Lady suka uang.
Lady juga cinta uang!
But, jika Lady disuruh memilih antara Ace atau uang, maka jawabannya sudah pasti Ace, karena bagi Lady, Ace adalah sumber uangnya. Simple kan jawabannya..
Menikah dengan Ace adalah salah satu hal yang tak pernah terlintas di pikiran Lady. Menikah dengan cowok galak yang memiliki tingkat kesabaran setipis tisu. mungkin juga lebih tipis dari tisu, gak tau deh.
Andaikan saja cowok itu tidak kaya raya serta berwajah jelek, maka mustahil Lady mau menerima perjodohan paksa ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon capr.gurlll, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 4
Pukul 7 malam, Ace baru pulang ke rumah. Cowok itu memarkirkan motornya di garasi, dan kemudian menatap mobil Pajero putih Lady yang terparkir di sebelah mobilnya.
Ace berjalan masuk ke dalam rumah sambil menghisap sebatang rokok di tangannya.
"Oh my god, very cute. Gue jadi penasaran sama rasanya kalau digoreng."
Mendengar itu, Ace yang baru saja ingin naik ke tangga lantas mengurungkan niatnya. Ia memilih menghampiri Lady di kolam ikan.
"Pasti enak, nih, kalau digoreng."
"Sebelum ikannya digoreng, lo duluan yang bakal gue goreng," ancam Ace sambil menghisap sebatang rokok di tangannya.
Lady mencibir sebal. Padahal ikannya ada banyak, loh, jadi tidak apa-apa, kan, kalau salah satunya digoreng?
"Gue udah pelihara mereka dari dulu." Ace berjongkok di samping Lady sambil menatap ikan-ikan kesayangannya itu.
"Kalau yang ini namanya Budi," kata Ace seraya menunjuk salah satu ikan jantannya.
Lady mengangguk. "Kalau yang ini?" Ia menunjuk salah satu ikan lagi.
"Kalau itu ikan yang dikasih sama Atan bulan lalu. Namanya Good, Atan sendiri yang ngasih nama."
"Atan yang ngasih lo ikan? Bukannya dia cuman pelihara bunglon jelek doang?" tanya Lady tak yakin.
Ace menghembuskan asap rokoknya. "Jangankan ikan, balatung aja pada dipelihara semua sama dia."
Ace jadi mengingat kembali tingkah sahabatnya itu yang selalu membawa berbagai macam hewan ke sekolah. Atan itu salah satu manusia yang sangat suka hewan. Kalau saja gajah tidak kegedean, mungkin cowok itu akan membawanya juga ke sekolah.
Ace kemudian mematikan rokoknya. Ia mendudukkan badannya di sofa dan lalu meraih remote Televisi. Dinyalakannya Televisi tersebut sembari menaikkan kedua kakinya di atas meja.
"Ace," lirih Lady yang ikut duduk di sebelah Ace sambil mengusap-usap perut ratanya.
Ace mengernyit. "Ngapa lo? Bunting?"
"Sembarangan! Gue cuman lapar doang!"
Jangan salahkan Ace. Salahkan saja gerak-gerik Lady yang memang terlihat seperti sedang hamil dan ingin meminta pertanggung jawaban. Pakai acara ngelus-ngelus perut segala lagi.
"Tinggal makan doang, ngapain pakai acara laporan segala?" cibir Ace sambil menyandarkan punggungnya ke sofa.
"Lo beliin makanan, dong, Ace."
"Beli aja sendiri," balas Ace tak acuh.
Lady mendengus. "Ogah. Lagian lo juga harus beli air galon sama beras buat stok makan di rumah. Lo nggak liat isi dapur masih kosong? Kita juga harus beli sayur, ikan, daging, dan bumbu dapur. Intinya, bahan makanan buat nanti gue masak."
"Malas," jawab Ace.
"Aduin Mommy, ah. Anak kesayangannya nggak dikasih makan."
"Bacot, dasar anak Mommy."
Lady mencibir kesal dengan mulutnya yang menye-menye.
"Gue kasih lo duit, tapi lo beli aja sendiri," ujar Ace.
Iris coklat Lady tampak menyipit saat melihat Ace mengambil beberapa lembar uang 100 ribuan dari dompetnya dan menaruhnya di atas meja.
"Ace, gue cuman mau lo nemenin gue buat belanja doang. Gue nggak bisa ngebawa barang-barang segitu banyaknya sendirian," omel Lady dengan tangannya yang tetap mengambil uang Ace dan memasukkannya ke dalam kantong celananya.
Yeah, berkat gak boleh di tolak. semoga nanti Ace tidak ingat uangnya itu, ha ha ha.
Ace berdecak. "Nggak bisa nanti aja emang?"
"Lo pengen si Good sama Budi aja yang gue goreng?"
"SETAN! BERANI LO SAMA IKAN-IKAN GUE?! HAH?!"
...••••...
Dengan menggunakan dress berwarna merah, Lady kemudian meletakkan berbagai jenis sayuran di tangannya ke dalam troli belanjaan.
Merasa sayur yang ingin dibelinya sudah cukup, Lady lalu mengikuti langkah Ace yang masuk ke area seafood dan daging.
"Awas aja lo kalau udah belanja kayak gini, tapi nggak tau masak," gumam Ace yang masih dapat terdengar oleh Lady.
Lady melirik Ace yang kini sibuk memilih seafood di sampingnya. Cowok itu memasukkan udang dan kepiting segar yang sudah dibungkus ke dalam troli. Setelahnya, Ace kemudian lanjut memilih daging.
"Daging sapi atau daging ayam?"
"Daging babi."
Ace mendengus sambil memasukkan kedua daging pilihannya itu ke dalam troli.
Lady cengengesan. Ia menatap isi trolinya yang kini sudah penuh dengan bahan masakan. Sudah ada ikan, sayur, seafood, daging, buah, dan juga yang lainnya.
"Udah, kan? Lo nggak mau beli apa-apa lagi?" tanya Ace memastikan.
"Ada. Tunggu bentar, gue mau beli snack dulu," jawab Lady yang kemudian pergi mengambil troli satu lagi, dan kembali menghampiri Ace.
"Gue mau belanja, tapi lo yang bayarin, ya?" Lady tersenyum manis.
Tanpa menunggu respon dari Ace, gadis cantik itu segera memasukkan beberapa jenis snacks, minuman, es krim dan juga cemilan lainnya ke dalam troli.
Semua itu Lady lakukan tanpa melihat harga terlebih dahulu. Mau kayak Lady juga? Makanya nikah sama anak tunggal kaya raya.
"Lo ngapain beli mie instan?" tanya Lady ketika Leo menambahkan se-dos mie instan ke dalam troli.
Ace melirik Lady dengan malas. "Buat jaga-jaga kalau masakan lo nggak enak."
"Sialan."
Ace lalu mengambil dua dos minuman kaleng dan memasukkannya ke dalam troli. Ia juga mengambil dua slop rokok dan memasukkannya ke dalam troli. Hal singkat yang membuat Lady melotot kaget.
Selanjutnya, mereka berjalan beriringan menuju kasir dengan Lady yang kegirangan karena berhasil memporoti dompet Ace.
Siapa coba yang nggak bakal senang kalau dapat cemilan gratis setroli?
"Lo jalan apa ngesot, sih? Lelet amat." Ace berdecak saat melihat Lady tertinggal jauh di belakangnya.
Lady mencibir sambil berusaha menyamai langkah Ace yang sedang mendorong dua troli sekaligus.
Tadi, Ace sudah menyuruh Lady untuk membawa troli yang satunya lagi. Tetapi, Lady malah menolak dengan alasan kalau Ace itu harus bisa membawa dua troli sekaligus biar keliatan lebih maco. Harus lakik!
"Sialan. Lo bisa jalan lebih cepat nggak, sih?!" gertak Ace tak sabaran.
"Lo nggak lihat gue jalannya udah cepat-cepat? Apa perlu gue kayang aja biar kelihatan lebih cepat di mata lo?" tanya Lady yang ikut merasa sebal.
Lady tersentak kaget saat menabrak punggung tegap Ace yang berhenti mendadak di depannya.
"Naik." Ace menatap troli cemilan di tangannya yang sudah hampir penuh.
"Hah?"
"Naik, Lady."
"Hah?"
"Naik."
"Hah?"
"Hah, heh, hah, heh. Gagu lo?" geram Ace.
"Naik ke dalam troli maksud lo?" tanya Lady. Ace mengangguk.
Lady berdecak malas. Ditatapnya posisi kasir yang memang masih cukup jauh dari mereka berdua.
"Terus kalau gue naik, troli yang itu mau lo apain?" tanya Lady. Jemari lentiknya kini mengarah ke troli makanan dapur yang sudah penuh. Tidak mungkin kalau cowok itu mau membawa dua troli sekaligus yang salah satunya berisikan dirinya.
Bisa-bisa bukannya ke kasir, Ace malah mengantarnya ke pangkuan Tuhan.
Ace menghela nafas. Ia membawa salah satu troli yang berisi bahan masakan itu ke kasir dan meninggalkan Lady yang masih stay bersama troli yang lainnya.
Tak lama kemudian, cowok itu kembali lagi setelah tadi menitipkan trolinya kepada kasir agar ditotali terlebih dahulu.
"Udah, kan? Sekarang cepetan naik," ucap Ace.
Ace mengerjap beberapa kali. "Tapi, gue nggak bisa naik. Tinggi banget."
Tanpa banyak bicara, Ace meletakkan kedua tangannya di bawah ketiak Lady dan mengangkatnya naik ke dalam troli.
Lumayan enteng. Mungkin karena tidak ada amalnya, pikir Ace.
"Emang apa enaknya, sih, naik kayak ginian? Kayak anak kecil aja," gumam Lady di dalam troli dengan ogah-ogahan.
One minute later...
"ACE DORONG YANG LEBIH CEPAT, ACE. CEPETAN! ENTAR LAGI BAKALAN NYAMPE!"
"OH MY GOD, ACE! JANGAN TERLALU KENCANG JUGA! KALAU GUE NYIPOK LANTAI GIMANA?!"
"AWW! ENAK BANGET!"
Ternyata enak juga naik troli seperti ini. Tidak perlu repot-repot berjalan sampai bikin kaki jadi pengkor, pikir Lady.
"Enak?" tanya Ace yang diangguki dengan semangat oleh Lady.
"BANGET!" teriak Lady.
Ace sedikit mencondongkan badannya di samping telinga Lady. "Enak di lo, tapi capek di gue," bisiknya yang membuat Lady melirik kepadanya.
Tersenyum licik, Ace kemudian semakin mendorong kencang trolinya dan sesekali menggolengkannya ke sana kemari, membuat Lady yang tadinya kesenangan, kini malah menjerit panik.
Hal singkat yang berhasil membuat seluruh pasang mata di pusat perbelanjaan itu menatap ke arah mereka berdua.
Pasutri muda yang berhasil membuat banyak orang meringis iri.
Hingga tanpa kedua pasangan itu sadari, terdapat sepasang mata di pusat perbelanjaan tersebut yang sedang memperhatikan mereka dengan tatapan datar.