Ibu dari tadi icip-icip terus sampai rasanya jadi samar."

Tiara mencicipinya dengan saksama. "Sudah pas kok, Bu. Gurihnya dapet, pedasnya juga nggak terlalu nendang"

Sembari meletakkan kembali sendoknya, Tiara bertanya, "Tante Rita kapan datangnya, Bu?"

"Katanya sih nanti setelah Dzuhur. Jadi kita masih punya waktu sedikit lagi buat beres-beres," sahut Kirana.

Namun, saat Kirana hendak menuangkan kecap manis ke dalam masakan lainnya, ia mengguncang-guncangkan botol yang ternyata sudah sangat ringan. Ia mengintip isinya dan mendesah pelan.

"Waduh, kecap manisnya habis, Kak. Masih butuh sedikit lagi supaya warnanya cantik."

Kirana menoleh ke arah Tiara yang baru saja hendak duduk beristirahat sejenak. "Kak, tolong belikan kecap manis sebentar ke warung depan ya."

"Jangan lupa pakai jilbabnya, Kak. Langsung saja ya, jangan mampir-mampir."

"Siap, Bu! Tiara ambil jilbab dulu di kamar!" seru Tiara sambil berlari kecil meninggalkan dapur, sementara Kirana kembali fokus pada kompornya.

Arka turun dari tangga dengan langkah santai, tampak lebih segar setelah beristirahat sejenak. Meskipun ia baru akan resmi mulai bekerja di rumah sakit minggu depan, aura seorang dokter sudah mulai terpancar darinya. Begitu sampai di lantai bawah, hidungnya langsung disambut aroma masakan yang memenuhi rumah.

"Banyak banget Bu masaknya," komentar Arka sambil melongok ke arah meja makan yang sudah mulai penuh dengan berbagai hidangan.

Kirana yang sedang sibuk menata piring menoleh sebentar. "Iya, nanti Tante Rita mau datang."

Arka mengerutkan keningnya sedikit heran. "Ngapain Bu?"

"Silaturahim," jawab Kirana singkat.

"Ohh..." Arka mengangguk-angguk mengerti. Ia kemudian meraih kunci mobil yang terletak di atas bufet.

Melihat putranya bersiap-siap pergi, Kirana menghentikan kegiatannya sejenak. "Kamu mau kemana Bang?"

"Jemput Aira Bu, udah pulang kayaknya," jawab Arka.

"Ya sudah, hati-hati. Langsung pulang ya, jangan mampir jajan dulu, sebentar lagi Dzuhur," pesan Kirana.

"Siap, Bu!" Arka melambaikan tangan lalu melangkah keluar, sementara Kirana kembali fokus ke dapurnya, menunggu Tiara kembali membawa kecap manis agar masakannya tuntas.

1
Sri Supriatin
seneng ada kemajuan buat Hana 😍😍🙏🙏
Sri Supriatin
kayanya hamidun tapi g ngidam...janinnya sembunyi🤭🤭🤭
Sri Rahayu
Lilis gundah gulana siapa pr bernama Alia yg chat Arka....kok Arka ga jelasin ke Lilis siapa itu Alia 😇😇😇...lanjut Thorr 😘😘😘
Karmina Karmina
alhamdulilah
akhirnya Hana bisa memaafkan da menerima Ilham
bahagia selalu Hana dan Ilham
Sri Supriatin
Semoga cepat tumbuh janinnya lilis n arka 🙏🙏😍😍
Sri Rahayu
kok Arka jd MANJA bgt...jgn2 Lilis bener hamidun sprt kata Hana 🙃🙃🙃😇😇😇 lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
bagus Elham...kamu gentleman memilih pergi meninggalkan semua demi mempertahanksn kel kecil mu
Yati Susilawati
arka nggak ngasih tau tempat kerjanya?
Yati Susilawati
murid tk ada ujiannya?
Nice1808
jangan ada bibit pelakor ya thor, awas aja🤣🤣🤣
Nice1808
apa bibit pelakor thor🤣🤣
Sarinah Quinn
Hana gak usah keras kepala deh biar bagaimanapun elham Sd mau bertanggungjawab. gemas deh sama Hana jadi gak respect 😤
Aghitsna Agis
tjor jgn ada yg ganggu rumahtangga arka lah
Shabrina Darsih
good job elham benr2 tamggung jawab ke Hana berani melepaskan semua fasikitas dr ayah nua
Sri Supriatin
slmt Arka n Lilis semoga lancar menjalani ngidam😍😍
Aghitsna Agis
selamst srka lilis udah dapet titipan dari allah semiga dapat menjaga amanahnya
Sri Rahayu
aku jg bahagia mas Arka 🤩🤩🤩 atas kehamilan Lilis...semoga sehst trs sampe lahiran nanti...selamat ya Arka dan Lilis... lanjut Thort😘😘😘
Sri Rahayu
wah jgn badai lagi yg hrs dilalui Hana...dia uda bnyk melewati badai bekerja keras utk ibu dan adiknya...semoga dia akan bahagia bersama Elham...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
sebaiknya saling memaafkan...kan Elham uda menyadari kesalahan nya, meminta maaf dan mau bertanggung jaeab...damai ajalah...lanjut Thorr😘😘😘
Dar Pin
semoga bsdainya cepat berlalu beri kesempatan untuk Ilham menebus dosa nya 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!