Seorang gadis hebat di dunia modern, dengan kemampuan beladiri yang tinggi dan ahli dalam strategi juga pengobatan kuno maupun modern yang bernama Annchi. Bila siang dia akan menjadi seorang yang ramah dan lemah lembut (karena profesinya sebagai dokter) tapi saat malam dia akan menjadi seperti harimau yang kelaparan dan yang haus akan darah(dan dia pun seorang assasin) .
Dia dijuluki iblis berwajah bidadari sesuai dengan namanya yang artinya bidadari cantik dengan wajah cantiknya yang bisa menipu siapapun bahkan musuh terbesarnya pun mati karena melihat Annchi yang membuka topengnya saat akan membunuh lawannya.
Annchi mati karena salah satu keluarga pasien nya yang ia tangani membunuhnya hanya karena masa lalu bersama sang ibu angkatnya dan ia menerjunkan Annchi dari lantai 62 gedung rumah sakit dan alhasil Annchi pun menghembuskan nafas terakhir didunia nya saat itu juga.
Tapi tuhan berkehendak lain ia bukan mati tapi ia dipindahkan ke peradaban lain.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miadny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 25
"akhirnya aku menemukanmu, jika tiba saatnya aku akan menjemputmu, kau hebat sekali "gumamnya diakhiri dengan senyum menawannya yang membuat kedua orang lainnya menahan nafasnya.
'apa langit akan runtuh, kenapa yang mulia bisa tersenyum seperti itu? bukannya biasanya ia menyeringai keji' ucap salah seorang diantara mereka dibenaknya.
'apa kematianku sudah dekat? bisa melihat senyum yang mulia, aku harap umurku masih panjang, agar aku bisa merasakan bagaimana mempunyai seorang istri cantik disampingku' ucap yang lainnya dalam hati.
"kenapa kalian menatapku seperti itu?, aku harap hatimu tidak mengutukku" ucap yang di panggil yang mulia dingin tanpa mengalihkan tatapannya dari objek didepannya dan sukses membuat kedua pengawalnya gelagapan.
"ha...hamba tak berani yang mulia"ucap keduanya.
'tapi kau terlalu ceroboh, kuharap mereka tak bisa merasakan keberadaanmu' ucapnya dalam hati.
Sedangkan Annchi melihat perubahan wanita itu perutnya kembali bergejolak sama seperti saat ia melihat siluman ular sebelumnya ia benar-benar jijik saat melihat hal itu.
"tak kusangka kalian sama-sama menjijikan" ucap Annchi
"berani sekali kau mengatakan hal itu"teriak wanita tersebut
siluman ular itu menelah sesuatu seperti permata, tiba-tiba tubuhnya bertransformasi menjadi lebih besar dan ada api yang menyambar tubuhnya ia menggeliat kepanasan.
Annchi tidak tau apa yang terjadi padanya ia hanya diam dan mengamati perubahan apa yang akan terjadi pada makhluk didepannya itu.
"Annchi, saat kau membunuh siluman itu, apa kau mengambil permata silumannya?"tanya roh pedang melalui pikirannya.
"permata? aku tidak tau, memangnya ada hal seperti itu?" tanya Annchi
"apa kuda itu tidak memberitahumu? "tanya roh pedang
"emm..tidak, memangnya kenapa?"tanya Annchi
"pantas saja, jika kau membunuh siluman kau harus mengambil permata silumannya untuk kau serap energinya jika kau tak membutuhkannya kau bisa menghancurkannya"jelas roh pedang.
saat api itu padam terlihat perubahan pada siluman ular tersebut ia menjadi manusia setengah ular semakin menyeramkan karena dari kepalanya muncul tanduk yang artinya mereka sudah mencapai kekuatan yang sempurna.
"Annchi berhati-hatilah kekuatannya bertambah tiga kali lipat dari sebelumnya dan jangan sampai kau terluka atau pun tergores karena itu akan berakibat fatal"ucap Baima yang tiba-tiba muncul di pikirkan Annchi
"kenapa kau tak memberi tahu soal permata siluman?"tanya Annchi
"soal itu.. kupikir kau sudah tau"jawab Baima
"aku akan menggunakan elemen petirku sekalian memanggil hujan agar semuanya padam"ucap Annchi sambil menengadah menatap langit.
"kau yakin?, tapi setelah itu kau harus langsung meninggalkan tempat ini "ucap Baima.
"heh, kenapa kau diam dan melihat kelangit? apa kau takut padaku atau kau sedang memikirkan tentang penawaranku?, hmm"ucap siluman ular tersebut yang sudah berubah total menjadi manusia setengah ular.
"hmm,, takut? ahahaha, aku tidak takut sama sekali padamu, cih"ucap Annchi
"lalu mengapa kau diam saja dan melihat kearah lngit hah? lawanmu didepanmu bukan diatasmu, apa kau memang sudah pasrah untuk menjadi santapanku hahaha"tanya siluman tersebut tertawa dengan mulut yang terbuka sampai kerongkongannya terlihat, yang membuat Annchi ingin sekali merobeknya dan menebas kepalanya.
"kau ingin tau kenapa aku melihat kelangit? hmm... karena aku melihat pintu neraka terbuka untukmu yang akan memudahkanku menendangmu masuk kedalamnya dan memang seharusnya tempatmu dilangit bukan? "jawab Annchi dengan seringai dibalik cadarnya.
"sialan kau "ucap siluman itu
Buummm....
Blarrrrr.....
ia langsung menerjang Annchi dengan semburan api dan racunnya, yang memenuhi seluruh area pemukiman tersebut, dengan secepat kilat Annchi menghindarinya dengan mengurangi beban gravitasi tubuhnya, membuatnya melayang dan membuat barer pelindung untuk Baima yang membuat siluman itu semakin geram padanya.
"dasar manusia rendahan kau hanya bisa menghindar"ucap siluman itu sambil memainkan kembali kecapinya.
alunan kecapi mulai terdengar lagi Annchi menjadi lebih waspada tapi tak ada serangan dari manapun membuat ia heran dan dibawah kaki Annchi tiba-tiba ada segel yang mengurung Annchi.
"Annchi dibawahmu"ucap roh pedang
"sial"desis Annchi karena ia tak sempat menghindar
"hahaha kau tak bisa melakukan apa pun sekarang menyerahlah mungkin aku akan memakan jiwamu dengan lembut hahaha"ucap siluman itu dengan tawa menjijikannya.
Annchi mendengar itu ia hanya menyeringai dan diam-diam mengalirkan dan menggerakan energi alam yang ia lepaskan saat mengurangi beban gravitasi tubuhnya.
sedangkan tiga orang yang menyaksikan kejadian itu dua diantaranya mulai khawatir sedangkan yang satunya lagi ia menyeringai yang membuat kedua orang itu berkeringat dingin.
"yang mulia apa tak sebaiknya.... "tanya seseorang yang langsung terpotong oleh nada dingin tuannya.
"diam"ucapnya dingin.
"heh..tidak bisa melakukan apa pun ya? kurasa kau sendirilah yang tidak bisa melakukan apa pun"ucap Annchi dengan senyum licik dibalik cadarnya.
"apa maksudmu? "tanya siluman tersebut sesaat kemudian partikel-partikel kristal muncul disekitar tubuh siluman itu dan mengurungnya membuat ia tak bisa bergerak
"sialan kau manusia"desis siluman itu, dan dilangit muncul awan hitam pembawa hujan di sekitar tempat tersebut.
Blaarrrr...
Akhhh...
Buum..
muncul petir yang langsung menyambar siluman tersebut dengan sangat kejam yang membuat tubuh siluman tersebut hancur berkeping-keping begitu pula dengan kecapi iblisnya yang bernasib sama dengan sang pemilik dan menyisakan dua permata siluman.
Segel yang mengurung Annchi menghilang dan menyisakan kakacauan di desa tersebut. Annchi langsung menggunakan elemen tanahnya, untuk membersihkan racun ular dan juga menggunakan elemen anginnya untuk menggerakan awan hujan tersebut guna memadamkan api yang melahap pemukiman warga tersebut.
setelah selesai ia pergi menunggangi Baima dan pergi, dan tak lupa ia membawa dua permata siluman itu.
tidak ada seorang pun yang ia temui saat melewati desa tersebut mungkin tidak ada yang selamat, tapi mengapa aku merasa ada beberapa pasang mata yang terus mengawasiku pikir Annchi.
"apa kau merasakannya?"ucap Baima
"ya, lebih baik kita cepat pergi dari sini"ucap Annchi sambil menarik pengendali kudanya, tapi saat Annchi akan meninggalkan desa tersebut ada seseorang yang memanggilnya.
"hiks.. hiks.. tuan saya mohon bawa saya, saya tidak memiliki siapa pun, saya mohon tuan"ucap seorang gadis seumuran dengannya, Annchi tersenyum dibalik cadarnya karena ia melihat sesuatu dikening gadis tersebut.
"kemarilah"ucap Annchi sambil mengulurkan tangannya dan membawanya bersama Baima.
"apa kau yakin akan membawanya?"tanya Baima melalui pikirannya.
"tentu, kau tau orang yang memiliki kesamaan pada dirinya maka ia akan mengenali satu sama lain, bukankah itu yang mereka katakan" ucap Annchi.
"apa itu artinya dia... ? " tebak Baima
"ya, aku menemukannya, tinggal menunggu waktu untuk menemukan yang lainnya" jawab Annchi
Dan di dalam kegelapan terdapat sebuah istana yang menyeramkan dimana semua penduduknya memiliki mata coklat merah tapi sang penguasa ia memiliki warna coklat emas yang indah tapi tak seindah hatinya.
*tbc
skip!
kecerobohan annchi msh harus di dampingi lagi ini kek nya.
dia lebih suka memakai pistol dan katana daripada sapu dan pisau dapur /Facepalm/