Ria seorang gadis berdarah Aceh yang berasal dari keluarga sederhana. Saat duduk di SMP ia menemukan cinta pertamanya.
Di masa SMA Ria membentuk sebuah persahabatan antara dua perempuan dan satu laki-laki. Laki-laki tersebut berasal dari keluarga yang kaya raya, diam-diam laki-laki ini mulai jatuh cinta kepadanya. Bahkan, ketika Ria mendapatkan beasiswa kuliah ke Jakarta ia selalu mengikuti kemana Ria pergi.
BUGH...
Ria terjatuh di kamar kosnya.
Apa yang terjadi dengan Ria?
Siapakah yang akan menjadi belahan jiwanya?
Cinta pertama atau sahabatnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Farida Ariani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 25 Ria, Aku Suka
"TTM ya Dek? Teman Tapi Mesra..". Ledek Kakak.
Aku hanya tersenyum.
"Assalamu'alaikum Ma, Abang pulang". Sapa Enta yang baru sampai di rumahnya saat sang mama sedang menyiram bunga.
"Wa'alaikumussalam, gimana tadi Bang? Udah lancar anak-anak itu? ". Tanya mama Enta.
" Alhamdulillah bagus ma".
"Kenapa Abang, senyum-senyum sendiri, seperti orang sedang jatuh Cinta? “. Ledek sang Mama.
"Hahahaha.., Mama sok tahu". Enta langsung masuk ke rumahnya.
Di dalam kamar, Enta duduk di atas kasur empuknya, kamarnya luas. Dihidupkannya remote ac agar membuat ruangan menjadi cepat dingin.
Direbahkan badannya ke atas kasur sambil memandangi lampu.
"Ria, Kamu masih suka ya sama Dayat? Sudah setahun kita bersahabat, Aku mulai jatuh Cinta kepadamu, tapi Kamu malah masih menunggu Dayat. Aku melihatmu tadi bertemu si kembar sipit. Sejak dulu Aku mengagumimu. Tapi karena Kamu tidak mau pacaran, Aku coba berpacaran dengan Sinta, malah Dia memutuskan Aku secara sepihak. Saat Aku sedang rapuh, Kamu datang menyembuhkan luka di hatiku. Ria, Kamu manis dan baik sekali dan sangat pintar di sekolah. Semua laki-laki di sekolah kita selalu membicarakan Kamu, ingin memilikimu". Hati Enta berkata.
"Apakah Aku bisa memilikimu". Bisik Enta kembali.
***
Saat Aku mulai bangkit dari kesedihanku
Saat Aku mulai tegar menjalani hidup ini tanpamu
Saat Hatiku mulai berseri mencoba menerima cinta lagi
Kamu datang,
Kamu datang tanpa rasa bersalahmu
Sayang
Cintaku
Kemana saja Kamu selama ini?
Tidakkah Kamu tahu?
Bintang menghiasi langit
Bulan menyinari gelapnya malam
Matahari menerangi bumi
Ketika Aku mulai mencoba membuka hatiku kembali kepada seseorang
Kamu hadir membawa senyuman pada saat tidak tepat
Aku harus bagaimana?
Tulisku di diary warna pink.
Jam 10 malam sudah, Kami pun beristirahat. Aku, Adik dan Kakakku tidur sekamar.
Pukul 03:00, alarm membangunkanku waktunya shalat lail (tahajud). Sujud terakhir dalam shalatku, Aku selalu meminta.
"Ya Allah Ya Rabb Sang pemilik cinta, Hamba sedang jatuh cinta. Hamba bingung, Ya Allah. Bantu Hamba pudarkan rasa cinta ini di hati Hamba, biarkan ia tumbuh dan bersemi saat waktunya telah tiba.
Ya Allah Ya Rahman Ya Rahim. Jagalah Hamba, jaga Hamba dari nafsu syaithan. Izinkanlah Hamba berpacaran setelah menikah.
Ya Allah, mudahkanlah perjalanan hidup Hamba , lancarkanlah pendidikan Hamba, Jadikanlah Hamba anak yang berbakti kepada kedua orang tua Hamba.
Ya Allah Yastajid Do'a 'ana, kabulkanlah permohonan Hamba-Mu ya dhaif ini.
Aaminn Allahumma Aaminn".
Shalat malam sudah menjadi rutinitasku setiap malam. Dan Dhuha menjadi rutinitasku setiap jam 9 pagi.
Allah SWT sangat mencintai orang-orang yang bertakwa dan lebih mencintai lagi anak-anak muda yang bertakwa.
Selalu Ku tanamkan kata-kata itu di hatiku, Jika ingin mendapatkan dunia dekati Sang pencipta-Nya.
18 Juli 2002
Hari pertama Aku di kelas tiga. Senang sekali bisa bertemu dengan sahabat cantikku Farisya, Dia datang dan segera memelukku erat.
"Ria... Aku kangen...." Dia memelukku sangat erat.
"Apa kabar Far? ".
"Aku ada bawa sesuatu". Bisiknya.
Di kelas baru ada Aku dan Farisya, Aku sengaja cepat datang agar bisa memilih tempat duduk yang paling depan. Aku duduk di barisan kedua meja paling depan disebelah kanan dan Farisya sebelah kiriku, Kami berada paling depan menghadap papan tulis.
Farisya mengajakku duduk dikursi Kami, dan Dia mengeluarkan sebuah Hp Nokia type 2003.
"Wah keren Far... " Teriakku dengan suara kecil.
" Berapa beli?". Tanyaku kembali dengan semangat.
"Ummi yang belikan".
"Assalamu'alaikum.. ".
" Eh.. Enta.. ". Ucap Farisya sambil memasukkan kembali Hp barunya kedalaman tas.
"Wa'alaikumussalam..". Jawabku.
"Ini kosong ya? Aku duduk disini ya". Pinta Enta.
Dia duduk tepat di sebelah meja Kami duduk. Meja Enta deretan ketiga setelah pintu kelas.
Aku hanya menganggukkan kepalaku tanda setuju.
Satu persatu teman telah datang.
"Ria... Kamu dipanggil ke ruang guru sekarang ". Beritahu Ahmad teman sekelasku.
" Ada apa ya, hari pertama sudah dipanggil". Aku heran.
Ku ajak Farisya ke ruang guru.
"Assalamu'alaikum.. ". Aku mengetuk pintu dan masuk ke dalam kelas.
" Pas sekali, sini kalian berdua. "panggil Bu Tika selaku wali kelas kami saat kelas Dua.
"Ria dan Farisya sudah menentukan pilihan Nak?". Tambah Bu Tika.
Aku dan Farisya saling berpandangan.
"Farisya mau pilih IPA Bu". Jawab Farisya mantap.
Lalu ibu menoleh ke arahku, tanda menunggu jawaban atas pertanyaan yang sama.
Aku terdiam cukup lama. Mencoba merangkai kata.
"Maaf Bu, kalau boleh tahu ada jurusan apa saja Bu untuk tahun ini? " Tanyaku penasaran.
“Sekarang Ibu sedang mendata pilihan teman-teman kalian yang lain mau pilih jurusan apa". Jelas Bu Tika.
Aku mulai berpikir keras menyusun kata kembali agar tidak salah sebut.
"Ria ingin menjadi guru Bahasa Arab Bu, jadi maunya sih masuk IPB (Ilmu Pendidikan Bahasa)".
Farisya melihat ke arahku, Dia tahu Aku serius dengan pilihanku.
Lalu Aku dan Farisya kembali ke dalam kelas.
Aku duduk merenung dengan tatapan kosong.
"Kamu tidak mau masuk ke kelas IPA saja Ria?" Bujuk Farisya.
"Kan ada Aku". Imbuhnya lagi.
"Aku ingin paham Bahasa Allah, Bahasa Al-qur'an, apakah Aku salah Far".
Farisya terdiam, Dia tahu maksudku. Dan Dia hanya diam. Akhirnya Farisya keluar kelas medinginkan suasana.
Aku tenggelamkan wajahku ke dalam kedua tangan yang sengaja kulipat diatas meja.
Enta memperhatikan Aku dari tadi.
Lalu Enta keluar mencari Farisya.
"Far.. Aku mau bicara". Enta duduk disamping Farisya yang sedang minum di kantin.
Hari itu belajar belum dimulai, karena pihak sekolah masih menentukan jurusan apa saja yang akan dibuka untuk siswa kelas tiga tahun ini.
Farisya hanya diam.
"Ria kenapa tiba-tiba cemburut seperti itu ".
"Dia sedih, karena jurusan IPB baru satu siswa yaitu Dia sendiri". Jelas Farisya.
Enta terdiam.
"lebih baik Kamu jangan ganggu Ria dulu, Dia ingin sendiri".
Enta hanya mengangguk pelan tanda setuju.
Jam 11 siang sudah. Siswa kelas tiga masih menunggu keputusan sekolah tentang jurusan.
"Ria, Aku juga akan pilih IPB sajalah". Bujuk Farisya.
Ku angkat wajahku dan melihat wajah Farisya yang sejak tadi duduk disampingku.
"Kamu yakin..? Bukankah ummi menyuruh Kamu untuk melanjutkan Sekolah Perawat Far?"
"Aku sayang Kamu Ria". Ria memelukku dari samping.
"Iya, tapi tidak boleh mengorbankan cita-cita Kamu dan harapan Ummi juga Far". Aku mulai ketus kepadanya.
"Umi pasti paham kok, lagi pula Aku sudah menjumpai Bu Tika dan memberitahu Beliau bahwa aku ingin masuk kelas IPB juga". Dia tersenyum manis sekali.
Allah menciptakan wajah yang sangat cantik dan suara sungguh lembut untuknya. Mirip dengan Nafa Urbach seorang artis sinetron loh Sahabat. Hihihi
Wajahnya, suaranya, sifatnya, sangat baik dan ramah. Aku juga sangat sayang kepada Sahabatku satu ini. Dia tanpa pamrih membantu orang lain.
Akhirnya Aku tersenyum dan ceria kembali.
Jam 12 siang. Aku dan Farisya sibuk kirim kata-kata lewat selembar kertas.
Kami sedang merangkai kata-kata yang tepat untuk persahabatan yang cocok antara Aku, Farisya dan Enta.
"Retac". Tulis Farisya.
"Apa kepanjangan nya? “.
"REmaja Tanpa Amarah dan Cinta".
Aku menoleh ke arahnya dan tersenyum bahagia.
"Ria, kasi ke Enta disebelah agar Dia mau membuat yang bagus untuk Kita. Dia kan juara kaligrafi". Akhirnya Farisya membuka suara.
Aku mengangguk cepat.
"Nta... Gambar yang bagus ya". Kataku sambil memberikan selembar kertas berisi kata Retak tadi.
"Oke! ". Jawabnya singkat.
" Remaja tanpa amarah dan cinta, ternyata Ria semakin yakin untuk tidak mau berpacaran ". Bisiknya didalam hati.
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼
**Hai Sahabat Setia Novel " My Soulmate"
😍😍😍
Baru up lagi ni, jangan lupa love, boomlike dan komentar disetiap episodenya dan ambil poin dan vote ke saya ya.
Agar semakin bersemangat nambah episodenya.
Terima kasih Sahabat
🙏🙏🙏
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼**
😁
suka banget sama karya kaka
salam dari *make sure you love me*
karya baru kak..
Tentang Kenangan💙 disini
Salam dari ❤️Sepenggal Kisah di Negeri Jiran❤️
di tunggu feedbacnya.. 😊