Gadis cantik memiliki asal usul misterius tinggal dipinggir pantai, Bunga Crytal Violet dengan mata bulat besar yang berwarna Ungu serta Rambut berwarna perak.
Crystal adalah Putri dari seorang lelaki Nelayan ikan yang mempunyai Istri cantik bernama Jessica Lara yang berasal dari dunia lain, seiring berjalannya waktu mereka berdua saling mencintai hidup bahagia dan dikaruniai seorang Putri yang sangat cantik seperti gadis Anime yang wajahnya terlihat tidak nyata.
di tempat lain Pria tampan yang memiliki mata berwarna perak membutuhkan Gadis bermata Violet untuk mengikuti ramalan Mommy nya.
Pria bernama Alexander Paramal Asiantama itu mencintai seorang wanita yang memiliki mata ungu tanpa diduga wanita itu hanya memakai lensa mata demi masuk kehidupan Alex yang kaya raya dan pada akhirnya menghianati Alex.
bagaimana pertemuan mereka? bagaimana kisah cinta mereka? ikuti kisahnya ya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sucii Amidasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
hadiah
.
.
.
di Rumah Mewah,
"apa itu? ". tanya Andra was-was.
"ka.. kami tidak tau Tuan". jawab salah satu bawahan Andra.
"bagaimana Tuan Alex masih hidup Tuan? kami melihatnya sendiri kalau dia sudah mati".
"kau fikir aku juga percaya hah? aku juga tidak tau kenapa dia masih hidup, jangan menambah beban hidupku karna aku bermain curang padanya entah hadiah apa yang dia berikan padaku". teriak Andra ke bawahannya.
Andra sendiri frustasi dengan masalahnya, hubungannya dengan Alex memang tidak baik tapi sekarang bertambah buruk karna orang yang Andra bunuh masih hidup, sudah pasti Alex akan menerornya sampai puas.
"cepat buka..!". titah Andra memberanikan diri melihat hadiah misterius yang Andra tebak pemberian Alex.
"aaah...? Tuannn??". teriak orang yang membuka kado dengan syok.
"apaa? apa isinya? ". tanya Andra berdebar.
"Buaya kesayangan anda mat.. Eh.. Meninggal dunia Tuan". jawab bawahan Andra menganggap hewan kesayangan Andra juga manusia padahal hewan.
Andra membelalak, "Ijo..? Ijo meninggal? ". tanya Andra menggelegar.
"i.. iya Tuan"
Andra berlari demi memastikan lalu melihat isi kotak kadonya,
"Ijoo?? Ijoo? dari mana dia bisa tau kandang Ijoku hahh?? darimanaaaa?? ". teriak Andra dengan marah dengan mata memerah.
"kami juga tidak tau Tuan". jawab mereka semua menundukkan kepala memberi doa pada kematian Buaya kesayangan Andra.
"aaaahhhhhhhh.....??". jerit Andra menggema.
Andra memang sangat menyayangi Buaya itu namun dari sekian banyaknya Buaya yang ada dikandang itu kenapa Alex bisa tau kalau Ijo adalah Buaya tersayangnya sebab Ijo sangat cerdas menurut Andra sehingga Ia sangat menyayangi Buayanya itu.
"tidaaakkkkk". Andra segera bersimpuh dan menangisi kematian Buaya tersayangnya.
Alex benar-benar memberi hadiah yang sangat spesial untuk Andra, dari cara Alex memberi hadiah ternyata orang yang dikabarkan meninggal itu kembali hidup dan itu memang Alex, Andra sangat tau cara balas dendam Alex itu sangat unik sesuai dengan cara Andra menyerang Alex.
karna kematian buaya kesayangan Andra, semua anggota Mafia Andra berpakaian serba hitam untuk mengenang kematian Buaya kesayangan Andra, bahkan Buaya Andra di kuburkan dan kuburannya di buat seperti Rumah, sungguh gila tapi memang Andra sangat menyayangi Buayanya itu.
"ini semua karna kedua orangtua brengs*k itu, dia yang memintaku untuk menyerang Alex dengan cara pengecut..! aku pikir semuanya berjalan dengan lancar kenapa jadi begini?? kenapa jadi begini? bagaimana Alex bisa hidup kembali? ". Andra mengepalkan tangannya.
Andra terus saja meneteskan air matanya melihat kuburan buayanya, Ia benar-benar tidak menyangka Alex masih hidup itu nyata kini membalasnya dengan cara menghabisi Buaya kesayangannya.
di Markas,
"ahahahahaha". Alex tertawa keras mendengar laporan bawahannya bahwa Andra sibuk memakamkan Buaya kesayangannya itu.
"hadiahku sangat menakjubkan ya? bersyukurlah aku tidak menyerangmu Andra..! karna akibat kejadian malam itu aku bertemu dengan Crystal". senyum miring Alex.
"berikan hadiah kedua dan ketiga, aku yakin dia akan berpikir 2 kali jika menyerangku dengan cara pengecut! ". titah Alex dengan dingin.
"baik Tuan". jawab bawahan Alex.
Alex memberi Andra hadiah kedua berupa kematian burung elang kesayangannya yang selama ini disembunyikan dan hadiah ketiga di beri kepala bawahan Alex yang ikut menembaknya malam itu, Andra yang menembak malam itu tidak dibalas tapi Alex menancapkan derita terdalam untuk Mafia melo itu yaitu kematian hewan kesayangannya,
Andra yang benar-benar geram dengan hadiah Alex pun mendatangi Alex secara langsung di Mansion Alex, Ia menunggu sampai 3 jam sampai Alex pulang entah dari mana.
mobil Alex tiba didepan Pagar Mansionnya lalu keluar dari mobilnya.
"ada apa? ooh.. kau sedang berkabung ya? ". ledek Alex melihat pakaian Andra yang serba hitam.
"kenapa kau menyerang Ijo dan Elangku ha?? kenapa tidak menyerangku saja?? mereka tidak tau apa-apa dengan tindakanku". teriak Andra dengan wajahnya yang sembab.
Alex tertawa, "terlalu menyenangkan Andra, bukankah kau menyerangku dengan cara pengecut? aku buktikan padamu aku juga bisa menyerangmu dengan cara yang sama".
"anakku tidak bersalah...! hiks.. hiks.. kau sialan, kau sudah menghancurkan hidup Viola dan sekarang kau juga membunuh anakku, betapa malangnya nasib anak-anakku". Andra seketika berubah sedih mengingat si Ijo dan si Elangnya.
Alex hanya menatap dingin Andra, "apa peduliku? siapa suruh kau menyerangku, aku tidak menyentuhmu karna berkat rencana pengecutmu itu aku bertemu dengan gadis ramalanku itu".
Andra mendengarnya seketika naik pitam,
"bed*b*h kau..! kau bahagia kenapa membuatku berkabung hah?? aku akan bunuh anj*ng-anj*ng kesayanganmu itu". teriak Andra mencengkram kerah baju Alex.
Alex menepis tangan Andra, "bunuh saja kalau kau bisa menemukannya". jawab Alex acuh lalu berjalan memasuki mobilnya.
Andra ditinggal dalam keadaan marah, Ia tidak bisa merubah takdir, bisa apa dirinya? peliharaannya yang seperti nyawa baginya telah mati sementara Alex sedang bahagia karna sudah bertemu dengan gadis itu, bisa dikatakan Andra itu tergila-gila memelihara hewan langka dan buas bahkan menyayangi hewan melebihi nyawanya tapi Alex dengan mudahnya menyerang kelemahannya.
.
Alex masuk ke Mansion disambut oleh Indiro,
"kenapa kamu membiarkannya hidup Son? bukankah dia telah menembakmu? kamu sendiri yang cerita kan? ". tanya Indiro penasaran.
"tidak apa Daddy..! aku sama sekali tidak merasakan sakit lagi Daddy, aku hanya memberinya hadiah dengan cara pengecut". jawab Alex lalu tersenyum meninggalkan Indiro yang merasa merinding dengan senyuman Alex.
"dia sedang mood baik tapi kenapa aku merasa seram padahal dia anakku". gumam Indiro mengelus tengkuknya.
Alex bahagia melihat kekalahan Andra, itu hadiah darinya sebagai Pria sejati pada seorang Pria pengecut, Alex bukannya tidak sanggup membunuh Andra tapi Ia tidak akan pernah menjadi Pria Pengecut.
"Alex? ". panggil Endang.
Alex menoleh ke Endang, "Oma? ".
Endang mendekati Alex begitu juga sebaliknya, "ada apa Oma? ". tanya Alex.
"apa kamu memang meminta Mommymu untuk membuatkan baju perempuan dengan tubuh Bella?". tanya Endang.
"hmm". jawab Alex merangkul Endang berjalan memasuki kamarnya dan mendudukkan Oma nya di Sofa kamarnya.
"apa gadis itu masih berumur 21 tahun? ". tanya Endang.
"iya Oma, dia memiliki tubuh yang langsing, tinggi dan wajahnya juga menawan seperti tidak nyata". jawab Alex.
"tidak nyata? ". tanya Endang.
"iya, hmm? seperti Avatar, Barbie? komik? atau apalah itu Oma, tapi dia seperti gadis yang keluar dari dunia dongeng Oma". jawab Alex.
"kapan kamu menemuinya? kami juga ingin bertemu dengannya". tanya Endang.
"Oma..? kenapa harus terburu-buru? aku masih ingin bermain dengan mereka yang menyerangku malam itu, besok aku akan menemui gadis penghianat itu Oma, aku akan tancapkan duri tajam ke ulu hatinya". Alex.
Endang tersenyum, "jenis siksaan apa yang kamu berikan padanya Cucuku? tampaknya Bella begitu tenang, apa dia tidak memikirkan balas dendam nya? ".
"Mommy sudah menjanjikannya balas dendam itu Oma, aku akan menepati janji Mommyku padanya, tenang saja sejauh apapun mereka lari, aku akan menemukannya". jawab Alex tersenyum misterius.
.
.
.