NovelToon NovelToon
Saat Suamiku Berubah

Saat Suamiku Berubah

Status: tamat
Genre:Duda / Single Mom / Selingkuh / Cerai / Pelakor / Tamat
Popularitas:646.2k
Nilai: 5
Nama Author: D'wie

Zicka merupakan seorang ibu rumah tangga yang baru berusia 25 tahun. Ia memiliki seorang putri yang cantik dan pintar berusia 5 tahun. Ia selalu melakukan tugas-tugasnya baik sebagai seorang ibu maupun istri dengan baik. Tak pernah menuntut, selalu menerima baik kelebihan maupun kekurangan sang suami. Tapi namanya seorang wanita pastinya ingin dimengerti, disayangi, dan diperhatikan. Tapi sayang, sikap suami berbanding terbalik dengan harapannya. Perlahan-lahan, sikap Marcel selaku suami makin berubah membuat Zicka bertanya-tanya apakah gerangan yang terjadi? Apalagi semenjak kenaikan jabatannya di sebuah hotel ternama membuatnya lebih sibuk dengan dunianya sendiri. Tak mempedulikan anak dan istri.
Di sisi lain, ada Marvin yang merupakan adik kandung Marcel yang begitu peduli dan perhatian dengan Zicka. Hingga kadang sikap Marvin ini membuat Zicka salah tingkah. Namun apakah kehadiran Marvin ini mampu mengobati luka hatinya atau akan ada sosok lain yang yang mampu melakukannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D'wie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25. Karma?

"Pii ... Pii ... Pii ..." teriak Deenan.

"Ada apa anak papi yang cakep??" sahut Keenan sambil mengulurkan tangan mengangkat tubuh mungil Deenan, putra kesayangannya.

"Papi ... Dii mau kek okat, Pii," rengek Deenan sambil mengerucutkan bibirnya.

"Anak papi mau cake coklat? Hmmm ... nanti sore aja yah, Sayang, papi sedang terburu-buru mau kerja."

"No ... no ... no ..., Dii mau na cekalang pii ... pokok na cekalang," rajuk Deenan dengan mimik muka lucu.

"Sayang, tapi papi bener-bener sibuk, papi harus segera berangkat. Emmm ... gini aja, papi minta tolong mbak Sum aja ya beliin Dee cake coklat, nggak papa kan, Sayang? Nanti kalo papi udah nggak sibuk, papi janji ajak Dee beli cake coklat yang banyak! Oke," bujuk Keenan.

"Tapi anji ya pii no bo'ong. Alau papi bo'ong Dii malah cama papi."

"Okey Dee ... Papi janji deh," sambil menautkan jari kelingkingnya ke jari kelingking Deenan. Deenan pun tersenyum girang setelahnya.

"Mbak Sum, tolong beliin Deenan cake coklat ya!"

"Beli dimana tuan, kan di sekitar sini nggak ada toko kue?" tanya mbak Sum bingung tidak tahu harus beli cake coklat dimana.

"Mbak Sum, kemarin saya lihat tidak jauh dari sini ada toko cake and bakery yang bakal baru buka hari ini. Letaknya nggak jauh dari minimarket. Coba mbak Sum beli disitu, siapa tahu enak, " ucap mama Keenan.

"Oh baik, Nya. Saya pergi beli dulu kalau begitu."

2 jam kemudian

"Mbak Sum, kok lama banget beli cake coklatnya? Kan tokonya nggak jauh dari sini?" tanya mama Keenan pada mbak Sum yang baru saja pulang dari membeli kue coklat untuk Deenan.

"Iya Nya, emang nggak jauh tapi antriannya yang jauh, Nya, udah kayak lintasan kereta api saking panjang dan ramenya. Setelah dapat giliran pun masih harus nunggu, soalnya yang beli pada borong setelah cicipin sampel kuenya," ucap mbak Sum sambil ngos-ngosan karena menahan haus selama antri. Bahkan peluh di dahinya pun belum mengering karena memang setelah berhasil mendapatkan kue tersebut, mbak Sum gegas pulang dengan terburu sebab ia tahu tuan mudanya sudah tak sabar ingin memakan kue tersebut.

"Apa seenak itu kuenya?" tanya mama Keenan penasaran.

"Bener, Nya, tadi saya juga cicip, eh malah ketagihan sampai makan habis 5 potong. Hahaha ..." Mbak Sum tertawa bangga membuat ibu Keenan geleng-geleng kepala.

"Itu namanya bukan nyicip, tapi doyan," cibir ibu Keenan.

"Mumpung gratis, Nya. Mana enak pake banget."

"Bak Cum Bak Cum, mana kek okat Dii?" Potong Deenan yang sudah tak sabar ingin memakan kuenya.

"Ini Dii cake coklatnya." Mbak Sum menyerahkan paper bag berisi cake coklat kepada Deenan.

"Dee, Oma boleh cicip nggak?"

"Ental duyu ya Oma, Dii icip duyu kek na ayau enak Oma ndak boleh icip, ayau ndak enak Oma bayu boyeh icip."

"Ikh cucu Oma kok gitu, masa' kalau nggak enak baru boleh cicip. Kalau nggak enak, Oma juga nggak mau cicipnya," gerutu mama Keenan gemas mendengar celoteh cucunya.

"Gimana? Enak? Oma cicip ya satu potong, aaaa ..." Mama Keenan hendak mengambil satu potong cake coklat Deenan tapi ...

"No Oma ... no ... Oma ndak oyeh ambiy kek okat Dii. Oma kayau mau, beyi aja cendiyi. Ini punya Dii cemua." Tiba-tiba Deenan mengambil lagi cake coklat yang sudah hampir masuk ke dalam mulut omanya membuat sang nenek membulatkan matanya.

"Ampun deh cucu Oma satu ini, cucu udah cuma satu, tapi pelitnya minta ampun. Awas ya kalau Oma beli, dilarang minta! Pokoknya no ... no ... no ..." ucap mama Keenan pura-pura merajuk.

"Biyayin, entay Dii bica beyi cama papi tok. Weekkkk ..."

"Huahahahh ... ampun dah cucu oma gemesin banget sih! Pingin uwel uwel rasanya. Ukh ... ya udah, habisin sana cakenya. Nanti oma minta mbak Sum beliin lagi. Mbak Sum, beliin cakenya lagi donk! Cucu Oma pelit, nggak mau kasi cicip Oma soalnya."

"Beli lagi, Nya?" Mbak Sum membulatkan matanya karena harus kembali lagi ke toko kue.

"Iya, beliin lagi, yang banyak biar semua bisa cicip," ujarnya sambil menyerahkan uang ratusan ribu berlembar-lembar.

'Oalah Nya, Nya, beli satu aja antriannya udah kayak rel kereta api, apalagi ini, uang sebanyak gini bisa dapat lebih dari 10 cake, bisa-bisa mbak Sum pulangnya entar malam.'

Hati mbak Sum mencelos membayangkan harus antri kembali, kemudian menunggu berjam-jam demi cake coklat yang lagi booming. Tapi apalah daya, sebagai asisten rumah tangga, ia hanya bisa menuruti permintaan sang majikan. Apalagi majikannya ini baik dan royal, tentu ia takkan bisa menolaknya.

*

*

*

"Andin, Mas mau bicara sama kamu."

"Mau bicara apa sih, Mas?"

"Ndin, please, kamu kurangin deh belanja yang nggak penting kamu itu. Kamu mikir nggak sih, tagihan credit card kamu sampai segini, bisa-bisa semua gaji Mas habis buat belanja nggak penting kamu aja!"

"Belanja nggak penting gimana maksud, Mas? Ini semua penting lho! Aku beli perhiasan untuk invest sekalian kalau pergi bareng kamu, aku jadi pusat perhatian kan kamu sendiri yang bangga. Terus hobi aku beli lingerie, kan kamu juga yang doyan liat aku pakai lingerie yang sexy, terus tas dan sepatu branded, kan buat kamu juga, kalau aku pergi terus orang yang kenal kamu liat aku, pasti mereka bilang wah hebat ya istri Pak Marcel, penampilannya oke banget. Sepertinya pak Marcel sangat mencintai istrinya. Ujung-ujungnya juga kamu mas yang dipuji, bukan hanya aku," sanggah Andin sambil menjelaskan faedah hobi belanjanya.

"Tapi nggak segitunya, Ndin. Kalau gaji aku habis cuma karena gaya hidup kamu, gimana? Apa kamu mau hidup susah makan seadanya? Ingat Ndin, aku juga karyawan di hotel itu, bukan pemilik jadi gaji aku itu ada batasnya," desah Marcel mencoba sabar.

"Kamu usaha kek gimana caranya biar dapat duit yang lebih gede. Apalagi kamu kan orang kepercayaan sekarang, bukan hal susah memanipulasi keuangan. Udah ah, aku capek, mau istirahat." Andin telah membalik badan menuju kamarnya. Namun, tiba-tiba kembali berhenti setelah mendengar ucapan Marcel.

"Ndin, satu lagi, tolong jangan kamu minta mama jagain Mike terus dong, mama udah tua, saatnya istirahat. Aku kasian sama mama kalau harus bolak-balik ke sini karena kamu minta jagain Mike. Eh kamunya malah asik jalan-jalan, entar aku dicap anak durhaka, tahu nggak! Kalau emang kamu harus pergi, apa salahnya ajak Mike. Dia itu anak kamu, tanggung jawab kamu jagain Mike selagi aku kerja."

"Oh pasti itu mama yang ngadu ya, Mas? Mas, aku minta tolong mama itu nggak pernah gratis lho! Mas tahu, setiap aku beli perhiasan, mama selalu dapat 1 set yang sama, jadi apa salahnya mama bantu aku jaga Mike, toh dia juga untung kok. Apalagi Mike itu cucunya sendiri, masa' jaga cucu sendiri aja nggak mau," ucap Andin sebelum benar-benar berlalu menuju kamarnya.

"Ya Allah Ndin, apa ini karmaku karena telah menelantarkan anak dan istriku dulu? Zicka saja tak pernah sekali pun merepotkan mama. Bahkan ia juga tak pernah mau merepotkan aku. Selagi ia mampu, ia akan selesaikan sendiri segala urusannya. Aku memulai semua dari 0 bersama Zicka dan ia tak pernah menuntut ini itu bahkan ia tidak pernah sekali pun membeli perhiasan karena ia tak mau menghamburkan uang hasil kerja kerasku. Mengapa baru di saat-saat begini aku menyadari bahwa engkau memang seorang istri yang sempurna, Zick! Adakah kesempatan untukku memperbaiki semuanya lagi? Ah, aku akan menemui mu besok. Aku akan memohon agar kau mau rujuk denganku. Bila ia minta aku menceraikan Andin pun aku bersedia. Aku akan membesarkan Meyra dan Mike bersama Zicka. Semoga aku masih bisa membuka hatinya karena aku tahu Zicka pasti masih sangat mencintaiku," gumam Marcel penuh keyakinan.

...***...

...HAPPY READING ❤️❤️❤️...

1
Qilla
kematian terlalu indah untuk pelakor
Memyr 67
𝖺𝗇𝖽𝗂𝗇 𝗍𝗎 𝗌𝗂𝖺𝗉𝖺? 𝗄𝗈𝗄 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝗆𝖺𝗋𝖼𝖾𝗅 𝗆𝖾𝗇𝗂𝗄𝖺𝗁𝗂 𝖺𝗇𝖽𝗂𝗇?
Memyr 67
𝗄𝗈𝗄 𝖺𝗄𝗎 𝖼𝗎𝗋𝗂𝗀𝖺, 𝖻𝖺𝗉𝖺𝗄𝗇𝗒𝖺 𝗆𝖾𝗒𝗋𝖺 𝗌𝖾𝗅𝗂𝗇𝗀𝗄𝗎𝗁 𝗌𝖺𝗆𝖺 𝗂𝗇𝗎𝗇𝗒𝖺 𝖺𝗃𝖾𝗇𝗀
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐚𝐲𝐨 𝐬𝐚𝐥𝐢𝐧𝐠 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐡𝐚𝐧𝐜𝐮𝐫𝐤𝐚𝐧 🤣🤣🤣
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐤𝐥𝐨 𝐳𝐢𝐜𝐤𝐚 𝐬𝐦 𝐊𝐞𝐞𝐧𝐚𝐧 𝐭𝐫𝐮𝐬 𝐌𝐚𝐫𝐯𝐢𝐧 𝐬𝐚𝐦𝐚 𝐉𝐞𝐧𝐧𝐲 𝐧𝐭𝐢 𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐤𝐚𝐤𝐤 𝐢𝐩𝐚𝐫 𝐥𝐚𝐠𝐢 𝐬𝐢 𝐳𝐢𝐜𝐤𝐚 𝐬𝐦 𝐌𝐚𝐫𝐯𝐢𝐧.... 🤣🤣🤣🤣

𝐧𝐚𝐬𝐢𝐛 𝐌𝐚𝐫𝐯𝐢𝐧 𝐢𝐩𝐚𝐫𝐚𝐧 𝐭𝐫𝐮𝐬 𝐬𝐦 𝐳𝐢𝐜𝐤𝐚
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐡𝐚𝐫𝐩𝐧 𝐭𝐠𝐥 𝐡𝐫𝐚𝐩𝐚𝐧 🤣🤣🤣 𝐚𝐧𝐞𝐡𝟐 𝐚𝐣𝐚 𝐡𝐫𝐩𝐧𝐦𝐮 𝐜𝐞𝐥
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐨𝐡 𝐤𝐞𝐬𝐚𝐲𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐦𝐚𝐦𝐚 𝐭𝐨𝐡, 𝐩𝐧𝐭𝐬 𝐛𝐢𝐬𝐚 𝐧𝐲𝐚 𝐣𝐝 𝐛𝐮𝐝𝐚𝐤 𝐜𝐨𝐫𝐩𝐨𝐫𝐚𝐭𝐞 𝐠𝐤 𝐛𝐬 𝐦𝐚𝐧𝐝𝐢𝐫𝐢 𝐤𝐲𝐤 𝐌𝐚𝐫𝐯𝐢𝐧, 𝐠𝐢𝐭𝐮 𝐤𝐨𝐤 𝐧𝐲𝐢𝐚𝟐𝐢𝐧 𝐚𝐧𝐤 𝐛𝐢𝐧𝐢 😡😡😡
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐬𝐞𝐤𝐫𝐧𝐠 𝐬𝐞𝐦𝐮𝐚 𝐚𝐧𝐚𝐤 𝐡𝐫𝐬 𝐩𝐧𝐲 𝐚𝐤𝐭𝐞 𝐥𝐚𝐡𝐢𝐫 𝐭𝐡𝐨𝐫 𝐦𝐚𝐮 𝐚𝐝𝐚 𝐚𝐲𝐚𝐡 𝐚𝐭𝐚𝐮 𝐭𝐝𝐤

𝐭𝐞𝐭𝐚𝐧𝐠𝐠𝐚𝐪𝐮 𝐧𝐢𝐤𝐚𝐡 𝐬𝐢𝐫𝐢𝐡 𝐣𝐠 𝐛𝐬 𝐝𝐩𝐭 𝐚𝐤𝐭𝐞 𝐚𝐧𝐚𝐤𝐧𝐲𝐚.... 𝐭𝐩 𝐲𝐠 𝐭𝐫𝐜𝐧𝐭𝐮𝐦 𝐧𝐦𝐚 𝐢𝐛𝐮.... 𝐧𝐦 𝐚𝐲𝐚𝐡 -

𝐤𝐞𝐭𝐞𝐫𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐝𝐢 𝐚𝐤𝐭𝐞 𝐬𝐩𝐫𝐭𝐢 𝐢𝐭𝐮 𝐧𝐭𝐢
𝐤𝐫𝐧 𝐝𝐥𝐦 𝐢𝐬𝐥𝐚𝐦 𝐚𝐧𝐚𝐤 𝐲𝐠 𝐥𝐚𝐡𝐢𝐫 𝐝𝐢 𝐥𝐮𝐚𝐫 𝐧𝐢𝐤𝐚𝐡 𝐣𝐠 𝐧𝐚𝐬𝐚𝐛 𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐞 𝐢𝐛𝐮

𝐦𝐚𝐚𝐟 𝐛𝐤𝐧 𝐬𝐨𝐤 𝐭𝐚𝐮 𝐭𝐩 𝐢𝐧𝐢 𝐭𝐫𝐣𝐝 𝐝𝐈 𝐭𝐞𝐭𝐚𝐧𝐠𝐠𝐚𝐪𝐮 𝐭𝐡𝐨𝐫 🙏🙏
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐤𝐲𝐤 𝐦𝐚𝐧𝐭𝐚𝐧 𝐬𝐮𝐚𝐦𝐢𝐪𝐮 𝐩𝐫𝐠𝐢 𝐧𝐢𝐧𝐠𝐠𝐚𝐥𝐢𝐧 𝐚𝐪 𝐝𝐚𝐧 𝐚𝐧𝐚𝐤𝐪𝐮 𝐲𝐠 𝐰𝐤𝐭𝐮 𝐢𝐭𝐮 𝐛𝐚𝐫𝐮 𝟏𝟎𝐛𝐥𝐧 𝐬𝐚𝐦𝐩𝐞 𝐬𝐤𝐫𝐧𝐠 𝐮𝐝𝐡 𝟏𝟖𝐭𝐡 𝐮𝐬𝐢𝐚 𝐚𝐧𝐚𝐤𝐪𝐮..... 𝐩𝐚𝐬 𝟏, 𝟓𝐭𝐡 𝐝𝐢𝐚 𝐩𝐞𝐫𝐠𝐢 𝐠𝐤 𝐚𝐝𝐚 𝐤𝐛𝐫 𝐬𝐚𝐦𝐬𝐞𝐤 𝐚𝐪 𝐧𝐠𝐚𝐣𝐮𝐢𝐧 𝐠𝐮𝐠𝐚𝐭𝐚𝐧 𝐣𝐠 𝐥𝐧𝐠𝐬𝐧𝐠 𝐬𝐢𝐝𝐚𝐧𝐠 𝐬𝐞𝐤𝐚𝐥𝐢 𝐝𝐚𝐧 𝐩𝐮𝐭𝐮𝐬𝐚𝐧 𝐜𝐞𝐫𝐚𝐢....
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐭𝐚𝐤 𝐬𝐚𝐧𝐭𝐞𝐭 𝐛𝐞𝐧 𝐫𝐚𝐢𝐬𝐨 𝐧𝐠𝐚𝐜𝐞𝐧𝐠, 𝐧𝐞𝐤 𝐰𝐢 𝐛𝐣𝐨𝐪𝐮

𝐮𝐭𝐨𝐰𝐨 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐤𝐞 𝐭𝐚𝐤 𝐩𝐢𝐧𝐝𝐚𝐡 𝐛𝐚𝐭𝐡𝐮𝐤 𝐛𝐞𝐧 𝐦𝐚𝐭𝐢 𝐩𝐢𝐬𝐧
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐤𝐨𝐦𝐮𝐧𝐢𝐤𝐚𝐬𝐢 𝐢𝐭𝐮 𝟐𝐚𝐫𝐚𝐡
𝐤𝐥𝐨 𝟏𝐚𝐫𝐚𝐡 𝐧𝐦 𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐡𝐨𝐭𝐛𝐚𝐡


𝐤𝐥𝐨 𝐝𝐥𝐦 𝐫𝐭 𝐠𝐤 𝐚𝐝𝐚 𝐤𝐨𝐦𝐮𝐧𝐢𝐤𝐚𝐬𝐢 𝐝𝐠𝐧 𝐩𝐚𝐬𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧, 𝐲𝐚 𝐦𝐞𝐧𝐝𝐢𝐧𝐠 𝐬𝐢𝐧𝐠𝐥𝐞 𝐡𝐚𝐩𝐩𝐲
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐁𝐫 𝐛𝐜 𝐭𝐡𝐨𝐫
NaNa
Luar biasa
Dewa Nara
nah Jenny jodoh Marvin
Dewa Nara
wah kalau zicka sama Dr Keenan, kasian Marvin ya
Dewa Nara
pasti Marcel
Dewa Nara
cium tangan Thor, bukan sujud
Dewa Nara
ngapain lu pulang cel
Dewa Nara
coba Tanya sama adiknya
Gintania nia
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!